Wedding

Wedding
Bab.33



Dava tidak sabar untuk segera makan malam, dia mengerjakan pekerjaannya dengan semangat, berharap cepat selesai, dan menuju tempat mereka janjian makan malam.


Rio yang melihat bos nya begitu semangat hari ini nampak heran, mungkin bos nya sedang jatuh cinta makanya dia bawaannya tidak sabar untuk bertemu cewek kemarin itu.


" Bos, apa kamu sudah mulai jatuh cinta pada wanita itu bos?" tanya Rio memastikan.


" Awalnya aku penasaran, cuma dia wanita yang menolak pesonaku, namun lama-kelamaan aku rasa penasaranku berubah menjadi rasa cinta ingin memiliki," jawab Dafa dengan tersenyum tipis.


Rio hanya mampu mengeleng kan kepalanya melihat tingkah bos nya yang seperti anak muda itu di usianya yg sudah berumur.


Dafa kembali fokus mengerjakan pekerjaannya, hingga waktu sore tiba saatnya dia pulang dan bersiap-siap untuk makan malam bersama Maya.


Di tempat lain, Maya tengah bersiap-siap untuk pulang juga, mereka akan pulang terlebih dulu untuk bersiap.


" Maya, ikut ke rumah kamu ajah yaa nanti tinggal berangkat bersama," Anggi memulai obrolannya.


" Ok nanti kita dress yang cocok buat acara nanti malam," sahut Maya semangat.


" Jangan lupa nanti aku pinjem dress kamu satu ya," ucap Anggi sambil cengengesan.


" Pke ajah, apa sei yang tidak buat kamu," jawab Maya terkekeh pelan.


" Btw, cowok yang kemarin ganteng-ganteng lho, kamu tidak ada niat gitu buat lebel, untuk satu dari mereka?" goda Anggi ke Maya.


" Tidaklah aku cuma ngerasa berhutang budi ajah sama mereka, yang dengan berani menolong kita kemarin, menerima ajakan mereka makan malam itu, bentuk rasa terimakasih kita kepada mereka itu ajah tidak lebih, lagi pula baru kemarin aku sama Angga putus, masak langsung menjalin hubungan lagi dengan cowok lain, baru dikenal lagi," jelas Maya panjang lebar.


" Entahlah, kalau emang salah satu cowok itu jodohku, aku hanya bisa mengikuti alurnya saja," pasrah Maya.


" Setidaknya berusaha melupakan orang itu, harus dengan hadirnya orang baru di kehidupan kita, setidaknya kamu sudah berusaha menyembuhkan luka didalam hatimu, dengan datangnya obat, semoga ajah obat itu cocok," ungkap Anggi, tetapi ini bukan soal obat.


Maya hanya diam mencerna omongan Anggi, ada benernya juga kata sahabatnya itu, cuma kita tidak boleh memaksakan perasaan kita, biarkan rasa itu hadir dengan sendirinya.


Sebagai sahabat Anggi hanya tidak ingin melihat Maya terus bersedih, salah satu usahanya menjodohkan dengan cowok yang kemarin itu, tanpa paksaan, biarlah semua itu terjadi dengan senatural mungkin.


Mereka berdua akhirnya sampai di rumah Maya, mereka mengistirahatkan tubuhnya sejenak, sebelum siap-siap untuk makan malam bersama cowok kemarin itu.


Ditempat lain Dafa yang sudah sampai rumahnya, langsung bersih-bersih, Dafa sudah tidak sabar, untuk bersiap-siap langsung, untuk pergi makan malam bersama Maya, setelah dirinya merasa lebih segar ketika habis mandi, sibuk memilih baju yang santai tapi kelihatan cool nya.


Dafa tidak mau terlambat, memberikan kesan pertama yang buruk untuk wanita yang disukai, dia ingin kelihatan sempurna, agar yang memandangnya tidak mampu menolak pesonanya.


Larut dalam keasyikannya menyiapkan diri, sampai dirinya tidak sadar Rio telah sampai didalam kamarnya.


" Wah sungguh keren kamu malam ini bos ku yang satu ini," puji Rio


" Tentu saja aku harus tampil keren, agar sekali dia memandangku, langsung terpesona," ujar Dafa tersenyum tipis.


Melihat pantulan dirinya di cermin, sungguh sangat tampan malam ini, tiap hari juga kelihatan tampan, cuma malam ini lebih dari tampan, barkan dia memuji dirinya sendiri, sungguh tingkat kepedean yang di miliki sangat tinggi.


***