
Setelah mengobrol kesana kemari, Angga bilang akan mengajak untuk makan bersama, tentu saja disambut baik oleh Maya. Rasanya sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua, karena ada Anggi jadi bertiga.
" Sayang tunggu sebentar, aku rapikan pekerjaan ku dulu baru nanti kita pulang bersama," ajak Angga, sambil merapikan dokumen-dokumen yang baru selesai di kerjakan.
" Baik, aku tunggu ya," sahut Maya.
" Nanti aku langsung pulang saja ya may," Anggi bicara pelan ke Maya.
" Kenapa, nanti kita sama-sama Angga saja," ajak Maya, agak keberatan Anggi mau pulang.
" Ais,, kau ini kan sudah baikan, aku gax mau jadi obat nyamuk nanti disana," kekeh Anggi pelan.
Awalnya Maya menolak, tidak mau Anggi pulang, nanti disangka Maya tidak tahu balas budi, karena yang bisa membalas hanya budi, sudah baikan main tinggal ajah, namun Anggi meyakinkan Maya, untuk pergi berdua ajah sama Angga agar hubungan kembali romantis lagi, biar bisa mengobrol secara pribadi.
Setelah lama berdebat akhirnya Maya mau, Anggi pulang kerumahnya. Sebelum pergi Angga menitipkan pekerjaan kepada asistennya. Mereka akhirnya keluar dari ruangannya bersama-sama, menuju ke tempat parkir mobil.
Anggi dan Maya berpisah di parkiran, sebelum itu mereka berpelukan dan cipika cipiki terlalu dahulu, begitu ritual mereka kalau sudah bertemu atau sebelum berpisah.
Lain halnya Angga dan Maya yang sudah baikan, dan merasa bahagia. Dafa terus-terusan menggerutu tidak jelas menunggu wanita yang diikutinya tak kunjung keluar dari kantor itu. Hati dan pikiran tidak tenang, menerka-nerka apa yang di lakukan di dalam sana.
" Apa saja yang dilakukan mereka didalam sana, kenapa lama sekali keluarnya," Guman Dafa, nampak kuatir.
" Itu bos mereka sudah mau pulang," Sahut Rio sambil menunjukkan, Maya sudah keluar dari kantor.
" Kita ikuti mereka," Perintah Dafa.
Mobil yang mereka ikuti membawa mereka menuju salah satu cafe, sudah dipastikan mereka akan singgah disana dulu. Melihat Maya dan Angga masuk kedalam cafe, Dafa ikut masuk ke dalam cafe juga, mencari meja yang agak dekat dengan Maya.
" Beef steak dan es lemon tee saja," jawab Maya.
Sambil menunggu pesanannya mereka mengobrol santai, sesekali tersenyum, sambil mencolek hidung, kadang tangan mereka saling berpegangan, sebatas itu saja sudah membuat orang kepanasan, pasangan yang baru baikan kelihatan lebih romantis.
Dafa yang melihat itu mengepalkan tangannya, tidak terima cuma apa boleh dikata, itu kekasih wajar saja mereka mengobrol sesekali bercanda tawa, ih bikin iri saja orang melihatnya, ada yang panas cuma bukan kompor, hihihi..
Rio yang melihat bos nya cemburu, melihat sepasang kekasih itu merasa kasihan, sabar bos ,tetap semangat berjuang sebelum janur kuning melengkung, hihihi..
" Kenapa aku mencintai wanita yang jelas-jelas sudah mempunyai kekasih, jadi ini resiko yang harus aku terima," Guman Dafa kelihatan sedih melihat ke dekat Maya dengan kekasihnya.
Maya memakan makanannya dengan tenang, setenang hatinya yang sudah baikan, Angga juga fokus dengan makanan, mereka makan dengan pikirannya sendiri-sendiri, hingga makanan yang ada didepannya habis, laper apa doyan? dua-duanya mungkin.
Selesai makan Angga mengantarkan Maya pulang kerumahnya,dia bilang maaf tidak bisa mampir karena sudah agak malam, Angga bilang besok dia akan menjemput Maya sepulang kerja. Maya hanya mengiyakan dan akan menunggunya besok.
" Hati-hati dijalan sayang," ucap Maya sambil melambaikan tangannya kepada Angga. Angga melesat melaju mobilnya meninggalkan kediaman Maya.
Maya masuk kedalam rumah dan segera ke menuju kamarnya, untuk membersihkan dirinya. hatinya sungguh merasa bahagia, hubungan nya dengan Angga sudah kembali baik. Ia berharap kedepannya akan baik-baik saja, namun manusia tidak ada yang tau kedepannya takdir akan berpihak kepada hubungannya atau tidak.
Makanya itu mencintai itu sewajarnya saja, agar kalau jatuh juga sewajarnya tidak terlalu dalam, begitu tidak boleh kelewatan kalau mencintai agar kalau mau putar balik atau move on tidak kejauhan, hihihi..
***
~ Makasih yang sudah baca ^_^
~ Salam sehat tetep semangat 💪😇