
"Dia sudah menikah?" Kenji yang baru mengetahui bahwa cucunya telah menikah, merasa geram.
"Benar, Tuan."
"Berani sekali ia menikah tanpa persetujuanku?!" ungkap Kenji kesal. Ia sudah tahu bahwa One menikah dengan Nala, gadis pelayan yang ternyata adalah putri dari Azka Williams.
Meskipun Nala bukanlah gadis sembarangan, tapi Kenji tetap tidak suka. Ia sudah menyiapkan seorang wanita untuk One. Wanita itu adalah putri dari rekan bisnisnya yang sudah berinvestasi sangat banyak sejak bertahun tahun yang lalu. Kenji juga pernah menjanjikan akan menikahkan cucunya dengan putri rekan bisnisnya itu.
"Apa yang harus kulakukan untuk membawanya ke sini, Lou? Tak mungkin aku kembali menculik gadis itu, bisa bisa Azka Williams kembali turun tangan dan akan menghancurkan keluargaku serta perusahaanku tanpa sisa," ucap Kenji.
Kenji tidak mengetahui bahwa serangan terakhir yang ia dapatkan, yang membuat saham perusahaannya jatuh dengan begitu cepat, adalah ulah dari cucunya sendiri.
"Sebaiknya kita bicara baik baik saja, Tuan. Kalau kita menggunakan jalan kekerasan, sudah pasti ia akan semakin jauh dari anda."
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Lou pun memaparkan rencananya, berharap akan disetujui oleh atasannya itu.
*****
"Apa mereka masih belum kapok juga?" ujar Azka saat mendengar dari orang kepercayaannya bahwa Kenji akan kembali membuat ulah.
Tanpa sepengetahuan Kenji, Azka menyusupkan salah satu anggota Black Alpha di kediamannya, juga ke perusahaannya. Ia bahkan memasang CCTV dan alat perekam khusus di dalam ruangan yang sering ditempati oleh Kenji.
"Benar, Tuan. Mereka memang tak akan mengganggu atau menyakiti Nona Nala, tapi mereka akan langsung menculik One dengan menggunakan nama Nona Nala," ucap orang kepercayaan Azka.
"Jika ia mengganggu One ataupun menyakitinya, sudah pasti itu juga akan menyakiti Nala. Aku tak akan membiarkan siapa pun menyakiti keluargaku. Jadi, sebelum ia sempat melakukan itu, aku ingin kamu menghancurkan perusahaannya, tanpa sisa."
"Baik, Tuan."
Azka tak akan mentolerir sekecil apapun orang yang akan menyakiti keluarganya, meskipun itu adalah keluarga cucu menantunya. Azka sangat tahu, bagi seorang Kenji Haskata, perusahaan adalah hidupnya. Ia mengincar One karena ia tak memiliki cucu laki laki yang akan meneruskan kerajaan bisnisnya kelak.
"Kamu bukan seorang kakek yang baik, Kenji. Kamu membuang putramu sendiri bahkan melakukan drama kecelakaan hingga menewaskan putramu. Sekarang, kamu ingin menggunakan cucumu sebagai robot untuk tetap membuatmu hidup kaya dan nyaman. Aku tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Jangan panggil aku Azka Williams jika kamu masih hidup nyaman setelah ini," ucap Azka bermonolog pada dirinya sendiri.
*****
"Tuan!" teriak Lou yang berlari menuju ruang kerja atasannya, Kenji haskata.
"Ada apa? Mengapa kamu berteriak dan berlari seperti itu?" tanya Kenji saat melihat asisten pribadinya berdiri di hadapannya dengan nafas terengah engah.
"Pe-perusahaan," ucap Lou dengan sedikit terbata.
"Ada apa? Cepat katakan?!" Kenji yang tak bisa menahan rasa penasarannya pun akhirnya geram dan berteriak.
"Mereka menariknya, Tuan. Mereka menariknya."
"Apa maksudmu?"
"Para investor lama dan investor baru yang anda dapatkan kemarin itu, menarik kembali investasi mereka. Bahkan para staf berdemo di depan kantor perusahaan. Pihak bank juga membatalkan pinjaman kita."
Brughhh ...
Tubuh Kenji pun merosot ke bawah saat mendengar semua laporan Lou. Ia langsung memegang daddanya yang terasa sakit.
"Tuan! Tuan!" teriak Lou. Ia langsung memanggil beberapa orang pelayan di kediaman atasannya itu setelah sebelumnya menghubungi ambulance.
Jauh dari negara tempat Kenji Haskata tinggal, sepasang pria dan wanita kini masih asyik memadu kasih dan menghabiskan waktu berdua dengan rasa bahagia dan senyum di wajah mereka.
🧡 🧡 🧡