
Betapa senangnya hati Nala ketika ia bisa hamil bersamaan dengan sahabatnya. Bahkan kini Nala terpaksa memutus kuliahnya terlebih dahulu. Ia tak ingin kelelahan karena harus mengejar kuliahnya yang tertinggal dan menyebabkan sesuatu yang buruk bagi kandungannya.
Kini, usia kandungan Nala sudah mencapai 5 bulan, sementara usia kandungan Edelweiss baru 3 bulan. Saat ini, keduanya sedang berada di Kediaman Keluarga Thomas. Meskipun Nathan dan Edelweiss telah menikah, Nathan dan Edelweiss memutuskan untuk tetap tinggal bersama kedua orang tuanya.
"Malam ini aku akan menginap di sini, El," ucap Nala.
"Benarkah? Kalau begitu, bagaimana kalau kita tidur berdua? Sudah lama kan kita tidak melakukannya," ucap Edelweiss, membuat Nala mengangguk senang.
"Eh, tapi bagaimana nanti dengan Agha. Kasihan dia sendirian," lanjut Edelweiss.
"Tenang saja, hunny bunny ku selalu siap menjaga Agha," ucap Nala.
"Siapa yang siap menjaga Agha?" tanya One yang datang menghampiri Nala.
"Tentu saja dirimu, sayang. Malam ini aku ingin tidur bersama dengan Elis."
"What? Tidak boleh! Kamu harus tidur denganku," ucap One.
"Aku ingin tidur dengan Elis. Ini keinginan bayinya," pinta Nala.
"Tidak!" Nathan yang baru pulang dari Alpenze Corp bersama dengan Ten pun tak setuju dengan ucapan Nala. Sepulang dari kuliah, kadang Nathan pergi ke Alpenze Corp untuk belajar.
"Tapi ini juga keinginan istrimu," ujar Nala, membuat Nathan melihat ke arah Edelweiss.
Edelweiss tersenyum, "boleh ya, sayang."
"Baiklah," ucap Nathan menyetujui keinginan Edelweiss.
"Nath! Mengapa kamu menyetujuinya," ungkap One. Nathan hanya tersenyum kemudian masuk kembali ke dalam karena ia akan membersihkan diri.
Malam harinya, Nala dan Edelweiss berada dalam satu kamar yang sama. Mereka menggunakan piyama tidur dengan gambar lucu seperti saat mereka pernah tidur bersama.
Keduanya mengobrol dan tertawa bersama. Sementara itu, di dalam kamar One tengah gelisah karena tidak ada Nala di sampingnya. Lain dengan One, Nathan hanya duduk bersandar pada headboard sambil membaca sebuah buku.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Nala dan Edelweiss sudah berbaring. Mereka melakukannya sambil bercerita. Lama kelamaan, mereka terdiam.
"Na, aku tak bisa tidur. Bolehkah aku kembali ke kamarku," pinta Edelweiss. Biasanya setiap malam Nathan akan mengelus perutnya hingga ia tertidur.
"Aku juga tak bisa tidur, El. Kita kembali saja ke kamar kita. Aku tak mau mataku jadi mata panda besok pagi," ucap Nala.
"Kemarilah, kita tidur," ucap Nathan sambil menepuk tempat tidur di sampingnya. Edelweiss pun langsung mendekat dan naik ke atas tempat tidur. Nathan langsung memeluknya dari belakang dan mulai mengelus perut Edelweiss.
Sementara itu, Nala juga masuk ke dalam kamar tidurnya bersama dengan One. Ketika ia membuka pintu, terlihat One yang masih uring uringan dan mondar mandir sambil sesekali melihat ke arah Agha yang tertidur lelap.
"Sayang," panggil Nala.
"Kamu ke sini? Bukankah tadi kamu bilang mau tidur bersama Elis?"
"Aku tidak bisa tidur," ucap Nala.
Senyum pun terbit di wajah One. Akhirnya keinginannya untuk tetap tidur bersama Nala tercapai, meskipun sedari tadi ia merasa sangat gelisah. Bahkan hampir saja ia mau mendatangi kamar mereka dan memindahkan Nala dengan mengangkatnya. Untung saja istrinya itu terlebih dulu datang.
*****
4 bulan berlalu, kini One sedang berada di dalam ruang persalinan. Ia menemani Nala yang akan melahirkan anak kedua mereka. Kali ini, semua berlangsung dengan sangat cepat.
One tersenyum saat melihat anak keduanya, seorang putri cantik yang ia beri nama
Carine Avery Haskata
Yang memiliki arti putri yang ceria kebahagiaan Keluarga Haskata. One mengecup kening Nala dan mengungkapkan rasa cintanya berkali kali. Ia yang selalu merasa sendirian di dunia ini setelah kepergian kedua orang tuanya, dianugerahi keluarga yang luar biasa.
"Thank you for being the best person in my life," bisik One di telinga Nala, membuat Nala tersenyum.
Dan dua bulan kemudian, giliran Nathan yang menemani Edelweiss. Namun kali ini Edelweiss melahirkan secara caesar. Awalnya Edelweiss menginginkan lahiran secara normal, tapi sesuai anjuran dokter yang melihat rekam jejak kesehatan Edelweiss, dokter menyarankan untuk mengambil jalur caesar saja, apalagi Edelweiss mengandung anak kembar.
Gyan Arsa Thomas
Ganesh Axelle Thomas
Ya, Nathan dianugerahi dua anak kembar laki laki. Ia merasa sangat bahagia. Setelah ini, ia akan memberikan kebebasan pada Edelweiss jika istrinya itu ingin kembali mengejar cita citanya menjadi seorang dokter atau tetap menjadi seorang ibu rumah tangga.
"Terima kasih," ucap Nathan saat Edelweiss telah dipindahkan ke ruang perawatan dan telah sadar. Ia yang terbilang masih berada di usia muda, merasa hidupnya begitu lengkap.
🧡 🧡 🧡