
Maya yang mendengarkan penjelasan Angga tidak habis pikir, orang yang di sayangi selama ini ternyata seperti itu, tidak bisa setia, tidak mengakui kesalahannya, memutar balikkan keadaan, kalau dia menolak dengan tegas, tentu semua ini tidak akan terjadi, kan bisa alasan banyak kerjaan atau apapun yang bisa membatalkan niat itu.
" Kamu tidak perlu melakukan pembelaan, apa yang aku lihat hari ini, sudah cukup membuktikan bahwa kamu bukan pasangan yang setia, jujur aku kecewa dan sakit hati pada sikapmu itu, tetapi aku minta cukup aku saja yang merasakan kau sakiti, kembalilah pada cewek itu, jangan pernah menjalin hubungan dibelakangnya, jangan sakiti hatinya, sakit sekali melihat orang yang kita sayangi membohongi kita, apalagi sampai mempunyai kekasih yang lain, dibelakang kita," minta Maya kepada Angga dengan lembut tapi menusuk ke relung hati.
" Tidak sayang, aku mau kita kembali menjalani hubungan, bukan dengan Devi, jangan seperti ini, jangan tinggalkan aku," sahut Angga dengan raut memelas, tidak mau putus dengan Maya.
Maya sudah mencoba bersikap lapang dada, mengikhlaskan Angga dengan Devi, tapi Angga malah memperumit keadaan, sebenarnya apa mau dia, mau punya dua pacar sekaligus, benar-benar egois.
Maya sudah benar-benar geram dengan kelakuan Angga, dan ingin segera pergi dari hadapannya, hatinya sudah begitu sesak.
" Terserah kamu, mulai sekarang kita sudah tidak ada hubungan apa-apa," ucap Maya lalu berdiri sambil menarik tangan Anggi, kemudian berjalan meninggalkan Angga.
Angga memanggil Maya untuk kembali, cuma yang dipanggil tidak menghiraukannya dan berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi.
Maya dan Anggi bergegas meninggalkan mall.
Tinggal Angga dan Devi disana, dari tadi Devi hanya diam menyaksikan drama pertengkaran itu.
" Entah terbuat dari apa hati cewek itu, bukannya mencaci-maki Angga dan aku, malah mendoakan kebaikan hubunganku, semoga dia mendapatkan ganti lelaki yang lebih baik dari Angga," Guman Devi didalam hati
Devi salut, atas sikap Maya yang tegas, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, dia tidak bisa bayangkan apabila diposisikan di posisi Maya, mungkin akan menyerang selingkuhan cowoknya sampai habis, namun yang dilakukan Maya justru berbanding terbalik, sungguh wanita yang luar biasa lapang hatinya menerima penghianatan itu..
" Sekarang apa yang akan kamu lakukan?" Devi menatap Angga sendu, mencoba memulai obrolan dengan Angga.
" Entahlah aku binggung harus bagaimana," jawab Angga jadi galau gundah gulana.
" Terus gimana dengan hubungan kita?" Tanya Devi lagi.
Devi ingin memastikan hubungannya akan ikut berakhir atau masih lanjut, bikin deg deg an hatinya, Devi akui selama ini nyaman berada di dekat Angga.
" Beri waktu aku untuk berpikir, semua ini bukan seperti yang aku mau," Jawab Angga lesu.
Devi tak habis pikir, Angga begitu galau, harusnya Angga sudah tahu resikonya, berani berbuat harus bertanggungjawab dan menerima segala resiko yang akan terjadi, salah satunya siap kehilangan Maya.
Devi tidak berani menyalahkan Angga sepenuhnya, walau bagaimanapun dia juga ikut andil dengan masalah ini, seandainya dia juga bisa menolak pesona Angga..
" Semoga ajah nasib baik masih berpihak padaku," ucap Devi di dalam hati.
Mobil yang di kendarai Anggi dan Maya melaju menuju pantai, Anggi membawa Maya ke pantai agar hati sahabatnya itu sedikit terhibur.
Anggi tahu dari tadi Maya menahan untuk tetep tegar menghadapi semuanya, padahal dalam hati dia ingin menangis.
" Menangis lah, disini kamu bisa menangis sepuasnya, tapi setelah ini jangan lagi menangisi lelaki playboy cap kadal itu lagi, sayang air matamu," ucap Anggi lembut kepada Maya.
" Hua hua hua... Kamu jahat Angga.."
" Kamu tega.."
" Kamu playboy.."
" Kamu jahat, hua..Hua..Hua .."
Teriak Maya akhirnya tangisnya pecah, dia menangis dengan kencangš seolah mewakili perasaan saat ini.
" Nah begitu, teriak ajah sesukamu, maki ajah sekenanya, biar hatimu lega, tapi habis ini janji kamu harus bahagia," sahut Anggi.
Anggi juga ikut sedih melihat sahabatnya seperti itu, tetapi Anggi juga merasa senang, akhirnya sahabatnya bisa terlepas dari lelaki playboy cap kadal itu.
Anggi berharap Maya cepat menemukan pengganti Angga, yang jauh lebih baik.
Tak jauh dari mereka, ada dua pasang mata yang memperhatikan, salah satunya ikut sedih melihat wanita yang di sukai menangisi cowok lain.
" Aku janji, setelah ini tak akan ku biarkan kau menangis karena bersedih, hanya akan ada air mata bahagia," Ucap Dafa dalam hatinya, tak tega melihat Maya menangis rasanya ingin menghampiri memeluk nya dan menghapus air matanya.
Namun semua itu belum berani dia lakukan, yang bisa di lakukan sekarang hanya mengamati dari jauh, Dafa percaya sahabatnya itu mampu menghibur Maya.
Yaa dua orang itu, Dafa dan Rio, pulang kerja tadi mereka memutuskan untuk pergi ke pantai, entah suatu kebetulan atau bagaimana dia juga melihat Maya dan Anggi sedang berada di tempat yang sama.