
Bian baru saja tiba di apartemennya ,setelah seharian bergelut dengan sugudang pekerjaan di kantor ,dia terkejut begitu membuka pintu aprtemennya ,keadaan gelap tanpa ada aroma masakan seperti biasanya.
Bian berjalan kedalam lalu menekan tombol saklar lampu ,dia merasa ada yang aneh dengan keadaan apartemen yang tidak seperti biasanya.
"apa Adel lembur" gumamnya
Bian memcoba berjalan menuju kamar Adel ,tapi keadaan kamar Adel sama saja seperti saat dia membuka pintu Apartemennya ,gelap sunyi dia menekan tombol saklar dan yang terlihat hanya kamar kosong dan rapih.
"mungkin dia ada lembur" pikirnya
Bianpun berjalan menuju kamarnya ,lalu berjalan menuju kamar mandi untuk memebersihkan dirinya ,selesai ritualnya di kamar mandi bian masuk ke walk in closet mengambil tshirt polos dengan celana bahan hitam panjang.
Dia berjalan ke dapur karna perutnya sudah merasakan lapar ,dia mencari makanan yang bisa dia makan untuk menganjal perutnya ,hanya ada mie instan di lemari atas kompornya dia pun membuat mie instan untuk disantapnya sekarang.
Selesai dengan urusan perutnya dia melirik jam tengah menujukan pukul tujuh tiga puluh menit ,dia berpikir untuk menjemput istrinya ke kantor karna malam semakin larut dan tadi dia melihat mobilnya Adel di parkiran apartemen ,sepertinya wanita itu tidak membawa mobilnya.
Bian mengambil jaket bombernya ,lalu mengambil kunci mobil yang tergantung ,dia memutuskan untuj menjemput istrinya ke kantor.
Tak lama Bian sampai didepan kantor tempat Adel bekerja ,dilihatnya keadaan kantor yang sepi gelap seperti tidak ada orang disana ,hanya ada satpam yang berjaga di pos.
"malam pak" sapa Bian
"selamat malam pak ,ada yang bisa saya bantu" jawab satpam itu
"apa didalam masih ada karyawan yang sedang lembur pak"
"maaf pak ,seluruh karyawan sedang mengikuti acara ghatering kantor ,jadi tidak ada satupun karyawan yang lembur atau bekerja hari ini"
"oh ,sedang ghatering yaa ,kalau begitu terimakasih pak ,selamat malam" jawab Bian dengan sedikit menundukan kepalanya lalu pergi meninggalkan kantor Adel
"sama sama pak ,selamat malam" jawab satpam dengan membungkukan badannya
Bian berjalan masuk kedalam mobilnya ,pria itu terdiam sesaat dibalik kemudinya.
"kenapa Adel gak bilang kalau dia ada acara ghatering dan gak izin dulu sama gue" celotehnya
Dia menginjak pedal gas melajukan mobilnya kembali menuju apartemennya.
Sampai di apartemen Bian mendudukan dirinya di sofa ,menyenderkan kepalanya pada senderan kursi dengan tangan yang di tekuk diatas kening lalu memejamkan matanya menangkan pikirannya sesaat dari Adel.
Bian meraih ponselnya mencoba untuk menghubungi istrinya ,dia merasa gusar sendiri memikirkan istrinya ,pria itu menyimpan kembali ponselnya mengurungkan niatnya.
Bian menghelas nafas panjang dengan kasar lalu menutup matanya.
***
Pria yang tertidur diatas sofa itu menggeliatkan tubihnya ,mengerjapkan matanya lalu menguceknya perlahan.
Beruntungnya karena hari ini weekend jadi Bian tidak perlu ke kantor.
Bian berjalan menuju dapur mengambil gelas lalu mengisinya dengan air mineral ,dia menguknya sampai habis ,lalu berjalan menuju kamar mandi untuk memnersihkan tubuhnya.
ting
ting
ting
Suara bel berbunyi ,Bian berjalan untuk membukakan pintunya.
"selamat pagi pak ,dengan Bapak Abian" tanya si pengatar makanan ,yaah Bian tadi memesan makanan untuknya sarapan dan sepertinya untuk hari ini dia akan memesana makan siang serta makan malamnya lagi via online
"iyaa.."
"ini pesanan nya pak" pengantar makanan itu menyodorkan pesanan Bian
"oh yaa terimakasih mas"
"baik pak ,saya permisi"
Bian pun menutup kembali pintu apartemennya ,dai berjalan menuju dapur memindahkan pesanan nasi gorengnya ke piring ,lalu berjalan menuju meja makan dan mulai menyantap nasi gorengnya.
Selesai sarapan Bian mendudukan dirinya diatas sofa ,dia terdiam memikirkan kembali Adel ,untuk saat ini hanya ada Adel di pikirannya dan melupakan semua tentang Putri ,yaah Bian melupaka Putri dia belum menanyakan kembali bagaimana kabarnya kekasihnya itu.
drrtt
Getaran ponsel Bian diatas meja membuyarkan pikirannya tentang Adel ,dia mengambil ponselnya melihat siapa yang mengirimnya pesan
Putri
sayang ,kamu ko gak jengukin aku lagi ,udah lupa yaah sama aku
Bian menyatukan alisnya ,membaca isi pesan Putri ,yaa dia melupakan keadaan kekasihnya itu ,dia terlalu fokus pada Adel ,dari kemarin hanya ada Adel di pikirannya.
Bian
maaf ,aku sibuk belum sempet untuk jenguk kamu lagi ,gimana keadaan kamu sekarang ?
Bian kembali menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa ,menghembuskan nafasnya kasar ,dia mengambil ponselnya kembali lalu mencari kontak Adel dia ingin tahu bagaimana keadaam istrinya ,dari kemarin tidak ada kabar sama sekali dari istrinya dan wanita itu pun tidak memberitahukan pasalnya dia akan berangkat ghatering.
maaf nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan
Bian mendengus ketika bukan suara istrinya yang terndengar melainkan suara operator lah yang terdengar dibalik ponselnya.
"kenapa gak bisa dihubungin sih Adel" kesalnya ,lalu dia mencoba kembali menghubungi Adel ,dan lagi lagi hanya suara operator lah yang dia dengar ,Bian mengacak rambutnya frustasi ,baru sehari ini dia tidak mendapatkan kabar dari Adel sudah gusar seperti ini dibuatnya.
Kenapa dengan perasaan Bian saat ini ,Bian pun bingung apa mungkin dia jatuh cinta oada istrinya itu ,istri yang sudah dia sia siakan selama ini ,istri yang sudah dia buat perasaan nya dakit karena sikapnya yang lebih perhatian pada kekasih nya yang tak seharusnya dia melakukan itu semua.