
"kantin yuk del ,cacing diperut gue udah pada demo" ajak putri
"ayok ,gue juga laper"
Mereka berjalan menuju kantin kantor ,kedua wanita itu memesan makanan dan juga minumannya ,merekapun duduk disalah satu meja kosong disana ,karna keadaan kantin yang lumayan penuh saat ini.
"boleh gabung" suara seorang pria
mereka berduapun menengadahkan kepalanya melihat siapa yang datang.
"boleh gabung ,cuman sisa kursi ini yang kosong" lanjut pria tadi
"o-ooh silahkan ,cogan mah bebas duduk dimana ajah" celoteh putri.
adelpun menendang kaki putri dibawah meja
"auuuwww.. si adel tulang kering gue del" pekik putri
pria tadipun duduk disamping adel
"hai ,gue raga.." ucap raga seraya menjulurkan tangannya ,yaah pria tadi adalah raga salah satu karyawan disana
"haloo raga ,gue putri" sambung putri seraya menyambut tangan raga
"okeh putri ,dan lo.."
"gue adel.." jawab singkat adel
"oh yaah gue dari divisi administrasi baru hari ini sih karna gue pindahan dari cabang di bandung" ucap raga
"ohh iyaah gue baru inget kemaren pak yoga bilang ,kita juga sama ko divisi adminitrasi ,kita satu tim niih" jawab putri dengan antusiasnya
"oyaah.. wah pas banget kebetulan gue belum kenal siapa-siapa"
adel hanya mendengarkan perbincangan sahabatnya itu dengan raga ,yaah putri memang selalu antusias jika berbicara dengan pria tampan.
***
Setelah rapat nya dengan setiap masing-masing ketua divis bian kembali ke ruangannya ,memeriksa semuanya.
drrtt..
drrtt..
drrtt..
Fokus bian pun teralihkan ketika tedengar getaran ponselnya di atas meja kerjanya ,bian melihat siapa yang memanggilnya lantas menggeser tombol hijau diponselnya.
"haloo ma ,ada apa?"
"halo bian ,hari ini kamu dan adel kerumah yaah ,mama mau makan malam sama kalian" ucap sang mama
"makan malam? baiklah nanti bian kerumah" jawabnya
"yasudah mama tunggu yaah sayang ,mama tutup telponnya"
"baik ma.." jawab bian
Bian menghembuskan nafasnya kasar ,harus bagaimana dia ,dia pun mengambil ponselnya kembali untuk menghubungi istrinya ,tapi dia urungkan.
"kenapa muka lo bingung gitu"
bian terkejut dengan kedatangan sahabatnya ini.
"kenapa lo" lanjutnya
"hmm.. setelah ini apa jadwal gue" tanya bian
"kosong ,cuman ada beberapa berkas yang harus lo tanda tangani aja"
"oke ,nanti gue tanda tangan sekarang gua mau balik dulu"
"tumben lo mau balik cepet.. aahhhh cieee rindu sama istri yaah" goda adit
"sial ,gue ada acara makan malem dirumah nyokap " sergah bian
"yaelah rindu ama istri sendiri juga gak papa kali yan" godanya lagi
"suka-suka lo ajah dit" jawab bian seraya berlalu meninggalkan adit
***
Dikantor adel dia tengah rapih-rapih untuk bergegas pulang ,karna jam sudah menunjukan pukul lima sore.
"udah rapih del" tanya putri
"udah ,yuk balik" jawab adel seraya merangkul lengan putri
"lo bawa mobil del"
"gue naik taksi tadi put ,lagi males bawa mobil" jawab adel
"yaudah gue anter"
"alaaah lo" ujar putri
drrtt
drrtt
drrtt
terdengar getaran ponsel adel didalam tasnya ,adel mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menghubungi nya.
+62812 34xxxxx
Adel mengkerutkan dahinya dia tidak mengenali nomor yang memanggilnya.
"siapa.. " tanya putri
"gak tau" jawabnya seraya menggelengkan kepalanya
"yaudah angkat dulu ajah"
Adelpun mengangkat panggilannya dengan ragu.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam ,gue tunggu diparkiran" suara bariton yang beberapa hari ini adel kenali
"bi-biaan.."
"gue tunggu diparkiran" perintah bian dengan nada dinginya
Adel menganga tak percaya siapa yang menghubunginya barusan
"oy dell.. del.. ADELIA.."teriak putri yang sedari tadi memanggil adel ,suara teriakan putri pun menyadarakannya dari lamunannya.
"kenapa si loh ,apa yang cowo brengsek itu omongin" cecar putri
"hah.. dia ada di parkiran" jawan adel
"HAH.. lo serius"
adel hanya mengedikan bahunya ,merekapun berjalan menuju parkiran memastikan apakah benar biasn ada di parkiran.
Begitu terkejutnya kedua wanita itu melihat bian tengah bersandar di mobilnya ,benar bian menjemputnya.
"lama banget ,masuk" ujar bian seraya memerintahkan adel ,tak mau membuat suaminya makin emosi adelpun masuk ke dalam mobil menyusul suaminya.
"gue duluan yah put ,bye"
Didalam mobil hanya ada keheningan ,selanjutnya bian membuka pembicaraan.
"kita makan malam dirumah papa mama" ucap bian
"makan malam ,oh yaa.."
"dan disana kita harus bersikap selayaknya pasangan suami istri" ujar bian kembali
"hmm.. iyaah" jawab adel
Mobil bianpun masuk dipekarangan rumah besar itu ,memakirkan mobilnya disana ,merekapun keluar dari mobil dan berjalan ke dalam rumah besar itu.
Bian menggenggam tangan mungil adel lalu berjalan masuk ,adel terkejut dengan sikap bian ini.
"hanya akting ,gak usah baper" bisik bian
"halo sayang" ucap mama bian seraya memeluk adel dan menciumi kedua pipi manantunya itu
"halo ma" jawab adel lalu menyalami mama mertuanya
"duh pengantin baru ,gandeng terus ajah yan" goda sang mama
"papa mana ma" tanya bian mengalihkan pembicaraan
"ada didalam ,yuk masuk sayang" ajak sang mama
Mereka bertiga pun masuk menuju ruang makan yang sudah ada Roy dan Citra adik perempuan bian disana.
"hallo kak bian ,hai kak adel" sapa citra
"hai citra ,makin cantik ajah gimana kuliahnya" tanya adel
"baik ko kak ,oia gimana pengantin baru niih gak akan honeymoon" jawab dan goda citra
"oia kan mama udah siapin tiket untuk kalian pergi honeymoon" ucap Roy
Bian dan adel pun saling menatao iris mereka masing masing ,bagaimana harus menjawabnya ,karna memang pernikahan mereka tidak seperti kedua orang tua itu pikirkan.
"udah nanti ajah kita bahasnya ,sekarang kita makan malam dulu setelah itu kita ngobrol-ngobrol" sergah sabrina.
"ya-yaah ,gak baik kan makan sambil ngobrol pa" timpal bian
Mereka pun makan malam dengan suasana yang hangat.