Wedding

Wedding
Bab.21



Setelah drama putus nyambung itu, akhirnya mereka merasakan lapar. Kemudian Angga mengambil handphone nya, berinisiatif memesan makanan online, dan akan makan berdua di ruangannya, sambil menyelesaikan pekerjaannya.


Dengan senang hati Devi menemani kekasih orang itu. Menunggu makanan sambil mengobrol kesana kemari, padahal harusnya Angga bisa menjaga sikapnya, setelah baikan sama Maya tapi malah masih melanjutkan hubungan yang gak jelas itu, entahlah nasibnya kedepannya bagaimana.


" Habis makan rencananya mau kemana?" Angga bertanya ke pada Devi tanpa melihat, masih fokus ke dokumennya .


" Aku menunggu kamu saja disini, nanti pulang bareng, sudah lama kita tidak pergi bersama," Jawab Devi memperhatikan Anga yang nampak mempesona saat fokus terhadap pekerjaan.


" Terserah, aku lama, masih banyak pekerjaan ini," sahut Angga, sebenarnya mau mengusir Devi secara tidak, beralasan banyak pekerjaan cuma Devi tidak peka ya, mau mengusir langsung cuma tidak tega, galau deh..


" Tidak apa-apa, aku akan menunggu disini sampai pekerjaanmu selesai,aku lagi males mau langsung pulang," Devi tidak ada niat sedikit pun untuk beranjak dari tempat duduknya, sibuk dengan handphone miliknya.


Diluar ruangan pada membicarakan bos nya yang dari kemarin kedatangan cewek cantik-cantik, mereka hanya mampu bergosip dengan berbisik-bisik ria, mana mungkin berani keras, tidak mau nasib gajinya di potong bahkan mirisnya lagi bisa sampai di pecat tanpa pesangon, berani membicarakan bos nya.


Setelah makanan tiba, Devi menyiapkan makanan di atas meja, Devi memanggil Angga untuk makan siang sebentar. Angga berjalan ke arah sofa, langsung memakan makanan yang sudah disiapkan oleh Devi. Mereka makan dengan tenang dengan pikirannya masing-masing.


Selesai makan Angga berniat melanjutkan pekerjaannya. Devi berniat untuk membersihkan sisa bekas makanan, cuma dilarang oleh Angga, akan ada petugas kebersihan yang akan membersihkannya, jadi Devi tidak perlu repot-repot membersihkannya.


Angga kembali fokus pada pekerjaannya mengecek dokumen-dokumen. Devi menunggunya sambel memainkan handphone nya. Sesekali Devi mengajak ngobrol Angga, rencananya pulang kerja mau langsung mengajaknya jalan-jalan, entah mau kemana nanti mereka jalan.


" Selesai pekerjaan kamu nanti kita jalan yuk?" Ajak Devi sambil tersenyum manis.


" Mau kemana?" Tanya Angga sedikit malas,masih fokus ke pekerjaannya.


" Ke mall mungkin, nonton film, terus makan, gimana?" Ajak Devi semangat, sambil memandang Angga.


" Hem, gimana ya," jawab Angga pura-pura mikir, kayak ada yang mengganjal di pikiran cuma apa dia lupa.


" Ayolah, sudah lama kan kita tidak jalan bersama, apalagi nonton," Bujuk Devi dengan wajah memelas.


" Oke lah," putusnya mau juga diajak jalan.


.


.


Maya hari ini semangat bekerja, pikirannya pengen cepat-cepat pulang agar cepat bertemu sang kekasih, dia sudah membayangkan ingin ke mall jalan - jalan, nonton, sungguh romantis, pikirnya.


" Anggi, nanti mau ikut aku nonton tidak, hari ini aku mau ke mall nonton dengan Angga," Maya berkata ke Anggi dengan semangat dan tersenyum manis.


" Gak ah, yang bener saja ngajak aku, nanti yang ada aku cuma jadi obat nyamuk lagi, kamu enak sama pacar kamu," Tolak Anggi sambil memanyunkan bibirnya.


" Kalau cuma kita berdua aku ayok saja," Lanjut Anggi terkekeh pelan.


" Tapi Angga janji mau jemput aku nanti gimana dong?" Jawab Maya binggung antara pergi dengan Angga atau dengan Anggi sahabatnya itu.


" Ya sudah kamu pergi dengan Angga ajah, gampang sama aku bisa kapan - kapan lagi," Sahut Anggi mengalah, tidak mau sahabatnya itu binggung mau pergi dengan siapa.


" Makasih cantik, kamu selalu pengertian," Rayu Maya kepada sahabatnya itu.


" Emang sejak lahir aku dh cantik, baru sadar kamu, punya sahabat yang cantik jelita ini, kemana saja selama ini?" Jawab Anggi terkekeh geli, waduh malah kumat Anggi tingkat kepedean nya. Hihihi..


Keduanya ikut tertawa bersama, kemudian fokus kembali ke pekerjaan mereka, agar cepat selesai jam kerjanya.


Keduanya emang sama - sama cantik, namanya juga wanita pada dasarnya juga cantik, cuma agak cantik Maya lebih, di pandang tidak membosankan kalau kata orang.


Akhirnya setelah hampir seharian kerja, tiba waktu pulang, dengan semangat mereka bersiap - siap untuk pulang.


Maya bilang ke Anggi agar langsung pulang saja, cuma dia bersih keras mau menunggu sampai Maya di jemput sang kekasih, alasannya biar nanti Maya tidak di culik orang, jadi memastikan Angga yang menjemputnya, baru dia akan pulang.


Ditempat lain Angga bersiap - siap untuk pulang juga, dengan setia Devi masih menunggu kekasih orang itu, dia bilang sama Angga, untuk menaruh mobilnya di kantor, dan mereka pergi menggunakan mobil Devi, tak butuh waktu lama Angga mengiyakan ide Devi.