
April merasakan tubuhnya seperti dililit lagi oleh gurita. Benar, kaki dan tangan Sean mengurungnya dalam sebuah pelukan. April berniat untuk melepaskan pelukan tapi itu membuat Sean membuka matanya.
DEG
Jangtung April berdebar, dia baru sadar kalau mata Sean sangat indah. Mata sebiru lautan yang jernih membuat April terpana. Ada apa dengan dirinya? ingat dia orang yang mencoba menembakmu kemarin.
“Tetaplah seperti ini” Sean dengan mudah menarik tubuh April kedalam pelukannya lagi.
“Tapi aku susah bernafas kalau begini”
Sean sedikit mengendurkan pelukan tapi tidak melepaskannya. Dia melihat April yang terus menatapnya.
“Kau terpesona padaku hm?”
“Jangan terlalu percaya diri. Aku malah berpikir bisa-bisanya aku bercinta dengan orang yang ingin membunuhku” sindir April
“Aku tidak membunuhmu sayang” Sean tertawa pelan, mengecup bibir April.
Tidak membunuh? April tidak percaya dengan psikopat ini, astaga sudah psikopat.. mesum pula. Jadinya psikopat mesum, itu lebih mengeringkan daripada psikopat saja.
“Tiga tembakan, aku ingat itu. Minggir” April kesal dengan Sean, dia menarik paksa selimut dan keluar dari pelukan Sean. Berjalan menuju depan cottage menggunakan selimut yang membungkus tubuhnya.
Sesungguhnya dia ingin menghentikan suara detak jantung ini. Apa dirinya jantungan ya?
April duduk dengan tenang didepan pintu, ternyata duduk di depan danau saat pagi hari sangat menenangkan. Rasanya sangat sejuk.
“Coba kulihat kakimu” Sean sudah mengenakan celananya, pria itu bertelanjang dada sekarang.
Dasar otor perut laknat!
Melihat Sean yang membersihkan luka di telapak kakinya membuat jantung April berdebar kembali. Dia tidak pernah berdebar hanya karena orang yang membersihkan lukanya. Apa-apaan ini.
Pria itu juga meniup lukanya dan mengganti perban. Dan April tidak memberontak kali ini, dia hanya menurut, diam saja.
“Tumben kau tidak berteriak atau memukulku” tanya Sean.
“Sedang malas” April memanglingkan wajahnya dari Sean.
Sean tertawa melihat tingkahnya. Dia mengangkat April untuk duduk dipangkuannya. Memeluknya erat yang masih dibungkus selimut, dia juga merapikan rambut April yang berantakan. Sesekali mencium pucuk kepala wanita itu.
DEG DEG DEG
Tenanglah jantung. Dia nanti bisa mendengarnya.
April meneguk liur susah payah merasakan hal yang seperti ini. Perasaan apa ini sih. Dia harus mengalihkan perhatian Sean yang terus mengelus wajahnya.
“Apa itu berry?” April menunjuk ke arah buah kecil-kecil bewarna merah. Sean melihat arah tunjuknya.
“Itu berry liar sayang, tapi bisa dimakan rasanya manis”
“Kalau begitu aku mau mengambilnya” April hendak berdiri dari pangkuan Sean.
“Biar aku saja”
Kenapa Sean yang sedang memetik berry telihat sangat keren. April lagi-lagi terpana melihatnya. Baiklah anggap saja karena Sean itu tampan. April memang suka melihat pria tampan. Ya begitu lebih baik.
Dan soal jantungnya yang berdebar itu, anggap saja karena April ketakutan berdekatan dengan psikopat. Ya anggap saja begitu. April mengangguk puas.
“Ini, buka mulutmu” Sean berjongkok didepan April sambil memegang berry.
“Sayang..” Sean masih menunggu April untuk memakan berry.
April membuka mulutnya dan memakan berry yang disuapkan oleh Sean. Ternyata benar, rasanya manis dengan sedikit asam. Tapi ini enak. Dia terus memakan berry yang disuapkan oleh pria didepannya ini. Sean juga ikut memakan berry.
“Kenapa kau cantik sekali” Sean menyelipkan anak rambut April ke belakang telinganya.
Mendengar pujian itu kembali membuat jantungnya berdebar. Tak heran dia ini playboy! Pasti semua wanita sering dipuji seperti itu.
Sean kembali mendudukan April kepangkuannya. Memegang dagu wanita itu, mencium bibirnya. Lidahnya mulai bermain dengan lidah April, pelukannya semakin erat.
“Mmmhh Sean”
James is calling...
Ponsel yang ada di atas nakas berbunyi. Tapi tetap diabaikan oleh Sean.
“Sean ponselmu..”
April bisa merasakan bibir bawahnya di hisap lembut. Lidah mereka saling bermain. Bibir April menggigit pelan bibir bawah Sean. Suara kecupan terdengar bersama dengan kicauan burung.
Sean melepaskan pagutan mereka, menatap bibir April yang memerah dan bengkak karena ulahnya.
“Ayo kita mandi” Sean menggendong April menuju kamar mandi kecil yang ada di dalam.
...****************...
TUT TUT
“Kenapa lama sekali. Padahal pagi ini ada rapat”
James berdecak kesal melihat panggilan yang tak dijawab oleh Sean. Satu jam lagi mereka akan rapat, James sudah menyiapkan semuanya. Malam tadi pria itu juga menyetujui dan memeriksa seluruh laporan.
Tapi wujudnya sampai sekarang belum terlihat.
Jonathan is calling...
“Halo James”
“Ya tuan”
“Sean tidak pulang malam tadi, dia tidak lupa rapat hari ini kan?”
Hari ini Jonathan Raymond akan hadir dalam rapat untuk terakhir kalinya. Sebelum dia benar-benar pensiun, rapat kali ini cukup penting karena membahas tentang pemegang saham juga penutup direksi Jonathan Raymond.
“Bagus, ingatkan dia jangan terlamat. Aku malas menunggu, sudah tua”
“Baik tuan”
James benci situasi seperti ini ketika harus dihadapan oleh hal yang berhubungan dengan waktu, selagi menunggu Sean sebaiknya dia menyiapkan pakaian pria itu dulu.
“Apa yang mereka lakukan sampai lama sekali berada di sana” gerutu James, dia juga sudah menyuruh para maid untuk mempersiapkan sarapan.
...****************...
“Ngghh ahh”
“Oh sweetie” Sean mendesah terus memompa April dari belakang sambil berdiri di tengah shower.
“Katanya tadi mau mandi ahh”
April berusaha agar kakinya untuk tetap tegak dengan menopang tangannya pada dinding kaca kamar mandi.
“Ahh nanti kita mandi”
“Ouhh kau.. ahh berbohong”
Suara benturan kulit milik mereka sangat menggoda telinga masing-masing. Niatnya ingin memandikan April, Sean malah tergoda untuk memasukinya.
“Sean kakiku lemas”
“Come here” Sean membalikkan tubuh April menghadap dirinya, mengangkat tubuh wanita itu dan melingkarkan kakinya di pinggang Sean.
“Ahh ahh” April mendesah sambil memeluk erat leher Sean.
“Ngghh”
“Ahh haa”
Keduanya terengah karena percintaan panas di bawah shower mandi. April mencium lembut bibir Sean setelah pelepasan nikmat itu keluar.
“Mmpphh”
“Ah.. “
“Ayo kita mandi sayang”
Sean mulai membersihkan tubuh April sambil memeluknya, karena tubuh April tidak mampu untuk menopang dirinya sendiri.
“Pakai ini sayang” Sean memberikan kaos hitam juga celana jogger abu kepada April. Didalam cottage itu ternyata ada lemari kecil yang berisi sedikit pakaian.
James is calling...
“Kenapa?”
“Kenapa? kau tanya kenapa? cepatlah kita ada rapat. Jonathan sudah menelponku tadi”
“Aku akan kesana” Sean mematikan panggilan tersebut. Dia melirik April yang telah selesai berpakaian.
“Kita ke mansion sekarang”
April mengerenyit kan dahi, dia tak sanggup jika harus berjalan jauh. Dasar tidak peka. Padahal Sean menerkamnya habis-habisan malam tadi belum lagi pagi ini.
“Aku disini saja” April berbaring di ranjang, tubuhnya lesu dan mengantuk.
“Ck. Ada hewan buas disini kau mau di terkam?” Sean sengaja menakuti April. Tapi wanita itu semakin memejamkan matanya.
“Hewan buas? tadi malam aku sudah bertemu, lihat aku sampai lelah begini” sindir April.
Sean terkekeh, dia menggendong paksa April dipunggungnya.
“Kita harus pulang sayang”
April hanya menghela nafas, setidaknya dia tidak perlu berjalan. Ada yang menggendongnya. April merangkul erat leher Sean. Memang ya pria ini seenaknya saja, ingatkan April untuk meninju atau menendangnya lagi jika energinya sudah kembali.
Sesampainya di mansion, Sean merebahkan tubuh April ke ranjang. Wanita itu tertidur pulas.
“Kalian dari mana saja?” James memberikan setelan jas kepada Sean. Pria itu masih memandangi April yang tertidur.
“Pakailah Sean, kita harus bergegas. Dan mengenai opening resort di Swiss mereka sudah menyelesaikannya, kau harus datang lusa nanti”
“Aku tidak bisa. Wakilkan saja”
“A-apa? Kau yang memaksa openingnya di percepat”
Sean hanya diam saja, pria itu sudah selesai memakai setelan kerjanya. Dia juga menelpon seseorang.
“Iya dad.. aku segera kesana sekarang”
“Tunggulah di mobil, dan perintahkan Alez untuk mengawasi April”
James keluar dari kamar, selalu saja seenaknya. Sabar James... sabar...
“Jangan kemana-mana sweetie. Aku akan kembali” Sean mengecup bibir ranum April. Dia harus bekerja sekarang, tanggung jawabnya menjadi lebih besar. Sean orang yang memikirkan keputusannya dengan sangat baik, jadi dia sudah tau resiko memimpin dua perusahaan sekaligus.
Apalagi Aprilian Tech adalah perusahaan yang dia kembangkan sendiri atas usahanya. Butuh waktu lama untuk perusahaan itu bisa menjadi sebesar sekarang. Meskipun tidak sebesar Raymond Corp, tapi Jonathan selalu memberikan support atas kerja keras Sean. Juga terkadang, membantu Sean dari belakang tanpa ketahuan.
Pernah keluarganya bertanya, kenapa perushaannya Aprilian?
Sean hanya menjawab, itu berasal dari nama orang yang aku cintai.
Tapi keluarganya tak tau jika Sean sudah sangat terobsesi dan cinta mati kepada wanita yang bernama April Lilian Berwyn.
Dia akan melakukan apa saja untuk memiliki wanita itu selamanya.
......................