Wedding

Wedding
Bab. 17



Mereka kembali bekerja dengan fokus, melayani pembeli yang datang silih berganti. Menyampingkan urusan pribadi tidaklah mudah, cuma Maya berusaha tetap menyambut para pembeli, dengan mempertahankan senyum ramah di bibirnya.


Dafa sudah bersiap-siap untuk pulang, bukan tepatnya untuk mengikuti Maya kemana akan pergi, apakah langsung pulang atau mau main dulu seperti kemarin, seperti itu sekarang menjadi hobi baru yang menyenangkan buat Dafa. Dafa berjalan ke arah parkiran, Rio sang asisten hanya bisa pasrah mengikuti sang bos kemana mau pergi.


" Rio, nanti kita mampir dulu ke restoran siap saji yang kemarin dulu," Perintah Dafa, memulai obrolan, walaupun sebenarnya tanpa disuruh Rio sudah tahu kemana mereka akan pergi.


" Siap Bos," sahut Rio, melajukan mobilnya menuju arah tujuannya.


Dafa masih ingin melihat dari jauh apa saja kegiatan Maya, hal ini termasuk hal bodoh yang dia lakukan sepanjang sejarah menyukai wanita.


Akhirnya setelah beberapa saat, mereka tiba di dekat restoran itu, hanya mencari tempat yang aman untuk melihat lebih jelas wanita incarannya, supaya tidak ketahuan, entahlah kalau sampai ketahuan mau ditaruh dimana mukanya.


Maya dan Anggi sudah selesai berkerja, mereka siap-siap untuk pulang, sambil mengobrol ringan berjalan menuju arah parkiran mobilnya, setelah masuk mereka melajukan mobilnya menuju kantor Angga, berharap yang di tuju masih berada di kantornya.


Melihat Maya keluar dari parkiran, dengan pelan mobil Dafa mengikuti dari belakang, menjaga jarak secara diam-diam, agar tidak ketahuan.


" Mereka ini kau kemana, ini bukan arah jalan pulang?" guman Dafa pelan, tapi masih terdengar oleh pendengaran Rio.


" Saya juga tidak tau bos," sahut Rio ,masih fokus mengikuti mobil di depannya.


Dafa cuma bisa penasaran, dalam hati bertanya-tanya mau kemana mereka? lebih baik ikuti ajah nanti juga tahu tujuan mereka kemana, begitu pikirnya.


Dalam mobil Maya juga agak ragu, semoga tidak salah keputusannya untuk mendatangi Angga ke kantornya. Tapi dari pada masalahnya cuma begini saja tidak ada salahnya dia yang mengalah untuk menemuinya, agar masalahnya cepat selesai.


Sesampainya di kantor Angga, mereka parkir dahulu, kemudian keluar dari mobil, menuju resepsionis untuk bertanya apa Angga masih ada di kantor apa tidak.


" Selamat sore mba," Sapa Maya lembah lembut, ditemani Anggi disampingnya.


" Selamat sore kakak, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis cewek itu.


" Mba apa Pak Angga masih ada di kantor?" Tanya Maya, memastikan Angga ada atau tidak.


Kemudian Maya bilang ingin bertemu dengan Angga, dia bilang kalau Maya adalah kekasihnya. Resepsionis itu bilang untuk menunggu sebentar, dia akan menanyakan kebenarannya. Resepsionis itu tidak mau asal memasukan tamu, takutnya bos akan marah.


Setelah menanyakan langsung kebenaran, tidak membutuhkan waktu lama, Maya dan Anggi diantar keruangan Angga. Sesampainya di sana Maya mengetuk pintu.


" Tok..Tok..Tok.."


" Masuk.." Jawab Angga dari dalam.


Angga agak sedikit terkejut, namun menyambut nya dengan tersenyum. Maya datang bersama temannya. Angga menyuruhnya masuk dan mempersilahkan untuk duduk di sofa di dalam ruangannya.


" Maaf kalau kedatanganku mengganggu waktumu?" Maya memulai obrolannya sambil mendudukkan dirinya ke sofa.


" Tidak sama sekali, aku justru senang kamu mau main kesini," sahut Angga dengan senyum manis di wajahnya, berjalan ke arah sofa dan duduk di dekat Maya, nampak seperti tidak ada masalah sama sekali.


" Aku pikir kamu masih marah karena masalah kemarin," ungkap Maya sedikit ragu.


" Tidak, aku hanya banyak pekerjaan saja jadi tidak sempat pergi keluar denganmu," elak Angga.


Anggi memutar bolanya malas, mendengar alasan Angga justru kesel sendiri, pasalnya dia pernah melihat Angga pergi dengan cewek lain ke pantai yang sama dengan Maya, tapi barusan dia bilang apa? Sibuk?? Sibuk dengan yang lain maksudnya.


Lain halnya dengan Maya yang sudah tampak ceria lagi, akhirnya setelah beberapa hari dilanda galau gundah gulana, sekarang dirinya merasa bersyukur masalahnya secepatnya ini bisa selesai. Hatinya merasa sudah lega dan bahagia itu yang di rasa saat ini. Hubungan membaik lagi.


***


~ Makasih yang sudah baca, jangan lupa like dan coment yaa gaess ^_^


~ Salam sehat tetep semangat semuanya 💪😇