
“Ternyata kaos dan celananya muat dengan tubuhmu, untung aku masih menyimpannya”
April menatap puas ke arah Sean, pria itu memaksa ingin tidur di apartemennya. Akibatnya wanita itu yang kerepotan sekarang, dia tidak pernah menerima tamu pria.
“Kenapa ada pakaian pria di apartemenmu?” selidik Sean.
“Oh itu, aku sering membeli kaos online dan merk yang kau pakai harganya cukup mahal. Tapi jika membeli setelan couple akan mendapatkan voucher dan harganya jadi lebih murah” jelas April, dirinya sibuk memotong buah. Dia juga memakai kaos dan celana yang sama seperti Sean. Memang benar yang mereka pakai adalah setelan couple.
Prinsip April adalah hemat pangkal kaya. Bukankah kita harus cerdas dalam berbelanja.
“Couple? Apa kau pernah punya pria lain?” Sean mulai cemburu, rahangnya mengeras.
April memutar bola matanya. Heran deh, dia tadi kan sudah menjelaskan. Daripada Sean kumat lebih baik suapkan buah saja, untuk menyumpal mulutnya itu.
“Kunyah” paksa April. Dia tertawa melihat Sean yang mengunyah buah mangga yang disumpal kedalam mulutnya. Pasti nanti pria itu akan bertanya lagi.
Sean tipikal orang yang sangat keras kepala.
“Jawab aku sayang. Apa kau pernah punya pria lain?”
Nah kan!
“Kan sudah aku bilang. Supaya harganya lebih murah, kau mana paham rakyat seperti kami yang selalu menunggu diskon”
“Benarkah?”
“Iya, sini makan buah saja supaya hatimu itu tenang” April menarik tangan Sean yang duduk di atas sofa untuk bergabung denganya duduk di atas karpet. Malam ini dirinya berniat untuk tidak bertengkar, dan cukup menyenangkan bisa berdamai seperti ini.
“Kau suka makan buah?”
“Hmm apalagi strawberry” April mengunyah strawberrynya.
“Tidak heran kalau vag*na mu sangat lezat”
Wajah April menerah mendengarnya. Si mesum ini sepertinya merindukan gigitan mautnya.
Sean menggaduh kesakitan tapi kemudian dia tertawa karena April yang menggigit kepalanya.
“Mulut mesum mu itu perlu dijahit” kali ini dia menggigit bibir bawah Sean.
“Kau suka sekali menggigitku” Sean mendudukan April dipangkuannya, memeluknya dari belakang. Dagunya menempel di bahu April yang tidak protes sama sekali dengan perlakuan Sean saat ini. Wanita itu masih sibuk mengupas buah apel.
“Sebab kau sering membuatku kesal”
Jika dilihat situasinya sekarang, mereka berdua persis seperti sepasang kekasih. Memakai baju couple, tertawa bersama dan berbagi kehangatan dengan tubuh yang saling berpelukan.
Apalagi saat ini April terus menyuapkan buah-buahan ke mulut Sean. Dan pria itu dengan senang hati memakannya. Bibir Sean sesekali mencium tengkuk leher April. Dan ajaibnya wanitanya tidak menolak atau berteriak, dia hanya diam saja.
Apa ini pertanda bahwa April mulai menyukainya?
“Bagaimana dengan dirimu? kau suka buah apa?” tanya April, mulutnya mengunyah buah apel dan mendongak ke atas menatap Sean. Pria itu mengecup bibirnya lembut.
“Aku suka apa yang kau suka”
“Ck ayo serius, buah apa?”
Sean berpikir keras, selama ini dia tidak terlalu memikirkan buah kesukaannya.
“Sepertinya anggur” ini karena dia sering minum wine.
“Anggur? kau pernah makan Shine muscat?”
“Pernah, rasanya manis”
“Kau suka?”
“Suka” Sean mengangguk, dan dia tersenyum saat April tersenyum. Mereka bercerita banyak hal, mulai dari makanan kesukaan, tempat wisata hingga membicarakan film yang akan tayang nanti. Sean merasakan kalau mereka menjadi lebih dekat dan akrab.
...****************...
Sammy sedang asik menonton televisi, ketika Emily bertanya kepada dirinya.
“Apa Sean tidak pulang lagi malam ini?”
“Tidak, kata James dia menginap di apartemen April” ucap Sammy.
“April?! jadi mereka memang pacaran?”
“Ya, kudengar dari gosip di perusahaan juga membicarakan mereka berdua bersikap mesra saat sedang rapat”
Bahkan saat sedang rapat mereka bermesraan. Emily tidak bisa membiarkan ini, tega sekali April menipunya. Harus meminta konfrimasi dari orangnya langsung.
Tangannya bergerak mengirim chat kepada April. Dia ingin menelpon tapi hari sudah larut malam, pasti April sudah tidur.
TING
Semoga dibalas malam ini juga.
Emily Anastasya Raymond
Apa saat ini kau bersama Sean?
Sean yang sedang memeriksa proposal bisnis, melirik ke arah ponsel April yang berbunyi. Tanganya bergerak mengambil ponsel yang ada di atas nakas.
“Ngh” April terganggu dengan pergerkannya, wanita itu masih tertidur sambil memeluk perut Sean.
“Tidurlah lagi sweetie” tangan Sean mengelus lembut punggung April. Dirinya lanjut membaca chat dari Emily. Jarinya bergulir untuk mengetik pin ponsel itu. Sean tau semua tentang April, termasuk pin ponsel. Ingat dia itu stalker handal.
^^^April Lilian Berwyn^^^
^^^Iya, kenapa?^^^
Emily Anastasya Raymond
Katamu kalian tidak pacaran, tapi Sean sampai menginap di apartemenmu. Belum lagi gosip yang beredar juga mengatakan kalau kalian pacaran.
Mereka memang tidak pacaran. Tapi mereka akan menjadi suami istri dan hidup berdua selamanya, itulah yang dipikirkan Sean saat ini. Setidaknya mengiyakan saja gosip yang beredar.
April Lilian Berwyn
Kami pacaran
Emily Anastasya Raymond
Angkat telpon ku sekarang
Emily is calling...
Mommy nya yang satu ini sepertinya sangat penasaran. Sean menjawab panggilan telponnya.
“Ada apa mom?”
“Ini suara Sean kan? kenapa kau yang menjawab?”
“Iya ini aku, April sedang tidur”
“Jadi kau yang membalas chat tadi?”
“Iya. Sudah mom, aku mengantuk. Bye” Sean langsung menutup telpon itu, sebelum pertanyaan lain keluar dari mulut Emily. Dia tidak mau menggangu April yang sedang tidur.
Carissa is calling...
“Heh! tega ya tidak memberitahu sahabatmu ini! Kau pacaran dengan si brengsek itu? kau sudah luluh dengan bujuk rayunya, katamu sifatnya seperti setan dan tidak cocok denganmu. Berubah pikiran ya?”
Sean tertawa mendengarnya, ternyata selama ini April menganggapnya seperti setan.
“Halo ini siapa? kenapa ada suara pria?”
Lebih baik menutup telpon itu. Biarkan April yang mengurusnya, setau Sean yang menelpon barusan adalah sahabat dekat April. Jadi dia tak mau ikut campur dengan gosip mereka tentang dirinya.
Sean melanjutkan pekerjaannya, tubuhnya menyender di kepala ranjang. April masih tertidur lelap, tangannya masih memeluk perut Sean. Terkadang wanita itu bergumam tak jelas.
Tadi mereka berdua menonton film kartun yang ada di Netflix melalui ponsel Sean. Lalu saat film sudah setengah jalan April bilang mengantuk kemudian tertidur sambil memeluknya.
Wanita itu sampai sekarang masih nyaman tidur dipelukan Sean.
...****************...
TING
Carissa Adelaide
Kau tak apa kan? siapa pria yang bersamamu?
Suara ponsel yang terus berbunyi mengganggu tidur April. Dia terbangun mengambil ponselnya yang ada di nakas. Seluruh chat itu berasal dari Carissa. Pasti tadi malam saat dia menelpon Sean yang menjawabnya.
^^^April Lilian Berwyn^^^
^^^Aku tak apa. Suara pria di film, tidak usah lebay^^^
Carissa Adelaide
Film? kau nonton bok*p ya?
^^^April Lilian Berwyn^^^
^^^Tidak seru menontonnya^^^
April menggelengkan kepalanya, lalu dia melihat chat dari Emily. Dia tidak merasa membalas chat Emily yang satu ini, heh pasti ulah Sean. Dia tak terkejut lagi, pria itu bahkan bisa membobol password apartemennnya.
Kakinya melangkah menuju dapur, membuat sandwich untuk sarapan juga membuat bekal makan siangnya. Sekarang dia harus hemat, sebabnya sudah akhir bulan.
Setelah itu dia begerak untuk mandi kemudian berpakaian yang rapi, siap untuk pergi bekerja. Saat sedang berdandan, dia melirik ke arah ranjang lewat kaca. Dirinya lupa ada Sean yang masih teridur.
“Bangun Sean...” April terus menggoyangkan bahu Sean, pria itu tertidur lelap.
“Sean..”
“Ngh” mata Sean terbuka, dia langsung menarik April kedalam pelukannya ketika wanita itu ingin beranjak dari ranjang.
“Lepas, kau tidak mau mandi?”
“Morning kiss dulu”
Satu kecupan kecil mendarat di pipi Sean. Tapi pria itu tak kunjung melapaskan pelukannya. April berdecak, kemudian memberikan kecupan di bibir. Barulah Sean melepskan pelukannya.
Ketika sedang mandi, Sean baru ingat dia tidak membawa pakaian apa pun. Sebaiknya memyuruh James untuk mengantarkan setelan kerjanya. Dia keluar dari kamar mandi dan melihat April yang masih sibuk berdandan.
“Sayang telpon James”
“Ha? akhh! kenapa tidak memakai handuk!” April terkejut, Sean tidak mengenakan apapun dan dengan seenaknya berdiri di hadapannya. Matanya tak sengaja melihat benda besar yang ada di ************ pria itu.
Tutup matamu erat-erat April, ada burung disana.
“Ck tak ada waktu, ini ponsel ku dan pin nya...” Sean memberikan ponselnya yang ada dinakas, pria itu dengan sengaja membisikan pin nya kepada April.
“Ya ya mandi lagi sana” tangan April begerak mengusir, matanya masih terpejam. Melihat itu, Sean ingin menjahilinya.
Tangan Sean mengarahkan tangan April untuk menggenggam miliknya, wanita itu terkejut dan berteriak histeris. Sean tertawa kencang langsung pergi menuju kamar mandi.
“Heh mesum!”
“Iya sayang? si mesum ini ingin mandi dulu nanti kita bercinta sepuasnya” jawab Sean dengan keras.
Menyebalkan, tapi April senyam senyum sendiri dibuatnya. Dasar playboy.
TING TONG
Sepertinya itu James, tadi dia sudah menelpon dan meminta tolong untuk membawakan pakaian kerja Sean.
“Morning April, ini pakaiannya. Sean masih mandi?”
“Morning.. iya dia masih mandi. Terima kasih ya James, maaf merepotkanmu” ucap April, dia memeriksa isi paper bag itu. Ada kemeja, celana dan jas.
“Sebentar, kenapa tidak ada dasi?” tanya April.
“Sean tidak suka memakai dasi. Lebih tepatnya tidak bisa, dia hanya memakai dasi ketika acara penting saja itupun aku yang memakaikan”
April tertawa mendengarnya, seorang Sean tidak bisa memakai dasi. Dia sudah tau dua kelemahan pria itu, pertama tidak bisa makan pedas, kedua tidak bisa memakai dasi, kira-kira apalagi ya kelemahannya. Memang benar manusia tidak ada yang sempurna.
“Pantas saja”
“Alasannya terlalu formal, jadi dia tidak menyukainya” kekeh James.
“Begitu rupanya.. ada yang ingin kutanyakan tapi nanti saja, apa kau ada waktu?” tanya April, dia menoleh kebelakang melihat apakah pria itu sudah selesai mandi atau belum. Ternyata Sean tipikal mandi yang lama, seperti wanita.
“Tentu, kalau begitu aku pergi” James pamit, melambaikan tangannya.
Saat pintu apartemen tertutup, Sean mengejutkannya lagi dengan berdiri dibelakang. Kali ini ada handuk yang melilit di sekitar pinggul seksi itu. Syukurlah.
“Ini pakaianmu. Cepat bersiap supaya kita bisa sarapan” April memberikan paper bag kepada Sean. Kakinya kembali bergerak menuju dapur.
Sean mulai bersiap-siap, mengenakan setelan kerjanya. Kemudian dia menyusul April yang berada di dapur sedang menyiapkan jus, mulut wanita itu sibuk mengunyah apel sambil terus menekan juicer yang mengeluarkan sari apel.
Tangan Sean memeluk April dari belakang, tubuh mereka menempel tanpa celah. April sama sekali tak terganggu, masih sibuk dengan kegiatannya. Wanita itu bahkan dengan santainya menyuapkan apel yang sudah dikupas ke mulut Sean.
“Sayang, aku ingin bercinta” rengek Sean.
“Tidak. Kita harus sarapan” tolak April, dia sudah meletakkan sarapan di meja makan.
“Tapi aku ingin bercinta”
“Duduk cepat. Ah aku harus memberitahumu sesuatu”
“Apa itu?” tanya Sean, dia sudah duduk berhadapan dengan April di meja makan.
“Aku sedang haid jadi tidak bisa bercinta, hahahaha” April tertawa puas melihat wajah Sean yang cemberut, dirinya memang sedang haid. Tak sia-sia dia meminum kontrasepsi yang mahal.
“Menyebalkan” Sean meminum jus apel nya hingga tandas. Dirinya bertanya-tanya padahal dia selalu mengeluarkannya didalam, harga dirinya tersakiti. Kenapa April tidak sampai hamil? sepertinya usahanya kurang maksimal. Tapi tubuhnya sehat dan bugar. Ntahlah setelah April selesai haid, dia akan memenuhi wanita itu dengan cairannya.
“Kalau kau tidak tahan, kau bisa bercinta dengan pacarmu yang ada di seluruh benua” sindir April. Kenapa dia kesal sendiri setelah mengucapkannya, padahal kan memang benar pacar Sean ada dimana-mana.
“Aku tidak suka kau berbicara seperti itu. Aku hanya bercinta denganmu, dan mereka bukan pacarku. Hanya kau yang ada di hatiku” ucap Sean serius.
Pipi April lagi-lagi memerah mendengarnya, jantungnya mulai berdebar lagi.
Jangan tergoda dengan mulut manisnya. Ingat di itu playboy dan playboy selalu berbicara manis kepada setiap wanita.
Tidak bisa begini, bahaya. Dia harus mencoba menjauh dari Sean untuk memastikan perasaannya dan jatungnya yang selalu berdebar.
......................