Wedding

Wedding
Bab.24



Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya film selesai, lampu sudah mulai di nyalakan kembali.


Maya membuka matanya, membersihkan sisa air matanya yang jatuh, walau matanya kelihatan agak sedikit sembab, dia berusaha mencoba menutupi kesedihannya, dia tidak mau menunjukkan kelemahan di depan Angga.


" Aku tidak boleh lemah, harus kuat," ucap Maya dalam hati.


Berusaha meyakinkan hatinya, untuk tetep kuat menerima segala kemungkinan apapun yang akan terjadi nanti.


Dia mengarahkan pandangannya terhadap pasangan itu, tidak salah lagi, benar itu kekasihnya yang katanya mau menjemputnya tetapi malah dari tadi tidak ada kabar.


Maya menarik tangan Anggi dengan terburu-buru, untuk segera keluar dari ruangannya itu, Maya mengajaknya bersembunyi didekat pintu keluar, dia mau memastikan kalau yang di lihatnya itu benar Angga kekasihnya.


" Sebenarnya kita mau ngapain Maya?" Tanya Anggi penasaran.


" Sstt, jangan keras-keras, tadi aku melihat Angga, cuma mau memastikan benar atau aku salah lihat ajah," ungkap Maya sambil menaruh tangannya di bibir Anggi, agar bicara dengan pelan-pelan.


" Apa, Angga disini, sama siapa, sejak kapan kamu melihatnya, jangan - jangan tadi kamu nangis itu gara - gara lihat Angga ya?" Anggi menyerang dengan berbagai pertanyaan, saking penasarannya.


" Iya, iya, sudah nanti kita kelewatan orangnya, fokus dulu benar tidak itu Angga ku," Sahut Maya belum bisa menjawab pertanyaan Anggi.


Mereka lama menunggu, fokus memindai satu persatu wajah yang keluar, setelah beberapa saat, akhirnya orang yang ditunggu keluar juga, dengan cewek yang merangkul lengan sang cowok, berjalan dengan mesra.


Maya hanya bisa menyaksikan dengan hati yang sesak, Anggi begitu tak sabar ingin segera melabraknya cuma Maya menenangkan Anggi agak sedikit bersabar.


Duh, ko jadi Anggi yang gak terima begini ya, padahal kan Maya masih bisa bersabar, walaupun dalam hati juga sudah gemas.


" Kita ikuti dulu mereka mau kemana, jangan buru-buru melabraknya, apalagi ini banyak orang," ucap Maya mencoba menahan lengan Anggi.


" Kita pelan - pelan saja, jangan sampai ketahuan," Ajak Maya.


Anggi hanya bisa pasrah ketika tangannya di gandeng Maya dan arah kakinya mengikuti Maya.


Maya dan Anggi menjaga jarak, beberapa langkah dibelakang pasangan gelap itu, memastikan pasangan itu tidak hilang dari pandangannya, dan ingin mengikuti mau pergi kemana setelah ini.


Mereka tiba disebuah restoran yang masih berada di dalam mall itu. Maya dan Anggi memutuskan untuk mengisi tenaga dulu, walau bagaimanapun nanti mereka butuh tenaga untuk menahan kesabarannya. memastikan tempat duduk mereka tidak terlihat oleh pasangan itu, tapi dia bisa melihat dengan leluasa.


" Kau harus makan yang banyak, kau memerlukan banyak tenaga untuk menghadapi mereka," Ucap Anggi dengan mengebu.


Maya tidak menjawab Anggi, fokus sibuk memilih menu makanan, bener kata Anggi badannya butuh asupan yang lebih.


Dimeja lain, tak sadar sepasang kekasih itu kalau dari tadi ada yang mengikuti. Angga dengan malasnya hanya mengiyakan menu apa yang di pesankan oleh Devi.


Angga mengecek handphone nya, betapa kagetnya dia melupakan janji dengan Maya, ada beberapa pesan dan panggilan tak terjawab juga dari Maya, membuat Angga tidak tenang, apalagi saat mencoba menelepon Maya tapi tidak diangkat, Devi yang melihat itu langsung bertanya.


" Kamu mikirin apa Beb?" Tanya Devi penasaran.


" Aku melupakan janji pada seseorang," sesal Angga, tapi dia tidak menyebutkan siapa orangnya.


" Kamu bilang ajah, kalau kamu lagi banyak kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan," saran Devi.


Tanpa mereka sadari ada dua pasang telinga yang mendengarkan obrolan mereka sambil menikmati makanannya.