
Setelah selesai mengobrol ringan itu, Maya pamit untuk pergi berangkat kerja, sudah ada Anggi yang menunggunya. Setalah Maya masuk, Anggi melajukan mobilnya menuju tempat bekerja.
Di tempat lain, setelah menyelesaikan sarapannya, Dafa bangkit dari duduknya, dan mengajak Rio untuk berangkat ke kantor segera.
" Ayo Rio, kita segera berangkat, aku ingin cepat menyelesaikan pekerjaanku hari ini lebih cepat," ajak Dafa penuh semangat.
" Sabar bos, ini masih pagi, kita nikmati sarapan pagi dulu dengan tenang, biar nanti bisa mempunyai tenaga untuk menghadapi kenyataan hidup," jawab Rio tidak nyambung.
" Habiskan dengan cepat, aku tunggu kamu di mobil sekarang," Dafa berjalan meninggalkan meja makan, tanpa peduli pada Rio yang masih menikmati makanannya.
Rio akhirnya buru-buru menyelesaikan sarapannya, dan bergegas menyusul Dafa ke mobilnya.
Mereka melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju kantornya.
Sampai di kantor, Rio langsung membaca Agenda Dafa hari ini.
Dia tidak ada acara di meeting luar dengan klien.
" Sore nanti, aku ingin ketemu sama Maya, mengajaknya makan malam bersama, semoga saja dia tidak menolaknya," guman Dafa pelan.
Sejak peristiwa kemarin, Dafa sudah bertekad untuk mendekati Maya, dan akan menunjukkan dengan sikapnya, supaya Maya mau menerimanya.
Memikirkannya saja sudah membuatnya bahagia, apalagi bisa memiliki nya. Sungguh bahagianya.
Dafa
Selamat pagi.
My Love
Pagi juga, maaf siapa ya?
Dafa
Aku Dafa, kemarin yang nganterin kamu.
My Love
Oh iya, ada apa Dafa?
Dafa
Ingin mengajak makan malam apa kamu bisa?
***
Dafa merasa deg deg an menunggu balasan Maya, dia takut Maya menolak ajakannya.
Akhirnya Maya membalasnya dan mengiyakan ajakan makan malam bersama, Maya bilang akan mengajak Anggi, sahabat untuk ikut bersamanya juga.
" Rio cepat keruangan ku sekarang," perintah Dafa, sambil mengerjakan dokumen yang ada didepannya dengan serius.
Tanpa menunggu lama Rio datang ke ruangannya.
" Ada yang bisa saya bantu bos?" Tanya Rio sopan.
" Nanti malam kamu temani aku makan malam ya," ucap Dafa, tanpa melihat Rio.
" Ada acara apa bos?" tanya Rio penasaran.
" Tidak cuma acara makan malam dengan cewek yang kemarin itu," ucap Dafa sambil tersenyum tipis.
" Apa nanti aku tidak menggangu bos?" Rio yang tak enak hati.
" Tidak, nanti dia juga akan mengajak temannya," jawab Dafa.
Mereka melanjutkan pekerjaannya, Rio juga kembali ke mejanya untuk mengerjakan tugasnya.
Dafa yang semangat untuk makan malam, ingin segera cepat menyelesaikan setumpuk pekerjaan yang ada didepannya.
Ditempat lain, Maya menceritakan kepada Anggi kalau hari ini dia akan malam dengan Dafa, dan Anggi harus ikut bersamanya.
" Nanti malam jangan lupa ya ikut aku malam bersama cowok yang kemarin nolongin kita" Maya memulai obrolannya.
" Iya siap untuk masalah makan hihihi," jawab Anggi sambil ketawa.
" Nanti kamu bersiap dari rumah aku ajah, kita berangkat sama-sama," ajak Maya.
" Siap komandan," ledek Anggi
" Eh cowok yang kemarin tampan juga menurutku, apa kamu tertarik salah satunya?" Tanya Anggi menggoda Maya.
" Tidak, aku masih mau mengobati hatiku dulu," ucap Maya sendu.
" Justru itu, kalau dengan adanya cowok baru, lama-lama hatimu akan terobati dengan sendirinya," sahut Anggi.
" Kalau tidak percaya coba ajah dulu," kekeh Anggi.
" Emang makanan perlu di coba-coba, dasar kamu ini," jawab Maya.
Jauh lubuk hati Maya sebenarnya belum bisa menggantikan Anga, cuma dia juga harus berpikir ke depan, tidak akan mengulangi kesalahannya yang sama, dia harus benar-benar mengenali seluk-beluk cowok yang dekat dengannya.
Anggi sebagai sahabat tahu betul, Maya bukanlah sosok cewek yang mudah jatuh cinta begitu saja, dia ingin sahabat cepat dapat pengganti Angga, agar tidak berlarut dalam kesedihan.
Walaupun Maya menutupi dengan keceriaan, Anggi tahu Maya kehilangan Angga, tidak mudah melupakan orang yang sudah bersama apalagi sudah bertahun tahun.
Butuh waktu sebentar untuk jatuh cinta, tapi butuh waktu seumur hidup untuk melupakan.