
Dafa nampak merekah bibirnya sepanjang jalan, hatinya sedang berbunga-bunga, kebahagiaan terpancar jelas dari wajahnya. Rio ikut senang bosnya sekaligus sahabatnya sudah menemukan jodohnya.
" Aku ikut senang bos, kamu sudah menemukan jodohmu, semoga kalian selalu bahagia," ucap Rio sambil melajukan mobilnya.
' Aku juga berharap segera menemukan jodohku,' ucap Rio didalam hati.
" Makasih Rio, kamu selalu setia menemani aku sampai saat ini, semoga kamu juga segera menemukan jodohmu," jawab Dafa tersenyum manis.
' Aku juga berharap seperti itu bos,' ucap Rio.
Rio cuma menjawabnya dengan anggukan kepala, mencoba fokus untuk mengemudi lagi, hingga beberapa saat akhirnya mereka sampai di rumah Dafa.
Rio menghentikan mobilnya, Dafa keluar dari mobil diikuti Rio dari belakang, saat masuk kerumahnya, dafa disambut oleh adiknya.
" Kakak kelihatannya sedang bahagia," sapa Devi sambil menatap kakanya.
" Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, lusa mama sama papa akan pulang, kamu jangan keluar," ucap Dafa.
" Ada apa kak, biasanya mama sama papa lama perginya," jawab Devi cukup penasaran.
" Kakak mau melamar seorang gadis," jawab Dafa sambil tersenyum tipis.
" Apa kakak mau melamar gadis?" sahut Devi kaget dengan apa yang dibilang oleh Dafa.
" Hmm," Dafa hanya menjawab dengan mengangguk kepalanya, lalu berjalan menuju kamarnya.
Rio yang merasa sangat lelah langsung menuju kamar yang biasa dia tempati saat menginap dirmh Dafa.
Devi masih mematung di tempatnya, dia begitu penasaran gadis seperti apa yang bisa menaklukkan kakaknya yang seperti kutub, tidak hanya itu kakaknya yang terkenal agak arogan, tidak sembarang gadis yang bisa membuatnya tertarik.
Devi berharap kakaknya bahagia menjalani pernikahan dengan gadis itu. Sejenak gadis itu malah memikirkan Angga, cowok itu sudah lama tidak mengajaknya jalan.
Sampai kamar Dafa bersih-bersih, setelah itu dia merebahkan dirinya, seharian banyak aktivitas yang begitu melelahkan tetapi dia nampak puasa dengan jawaban dari keluarga Maya, membayangkan hal itu Dafa melupakan rasa lelahnya.
Malam sudah berlalu, pagi datang menyapa, sinar matahari datang masuk melalui celah jendela kamar, Dafa berusaha membuka matanya, tak terasa hari sudah pagi saatnya untuk pergi bekerja.
" Hari ini aku ingin mengantar Maya berangkat kerja, jadi aku harus bangun sekarang agar masih banyak waktu untuk bertemu Maya," ucap Dafa pada dirinya sendiri.
Dafa bangkit dari tempat tidurnya, bersiap-siap untuk berangkat kerja, sebelum itu dia akan mengantarkan Maya terlebih dahulu. Setelah siap Dafa bergegas mencari Rio, dilihatnya Rio sudah rapi juga.
" Ayo Rio kita berangkat sekarang?" ajak Dafa buru-buru.
" Tapi ini masih pagi bos, masih ada banyak waktu untuk sarapan," jawab Rio.
" Nanti gampang sarapan di kantor," sahut Dafa cepat.
" Pasti mau mampir dulu," ucap Rio didalam hati.
Akhirnya Rio mengikuti Dafa, masuk kedalam mobilnya, didalam mobil Dafa menjelaskan kalau dia ingin ketempat Maya terlebih dahulu, dia Bily ingin berangkat bareng Maya.
" Kan apa aku bilang, belum apa-apa sudah bucin," ucap Rio didalam hati.
Rio sebagai sahabat dan bawahan Dafa hanya bisa mengikuti apa kata Dafa, dia ikut bahagia Dafa sudah menemukan jodohnya.
Akhirnya mobil Dafa melaju menuju rumah sang kekasih, untuk mengantarkan ketempat kerja, baru semalam tidak bertemu, Dafa sudah merasakan kangen, sehingga dia ingin buru-buru ketemu Maya pagi harinya.