
Mereka masih bekerja dengan semangat walau dalam hati ada yang sedang gundah gulana, tetep saja harus tetap semangat di depan pembeli dan atasnya dunx, agar apa? Agar mereka senang dan mau balik membeli lagi di lain waktu, itu tujuan bersikap ramah tamah terhadap pembeli, tak pandang kaya atau miskin, semua pembeli adalah raja yang harus dilayani sepenuh hati. Hingga tak terasa, setelah beberapa saat berlalu, waktu istirahat mereka telah tiba.
Maya dan Anggi memutuskan berjalan ke taman mau istirahat dan makan di taman, agar hatinya juga mendapat sedikit hiburan dari lingkungan sekitar taman. Di taman banyak orang yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri, ada yang sibuk makan, ada juga yang sibuk jualan, ada juga yang sibuk mengobrol, ada yang sedang berjalan kesana kemari, memilih menu makanan yang mau dimakan, ada juga yang sibuk galau dengan pikirannya sendiri, entahlah ada yang sibuk dengan aktivitas yang lainnya juga, tak bisa aku sebutkan semuanya.
" Kamu mau makan apa Maya?" Tanya Anggi yang belum tahu Maya mau makan siang dengan apa.
" Entahlah rasanya aku tak berselera untuk makan, " jawab Maya, yang masih galau mikirin kisah cinta dengan Angga yang sedang tidak baik-baik saja.
" Kamu harus makan, karena apa? Karena galau, sedih itu juga butuh tenaga," Sahut Anggi meledek.
" Huh," terdengar hembusan nafas Maya, yang mewakili menjawab Anggi.
Akhirnya Anggi yang memilihkan menu untuk Maya, menu jatuh pada basko dengan sambal+ saos yg pedas mungkin bisa mengurangi sedikit rasa galaunya. Maya hanya bisa pasrah saat diajak Anggi menuju di salah satu penjual bakso di taman, termasuk salah satu langganan saat makan di sana, tidak ada salahnya juga aku mengisi tenaga, pikirnya.
Sambil menunggu pesanannya, mereka mengobrol dengan ringan, sesekali terlihat Anggi tertawa untuk menghibur Maya, kelihatan Maya tertular ikut tersenyum juga. Anggi tak mau melihat sahabatnya itu bersedih terus menerus. Apalagi sedih hanya untuk memikirkan playboy cap kadal itu, tidak boleh di biarkan, pikir Anggi.
Tetapi namanya orang kalau sudah sayang, dan sudah menjalani hubungan lumayan lama, kan sayang apalagi harus kandas ditengah jalan, cuma karena kesalahpahaman yang tidak ada ujungnya, kenapa karena masalahnya hanya itu, itu saja, lelah rasanya..
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan yang di pesan datang juga, mereka memakan dengan lahap, tepatnya Anggi, Maya sendiri masih kurang semangat untuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, padahal kita bisa bayangkan betapa lezatnya bakso panas-panas yang di beri sambel+saos sesuai selera kita, membuat air liur kita menetes ingin segera melahapnya, namun bagi orang yang lagi galau gundah gulana, tidak berarti apa-apa.
Setelah selesai menikmati makanannya. Maya dan Anggi ,masih duduk di taman menunggu waktu istirahat selesai, sambil mengobrol ringan.
" Nanti jadi kita nyamperin ke kantor Angga?" Tanya Anggi memastikan.
" Jadi yaa Anggi, nanti tolong temani aku kesana, aku ingin masalah ini cepat selesai." Jelas Maya.
Anggi menjawab dengan mengangguk kepalanya. Sebenarnya Anggi tidak tega melihat Maya bersedih, dia juga tidak mau apa yang di lihat nya kemarin itu benar-benar Angga bersama dengan cewek lain. Entahlah kemungkinan apa yang terjadi nanti, Anggi berjanji pada dirinya sendiri, akan tetap menemani Maya.
Akhirnya waktu istirahat mereka hampir selesai, mereka berjalan menuju tempat bekerja. Berusaha untuk tetep semangat sampai jam kerja nanti habis, setidaknya sebentar lagi Maya mendapatkan jawaban atas apa yang telah menjadi pikirkan selama bertengkar sama Angga.
***
~ Mohon yang sudah baca jangan lupa like dan komen yaa gaess ~
~ Makasih ^_^
~ Salam sehat tetep semangat semuanya 💪😇