
“Kau lihat pesawatnya sangat kecil”
Semua orang menatap datar pesawat tersebut. Jauh-jauh dia dan Bertha ke Hangar untuk menyelesaikan masalah ini, ukuran yang wanita itu pinta memenang segini. Keras kepala sekali.
“Tapi nona, ukuran yang anda minta memang seperti ini”
“Aku tak mau tau. Ganti ke ukuran yang lebih besar”
“Karena ini bukan kesalahan dari kami, maka biayanya akan bertambah nona”
“Aku tak peduli. Pacarku yang akan membayarnya”
Pacar? April sedikit kebingungan. Siapa lagi pacar wanita ini.
“Maaf pacar anda?”
“Pacarku sekarang pemilik tempatmu bekerja Raymond Corp. Jika kau tidak menuruti kemauanku, kau akan kupecat” ucap wanita itu garang.
Bertha melirik ekspresi April yang masih datar. Sepertinya gosip yang beredar salah, berarti benar yang dibilang April. Kalau dia tidak pacaran dengan CEO mereka.
April menarik nafasnya, kenapa dia kesal sekarang? mendegar wanita didepannya ini mengaku sebagai pacar Sean membuat April kesal. Kepalanya seperti mendidih, berulang kali dia menenangkan dirinya.
‘Sudahlah April. Tenangkan dirimu jangan cemburu tak jelas’
“Saya akan memperbaikinya, dan waktu yang dibutuh—“
“Minggu depan. Aku minta minggu depan selesai!” potongnya.
Pembuatan model pesawat saja membutuhkan waktu yang lama. Apalagi peswat sungguhan, wanita ini benar-benar bodoh. Dia pikir sedang bermain lego. Seisi Hangar terkejut mendengar pakasaannya itu.
“Maaf nona untuk penye—“
April memejamkan matanya lelah, lagi-lagi kalimatnya dipotong.
“Kau tau siapa aku tidak hah?! aku Chelsea, model paling terkenal di dunia. Jika pacarku tau kerjamu tak becus, aku yakin kau akan langsung kehilangan pekerjaanmu ini” ucapnya bangga.
Ingatkan April untuk tidak menemui Sean nanti. Biarkan pria itu sakit-sakitan didalam kamar. Dirinya sangat kesal sekarang.
“Dengar nona.. sekarang saya tidak bermaksud mengajari anda tapi untuk penyelesaian pesawat tidak bisa dikerjakan dalam jangka waktu satu minggu...” saat April menjelaskan, wanita didepannya ini sibuk minum dan meminta dikipas oleh asistennya.
“...dan untuk—“
BYUR
Oke. Kali ini April menerima siraman di wajahnya. Tindakan ini sudah kurang ajar dan sangat tidak sopan.
Saat wanita itu akan menampar April, tangannya dicekal oleh Sean.
“Sayang, kau disini? aku sudah menelponmu berulang kali tapi—“ ucapannya terpotong saat melihat Sean merapikan rambut April yang basah.
Kali ini April tidak dapat mengelak perasaannya. Dia benar-benar cemburu saat wanita itu menanggil Sean dengan sebutan sayang.
“Kau tak apa sweetie?” Sean mengusap wajah April. Semua orang disana terkejut melihat adegan ini, sangat menarik untuk dijadikan tontonan.
April yang kesal melihat wajah pria itu, pergi dari hadapannya. Berjalan cepat menuju pintu keluar Hangar.
“Sial!” Sean mengumpat melihat wajah marah April. Kakinya langsung mengejar wanita itu.
“Sayang!” teriak si cabe-cabean membuat Sean menggeram kesal.
“Alez. Kau urus dia” perintah Sean kepada pengawalnya untuk mengusir Chelsea.
Kaki Sean bergerak cepat mengejar April yang hendak keluar dari Hangar. Tapi untungnya tangan Sean dengan cepat menarik April.
“Ikut aku” ucap Sean.
April berusaha melepaskan tangan Sean “Tidak mau”
Ya, tetap saja tenaganya kalah. Sean berhasil mendudukan April di dalam mobilnya, melaju cepat pergi dari Hangar.
...****************...
“Ahh ahh”
Sean memegang erat tangan April. Bibirnya mencium leher putih wanitanya, menghisap kuat meninggalkan bercak kemerahan dimana-mana. Sedangkan miliknya terus bergerak cepat keluar masuk di bawah.
“Ngghh” erang Sean.
“Ohhh!” April mendesah kuat, ototnya lemas tubuhnya melengkung karena puncak kenikmatan.
Matanya terpejam karena kelelahan bercinta. Tidak memperdulikan Sean yang merangkak turun kebawah dirinya, menghisap lembut kemudian mengelapnya dengan tisu.
“Kiss me baby” bibirnya mencumbu bibir ranum April. Keduanya saling memainkan lidah memberikan hisapan-hisapan kecil. Sean melepaskan tautan bibir mereka, mengecup pipi mulus wanitanya yang tertidur dan menyelimuti tubuhnya yang naked.
Ponsel Sean bergetar di atas nakas, pria itu mengenakan jubah satinya lalu mengangkat panggilan dari pengawalnya.
“Sudah kau urus dia?”
“Sudah Tuan, apa anda akan kesini sekarang?”
Dia mengambil sebotol whisky, kemudian duduk di sudut ruangan memperhatikan April yang masih tertidur lelap.
“Malam nanti aku akan kesana”
“Baik Tuan”
Panggilan itu diakhiri. Dia geram dengan wanita yang telah menampar April dan seenaknya wanita itu menyiramkan air ke wajah cantik kesukaannya. Harus ada hukuman yang setimpal untuk siapapun yang mengganggu miliknya.
Saat ini mereka berdua berada di apartemen Sean. Dia langsung mencumbu April begitu mereka masuk ke dalam, menggodanya dan berakhir bercinta di atas ranjang.
Tadi pagi mereka berdua baik-baik saja, bahkan sebelum April pamit kerja wanita itu mencium mesra wajah Sean dan baru pergi setelah menyuapinya sarapan.
Ketika mendapatkan laporan dari pengawalnya, Sean bergegas menuju ke Hangar. Emosinya memuncak saat melihat April disiram oleh wanita itu, Sean saja tak tau namanya. Dan saat melihat wajah April yang memerah karena marah, Sean sangat cemas takut akan dibenci.
“Nghh” April membuka matanya, dia tau tempat ini. Matanya melirik ke arah Sean yang menghampirinya.
Pria itu duduk di tepi ranjang, kedua tangannya mengurung tubuh atas April yang sedang meregangkan otot.
“Tidurlah lagi sweetie aku tau kau lelah karena percintaan panas kita tadi” dia menyeringai, tapi wajahnya ditutup oleh telapak tangan mungil April.
“Ck. Ada playboy di depan wajahku” telapak tangannya masih menempel di wajah tampan itu.
“Akh! Mesum!” April menarik tangannya ketika merasakan jilatan di telapak tangan.
“Siapa yang kau maksud mesum?”
“Kau lah, siapa lagi. Playboy, buaya darat, setan gila, psikopat mesum mau kutambahkan apa lagi untuk julukanmu?” sindir April.
“Menarik sekali julukanmu itu. Tapi bukan hanya aku yang mesum disini, kau juga”
“Aku? jangan bercanda. Kau yang mesum”
“Lalu suara siapa tadi yang mendesah paling kencang dan terus meminta dimasukkan lagi?”
Kedua pipi April bersemu merah, memang sih tadi dia juga kesenangan saat bercinta. Tapi ya bagaimana? rasanya terlalu nikmat buat dirinya ketagihan. Apalagi milik Sean besar dan enak.
Hosh apa yang kau pikirkan! Hentikan otak mesum mu itu.
“Mungkin kau salah dengar, aku tidak mendesah”
“Benarkah? kau mau dengar seperti apa.. biar kubisikkan” Sean mendekat ke telinganya, membuatnya meneguk liur susah payah.
“Dia mendesah seperti ini.. ahh ohh Sean, nghh lagi ohh.. ahh enak sekali nghh.. masukan teru—“ bisikannya terpotong karena April mendekap erat kepala Sean.
“Diam!” gigitan April mendarat mulus di kepala yang ada dalam dekapannya.
“Awww! April jangan menggigit kepala ku lagi” Sean berusaha menjauhkan kepalanya. Ini sakit sungguhan dia tak berpura-pura.
“Rasakan ini”
“Ampun! ampun! awww hentikan April”
“Gigimu itu tajam sekali” protes Sean.
“Aku mau mandi dan kembali ke kantor”
Saat April beranjak dari ranjang, Sean mencegatnya. Membuat wanita itu berbaring kembali.
“Aku sudah bilang kepada atasanmu kalau kau ikut aku rapat hari ini”
“Memangnya kau sudah sembuh?” tangan April memeriksa dahi Sean, mengecek suhu tubuhnya.
“Sudah sembuh ternyata, pantas saja seperti setan kelaparan tadi”
Dia menganggukkan kepalanya paham kenapa Sean sangat menggebu-gebu saat mereka bercinta.
Sean menurunkan kembali selimut April hingga batas pinggangnya, menampilkan dada sintal dengan pucuk pink kesukaannya.
April tau arti tatapan Sean.
“Sayang, aku mau menyusu”
“Tidak” April menaikan lagi selimutnya.
“Ayolah hm.. nanti akan ku buatkan seafood noodle kesukaanmu” bujuk Sean
“Kau bisa?”
“Tentu saja.. bagaimana?”
Dan dengan mudahnya April terbujuk. Tapi otaknya berpikir lain, ini karena rasanya enak saat dadanya dihisap lembut oleh mulut Sean.
“Oke” ucapnya menurunkan selimut membuat Sean kegirangan, memposisikan April untuk berbaring menyamping dan mulai menyusu didadanya. Dasar bayi besar.
“Ada julukan baru untukmu” April memainkan rambut Sean, pria itu mendongak tanpa melepaskan pucuk dadanya.
“Apa?”
“Bayi besar”
Sean hanya berdehem mengiakan, mulutnya kembali menyusu dengan hikmat sambil memejamkan mata.
Ntah ini karena gerakan nalurinya sendiri atau dapat bisikan April tak tau, tapi tangannya mengelus lembut kepala Sean dan sesekali mencium dahi pria itu.
“Katamu kau tidak punya pacar. Tapi wanita itu memanggilmu sayang”
Sean melepaskan hisapan didadanya, mendongak ke atas melihat wanitanya yang cemberut karena cemburu.
“Aku hanya milikmu sayang, hentikan cemburumu yang menggemaskan itu” kekehnya.
April mendekap kepala Sean untuk menyuruhnya kembali menyusu. Tidak ingin pria itu melihat wajahnya yang memerah.
Ada apa ini? Benarkah dia suka atau lebih parahnya lagi benarkah dia mulai mencintai Sean?
...****************...
Sean membenarkan selimut April, dan menggantikan tubuhnya dengan bantal guling agar wanita itu tidak merengek saat tidur jika tidak memeluk sesuatu.
Waktu sekarang sudah dini hari, tadi sore Sean memang membuatkan seafood noodle dan mendapatkan acungan jempol dari April. Setelah itu mereka kembali bercinta di dapur, di sofa dan berkahir di kamar mandi. April langsung tertidur setelah makan malam
“Aku kesana sekarang” ucap Sean melalui ponsel, dia menyeringai sambil menatap langit malam.
Suara seorang wanita merintih kesakitan karena digilir oleh para pria bertubuh kekar. Tubuhnya sudah tidak sanggup lagi.
“Sudah hentikan. Tuan akan kemari” ucap pria bertato dan memiliki rambut ikal bewarna coklat, Alez.
“Nyawamu selamat. Kalau bos ku belum kesini maka kita akan bercinta sampai besok siang” pria yang lainnya meludah ke tanah dan semuanya tertawa puas mendengar perkataannya.
Gedung tua tidak berpenghuni dijadikan tempat untuk menyandera seorang yang telah mencaci maki April, si top model Chelsea.
Amarah Sean tak terkendali saat mengatahui wanita itu menyakiti wanitanya, tidak ada yang boleh menyakiti miliknya kecuali dirinya sendiri.
Gila memang!
Sean memerintahkan anak buahnya untuk melalukan apapun tapi jangan sampai wanita itu mati.
“Bos datang!”
Semua anak buah termasuk pengawal Sean menunduk hormat. Mereka mempersilahkan pria itu memasuki gedung tua. Disanalah seorang wanita naked sedang menangis. Melihat Sean yang menghampiri dari kejauhan, Chelsea langsung berusaha mendekatinya.
“Sean! Sean tolong aku, keluarkan aku dari sini” Chelsea merangkak sambil memohon.
Sean duduk dengan santai ditengah ruangan gedung. Tangannya menggulir layar di ponsel, mencari sesuatu yang menarik.
“Ku mohon Sean.. aku akan melakukan apapun untukmu ku mohon” Chelsea memegangi kaki Sean tapi langsung ditahan oleh anak buahnya, tangan dan kakinya di ikat.
“Kau tidak bersikap sopan kepada wanitaku juga belum meminta maaf padanya” ucap Sean dingin.
“A-aku akan meminta maaf kepadanya sekarang”
Pria itu mendesis menatap kasihan “Ckck terlambat. Dia sedang tertidur lelap, aku tak mau siapapun mengganggu tidurnya”
“A-aku akan melakukan apapun.. ku mohon”
“Ternyata kau wanita yang suka membuka pahamu kepada siapapun ya” Sean menunjukkan vidio ranjang Chelsea dengan beberapa pria.
“Kalian memakai pengaman tadi kan? aku tak mau ada anak buahku yang terkena penyakit karena wanita ini” tanyanya, semua anak buahnya tertawa.
“Bos kami tidak seceroboh itu, tentu pakai pengaman yang paling ketat”
“Kami hanya langsung memasukkan lalu keluar”
Semua diruangan itu tertawa, sedangkan Chelsea hanya memejamkan mata. Dirinya sangat ketakutan dan tulangnya terasa remuk.
“James, informasinya”
“Dia adalah simpanan seorang pejabat, suami dari Nyonya Jasmine. Hampir di masukkan kedalam penjara, tapi dia menyodorkan namamu mengatakan bahwa kau akan menikah dengannya. Dan itu membuat Nyonya Jasmine urung menjebloskannya ke penjara”
“Pencemaran nama baik. Aku tak punya waktu, bereskan sesuai arahan” Sean bangkit dari duduknya, berjalan keluar gedung.
“Sean! Sean ku mohon!”
“Hei kemari!” seisi ruangan tertawa melihat mangsa mereka yang ketakutan.
Sean masuk kedalam mobil, memerintahkan Alez dan James untuk cepat meneyelesaikannya.
Jika kalian ingin tahu kehidupan Sean sebelum ini, sangat gelap dan berbahaya. Dulunya dia bekerja untuk Xander, tapi kemudian Sean memilih jalannya sendiri. Dia mulai berinteraksi dengan para mafia kecil dan lama kelamaan mengikuti jejak mafia kelas atas.
Meskipun banyak nyawa yang telah dihilangkanya tapi banyak juga nyawa yang telah diselamatkan oleh Sean. Termasuk para anak buahnya, mereka memilih untuk bekerja denganya.
Karena Sean sudah meninggalkan dunia mafia, dia menjadi lebih fokus untuk mengembangkan perusahaannya sendiri. Tapi tak jarang banyak permintaan dari para mafia untuk membantu mereka, dan itulah guna anak buahnya terkadang menjadi seperti tentara bayaran. Tentunya bantuan mereka tidak gratis harus ada hitam di atas putih, Sean tidak mau ambil resiko yang merugikannya.
“Apa Tuan mengurung Nona lagi?” tanya Alez.
“Tidak, kali ini dia mau-mau saja dikurung oleh Sean. Hubungan mereka sepertinya mulai berkembang” James menuangkan wine kepada Alez. Mereka mengamati jeritan Chelsea.
“Ugh berapa kadar asam yang diperintahkan?”
“Tidak banyak, tapi cukup untuk membuat wajah wanita itu buruk rupa”
“Dia tidak akan mati kan?”
“Tidak. Sean membiarkannya hidup”
“Tumben sekali” Alez tertawa, pasalnya dia tahu sifat kejam pria itu.
Sean itu mengerikan menurutnya.
......................