
Devi lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman kaleng dan cemilan, setelah mengambil beberapa minuman dan cemilan, Devi balik ke kamar. Biasa anak gadis suka menyetok minuman dan makanan, buat temen nge drakor kan asyik. Devi asyik menonton sambil memakan cemilannya. Lama - lama bukan dia yang nonton, dia yang di tonton.
Di dalam kamar, Dafa yang sudah selesai mandi, lalu berganti baju tidur, kemudian dia mencoba merebahkan dirinya di atas ranjang. Pikiran kembali ingat pada Maya, dia berpikir gimana caranya agar bisa menarik perhatian Maya, mungkin besok dia mau usaha kembali. Tentunya usaha memantau dari jauh.
Setelah larut pada pemikiran sendiri-sendiri, mereka akhirnya pergi ke pulau kapuk dengan sendirinya.
Pagi hari datang menyapa, sinar matahari pagi menembus ke dalam jendela kamar, dimana sang pemilik sedang siap-siap untuk beraktivitas. Dafa keluar dari kamar sudah dengan setelan jas yang rapi, wangi dan tentu saja tampan, dia berjalan dengan santai menuju meja makan. Tak jauh dari Dafa berjalan, sang adik, Devi sudah duduk di meja makan, menunggu sang kakak datang untuk sarapan bersama.
" Pagi kak, Kakak tumben lama sekali turunnya?" Sapa Devi, melihat ke arah Dafa yang berjalan menuju meja makan tempat dia menunggu kakaknya.
" Semalam Kakak tidur terlalu malam, jadi bangun agak siang," sahut Dafa sambil menggeser kursi untuk duduk.
" Oh jadi begitu," ucap Devi, sambil mengangguk kepalanya.
" Buruan makan, jangan banyak bicara." Perintah Dafa tegas, sambil memulai makanya.
Mereka makan dengan tenang hanya suara sendok dan garpu yang saling bersahutan. Setelah makan mereka melanjutkan aktivitas sendiri-sendiri. Devi yang mau berangkat kuliah dengan mengendarai mobil nya sendiri, dan Dafa mau berangkat ke kantor, sudah ada Rio yang siap mengantarkan.
Didalam mobil Dafa dan Rio, Dafa menanyakan sedikit agenda hari ini, Rio menjawab seingatnya saja, sisanya nanti dibahas setelah sampai kantor, selanjutnya Rio yang fokus dengan melajukan mobilnya, mereka kemudian diam dengan pikirannya masing-masing, sampai beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di kantor. Mereka keluar dari mobil dan berjalan ke ruangan masing-masing.
Dafa masuk ruangannya terlebih dahulu, Rio menyusul masuk ke ruangan Dafa sambil membawa catatan agenda hari ini.
" Pagi ini, anda mengecek dokumen, siang ada meeting sekaligus makan siang diluar dengan klien, sore nanti juga ada klien yang mau meeting di kantor kita, malam nya ada undangan makan malam dengan klien. " Rio membacanya agenda dengan tegas dan teliti.
" Untuk makan malam tolong di atur lain kali saja, aku lagi ingin pulang sore hari ini." perintah Dafa, untuk menjadwalkan ulang acara makan malam dengan klien, tentu saja karena hari ini Dafa masih penasaran ingin mengikuti kemana Maya setelah pulang kerja.
" Baik bos, sesuai keinginan mu," jawab Rio,sambil menatap bos nya yang sedang fokus mengerjakan dokumen.
Rio tidak bertanya lagi, karena dia sudah bisa menebak kalau bos nya itu sedang main detektif, seperti yang dilakukan kemarin, entahlah kenapa tidak langsung saja ketemu dan mengajaknya mengobrol dari hati ke hati, begitu pikirnya. Rio pamit balik keruangan.
" Bos, saya balik keruangan dulu," Pamit Rio sambil melambaikan tangannya kepada Dafa yang sedang fokus bekerja.
Dafa menjawab dengan mengangguk kepalanya, kemudian fokus terhadap dokumen didepan, bagaimana caranya agar cepat selesai. Dia sudah tidak sabar agar hari ini cepat sore. Tentunya agar cepat pulang dan mengikuti Maya seperti kemarin. entahlah sampai kapan dia mau mengikuti Maya diam-diam seperti itu. Baru kali ini dia melakukan hal bodoh seperti mengikuti wanita, padahal biasanya dia yang selalu di kejar-kejar oleh wanita.
***
~ Makasih yang sudah baca, jangan lupa like dan coment yaa ~
~Salam sehat selalu semuanya 🤗