Uncle, I LOVE YOU!

Uncle, I LOVE YOU!
MENGHANCURKAN EDELWEISS



Liburan keluarga di villa resort di tepi pantai pun telah selesai. Satu minggu mereka berada di sana dan Nala sebenarnya tak terlalu menikmati. Ia merasakan tatapan tajam dari One. Ia yakin pria itu pasti merasakan perbedaan sikapnya, tapi tak mengapa. Setidaknya jika One kesal, mungkin pria itu akan pergi meninggalkannya.


Sebenarnya Nala akan merasa sedih jika One meninggalkannya, tapi ia merasa lebih sedih bahkan sakit hati saat melihat One dekat dengan wanita lain. Jadi mungkin lebih baik jika One pergi dari hadapannya, dengan begitu ia tak perlu melihat kedekatan One dengan wanita bernama Nine.


Libur kuliah Nala tinggal dua minggu lagi, sementara Keluarga Williams akan berada di Kota New York selama tiga minggu lagi. Alex lebih banyak berkumpul bersama dengan Nicholas. Keduanya seperti kakak beradik karena Nicholas seakan menemukan sosok Nathan pada diri Alex.


"Kakak mau ke mana lagi?" tanya Ava saat melihat Nala sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai tapi dengan sebuah tas tergantung silang di tubuhnya.


"Kamu mau ikut?" tanya Nala.


Ava menggelengkan kepalanya. Ia merasa lelah setelah bepergian ke pantai kemarin dan berniat menghabiskan waktu untuk rebahan saja di kamar tidur Nala dan membaca buku.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya. Aku ingin bertemu dengan seseorang," ucap Nala sambil tersenyum.


Nala tak memberitahukan pada siapa pun kalau ia akan pergi hari ini. Ia memang mendadak melakukannya karena setelah meminta bantuan pada seseorang, ia menemukan sesuatu tentang Edelweiss.


Sejujurnya, Nala merasa aneh ketika One mengatakan kalau ia tak bisa menemukan Edelweiss. Bagaimana pun juga, keluarga Edelweiss tak akan mungkin sampai menyembunyikan keberadaan mereka. Tapi mengapa seorang One yang merupakan anggota Black Alpha begitu sulit menemukannya, sungguh tak dapat dipercaya.


Nala juga tidak menghubungi One untuk mengantarnya. Ia mengatakan pada One bahwa ia hanya akan berada di rumah seharian karena terlalu lelah. Jadi, saat ini One mendapatkan tugas dari Uncle Axton untuk mencari beberapa informasi mengenai klien bisnisnya yang sepertinya ingin bermain curang.


Setelah melihat keadaan rumah yang agak sepi karena sebagian besar penghuni berada di kamar tidur mereka masing masing, Nala pun berlari keluar dari rumah.


*****


Berjalan sedikit jauh dari rumah lalu memesan taksi online, Nala kini akhirnya sampai di depan sebuah kedai es krim bernama Kim's Ice Cream.


Nala masuk ke dalam dan melihat seorang gadis seusia dengannya. Gadis itu tampak menundukkan kepalanya, tak berani melihat ke kanan atau ke kiri bahkan untuk menatap Nala saja rasanya ia tidak bisa.


"Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan!" ucap Nala dengan sedikit ketus. Sejujurnya ia tak suka dengan gadis di hadapannya karena gadis ini adalah salah satu anggota genk F4 yang pernah melemparnya ke dalam kolam renang.


"Maafkan aku, Na. Jujur aku sudah melarang Nicole melakukannya, tapi ia tetap meminta kami melakukannya," ucap Starla dengan lirih.


Nala menghela nafasnya pelan. Memang Nala yakin pasti Nicole yang menjadi otak dari apa yang terjadi padanya. Teman teman Nicole setiap kali hanya menjadi algojonya. Pada akhirnya, mereka yang kena getahnya dan Nicole akan lepas tangan.


"Aku tahu kamu tak ikut melakukannya, jadi tak perlu minta maaf," ucap Nala.


"Tapi tetap saja, itu kesalahanku karena tidak mencegah mereka melakukannya," ucap Starla.


"Hal itu sudah tak penting lagi bagiku. Sekarang katakan padaku, dimana Elis? Katamu, kamu mengetahuinya," ucap Nala tidak sabaran.


* Flashback On


"Rasakan ini!" teriak Fanta saat menyiramkan sebotol minuman berwarna pada Edelweiss.


Saat itu sudah jam pulang sekolah dan tak terlihat siapa pun di sekolah. Nicole, Fanta, Amadea, dan juga Starla, menarik paksa Edelweiss ke belakang sekolah yang jarang didatangi oleh para siswa.


"Ahhh!!" teriak Elis saat cairan minuman itu terkena kacamatanya hingga pandangannya menjadi buram.


Nicole dengan mudahnya mendorong tubuh Elis ke belakang hingga membuat gadis itu terjungkal. Untuk kesekian kalinya Elis merasa ada sesuatu yang menggores kulitnya dan terasa perih setelahnya.


"Kamu masih tidak mau mengikuti keinginan kami untuk menjauhi Nala?" teriak Nicole.


"Mungkin dia merasa di nomor satukan oleh Nala, jadi merasa sombong dan tidak takut," ujar Amadea yang mulai memanasi.


"b-bukan begitu, t-tapi aku tak memiliki alasan untuk menjauhinya. Nala adalah teman yang baik dan ia adalah sahabat pertamaku," ucap Edelweiss.


Byurrrr


Sekali lagi Edelweiss mendapatkan siraman air. Kali ini bukan air minuman, tapi seember air yang diambil oleh Fanta di danau belakang sekolah mereka.


Mereka semua langsung tertawa saat melihat Elis yang basah kuyup, dengan warna warni di tubuhnya.


"Kamu tahu berapa hutang keluargamu pada keluargaku, hah?!" teriak Nicole.


Edelweiss menundukkan kepalanya, ia tak bisa menjawab pertanyaan Nicole karena ia memang tak tahu menahu tentang berapa jumlah hutang keluarganya pada keluarga Nicole.


"Kamu sengaja kan mendekati Nala agar ia membantumu melunasi hutang keluargamu? Tidak akan bisa! Selamanya kamu akan menjadi pembantuku, mengerti!" teriak Nicole.


Dari kejauhan terlihat sosok seorang pria tengah memperhatikan hal itu. Ia tak terlalu jelas dengan apa yang dikatakan, tapi ia bisa mendengar bahwa keluarga Elis memiliki hutang pada keluarga Nicole.


Sosok itu akhirnya keluar dari persembunyiannya dan mendekati mereka. Nicole tampak kaget saat melihat siapa yang berjalan ke arah mereka. Ia segera memasang raut wajah baik dan memegang lengan Elis.


"Kamu tak apa kan Elis? Siapa yang membuatmu basah seperti ini?" tanya Nicole berpura pura.


"Lepaskan tanganmu dari kekasihku! Berapa hutangnya, akan kubayar semuanya. Jangan pernah kamu mengganggunya lagi atau aku akan membuatmu menyesal!" ucapan Nathan langsung membuat Nicole memegang daddanya. Ia seakan mendapat pukulan telak karena Nathan mengatakan bahwa Edelweiss adalah kekasihnya.


Nathan langsung merangkul bahu Edelweiss, membuat Nicole mengepalkan tangannya karena geram. Ia tak suka melihat Nathan memiliki kekasih, apalagi itu Edelweiss, bukan dirinya.


"Ayo kita pergi! Dan kamu, berikan nomor rekening orang tuamu, aku akan membayar semua hutang keluarga Edelweiss," ucap Nathan dengan jari menunjuk ke arah Nicole.


"Siallan," ucap Nicole geram saat Nathan dan Edelweiss sudah mengholang dari pandangannya.


"Aku harus menghancurkan Edelweiss, dan membuat Nathan membencinya," gumam Nicole.


* Flashback Off


🧡 🧡 🧡