
Didalam kamarnya adel sedang membaca setiap poin poin yang tertera disurat perjanjian yang dibuat suaminya.
Surat Perjanjian Pernikahan
Tidak ada kontak fisik diantara kita
Tidak boleh memasuki ruangan pribadi
Tidak perlu izin untuk keluar
Tidak menganggu privasi masing masing
tak terasa keluar titik bening dari kedua sudut mata adel ,dengan hati yang terasa sakit dirasanya.
"ya Allah aku percaya akan rencanamu ini" lirih adel disela isak tangisnya yang tak bisa tertahankan lagi.
***
Disebuah restoran jepang Bian tengah makan siang dengan kekasihnya Siska
"mau pesan apa honey" tanya bian seraya mengelus punggung tangan siska
"emm ,aku mau yakiniku (hidangan daging sapi yang dicelupkan kedalam saus ,dan dipanggang langsung diatas api ) dan sashimi (hidangan tradisional jepang yang disajikan segar/tidak dimasak ,biasa berupa potongan ikan segar dinikmati dengan saus kedelai ,wasabi dan pickle jahe)" jawab adel dengan jari telunjuk disimpan didepan bibirnya.
"baiklah ,ada lagi yang kamu mau" tanya bias memastikan
"itu dulu saja bian" ujar siska
Bian pun memanggil pelayanan dan memesan apa yanh diminta siska tadi.
"aku gak bisa lama yaah honey ,aku harus meeting setelah makan siang ini" ucap bian
"hmm ,yaah baiklah sekarang kamu sibuk sama kerjaan juga dan nanti dirumah kamu sibuk sama istri kamu" ucapa siska dengan wajah merajuknya
"aku sibuk sama istri aku? gak mungkin lah honey ,hati dan otak aku akan tetao disibukan sama kamu" ujar bian seraya mengelus puncak kepala siska.
Pesanan merekapun tiba ,mereka menikmati makan siangnya.
drrtt
drrtt
Getaran ponsel bian disakunya ,bian mengambil ponselnya melihat siapa yang memanggilnya ,lalu menggeser tombol hijau diponselnya ke atas.
"pengantin baru ko udah masuk kerja aja sih" cecar sabrina mama bian
"ko mama.. apa adel memberitahu mama" tanya bian
"ada banyak kerjaan yang harus bian urus ma dikantor ,dan adel pun tidak keberatan untuk ini" sergah bian
"mama sudah siapkan tiket honeymoon kamu dengan adel ke korea minggu depan" ucap sargas sang mama
"a-aapaaaa.. honeymoon" ucap kaget bian ,seketika siska menghentikan acara makannya ,dan mendelik tak suka pada apa yang biasn ucapkan
"kenapa kamu seperti kaget begitu ,kalian pengantin baru harusnya kamu juga tidak masuk kantor dulu sekarang ,mama tunggu kamu di apartemen sekarang bian" tegas sang mama seraya mematikan sambungan telponnya
Bian membuang nafasnya kasar ,seraya menggenggam tangan siska ,
"aku tidak akan pernah berangkat dengan wanita itu apalagi untuk ber honeymoon ,percayalah padaku siska" ujar bian dengan mata nanar nya menatap iris siska
"hmm ,dan kamu bisa kah menolak semua yang sudah direncanakan orang tua kamu terutama mama mu ,kamu selalu saja menuruti apa kata mereka kan" ucap siska
"aku akan menolak acara honeymoon ini ,aku serius untuk ini"
"ayolah siska percaya padaku ,apa kamu sudah tidak bisa percaya padaku lagi" lanjut bian
"aku akan percaya padamu bian" ucap siska..
"terimakasih honey" jawab bian seraya mencium punggung tangan siska
***
"bian pulang jam berapa adel ,ini sudah jam 6 sore ,apa dia tidak memberimu kabar" tanya sang mama mertua
"mungkin bian masih dijalan ma" jawab adel
yaah ,sejak kedatangan sabrina siang tadi dia tetap menemani adel di apartemen sampai bian tiba di apartemen .
"coba kamu hubungi bian ,seharusnya dia sudah tiba dirumah dari jam lima sore tadi adel" ucap sabrina
"adel takut bian sedang menyetir dan menganggu konsentrasi bian ma" ucap adel bohong ,dia saja tidak punya nomor bian bagaimana dia bisa menghibungi bian
Tak lama terdengar bunya pintu apartmen terbuka ,bian tiba di aparteme jam enam tiga puluh menit.
"loh ,mama masih ada disini" kaget bian
"kenapa kamu bertanya seperti itu kamu tidak suka mama ada di apartemen kamu" kesal sabrina
"bu-bukan begitu ma ,maksud bian kenapa gak kabarin bian"
"harus yaah mama izin dulu untuk berkunjung sama anak mama sendiri huh" cecar sang mama
"sudahlah ayo makan malam ,adel sudah menyiapkan makan malam untuk kamu" ajak sang mama seraya berjalan menuju meja makan ,bian menarik tangan adel dan mengajaknya ke ruang tamu.
"kamu tidak bilang tentang hubungan kita yang sesungguhnya sama mama kan" cecar bian ,adel menarik tangannya yang di genggam bian
"apa apaan si bian ,aku bukan tipe wanita tukang ngadu" sergah adel seraya berjalan ke meja makan meninggalkan bian.