
"saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan keponakan saya Adelia Maheswari dengan Mas kawin Berlian 3,5 krat dibayar tunai" ucap paman Adelia ,Saguna seraya menjabat tangan Bian
"saya terima nikah dan kawinnya Adelia Maheswari binti Alm Bapa Simon Maheswari dengan mas kawin tersebut tunai" jawab
Bian
"bagaimana saksi ,sah..sah " tanya penghulu kepada para saksi ,
para saksipun berucap bersamaan
"sah..." tepuk tanganpun menggema diruangan tempat.
Mempelaipun berdiri diatas pelaminan menyambut para tamu yang ingin memberikan ucapan kepada pengantin.
"waah ,cantik banget si lu kaya gue ye kan" goda putri sahabat adelia ,mereka pun saling berpelukan
"emm ,selamat yaah beb ,sakinah mawadah warohmah ,cepet kasih gua ponakan yaah" ucap putri seraya melepas pelukannya
"eh bang senyum napeh ,sayang muka ganteng ditekuk mulu" goda putri pada Bian .
Setelah selesai dengan acara resepsi ,dua keluarga ini melanjutkan dengan acara makan malam keluarga inti ,hanya ada kedua mempelai ,om dan tante adel juga kedua orangtua bian dan adik perempuan bian.
"akhirnya ,semua berjalan dengan lancar" Ucap Roy ayah bian ,kepada Saguna
"sayapun merasa lega sekali ,karna sekarang adel sudah ada yang menjaganya ,semoga nak bian bisa menjadi suami yang bisa membimbing adel" harap sang paman.
Perjodohan yang sudah direncanakan sejak dulu oleh alm papa adelia dan pak roy ,yaa papa adel dan papa bian sudah bersahabat sejak dulu dan menjalim kerjasama pada bisnisnya.
***
Disebuah apartemen mewah dikawasan jakarta timur Grande Luxury ,bian membawa adel ke apartemennya ,dia menolak rumah mewah pemberian sang mama karna bian tidak menginginkan pernikahan dan perjodohan ini ,karena dia sudah mempunyai pilihan nya sendiri.
"baca baik baik dan tanda tangani" bian memberikan sebuah surat
"apa ini" tanya adel bingung
"surat perjanjian pernikahan kita"
"surat perjanjian ,untuk apa aku tidak mengerti" lirih adel
"aku tidak pernah menginginkan pernikahan dan perjodohan ini ,aku terpaksa melakukannya karna tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku" ujar bian dan membuat adel merasakan sakit dihatinya serta rasa bingung yang menyerangnya
"dan...aku sudah mempunyai pilihan ku sendiri ,kita akan menjalani hubungan pernikahan ini sampai 6bulan kedepan dan aku minta kerjasamanya" ujar bian dengan yakin
"aku tidak menjadikan pernikahan kita ini main main bian ,aku menikahimu dengan semua keyakinanku ,dan atas ibadah ,aku tidak bisa menandatangin surat ini" ungkap adel
"terserah ,satu hal pasti aku tidak akan pernah mencintaimu karna aku sudah mempunyai pilihanku sendiri ,kamu bisa tidur dikamar sana ,kita akan tidur terpisah ,baca baik baik pahami dan segera tanda tangani" ucap bian seraya pergi meninggalkan adel yang terduduk diatas sofa ruang tamu.
Adel terduduk dengan hati yang berkecambuk ,merasakan setiap rasa sakit atas ucapan suaminya yang baru saja menikahinya ,dengan air mata yang keluar bebas dari kedua matanya.
***
Pagi ini adel tengah menyiapkan sarapan untuk suaminya ,dia memotong bahan bahan untuk nasi gorengnya ,menyalakan kompornya dan memanaskan wajanya diatas kompor lalu memasukan semua bahan mengaduknya dengan spatula lalu memasukan nasi memberinya penyedap dan kecap ,juga tak lupa dia membuat telor mata sapi sebagai pelengkapnya.
"aku sudah siapkan sarapan" ungkap adel pada bian yang akan berlalu keluar apartemen
"sudah kubilang ,baca isi surat perjanjian itu" bian pun berlalu pergi meninggalkan adel yang termangu dimeja makan dengan kedua sudut matanya mengeluarkan bulir bulir air.
Disebuah ruangan gedung menjulang tinggi LAvenue Group ,milik keluarga bian ,bian tengah duduk dikursi putar kebesarannya.
tok..
tok..
tok..
"masuk" perintah pria didalam ruangan
"penganten baru udah masuk aja ,kaga ngambil cuti emang lo" tanya Adit manager bian sekaligus sahabat dekatnya bian dari jaman sekolah dulu.
"ah ,gak usah nanya yang lo sendiri udah tau jawabannya" jawab malas bian
"coba lo buka sedikit hati lo buat istri lo sekarang ,lupain siska gue udab nasehatin lo yaah bi" jelas adit ,
bian hanya mengedikan bahunya acuh
"ah percuma gua ngomong sama lo ,udahlah gua cuman mau kasih tau nanti kita ada meeting dengan tuan abraham dari perusahan SKY ,untuk membahas kerjasama yang akan kita lakukan" ucap adit
drrtt..
drtt..
drtt..
getaran ponsel bian atas meja seulas senyum tersungging dikedua sudut bibirnya setelah melihat siapa yang menghubunginya ,bianpun menggeser tanda hijau diponselnya keatas.
"halo honey" sapa bian dari balik telpon
"mentang mentang pengantin baru ,kamu lupa sama aku sekarang" omel manja siska
"maaf honey ,aku kelelahan setelah acara kemarin" sesal bian
"baiklah ,sebagai hukumannya kita makan siang bersama hari ini" ajak siska
"oke ,kamu mau makan siang dimana"
"emmm.. aku ingin makanan jepang" ucap siska manja
"baiklah ,nanti aku jemput" tawar bian
"gak usah honey ,kita ketemu direstorannya langsung" tolak siska
"kamu yakin"
"iyaah honey ,yasudah sampai ketemu di restoran I Love You" seraya menutup panggilannya