
Setelah selesai makan malam ,mereka pun berkumpul dan berbincang di ruang keluarga.
"Adel ,Bian gak bikin kamu repot kan" tanya Roy
"a-ah engga ko pa" sahut Adel
"kalian harus segera kasih papa mama cucu ,nah dan kamu Bian kenapa menolak honeymoon kamu ke korea" tanya Roy kembali
Bian yang tengah meminum tehnya tetiba tersedak mendengar ucapan papanya.
"uhhuuuk...uhhuuuk.."
"pelan-pelan si kak minum tuh ,gak akan ada yang ambil juga" oceh Citra
Adel mengusap punggung Bian ,agar bisa lebih relaks mendapatkan pertanyaan dari sang papa.
"kamu Bian ,kaya anak kecil minum aja ampe kesedak gitu" oceh sang mama
"nah ,kenapa kamu batalin honeymoon mu itu Bian ,kan kasian Adel dia belum honeymoon" lanjut sang mama
"nanti ma ,Bian masih sibuk dikantor ,kalau sudah selesai Bian ajak Adel honeymoon" jawabnya
"yaa ,urusan kerjaan tinggal di handle Manager kamu ko Bian ,repot banget kamu" ujar sang papa
"iyaah sih ,apa gunanya kakak jadi Bos kalo mau ajak istri honeymoon ajah ribet" timpal Citra
"gak apa-apa pa ,ma ,cit ,kalau Bian udah selesai dengan urusannya pasti dia ajakin aku emm.. ho-honeymoon" Adel membuka suaranya
"bener kata Adel" celetuk Bian
"aku juga masih ada kerjaan dikantor gak bisa aku tinggalin untuk saat ini pa ,ma" ujar Adel
"yaaa.. baiklah bagaimana kalian saja kalau gitu ,oia kalian menginap saja dirumah mama gak usah pulang ke apart yaah" pinta Sabrina
Adel melirik pada Bian ,pria itu membeeikan kode agar dia menolak permintaan sang mama untuk menginap disini.
"bagaimana Adel ,mau yaah nginap dirumah mam" pintanya lagi
"aa-aah ,aku ikut Bian ajah ma" jawabnya
"biaan..." panggil sang mama
"emm.. lain kali saja ma ,nanti Bian dan Adel nginap disini dan sekarang kayanya kita harus pamit dulu" jawab Bian
"yaelaah mama kaya gak pernah muda ajah ,mereka itu pengantin baru ,pengennya kan berduaan terus ma" celetuk Citra
"apaan sih" jawab Bian
"mama ini gimana sih ,yaudah kalian pulang saja kalau gitu ,segera kasih papa cucu" timpal sang papa
"yaudah kita pamit pa ,ma" Adel menyalami keduanya diikuti oleh Bian
"pulang yah cit" pamit Adel pada Citra
"Assalamualaikum" ucap keduanya
"Waalaikumsalam ,hati-hati dijalan yaah " jawab sang mama
Mereka pun berjalan menuju mobil dan memasukinya ,lalu mobilpun berjalan meninggalkan rumah besar itu.
"thanks ,buat kerjasamanya" ucap Bian
"aku lakuin ini atas dasar rasa tanggung jawab aku sebagain seorang istri Bian" sahut Adel
"terserah.. "
"besok temenin aku belanja bulanan" celetuk Adel tiba-tiba
"kenapa mesti ditemenin aku ,belanja aja sendiri" jawab ketus Bian
"aku cuman mau peranin diri kamu sebagain seorang suami itu aja" ucapnya
"okelah ,ini semua karna kamu udah mau kerjasama hari ini"
Adel tersenyum tipis mendengar jawaban suaminya.
"jam berapa besok" tanya Bian
"kenapa gak siang ajah sih" oceh Bian
"aku bilang biar adem ,siang panas" jawabnya
"terserah"
Tak lama merekapun tiba di apartemennya ,dan bergegas masuk ,sepeti biasa Adel ke kamarnya dan Bian pun ke kamarnya.
Mereka membersihkan diri ,lalu mengistirahatkan badannya.
Seperti rencana kemaren ,sore ini mereka akan pergi belanja bulanan ,tepatnya Adel yang meminta Bian menemaninya.
Bian tengah raoih dengan baju casualnya ,dan begitupun dengan Adel ,mereka berjalan keluar menuju lift yang akan membawanya menuju basemant tempta terparkirnya mobil.
Sampai dibasemant merekapun masuk kedalam mobil ,mengikat safety belt nya masing-masing ,setelah selesai Bian pun melajukan mobilnya menuju supermarket.
Tidak ada perbincangan dimobil hanya ada keheningan ,tak terasa mobil pun telah tiba di salah satu supermarket ,Bian mencari parkiran kosong disana ,karna ini weekend jadi banyak pengunjung.
Setelah menemukan tempat kosong ,bian memarkirkan mobilnya disana ,setelah itu mereka berduapun turun ,dan memasuki supermarket itu.
Adel menuju tempat troli mengambilnya satu dan segera menjelajah supermarket ini ,jangan tanyakan Bian ,dia mengekor dibelakang Adel.
Adel memutari tiap lorong mengambil apa saja yang mereka butuhkan ,tepatnya adel butuhkan karna dia tidak tahu apa kesukaan suaminya itu.
"kamu mau beli apa Bian" tanya Adel
"gak ada" jawabnya
"baiklah.." jawab Adel ,diapun kembali menjelajah dan terhenti di lorong berbagai macam jajanan.
Adel mengambil beberapa camilan yang dia sukai ,menyimpannya di troli Bian tetao berada dibelakangnya ,Adel menyimpan trolinya dan berjalan terlebih dahulu.
"hei.. trolinya bawa" panggil Bian
"aku pegel ,tugas suami bawain troli belanjaan istrinya" ujar adel dengan senyum manisnya
Bian mendengus mendengar perkataan Adel ,setelah selesai acara belanjanya mereka menuju kasir.
"tunggu sana ,biar aku yang bayar" ucap Bian
Adelpun tersenyum dan menanggukan kepalanya lalu berjalan menuju kursi didepan sana.
Tak lama Bian pun datang dengan beberpa kantong belanjaan.
"yaudah ,ayo pulang" ujar Bian
"aku lapar ,makan dulu yuk" ajak Adel
"makan di apart ajah ,ayo pulang" tolak Bian
"makan doang sebentar si ,aku laper banget ini"
"hmm.. yaudah mau makan dimana" akhirnya bian mau
"disana ajah ,gak usah keluar jadinya", tunjuk Adel pada salah satu resto yang ada didalam supermarket.
"aku nyimpen belanjaan dulu ke mobil ribet bawa bawa belanjaan , kamu duluan ajah nanti aku balik lagi" ucapnya
"okeh.." jawab Adel
Bian pun berjalan menuju parkiran ,sedangkan Adel menuju restoran dan memesan makanan untuknya juga untuk Bian ,saat ini sudah menunjukan pukul tujuh malam karena mereka berangkat pukul empat sore tadi.
Pesanan telah tersedia tapi Bian belum juga datang ,Adel terus melihat jam ditangannya dengan gelisah sudah tiga puluh menit Bian belum juga datang kembali ,dia mencoba menunggunya sampai pukul delapan malam.
Bian belum menapakan wajahnya ,Adel membuka ponselnya dan mencoba menghubungi Bian ,satu dua tiga kali tak ada jawabanndari Bian ,akhirnya yang ke empat Bian mengangkat telponnya.
"halo bian ,dima..." belum sempat melanjutkan ucapannya ,Bian telah memotong nya
"siska kecelakaan ,kamu pulang naik taksi ajah" ucap Bian lalu mematikan panggilannya.
Ponsel yang Adel pegang terjatuh kepangkuannya ,seketika tangannya melemas ,hatinya begitu sakit dan jangan lupakan matanya yang sudah mengeluarkan cairan bening.
Kenapa begitu berat kehidupam rumah tangga nya Adel ,kenapa harus seperti ini ,kenapa dia harus merasakan sakit yang tidak ada habis-habisnya ,kenapa suaminya tidak bisa menghargai dirinya sebagain seorang istri.