
“Maaf Tuan, anda tidak dapat memasuki kamar ini”
“Apa? kenapa? ini kan vila keluarga ku”
“Sepertinya ini perintah Sean, mana dia?”
April terbangun mendengar suara ribut dari luar kamar. Suara dua orang pria yang sedang berdebat dengan maid. Wanita itu terkejut saat melihat pintu kamar tiba-tiba terbuka.
“Tuh kan, dia tidur dengan seorang wanita” ucap seorang pria berambut pirang, Sammy.
Wajahnya sangat mirip dengan Sean, hanya saja Sammy memiliki tubuh yang lebih langsing juga tatanan rambut yang rapi. Perawakannya ramah dan mudah tersenyum berbeda dengan Sean.
Lalu pria satu lagi memiliki tato di sepanjang kedua lengannya, Xander. Meskipun memakai kemeja lengan pendek dengan setelan rapi tetap saja terlihat mengerikan.
“Wow... Sean sangat beruntung ya Sam”
“Iya, dia wanita yang Emily ingin jodohkan denganku tapi tak jadi”
Apa?!
April beranjak dari ranjang dan mendekati kedua pria itu.
“Kau bilang apa tadi?” tanya April kepada Sammy.
“Perkenalan dulu nona” ucap Xander
Sammy tertawa canggung, dia keceplosan. Berarti April tertipu sungguhan oleh mereka, tapi kan wanita itu juga menolak perjodohan mereka bahkan menolak untuk menghadiri pertemuan.
“Aku Sammy Abercio Raymond, saudara kembar Sean bisa dibilang aku kakaknya. Senang beretemu denganmu April” Sammy mengalihkan topik pembicaraan, dan menjabat paksa tangan April.
“Jadi kau April? menarik. Perkenalkan aku Xander Enzo Willem” Xander memperhatikan April dari atas kebawah, gila sepertinya Sean menerkam wanita itu habis-habisan. Terlihat dari tangan dan lehernya yang memiliki bercak kemerahan yang sangat banyak.
“Tunggu dulu.. jadi kau orang yang ingin dijodohkan denganku? kenapa kau tidak bilang kepadaku?! Apa kalian bersekongkol” kurang ajar sekali mereka ya sudah menipu April.
Tapi disini salah April juga tidak menanyakan nama anaknya Emily, dan tidak tau kalau mereka kembar. Agak membingungkan sebenarnya padahal April dan Emily sangat dekat tapi dia tidak tau anak-anaknya seperti apa. Mungkin karena selama ini April tidak ingin menanyakan perihal anak, karena dia tau Emily pernah terpukul saat kehilangan anak kandungnya.
Dirinya hanya tau garis besar kehidupan keluarga Emily saja, seperti dia punya dua anak tiri, anaknya yang pertama adalah seorang arsitek dan yang kedua adalah pemilik Aprilian Tech. Hanya itu yang dia tau. Inilah akibatnya jika kau tidak bertanya.
“Bukankah kau sendiri yang menolakku? kau kan bilang kepada Emily bahwa kau sudah punya pacar... dan itu Sean ya?” Sammy menaik turunkan alisnya.
“Sepertinya aku diacuhkan disini” ucap Xander.
“Seharusnya kau berusaha mencariku bagaimanapun caranya” April mendengus melihat Sammy.
“Maaf nona, aku tak tertarik padamu.. aku sudah punya pacar jadi untuk apa aku mencarimu”
“Itulah maksudku. Kau sudah punya pacar jadi aku tak perlu repot-repot pusing menghadapi adikmu yang gila itu!” April mulai emosi. Adik dan kakak sama-sama suka membuatnya emosi.
‘Dan terjebak di dunia adikmu itu bodoh!’
Tapi itu hanya dalam hati April saja. Oh dia sungguh kesal, berarti selama ini Sean hanya diam saja dan pura-pura sebagai orang yang dijodohkan dengannya. Wah dasar setan licik.
Lebih baik dia berkencan dengan Sammy yang tampaknya lebih waras dibandingkan dengan Sean.
“Pusing kenapa?! banyak wanita yang ingin menjadi pacar Sean” oh disini Sammy mulai tersulut emosi juga. Lancang sekali wanita ini mengatai adiknya. Keluarganya sangat menyayangi Sean.
“Yasudah kau bilang saja pada Sean. Cari wanita yang lain”
“Ehem.. maaf aku mengganggu kalian berdebat, tapi aku ada perlu dengan Sean. Dimana dia?” tanya Xander. Dia ada urusan pribadi dengan Sean, tapi pria itu sangat sulit dihubungi belakangan ini. Itulah mengapa dia meminta bantuan Sammy untuk menemuinya.
“Tidak tau!”
Keduanya menjawab serentak dan saling menyulut api yang bekobar.
“Maaf sebelumnya.. Tuan menghadiri rapat di Raymond Corp sekarang” ucap salah satu maid.
“Oke terima kasih. Ayo Sam”
“Ayo” Sammy langsung pergi dari depan pintu kamar.
“Dan kau nona? apa kau tinggal disini?”
April melirik ke arah Xander yang sedang bertanya. Apa dia sekalian minta bantuan saja ya, besok dia akan bekerja kalau dia tetap disini pasti Sean gila itu akan menahannya. Ck disini membosankan.
“Tidak.. bolehkan aku meminta bantuanmu?” tanya April.
“Sure”
Xander melihat April yang melirik ke arah maid memberikan isyarat menyuruh mereka untuk pergi dari sana. Dan maid itu pun menurutinya. Wanita itu berbicara pelan kepadanya.
“Tolong antar aku ke apartemen. Aku tak bisa keluar dari sini. Kumohon... besok aku harus bekerja”
Xander menaikkan alisnya, kemudian pria itu tertawa. Wah Sean benar-benar ya. Dia pikir obsesi itu sudah hilang ternyata masih melekat sangat dalam, dan jika melihat bercak merah di leher April sepertinya obsesi itu semakin gila saja.
Sepertinya asik untuk sedikit mengganggu Sean.
“Baiklah, ayo”
Mendengar persetujuan itu, April sangat bersemangat. Dia langsung mengikuti kedua pria tinggi ini. Jika dilihat dari belakang, postur tubuh Sean lebih tinggi daripada mereka.
Ugh berhentilah memikirkan pria psikopat itu!
Saat hendak memasuki mobil Xander, pengawal yang berjaga langsung mencegat April.
“Maaf nona.. tapi anda tidak boleh pergi tanpa izin dari Tuan”
April menatap ke arah Sammy dan Xander. Sammy mengalihkan pandangannya ke arah lain, pria itu bersiul tenang seperti tidak ingin terlibat. Menyebalkan.
Mata wanita itu kemudian tertuju kepada Xander. Meminta bantuan untuk bebas dari sini.
“Tak apa, aku sudah mengatakan pada Sean. Kami akan menemuinya di kantor” Xander langsung mendorong April untuk masuk ke dalam kursi penumpang.
“Tidak bisa, tidak ada perintah langsung da—“
“Kau tidak percaya padaku? aku ini sahabat bos mu paham”
Xander langsung masuk kedalam mobil. Mulai melaju keluar dari pekarangan mansion. Euu dia tadi sampai bilang bahwa dirinya ini sahabat Sean, itu menggelikan.
“Aku tak terlibat ya, awas kalau kalian membawa nama ku” Sammy melirik kepada April yang duduk dibelakang. Wanita itu dengan tenang melihat pemandangan dari kaca jendela mobil.
“Dasar pengecut. Masa dengan adik sendiri takut” sindir April.
“Aku tidak takut. Hanya saja menghindar dari konflik”
“Sama saja, pengecut itu namanya”
“Kau! Heh dengar ya ak—“
“Sudah hentikan. Dimana alamat mu” Xander menghentikan perdebatan anak-anak ini, dia pusing mendengarnya. Untungnya mereka langsung diam, April juga memberitahukan alamatnya dengan lengkap.
April memandangi pepohonan yang begitu lebat di sepanjang jalan. Dari kemarin dia tidak tau ini dimana. Saat mulai memasuki jalan besar ternyata dia baru sadar ini masih di New York. Masih ada hutan di pinggiran kota besar itu. Menakjubkan.
...****************...
“Hello kid”
TAK
Sebuah belati menancap di ornamen dinding tepat di sebelah kepala Xander. Pria itu hanya tertawa, dirinya baru masuk tapi mendapatkan sambutan yang sangat bagus.
“Easy boy.. dia sudah ku antar dengan selamat” Xander duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Sean.
“Jangan ikut campur urusanku”
“Oke. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu, tolong kau ambil alih Fox Harbor”
“Aku tidak punya waktu untuk mengelola pelabuhan yang bangkrut”
“Hei! Aku akan membantumu. Ini sangat penting untukku, kau hanya perlu menanamkan saham sementara disana”
“Untukmu atau untuk Raya?” sindir Sean.
Xander berdecak mendengarnya. Pria ini seperti tidak pernah tergila-gila dengan wanita saja.
“Kau sangat perhitungan. Tenang saja aku akan selalu ingat bantuanmu ini, aku berhutang budi padamu”
Sean tertawa pelan, dia bergerak mengambil belati yang tertancap di ornamen. Mulai memainkan belati itu sambil melirik ke arah Xander. Ini tidak seperti Xander, pria ini tidak pernah memohon dengan sangat putus asa seperti ini. Ternyata wanita itu benar-benar sudah merenggut hidupnya.
“Baiklah.. James siapkan kertas perjanjiannya”
“Tunggu sebentar”
“Thank you kid” Xander tersenyum puas, tak salah dia meminta bantuan Sean.
Seorang pengawal masuk kedalam ruangan Sean.
“Tuan.. di apartemennya ada Nyonya”
“Nanti saja. Biar aku yang urus”
Oh kalau masalah ini Xander tidak mau penasaran. Lebih baik dirinya diam, walaupun sebenarnya jiwa ingin tahu Xander sangat besar tapi yang terpenting adalah Sean mau menandatangani perjajian dengannya.
Sebenarnya pria itu sangat penasaran bagaimana Sean bisa menemukan wanita yang dicarinya selama ini. Padahal dulu ada seorang wanita tua yang mengatakan bahwa yang bernama April sudah meninggal. Dirinya ingin bertanya tapi nanti saja saat sudah tidak ada hal yang mendesak lagi.
“Silahkan kalian tandatangani perjanjiannya” ucap James.
Keduanya menandatangani perjanjian yang telah dibuat. Tentu saja Sean tidak mau membantu orang secara cuma-cuma, harus ada hutang budi disini agar bisa saling menguntungkan. Dan perjanjian di atas hitam putih harus dilakukan.
...****************...
Emily terus menatap April yang berusaha menghindar dari tatapan matanya.
“Jadi... pacarmu itu Sean”
“A-apa?! tidak!”
Pacar? ha bahkan hubungan mereka tidak bisa dikatakan pacar. Bisa dibilang dia hanyalah pemuas nafsu gila Sean. Dirinya sangat ingin bicara seperti itu, tapi tidak mungkin kan.
“Benarkah? lalu kenapa kau ada di mansion bersamanya”
“Itu urusan kantor, oh ayolah apa kau harus mengintrogasiku seperti ini?”
“Ya harus, kau tak bilang alasan menolak perjodohan dengan Sammy. Ternyata alasannya adalah pacarmu, Sean” Emily mengangguk paham akan alasan April waktu itu.
“Sean bukan pacarku! berapa kali lagi harus kubilang dia bukan pacarku”
Sungguh muak terus ditanya tentang Sean. Saat ini April sudah mengangkat bendera perang kepada psikopat gila itu atas percobaan pembunuhan terhadapnya. Emily sadar tidak sih kalau putranya yang satu itu tidak waras.
Emily mengangkat sebelah alisnya menatap April curiga.
“Lalu kenapa kemarin kau tak mengangkat telponku? juga.. apa kau yang mendesah ta—“
“Bukan!” April berteriak kencang, hosh dia menyesali perbuatan gilanya tadi malam. Ampun deh rasanya juga enak, Sean sangat ahli.
Dia pusing mendengar pertanyaan Emily, lebih baik mengusir wanita itu. Dia sungguh tak tahan, tubuhnya lelah ingin tidur nyenyak.
April menarik tangan Emily menuju pintu apartemen. Mendorong wanita itu untuk cepat keluar.
“Sudah sudah.. aku mau istirahat kakiku belum sembuh total dan besok aku kerja. Jadi, jangan ganggu aku”
Kakinya memang terlihat belum membaik sepenuhnya dan masih diperban. Emily mengira itu sungguh akibat kecelakaan, padahal itu karena ulah putranya sendiri.
Emily menahan pintu apartemen” Tunggu dulu.. Sean itu playboy, aku hanya takut kau dipermainkan olehnya saja. Jika dia menyakitimu katakan padaku oke”
Ya! Anakmu itu sangat sangat playboy. Dan dia juga sudah menyakitiku berulang kali. Menyebalkan sekali si pirang gila itu. Sudah terlalu banyak sebutan untuknya sekarang.
“Aku tidak ada hubungan apapun dengannya.. sudah pulanglah Emily, bye”
Pintu apartemen sudah tertutup. Jika Sean memang memiliki hubungan degan April maka Emily akan sangat senang tapi yang membuatnya khawatir adalah Sean punya banyak mantan bahkan dirinya tak tau saat ini anak itu punya berapa pacar. Jangan-jangan April selingkuhannya.
Emily menggelengkan kepalanya. Semoga saja putranya itu orang setia jika sudah menemukan cinta yang sesungguhnya.
......................