Wedding

Wedding
Bab. 15



Maya masih nampak kurang bersemangat, masing menunggu kabar dari sang kekasih, yang sudah beberapa hari tanpa kabar, sudah tiga hari pikirnya, dia harus segera baikan tidak baik jika marahan lebih dari tiga hari, hanya jalan di tempat terus seperti ini, tidak ada yang mau mengalah, biar dia yang minta maaf duluan, tidak ada salahnya untuk meminta maaf terlebih dahulu, malah hati kita terasa lega dan plong, pikirnya.


Semoga nasib baik masih berpihak padanya, masalah dengan Angga segera terselesaikan, di gantikan dengan kebahagiaan seperti kemarin-kemarin. Maya masih berharap lebih pada hubungannya itu. Rencananya pulang kerja nanti, Maya mau mengajak Anggi, pergi ke kantor cowoknya guna menyelesaikan masalahnya.


" Anggi, nanti pulang kerja temenin aku ke kantornya Angga yaa?" Maya mulai ngobrol dengan Anggi, di rasa sedang senggang tidak ada pembeli jadi agak santai, tidak enak juga kalau ngobrol di dengerin oleh pembeli, kan tidak sopan.


" Mau apa kesana Maya?" Tanya Anggi menatap Maya penasaran penuh.


" Aku mau minta maaf atas kejadian kemarin itu." Jawab Maya jujur.


" Janganlah, ngapain kamu yang mau minta maaf, kamu gax salah, biar dia saja yang nyari kami buat minta maaf, kan dia yang salah" Sahut Anggi, dia tak terima sahabat itu meminta maaf duluan.


" Bukan begitu Anggi, masalah ini sudah tiga hari, tidak baik marahan lebih dari tiga hari dan membiarkan masalah ini begini saja, seakan cuma jalan ditempat saja, hatiku tak tenang kepikiran terus, tidak ada salahnya aku minta maaf duluan, demi kebaikan hubungan aku dan Angga." Jawab Maya, ia berharap Anggie mau menemaninya.


" Hati kamu terbuat dari apa? Kamu terlalu baik padanya Maya, aku cuma bisa mendukung apa yang terbaik buat hubungan kamu dan dia." Sahut Anggi.


" Kalau saja kamu tahu, yang aku lihat kemarin di saat kamu lagi galau karena dia, tapi si playboy cap kadal itu malah jalan sama cewek lain." Guman Anggi dalam hati.


Maya mengucapkan terimakasih kepada Anggi, karena selama ini mau menemani dan membantu ketika senang dan ketika ada masalah. Anggi seneng bisa membantu Maya karena itu gunanya sahabat saling membantu dan melengkapi dikala suka dan duka.


Setelah itu ada pembeli yang datang, kemudian mereka lalu fokus kembali ke pekerjaan mereka dan akan melanjutkan obrolan nanti diwaktu istirahat. Mereka termasuk pegawai yang rajin dan selalu bersemangat, jadi atasan mereka senang memperkerjakan mereka selama ini, walaupun mereka dari keluarga berada tetapi mereka bekerja dengan sungguh-sungguh, tidak malas-malas an seperti pada umumnya.


Walaupun dalam keadaan galau, dalam hati merasakan sesak, inginnya hanya rebahan sambil berguling-guling. Maya berusaha untuk tetep tersenyum ramah menyambut para pembeli yang datang. Walau bagaimanapun dia berusaha untuk bersikap profesional, tidak mau mencampur adukkan masalah pribadinya ke dalam urusan pekerjaan. Sedih boleh, menyerah jangan. Semoga usahanya tidak sia-sia, pikirnya.


Anggi sebagai sahabat merasa salut, melihat Maya yang selalu berusaha untuk tetap menjaga bibirnya agar terus tersenyum ramah setiap ada pembeli, padahal dalam hati, Anggi yakin Maya mau nangis sambil berguling-guling, agar rasa galaunya sedikit berkurang, tetapi benar apa yang Maya bilang, masalah tidak akan selesai kalau sama-sama diam saja, tidak ada yang mau mengalah, dia mendukung apapun yang akan Maya lakukan, tetapi kalau boleh meminta, semoga saja kemarin dia salah lihat, dia tidak mau sahabatnya di sakiti playboy cap kadal itu.


***


~ Jangan lupa yang sudah baca, like dan coment yaa gaess ~


~ Makasih buat semuanya^_^


~ Salam sehat, tetep semangat 💪😇