Wedding

Wedding
Pertemuan Tak Terduga



Adel berlalu menuju meja makan mengahampiri mama mertua ,sedangkan bian terdiam sesaat seraya menarik nafas dalam dalam dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"dimana bian ,adel" tanya sabrina


"bian mau bersih bersih dulu ma ,nanti dia nyusul" jawab adel seraya mendudukan dirinya diatas kursi


"kita makan duluan saja ma ,mama belum makan loh daritd" ucapa adel saraya mengambil piring dan menyendokan nasi serta lauk pauk untuk mama mertuanya


"makasih sayang ,beruntung bian punya istri seperti kamu sayang ,mama sama papa sangat senang dengan perjodohan kalian" ujar sabrina dengan tangan nya mengelus punggung tangan adel ,wanita itupun tersenyum mendengar pujian mama mertuanya.


"kamu cuti sampai kapan del" tanga sabrina seraya menyuapkan makanannya


"besok seperti aku masuk kerja ma" jawab adel


"loh ,ko cepet banget"


"bete juga ma lama lama dirumah" ujar adel berbohong


"hmm yasudahlah asal jangan lupa ajah bikin cucu untuk mama" goda sang sabrina ,adel tersedak makanannya mendengar ucapan mama mertuanya


"uhhuuuk.... uhhuuuuuk.."


sabrina berdiri menghampiri adel dan menepuk nepuk pundak wanita itu


"aduuuh pelan pelan dong sayang makannya" omel sabrina


"bian lama lagi ,mandi kembang apa dia" gerutu sang mama


Setelah selesai membersihkan diri bian mengenakan pakaian santainya ,dan berlenggang menuju tempat tidur berukuran king sizenya ,me nidurkan dirinya disana.


tok.. tok.. tok..


"biaan ,kamu lupa ada mama disini hah" omel sang mama dari balik pintu ,


bian memukuli kepalanya sendiri merutuki dirinya "bodoh bian bodoh"


bian berjalan dan membuka pintunya


"kamu keterlaluan ,mama disini kamu malah diam didalam kamar" omel sabrina dengan tangan disedekapkan diatas dadanya


"si-siapaa bi-bilang bian lupa ,orang bian ini mau keluar ko" bian beralasan seraya berjalan melewati sang mama ,sabrina melihat tingkah sang anak dengan dahi berkerut dan mata yang disipit sipitkan


"mama mau pamit pulang ,dan kamu makan sana istrimu sudah cape cape masak untukumu" ucap sabrina


"yasudah mama pamit yaah adel bian" seraya memeluk adel dan mengecup keningnya ,dan mencubit lengan bian


"aawww ma sakiit loh ini" keluh bian


"mama dijemput kan" tanya adel


"iyaah ,mang udin udah nunggu mama dilobi ,yaudah mama pamit yaah ,bikin cucu buat mama secepatnya" teriak sama mama seraya berlalu keluar pintu


"hati hati ma" ucap bian dan adel bersamaan ,iris mata mereka bertemu dan terlarut untuk sesaat ,bian yang menyadari itu segera berdehem


"eheeem.." dan berlalu pergi menuju kamarnya.


***


Seperti biasa adel bangun lebih awal dari bian ,dia menyiapkan sarapan untuknya dan juga bian ,meskipun adel tau bahwa apapun yang dia masak tidak akan dimakan oh tidak dilirikpun sepertinya tidak oleh bian ,tapi dia tetap menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri.


trek..


"bian sarapan dulu ,aku udah siapin dimeja makan" ajak adel


"sudah kubilang ,tidak usah repot repot memasak untukku ,pikirkan saja dirimu aku bisa urua apa yang aku butuhkan" ketus bias tanpa menatap adel dan berlalu pergi keluar.


Adelpun berangkat ke kantor membiarkan semua makanannya di meja ,dengan rasa sakit yang terus dia pendam.


"widiiih aten baluuu udah masuk kerja ajah ,kaga ambil cuti lu" tanya putri yang baru saja tiba diruangannya denga adel


"hmmm..." jawab adel


"ngapa lu ,kaga ada bahagianya banget jadi penganten baru" tanya putri menyelidik ,dia sudah sangat paham pada perasaan yang sedang dirasakan sahabatnya itu


"put.. " ujar adel dengan mata yang berkaca kaca menatap putri


"kenapa si lo ,apa yang si Abian lakuin sama lo" cecar putri


"makan siang nanti ke temenin gua ngopi ,gua butuh kafein"


"baiklah.. " jawab singkat putri.


Makan siang pun tiba putri dan adel pergi ke Starbucks Coffe ,adel memesan Cappuccino sedangkan putri Caffe Late.


"del.. " panggil putri


"hmm.. gue bingung put ,gak ngerti lagi harus gimana" tutur adel dengan mata yang sudah berembun


"ada apa sih sebenernya" tanya putri


adel menarik nafas dalam dalam ,dan menceritaka semuanya segalanya kepada sahabatnya ,tentang surat perjanjian dan tentang suaminya yang tetap memilih melanjutkan hubungannya bersama dengan kekasihnya dan dengan pernikahan mereka yang hanya akan berlangsung selama enam bulan sebagaimana dijelaskan disurah perjanjian.


"gilaaaaaa!! sih ini mah ,udah kelewatan banget ,elu kenapa gak coba jelasin baik baik sama om saguna dan tante ria del"


"gue gak mau bikin om sama tante ribet lagi put ,cukup selama ini gue dirawat disayangin sama mereka dan anggap gue anak kandung mereka bukan ponakan mereka" ungkap adel


"teruus ma... "belum sempat putri melanjutkan omongannya dia melihat seseorang yang amat sangat dia kenali ,sedang berjalan masuk kedalan cafe ini dan berjalan mendekati meja mereka


"del ,balik kantor yuk" ajak putri


"gue masih galau putreeee ,dan lagi masih lam waktu ist..." seketika adel terpaku melihat siapa yang duduk disebelah mejanya


".. waktu istirahat masih lama put" adel melanjutkan pembicaraannya dan meminum Cappucino nya


"del.." putri memanggil adel dan menatap mata nya sendu


"mau pesan apa kamu honey" tanya bian lembut pada siska ,adel yang mendengar bian berkata lembut pada wanita lain merasakan hatinya tercabik


"emm aku mauu.. White Chocolate Mocha sayang" ucap siska


"baiklaaah.. " ujar bian dan seketika dia menengok ke arah kanannya yang mendapati adel tengah berada di cafe ini ,bian hanya memandangnya sekilas lalu membuang muka mengalihkan kembali tatapannya pada siska seolah tak mengenal adel.


Bian tersenyum pada siska seraya mengelus punggung tangan siska


"I Love You honey" ucap bian pada siska


"I Love You to bianku sayang"


adel yang mendengar pernyataan cinta suaminya kepada wanita lain yang adel yakini adalah pacarnya ,membuat hati adel benar benar perih ,dan tanpa bisa dia tahan lagi keluar lah air mata yang sedari tadi dia tahan ,putri menarik lengan adel dan mambawanya keluar dari cafe ,ntah sejak kapan wanita itu berdiri.


Bian merasa hatinya begitu puas memperlihatkan kemesraannya didepan adel ,istri sahnya.