
"gila sih ,gue bener bener speeachles liat penampilan lo sama pak Raga tadi ,sumpah yaah cocok banget Del" ucap Putri
"kenapa gak gue aja si tadi yang nyanyi bareng pak Raga aah" pekik Aurel
"seketika gue pengen berubah jadi Adel ajah tadi tuh" lanjut Angel
Adel menggelengkan kepalanya mendengar celotehan teman temannya ,mungkin pak Raga memang tampan seorang billionare pula tapi bagi Adel itu akan biasa saja karena statusnya kini adalah sebagai seorang istri
"gak usah pada lebay deh yaah ,cuman duet gitu aja mah gue juga bisa ,dan lo Adel harusnya ngaca udah punya suami juga lo" sergah Lidia ,dia terkenal dengan Ratu nyiyir dikantor dia merasa iri dengan Adel yang bisa berduet bersama Raga sang CEO mudah nan tampan
"apaan si ratu nyirnyir ,klo sirik bilang aja kali mba" bela Aurel
"sorry yaa ,seorang Lidia sirik sama cewe kaya Adel gak level banget"
"kasih tau temen lo gak usah kecentilan udah jadi istri orang juga" jawab Amel teman Ratu nyinyir Lidia
"jaga ucapan lo yaa" kesal Putri
"udah udah!! kita ke kamar aja" ucap Adel menengahi pertengkaran teman temannya
"gak usah deket deket pa Raga lo" ancam Lidia
"siapa lo mba ngatur ngatur ,emak nya bukan pacar nya apalagi gak banget lo" geram Gita
Lidia yang merasa kesal sendiri akan melayangkan tangannya yang bebas pada pipi Gita tapi berhasil di cegah Adel
"udah!! stop ,kalian itu udah dewasa ngapaim ribut kaya gini sih ,kita ke kamar aja gak usah diladenin" sergah Adel yang sudah gera melihat pertengkaran yang tidak jelas ini
Adel ,Putri ,Aurel ,Gita dan Angel pun memilih pergi meninggalkan Lidia dan teman temannya
Lidia tidak tinggal diam dia berjalan menghampiri Adel dan menarik tangannya
"makannya kalo punya suami itu dijaga ,jangan sampai ngurisin wanita lain" setelah berucap Lidia berlalu melewati Adel dan teman temannya
Deg
Ucapan Lidia berhasil membuat Adel menegang ditempatnya dengan tatapan kosongnya
"Del.." lirih Putri seraya menepuk bahu temannya itu
"maksudnya dia apaan sih ngomong kaya gitu" bingung Aurel dengan ucapan Lidia pada Adel tadi
"Del.. ayo ke kamar" ajak Putri lalu menggandeng lengan Adel dan berjalan menuju kamarnya
Adel melamun memikirkan ucapan Lidia tadi , kenapa Lidia bisa tau tentang Abian yang sedang merawat Siska
"Del.." panggil Angel tapi tidak ada respon ,Angel menatap bergantian pada temannya yang lain lalu menyikut lengan Putri berharap dapat penjelasan dari Putri dan Angel harus puas dengan jawaban Putri yang hanya mengedikan bahunya acuh
"Adel.." kali ini Aurel yang memanggil Adel dengan tangan dia menepuk bahu Adel ,sontak Adel merasa terkejut dan semua lamunanya pun buyar
"eh.. iyaah ada apa" tanya kaget Adel
"lo gak apa apa Del" tanya Gita
Adel tersenyum pada teman nya lalu menganggukan kepalanya "gue gak apa apa ko"
Putri hanya bisa menatap Adel iba ,karena dia tau apa yang terjadi pada rumah tangga sahabatnya itu
"rasanya gue pengen nyumpel mulut ratu nyinyir itu make cabe" celetuk Aurel dia sedikit barbar
"udah gak usah kebawa emosi gitu ,kita kan lagi refreshing" ucap Adel dengan memaksakan senyumnya agar teman temannya tidak terus khawatir padanya
"Del ,udah gak usah dipikirin ucapan si Ratu nyinyir ,lo pokonya harus happy disini" ucap Putri agar Adel tidak terlalu memikirkan apa yang Lidia ucapkan tadi
Adel tersenyum getir pada Putri menahan cairan bening yang ingin keluar dari kedua sudut matanya ,lalu menganggukan kepalanya.
"yaudah istirahat ,kita belum istirahat dari pas sampe tadi siang"
Adel pun membaringkan tubuh nya diatas kasur single nya ,menyampirkan selimut keatas badanya sampai dada lalu menatap kosong langit langit kamar yang dia tempatin saat ini
Matanya masih tetap terjaga ,dia tidak bisa tertidur melihat kanan kirinya teman temannya sudah terlalut dalam dunia mimpinya masing masing
Adelpun memutuskan untuk keluar kamar ,menghirup sedikit udara segar diluar sana mungkin akan sedikit menenangkan pikirannya saat ini
Diapun mengambil sweater hoodie peace miliknya lalu beranjak dari kasur dan berjalan keluar kamar dengan pelan pelan agar tidak menganggu teman temannya
Adelpun berjalan menuju taman belakang villa milik perusahaannya ,berjalan santai disana sembari menghirup udara segar malam ini ,diapun mendudukan dirinya diatas rerumputan hijau disana
Menghirup dalam dalam udara segar nan dingin dimalam ini ,sembari memejamkan matanya untuk sedikit menenangkan hati dan pikirannya kakinya yang dia biarkan berselonjor kedepan
"haah.." mengeluarkan napas dengan kasar lalu membuka matanya menatap lurus kedepan sananyang terdapat danau buatan yang airnya begitu tenang sampai suara deheman membuat Adel menoleh ke arah kanannya
"ekheem.."
"pa-pak raga"
"sedang apa malam malam diluar sendirian" tanya Raga ,yaa Raga tidak bisa tertidur tadi dia memutuskan untuk keluar menghiruo udara segar
Ketika dia sedang berjalan ketaman belakang ,irisnya tak sengaja melihat sosok wanita yanh sedang terduduk sendirian ditaman.
"saya gak bisa tidur ,jadi berakhir disini ,bapa sendiri kenapa jam segini masih diluar"
"oh.. sama seperti kamu ,saya tidak bisa tidur" Adel pun mengaanggukan kepalanya dengan bibir yang membentuk huruf o
"apa yang sedang kamu pikirkan ,sampai tidak bisa tertidur" tanya Raga
"ah.. banyak sekali ini dan itu ,lalu apa yang menganggu pikiran bapa sampai tidak bisa tertidur" tanya balik Adel
"memikirkan banyak hal ,dan sesuatu hal yang terus menganggu pikiran saya"
"sesuatu hal"
"yaa ,sesuatu hal yang saya sendiri pun tidak mengerti apa itu" setelah mengatakan itu Raga menatap sweater hoodie yang berada dipangkuan Adel ,Raga mengambilnya lalu memakaikan pada tubuh mungil gadis disampingnya
Adel menatap wajah Raga yang hanya berjarak 5senti ,karena Raga yang sedang memakaikam sweater pada Adel sehingga membuat jarak diantara mereka begitu dekat
"sweater itu dipakai ,bukan dibiarkan diatas pangkuan gitu aja" ucap Raga yang telah selesai memakaikan sweater pada Adel
"angin malam itu gak baik buat badan ,kalo kamu sakit disini akan percuma acara ghateringnya" lanjut Raga
Adel terpaku ditempatnya setelah perlakuan Raga dan ucapannya barusan ,baru kali ini dia mendapatkan perlakuan manis dan perhatian dari seorang pria
Karena Abian suami sahnya sendiri tidak pernah memperlakukan dia seperti ini
"a-ahh ma-makasih pak" ucap Adel gugup
Raga tersenyum menatap Adel dan mengalihkan kembali pandangannya pada danau didepan sana.
"Adel.."