Trapped In His Cage

Trapped In His Cage
The real medicine



April menahan mulutnya untuk mendesah, ugh dia ingin mendesah kencang tapi mengingat mereka masih di mansion, niatnya itu diurungkan.


“Kau takut terdengar oleh mereka hm?” bisik Sean.


Mereka sedang bercinta. Awalnya April menolak, tapi Sean terus menggodanya. Dia tak tahan menerima berbagai macam sentuhan dan kecupan.


Sepertinya dia ketularan gila Sean. Mengiakan ajakan bercinta dari orang yang sedang demam.


“Iya” April memejamkan matanya ketika merasakan pergerakan yang semakin cepat.


“Tak akan ada yang mendengar, kamar ini kedap suara sayang. Mendesahlah sepuasmu” Sean terus memperhatikan April yang menggigit bibirnya, kemudian wanita itu membuka mulutnya untuk mendesah saat Sean bergerak semakin liar.


“Nghh ahh”


“Aku akan keluar sayang”


“Ohhh!”


Pinggul Sean bergerak cepat untuk mencapai kenikmatan. Dia menggeram kencang saat pelepasan itu tiba, meraup bibir April yang berada dibawahnya.


“You’re so delicious baby”


“Mmhh” April mendesah saat bibir mereka saling bertautan.


Ciuman semakin turun kebawah, membuka lebar paha April. Kegelian melanda tubuh wanita itu saat dengan sengaja Sean menjilat paha dalamnya.


“Bukannya tadi sudah ahh” tangan April memegang erat bahu Sean.


“Masih jam sepuluh malam sayang, aku masih kurang” mulutnya mulai mencicipi lembah basah yang tak berbulu itu.


“Tapi kau harus minum obat sekarang” ucap April sambil melengkungkan tubuhnya mulai merasakan jilatan Sean didalam miliknya.


“Aku sedang melakukannya” Sean memejamkan matanya nikmat, melahap milik April yang sudah basah.


‘Kau obatku sayang’


Kepala April pusing merasakan jilatan dan hisapan dari mulut Sean. Dia sangat menyukainya. Belum lagi saat pria itu mulai memasukkan jarinya disana.


“Oh ini nikmat sekali ahh” tangan April meremas sprei hitam sebagai pelampiasan kenikmatannya.


Milik April berdenyut hebat, menginginkan sesuatu yang lebih. Tubuhnya menggeliat merasakan sesuatu yang akan keluar. Sean terus menusuk jarinya didalam sana sambil melihat wajah seksi April yang akan pelepasan.


“Keluarkan sayang, setelah itu aku akan memasukimu dengan liar” bisik Sean, jari tangannya semakin bergerak cepat.


“Ahhh! ngghh” seluruh tubuh April menengang saat mengeluarkannya, Sean langsung melahap rakus semuanya dan mulai menegakkan miliknya. Dia memposisikan tubuh April untuk menungging.


Bokong mulus terpampang didepannya. Sean mengelus lembut, miliknya digesekkan ke belahan bokong April. Wanita itu mendesah keras merasakan benda keras yang sengaja menggoda dirinya.


“Kau obat untukku April. Hanya untukku” Sean memeluk tubuh wanitanya yang sedang menungging ini, oh ini sangat seksi apalagi dada yang bergelantungan itu sangat menggoda.


Mulut Sean menghisap seluruh leher April memberikan tanda kepemilikan disana. Tangannya meremas kedua dada yang sintal itu.


“Ahh Sean.. aku ingin” tangan April berusaha menggapai wajah Sean yang berada di belakang lehrernya.


“Ingin apa.. katakan yang jelas” bisik Sean rendah. Pria itu tersenyum miring, ketika melihat April menggerakan pinggulnya sendiri.


“Milikmu, nghh cepat masukkan”


“He is inside you now” Sean sudah memasukkan miliknya yang besar itu kedalam milik April.


April menenggelamkan wajahnya ke bantal. Sean mulai bergerak memompa dirinya, tubuhnya terhentak-hentak kuat. Dirinya hanya bisa mendesah merasakan tusukan nikmat dari belakang.


“Ohh sweetie.. kau sangat seksi sekarang ahh” Sean mendesah merasakan nikmat ini. Mata liarnya terus memandangi miliknya yang keluar masuk dari dalam April. Tangan pria itu memegang kuat pinggang wanitanya untuk terus mendorong.


“Ngghh ahh”


“Ohh! sial!” kenikmatan semakin menggulung Sean hingga dia mengumpat kencang, matanya terpejam kepalanya mendongak keatas.


“Ahhh! ahhh!” April mendesah keras ketika Sean semakin brutal dan liar. Pria itu tak terkendali sekarang.


“I’m come baby”


Air liur April menetes karena nikmat, mulutnya terbuka terus karena mendesah. Oh Sean terus menusuk kedalam terus menyentuh titiknya.


“Faster Sean ahh”


“Nghh”


Keduanya semakin bergerak liar untuk mencapai puncak kenikmatan. Tenaga mereka tak terkendali, suara tepukan kulit keduanya memenuhi kamar itu.


“Ahhh!” April mendesah kuat, puncak kenikmatan menggulung dirinya. Cairannya menyatu dengan Sean. Dia memejamkan mata, menikmati sensasi hangat yang menjalar dirahimnya.


“Ohhh April!” Sean menggeram rendah sambil memeluk tubuh wanitanya saat pelepasannya tiba.


Selesai bercinta, mereka masih berciuman untuk waktu yang cukup lama. Sean merasakan pipinya yang basah. Dia melepaskan ciuman mereka, ternyata itu berasal dari April yang menangis


‘Aku sangat merindukanmu psikopat mesumku’


“Kenapa sayang?” tanyanya panik.


April masih menangis, dia berusaha untuk menahan tangisannya tapi tidak bisa. Ntah kenapa dirinya seperti ini. Sean pun panik dan terus bertanya.


April menggeleng “Aku suka” ucapnya pelan.


“Apa? maaf sayang aku tak mendengarnya dengan jelas”


Tangan April menarik wajah Sean untuk semakin mendekat ke dirinya. Dia menarik nafasnya terlebih dahulu agar bisa mengatakannya dengan jelas.


“Saat kita bercinta tadi.. aku suka” akhirnya dia mengatakan isi hati kecilnya. Dia sangat menyukai sesi percintaan mereka, hingga membuatnya menangis bahagia.


“Karena itu kau menangis?” tanya Sean.


April mengangguk, meraih wajah Sean untuk menciumnya lagi. Pria itu tersenyum dibalik ciuman mereka. Tangan Sean memeluk erat tubuh itu, menarik selimut untuk menutupi tubuh naked mereka.


Sean semakin yakin kalau April mencintainya. Hanya saja wanita itu malu untuk mengaku kepadanya.


“Kau harus minum obat. Sekarang sudah larut malam” April melepaskan ciumannya, meraih obat Sean yang ada dinakas.


“Minum” pinta Sean manja.


“Tapi aku mau sambil menyusu” Sean menarik wanitanya untuk berbaring menyamping. Mulutnya mulai menyusu dengan benar sambil memejamkan mata.


“Good night my big baby”


April mencium lembut dahi Sean, kepalanya bertumpu diatas kepala pria itu sambil memeluk erat tubuhnya. Dia memejamkan mata dan membiarkan Sean terus menyusu seperti bayi.


...****************...


“Sean sudah bangun?” tanya Emily.


Saat ini dia membantu maid untuk menyiapkan sarapan, dan April sedang ikut membantu menata sarapan di meja makan.


“Belum, tidurnya sangat nyenyak” ucap April


“Demannya sudah turun?”


“Saat aku memeriksanya tadi malam, suhu tubuhnya sudah normal”


Emily mengangguk puas, dia menyodorkan susu strawberry. Bahagia melihatnya minum dan makan dengan lahap, April sudah dianggap seperti anak kandungnya sendiri.


“Mom.. aku ingin susu coklat” Sammy yang baru bangun tidur langsung duduk di meja makan tanpa mencuci muka. Yah masih terlihat tampan, mana ada sejarah keluarga Raymond terlihat jelek.


“Cuci mukamu dulu hah!” Emily menepuk kepala belakang Sammy, April tertawa terbahak-bahak melihat mereka. Sammy melotot ke arahnya, yang dibalas kedikkan bahu oleh wanita itu.


“Aku heran. Sudah tua masih saja bertingkah seperti anak-anak” ucap Emily.


“Boys will be boys” April berkata bijak, mendengar itu Emily mengangguk paham.


Sepertinya seluruh pria memang memliki sifat yang berbeda jika bersama ibu atau pasangan mereka. Saat bersama ibu atau pasangan, para pria akan bersikap manja seperti anak-anak dan sangat berbeda saat berhadapan dengan orang lain.


Sammy sudah kembali ke tempat duduk, dia terus mengejek April dan Sean sebagai love bird. April mengacuhkan ocehan tak jelas itu. Ugh lama-lama April sangat bisa membedakan antara Sammy dan Sean.


“Kau akan ke kamar lagi?” tanya Emily kepada April yang sudah selesai sarapan.


“Iya” April mengangguk.


“Berikan susu dan roti ini kepada Sean supaya tubuhnya semakin pulih” Emily menyiapkan sarapan yang diletakkan diatas nampan, kemudian dia teringat sesuatu kalau Sean tidak suka susu.


“Astaga sebentar aku lupa, Sean tidak suka susu ganti dengan jus saja”


“Sean sangat suka susu mom” Sammy melirik nakal ke arah April.


Wajah April memerah mengingat kejadian saat kepergok oleh Sammy di dalam mobil. Kurang ajar sekali.


“Benarkah? setauku dia tidak suka”


Sebelum mulut Sammy bicara omong kosong lagi, April dengan cepat memotongnya.


“Sepertinya dia sudah suka sekarang, aku akan ke atas terima kasih Emily.. haha” April tertawa canggung dan langsung melarikan diri dari sana.


Sammy tertawa kencang melihat April yang terbirit-birit. Dia mulai melahap sarapannya dengan tenang.


“Kenapa kau tertawa?” tanya Emily. Sammy hanya menggeleng senang.


“Aku akan membangunkan daddymu, rotinya jangan dihabiskan” peringat April kepada anaknya yang selalu kelaparan itu.


...****************...


Suara gaduh berasal dari ruangannya, April yang penasaran langsung membuka pintu. Benar saja, ada seorang wanita bertubuh seksi dan tinggi sedang memarahi Bertha.


“Permisi nona, apa ada suatu masalah?” tanya April sopan.


“Apa kau yang bernama April Lilian Berwyn?”


“Iya, itu saya. Apa ada yang bisa—“


PLAK


Semua orang terkejut melihat April yang ditampar cukup keras didepan orang banyak. Dia memegangi pipinya yang terasa perih dan panas.


“Maaf nona, anda tidak boleh melakukan kekerasan seperti ini. Kita bisa membicarakannya dengan cara yang baik” ucap Bertha.


“Cara yang baik katamu?! dia ini tidak melakukan pekerjaannya dengan benar! mau ku laporan pada CEO kalian hah!” teriak wanita itu. Suaranya yang melengking membuat April geram.


“Apa kau tidak bisa bicara tanpa berteriak” Bertha mulai emosi.


April memisahkan keduanya, daripada wanita ini benar-benar melapor pada CEO sebaiknya penuhi saja apa yang dia minta. April tidak mau merepotkan Sean, hanya karena masalahnya. Apalagi pria itu masih sakit.


“Maafkan atas ketidaknyamanan anda nona. Komplain apa yang ingin anda katakan kepada saya?” April berusaha bersikap sangat sopan sekarang, lebih baik dia mengalah dan diam.


“Kenapa pesawat pribadi pesananku itu sangat kecil?!”


Ah, April baru ingat wanita yang ada dihadapannya ini adalah mantan Sean. Jadi, sebelum dia bertemu dengan pria itu. Manajer pemasaran mereka meminta untuk membuatkan sebuah pesawat pribadi, awalnya Bertha yang diberi tanggung jawab. Tapi Bertha menolak dengan alasan tim mereka khusus untuk transportasi umum bukan pribadi.


Manajer itu memohon kepada April. Dia mengatakan kalau ini permintaan anak Jonathan Raymond, saat itu masih mejabat sebagai CEO. Saat April melihat surat pembayarannya, benar disana tercetak atas nama Sean Atreo Raymond.


Dan wanita yang dihadapannya ini selalu pamer kepada April kalau pacarnya adalah pemilik Aprilian Tech, anak dari CEO Raymond Corp. Sementara April hanya menganggukkan kepalanya saat itu.


“Maaf nona.. tapi ukurannya sudah sesuai dengan permintaan anda sendiri”


“Aku tidak terima, ukurannya sangat kecil! Aku tidak mau mengambilnya!”


Sabar April, jangan buang energimu kepada cabe-cebean.


Padahal membuatnya membutuhkan waktu yang lama, akan sangat sulit untuk mengubah ukurannya.


“Begini saja. Ikut aku dan kau lihat sendiri” wanita itu memakai kacamata hitamnya diikuti oleh beberapa pengawal dan keluar dari ruangan.


“Kau sudah membuat sesuai pesanan wanita gila itu kan?” tanya Bertha. Dia ingin sekali meninju wajah sok cantik tadi.


“Tentu sudah, dia saja yang tidak bisa memperkirakan ukurannya. Tim industri juga sudah menunjukkan ilustrasinya”


“Ayo kita ikuti dia” ajak Bertha.


Ada saja kelakuan cabe-cabean Sean ini.


......................