Uncle, I LOVE YOU!

Uncle, I LOVE YOU!
SANGAT LUAR BIASA



Nala mengerjapkan matanya. Ruangan sengaja dibuat sedikit remang agar tidak menyakiti mata Nala saat ia tersadar. Alexa yang terus berada di sampingnya pun terbangun saat merasakan ada pergerakan pada Nala.


"Sayang," Alexa langsung memegang tangan Nala, kemudian menekan tombol untuk memanggil dokter.


Nala tampak terdiam hingga seorang dokter memasuki ruangan dan memeriksa keadaannya. Bahkan saat dokter bertanya padanya, ia hanya diam saja.


"Bagaimana dokter?" tanya Michael.


"Sebaiknya kita bicara di ruangan saya. Saya juga ingin memperlihatkan hasil pemeriksaan terakhir kami," jawab dokter.


Michael bersama Alexa keluar. Mereka menitipkan Nala pada One. Setelah Michael dan Alexa keluar, One yang sejak semula ingin berada di samping Nala, segera beranjak dan mendekati gadis kecilnya.


"Nala," One langsung menggenggam kedua tangan Nala, membuat gadis itu menoleh ke arah One, setelah tadi melihat kepergian kedua orang tuanya.


Nala menatap manik mata One, kemudian mengedipkan matanya beberapa kali. One mulai merasa bahwa Nala telah melupakan dirinya dan ia sungguh sedih.


Sungguh menyakitkan jika memang Nala kehilangan ingatannya, yang berarti yak ada cinta untuknya yang tersisa di hati gadis kecilnya itu.


"Uncle mengapa menangis?" tanya Nala sambil mengusap air mata yang ada di pipi One.


One menatap Nala kemudian memegang tangan Nala yang ada di pipinya.


"Kami tidak melupakan Uncle?" tanya One.


"Melupakan Uncle? Mana mungkin aku melupakan Uncle, seseorang yang sudah kucintai lebih dari setengah hidupku," jawab Nala.


One langsung memeluk Nala. Ia tak peduli yang lain, saat ini ia hanya ingin memeluk gadis kecilnya. One merenggangkan pelukannya, kemudian menangkup wajah Nala dengan kedua telapak tangannya.


"Jangan bekerja lagi, okay. Kamu hanya perlu menyelesaikan kuliahmu, aku yang akan memenuhi semua kebutuhanmu," ucap One.


Cuppp


One mencium bibir Nala. Awalnya hanya ciuman biasa, tapi karena Nala membalas ciumannya, ciuman itu menjadi lebih dalam dari sebelumnya.


"Ehmm ... Ehmm ...," One melepaskan perlahan tangannya yang berada di tengkuk Nala, kemudian memundurkan sedikit tubuhnya saat menyadari bahwa kini di dalam ruang perawatan bukan hanya mereka berdua.


Wajah Nala langsung memerah saat melihat Dad Michael dan Mom Alexa telah kembali.


"Sepertinya kamu sudah tidak apa apa, sayang," goda Mom Alexa pada putri tunggalnya itu.


"Dad, Mom."


"Daddy kira kamu melupakan kami dan hanya mengingat One saja," ucap Dad Michael sambil tertawa kecil.


"Apa masih ada yang terasa sakit?" tanya Mom Alexa.


"Saat bangun tadi, kepalaku terasa pusing, Mom. Pandanganku sedikit kabur. Tapi sekarang sudah tidak terlalu pusing."


"Tentu saja tidak pusing lagi, kamu sudah mendapat vitamin, hmm?" ucap Dad Michael menggoda putrinya lagi.


Kini, bukan hanya wajah Nala yang memerah, tapi One juga menundukkan kepalanya, berharap saat ini ia bisa berteleportasi langsung ke luar ruangan.


"Sayang, sepertinya kamu harus segera menyiapkan pernikahan mereka. Kalau tidak, bisa bisa kita sudah mendapatkan cucu terlebih dahulu," ucap Alexa.


"Momm!"


"Jaga putriku, One. Aku akan menemani istriku istirahat dulu," ucap Michael dan memberikan senyuman pada calon menantunya itu.


Michael dan Alexa pun keluar dari ruang perawatan Nala, meninggalkan One berdua lagi dengan Nala.


"Uncle, mengapa terus menundukkan kepala?" tanya Nala.


"Uncle malu, Na."


Nala tersenyum melihat wajah One yang tampak lucu.


"I love you, Uncle."


Wajah One kini mendekati wajah Nala, "I love you too, Na."


Cuppp


Untuk kesekian kalinya One mengecup bibir Nala yang sudah menjadi candu baginya. Inilah yang dulu ditakuti oleh One, ketika ia memperlihatkan rasa cintanya, maka ia tak akan bisa lepas lagi. Ia merasa takut jika Keluarga Williams tak menyetujui hubungan mereka. Maka dari itu, ia terus menahan diri. Ia takut jika ia tak bisa lepas, maka ia akan membawa Nala pergi bersamanya.


"Kamu sangat menggemaskan, Na," bisik One.


"Dan ciumanmu sangat luar biasa, sayang," Nala balas berbisik di telinga One, membuat tubuh One merasakan getaran yang tak biasa, apalagi mendengar panggilan yang disematkan Nala padanya.


Dengan perlahan One membaringkan Nala, kemudian kembali melum mat bibir pink milik gadis kecilnya itu.


🧡 🧡 🧡


Happy holiday kakak semua!