
Siapapun yang baru pulang dari kantor dengan wajah dan penampilan tidak seperti saat pergi tadi, berarti dia sangat memiliki loyalitas yang tinggi. Beri tepuk tangan untuk orang-orang tersebut, termasuk April.
Hari ini pekerjaannya tiba-tiba menumpuk, mengerjakan artikel dan laporan yang tak henti-hentinya. Untung saja besok sudah weekend lagi, sepertinya dia akan tidur nyenyak hingga siang.
Sean Atreo Raymond
Kau masih dikantor?
^^^April Lilian Berwyn^^^
^^^Iya, katamu kau akan pulang hari ini^^^
Sean Atreo Raymond
Aku pulang sayang, kau sudah tidak sabar? pasti milikmu mu berdenyut menunggu ku kan. Tenang sayang, dia juga sedang meronta sekarang.
April tidak dapat menyembunyikan senyumannya. Dulu dia tidak suka jika Sean berbicara mesum seperti ini, tapi sekarang April mulai terbiasa dan dia tau itu merupakan lelucon jenaka hanya untuk dirinya.
^^^April Lilian Berwyn^^^
^^^Bagaimana dia meronta?^^^
Sean Atreo Raymond
Ntahlah, dia menendang celana dalamku. Astaga sudah robek sayang
^^^April Lilian Berwyn^^^
^^^Hahaha.. aku akan menjahitnya^^^
Sean Atreo Raymond
Pe*isku?
^^^April Lilian Berwyn^^^
^^^Bukan bodoh! celanamu yang aku jahit^^^
TING
Suara pintu lift berbunyi, April yang sedang asik bertukar pesan dengan Sean mendongak. Mulutnya menganga melihat seseorang yang tersenyum miring disana.
“Sean!” teriaknya girang. Sean menarik April untuk masuk kedalam lift, memeluk erat.
“Aku merindukanmu” dia menghirup aroma tubuh wanitanya. Rasa lelahnya langsung hilang saat memeluk April.
Tangan Sean menangkup wajah cantik didepannya ini. Mencium gemas seluruh wajahnya, April tertawa mendapatkan ciuman itu.
“Aku tak menyangka melihatmu di dalam lift” kekeh April, kedua tanganya memeluk perut berotot Sean.
“Sayang, dia benar-benar meronta sekarang” bisik Sean.
TING
April hanya tertawa, kakinya melangkah keluar dari lift menuju ke basement. Tangannya di tarik lembut oleh Sean, menuju ke arah yang berlawanan. Pria itu mendorong April untuk masuk kedalam mobilnya.
“Mobil ku bagaimana?” tanya April.
“Sudah kusuruh orang untuk mengantarnya ke apartemenmu” Sean mulai mencium pipi lalu turun ke leher, menggigitnya pelan. Tanganya membuka kancing kemeja yang ditahan oleh April.
“Nanti ada yang lihat, jangan disini” April panik melihat ke sekeliling.
“Tidak ada sayang, I miss you” tatapan gairah itu membuat April hanya bisa diam, ikut menikmati momen yang dia rindukan.
Sean menaikkan sebelah bra April, menghisap dadanya sensual dan meremas dada yang satunya lagi.
“Ngh kau menggigitnya terlalu kencang” April melenguh, membiarkan mulut nakal yang sedang menyusu.
April tersenyum ketika melihat mata Sean yang terpejam sambil menjilat pucuk dadanya. Pria itu seperti orang yang kehausan, mulutnya tak berhenti melahap dada April.
TOK TOK TOK
Keduanya terkejut mendengar suara ketukan jendela. Sean langsung memeluk April untuk menyembunyikan tubuhnya.
“Are you crazy?!” Sean berteriak kencang dari dalam mobil melihat si pelaku. April memejamkan matanya mendengar nada tinggi Sean.
Seseorang yang mengetuk jendela mobil itu adalah Sammy. Dia masih menempelkan wajahnya di kaca jendela mobil tempat April duduk, menunjukkan senyum menggoda.
April memunggungi Sammy, mengancingkan kembali kemejanya. Sedangkan, Sean keluar dari mobil.
“Wow wow easy brother, aku hanya ingin memberitahu besok kau harus ke mansion. Daddy ulang tahun, ini atas perintah mommy” Sammy terus berlari menajuh menghindari Sean yang marah.
“Kemari kau”
“Aku hanya ingin mengatakan itu saja. Salah sendiri sangat sulit dihubungi, aku pulang bye”
Sammy berlari tebirit-birit menuju mobilnya. Secepat kilat pria itu pergi keluar dari basement.
...****************...
“We can take a shower”
“Tapi jangan aneh-aneh ya”
“Tentu sayang”
Mereka berdua berdiri dibawah shower dalam keadaan sama-sama naked. Sean membersihkan tangan April dengan sabun mandi.
Situasi ini sangat panas, April terus menahan suaranya ketika tangan besar Sean dengan sengaja menyenggol dadanya.
“Matamu tidak terpejam lagi heh..sudah terbiasa melihat miliku?”
“Hampir setiap hari aku melihatnya” April sebenarnya sangat gugup saat ini. Apalagi milik Sean dibawah sana sangat besar dan berurat.
Sean tertawa “Nanti setiap hari kau akan melihatnya sayang”
Kali ini tangan Sean semakin turun kebawah, membersihkan paha juga kaki mulus April. Tangannya juga mengusap sesuatu di bawah sana. April mati-matian menggigit bibir bawahnya, matanya terpejam ketika terus diusap.
“Berbalik”
April menurutinya, menghadapkan tubuhnya ke dinding. Dirinya bisa merasakan tubuh Sean yang menempel dari belakangnya.
“Aku mau mencuci rambutmu” bisik Sean
Setelah mencuci rambut April, pria itu menghidupkan shower, perlahan buih sabun turun dari tubuh April. Kedua tangan pria itu mengelus leher hingga ke pahanya, terus seperti itu berulang kali sampai tubuh wanitanya bersih dari sabun.
“Kau tidak mandi?”
“Nanti sayang” Sean berjongkok, wajahnya berhadapan dengan bokong mulus April, menggigitnya pelan. Tangannya mulai nakal meraba sesuatu yang berada di bawah sana.
“Sean..” erang April.
“Berbalik lagi sayang”
“Ini sudah selesai kan? aku akan mengambil handuk” April buru-buru ingin pergi dari sana, tapi Sean menangkapnya menyudutkan dirinya ke dinding.
“Belum sayang, ada yang belum kubersihkan dengan benar” tangan Sean mulai meraba sesuatu tanpa bulu itu. Tubuhnya berjongkok melihat sesuatu yang ada di antara kedua paha wanitanya.
“Naikkan kakimu kepundaku sweetie” April menurutinya, membiarkan Sean membuka miliknya dengan jari nakal.
“Astaga Sean..” April mendesah ketika Sean menghisap miliknya.
Sean memejamkan matanya, menikmati rasa wanitanya. Menghisapnya dengan liar, menggigit paha dalam April.
“Ahh!” April meremas rambut kepala Sean sebagai tumpuannya.
“Lezat sekali sweetie” Lidah Sean mulai bermain didalam lembah basah. Hidungnya menyentuh lembut sesuatu yang ada didalam.
Jari tangan Sean semakin membuka lebar milik April. Melahap seluruh isinya, yang membuat wanita itu mendesah kencang.
“Ohh Sean.. ini akan ahh”
“Keluarkan.. jangan ditahan”
April mengeluarkan semua miliknya, matanya terpejam erat karena kenikmatan mulut Sean. Dengan senang hati pria itu melahapnya habis.
“Bagaimana? kau suka hm” Sean mensejajarkan wajahnya, hidung mancung mereka saling bersentuhan. April mengangguk malu.
“Pasti kau mau ciuman kan?” Sean terkekeh melihat wanitanya mengangguk lagi. Mereka bercumbu mesra, April tersenyum dibalik ciuman itu membuat Sean merasa sangat senang.
Apa ini artinya April mulai mencintai Sean?
Sean melepaskan ciuman mereka, menatap dalam mata hitam April “Aku mencintaimu April”
Tapi, wanita itu hanya diam. Melihat tak ada respon dari April, Sean kembali mencumbu bibirnya. Dia akan menunggu sampai April mencintainya. Jika April tetap tidak mencintainya maka hal yang harus Sean lakukan adalah mengurung hanya untuk dirinya sampai April menerimanya.
“Tanganmu sayang” Sean memegang tangan April, mengarahkan ke miliknya yang sudah sangat tegang.
“Bersihkan dia juga” bisik Sean.
Tangan pria itu menuntun tangan April untuk bergerak. Gairah April meningkat ketika melihat Sean mendesah, matanya melirik kebawah tangan mungil itu memegang sesuatu yang sangat besar dan berurat.
Sepertinya dia juga harus memusakan Sean. Dia ingin sekali mencicipi milik pria itu.
“Biarkan aku yang melakukannya” tangan April yang satunya lagi menghentikan pergerakan tangan Sean.
Sean tersenyum membiarkan April menggenggam sendiri miliknya. Tapi nyatanya wanita itu malah berjongkok sambil memegang miliknya. Lidah April mulai mejilat milik Sean.
“Nggh sayang” Sean yang melihat aksi wanitanya hanya bisa terpejam dan mendesah.
April terus memainkan lidahnya disana. Lalu dia memasukan milik Sean kedalam mulutnya yang kecil itu.
Aduh tidak muat! Sean kecewa tidak ya?
Kepala April mengdongak keatas ingin melihat reaksinya. Oh ternyata dia mendesah.
Sean membuka matanya melihat kebawah. Kedua mata mereka bertemu, Sean menyeringai seksi melihat pemandangan dibawahnya ini. Mulut kecil itu benar-benar membuatnya semakin bergairah.
“Hisap dia sayang, mainkan lidahmu sepuasnya”
April melanjutkan aksinya, sambil menggenggam milik Sean yang terus keluar masuk dari mulutnya. Sean menekan kepala April untuk terus berada disana.
“Ohh sweetie ah”
“Ini saatnya sayang” geraman nikmat Sean memenuhi kamar mandi.
“Ap—pa”
“Ahh!” cairan Sean membasahi mulut April. Tangan Sean menahan kepala April untuk menampung cairannya.
Wanita itu dengan cepat mengeluarkannya.
“Rasanya aneh. Jangan mengeluarkannya seperti itu” April mengerenyit.
“Aku minta maaf Sean”
“Untuk apa?”
April ragu mengatakannya. Lama dia diam, tapi Sean tidak mendesaknya. Pria itu malah asik menyusu dan memainkan pucuk dada April.
“Pucuk dadamu cantik sekali sayang” mulut Sean terus memainkan lidahnya di pucuk dada April. Wanita itu melengkungkan tubuhnya sambil mendesah.
April mengangkat wajah Sean dari dadanya. Menatap mata biru yang penuh gairah itu.
“Aku minta maaf”
“Untuk apa sayang” Sean mengelus wajah cantik April.
Nah kan dirinya tidak berani mengatakan.
“Karena milikmu tidak muat didalam mulutku” bodoh sekali kau April. Buat malu saja.
“Pfftt hahahaha” Sean tertawa tebahak
Wajah April sangat memerah sekarang. Dia sebenarnya ingin mengatakan bahwa dirinya masih ragu telah mencintai Sean atau tidak dan meminta maaf belum bisa membalas kata cintanya.
Sean mengusap air matanya karena puas tertawa. April yang merajuk mendorong Sean, menutupi dirinya sendiri dengan selimut.
“Hei women.. percintaan kita belum selesai” Sean membuka selimut itu, masih menahan tawanya.
“Berhenti tertawa”
“Aku sudah berhenti.. miliku terlalu besar ya?”
Wajah April memerah kembali.
“Kalau begitu aku yang minta maaf, tapi bagaimana cara mengatasinya ya? apa aku harus menggeseknya seperti ini agar dia mengecil”
Sesuatu milikr mereka berdua mulai bergesekkan sensual.
“Ini digesek terus..”
“Ngghh”
“Bergesek sampai kau basah”
Sean menegakkan tubuhnya, kedua lututnya mengurung tubuh atas April. Dengan jahilnya tangan Sean mengangkat miliknya dan menunjukkan betapa besar dan tegangnya benda itu.
“Lihat ini, bukannya mengecil malah semakin besar” Sean memegang wajah kecil April untuk terus melihat miliknya.
“Sangat besar sekali tongkat saktimu itu” April bicara seenaknya, dia pun heran bagaimana benda sebesar itu bisa masuk kedalam dirinya.
Tangan Sean membuka paksa mulut April, memasukkan kembali miliknya.
“Mmmphh Sean!” April meninju pelan dada Sean. Tapi pria itu malah menyeringai, mulai begerak maju mundur didalam mulut April yang berada di bawah. Tangan Sean terkepal kencang dikepala ranjang.
Mata pria itu terus memperhatikan adegan ketika miliknya yang keluar masuk dari mulut orang yang sangat dia cintai.
“Ahhh sweetie!”
April memejamkan matanya, tanganya melingkar di pinggang Sean sesekali meremas bokong pria. Mulutnya mulai kebas sekarang.
“Ouhh”
“Perlu kau tau sayang.. meskipun tidak muat didalam mulutmu tapi mulutmu lah yang membuat dia keluar...” Sean meghentak-hentakkan miliknya didalam mulut kecil itu.
Sial! Nikmat sekali!
“Keluar seperti ini... ohhhh!” erang Sean, dia langsung mencabut miliknya dari sana. April memuntahkan cairan itu, matanya melotot sempurna.
“Sudah kubilang jangan keluar seperti itu!” April meninju kencang perut berotot Sean. Wajahnya juga ikutan basah karena cairan kental Sean.
“Kemari sayangku..” Sean meraih tubuh April memeluknya dari samping, membersihkan wajah wanitanya dengan tisu. Dirinya tertawa melihat raut wajah kesal.
“Mari kita lakukan percintaan yang sesungguhnya hmm”
“Tidak mau”
“Kenapa?”
“Aku masih kesal dan hari ini aku lelah tubuhku sudah sakit semua”
Sean mencium pelipisnya lembut “Tidak usah lebay sayang, aku yakin besok pagi kau masih punya tenaga.. kau juga sering memukul dan menggigitku, itu sangat sakit”
“Benarkah? dimana yang sakit Sean?” April menatap serius, Sean berusaha menahan tawanya. Sebenarnya dipukul tidak terlalu sakit, tapi sakit saat digigit.
“Disini, disini, disini dan disini” Sean menunjukkan dada bidangnya, perut berotot, lengan juga kepalanya.!Itu adalah lokasi yang sering dipukul dan digigit.
“Maafkan aku ya...kau sih buatku kesal” April mengelus lembut yang ditunjukkan Sean.
“Apa masih sakit?” April serius bertanya, pasalnya wanita itu memang sering menggigit dan terkadang dia meninju Sean dengan brutal. Dia merasa bersalah. Apalagi melihat Sean yang mempoutkan bibirnya lucu. April tertawa melihatnya.
“Maafkan aku hmm” dia mengecup bibir Sean.
Jantung Sean berdebar kencang karena sikap manis itu.
Sean semakin yakin kalau April mencintainya. Buktinya dengan bersikap hangat sekarang dan mulai mencoba memuaskan hasrat dirinya, seperti yang wanita itu lakukan di kamar mandi.
“Hmm.. aku akan memaafkanmu jika kita bercinta sekarang” Sean mengamati wajah cantik yang sedang berpikir. Pria itu pun menggelitiki tubuh April karena terlalu lama berpikir.
“Hahahaha Sean geli”
“Jika kau tidak mau.. aku akan terus menggelitikmu”
“Aduh hahahaha”
“Ini rasakan”
“Hentikan hahahaha”
“Aku tidak dengar”
“Okey okey... kemarilah” April merentangkan tangannya, Sean langsung masuk kedalam pelukan hangat itu.
“Tapi, jika aku bilang hentikan. Kau harus berhenti ya”
“Siap Nyonya”
“Nyonya?”
“Kau akan menjadi milikku selamanya sayang. Persiapkanlah dirimu menerima psikopat mesum ini!” Sean menyerang leher April dan menggesekkan hidungnya disana. Wanitanya tertawa kencang dan ikut-ikutan menggesekan hidung di leher Sean.
Mereka berdua bahagia sekali.
...****************...
Dering ponsel semakin mengganggu kedua anak manusia yang sedang tidur. April berusaha menggapai-gapai nakas, ternyata bukan ponselnya yang berbunyi. Dering tersebut berasal dari ponsel Sean yang tergeletak di karpet.
“Ngh Sean, ponselmu” April menoleh ke belakang, Sean masih memejamkan mata sambil memeluknya.
Tadi malam mereka bercinta di apartemen April. Cukup lama melakukannya, setelah itu mereka tertidur pulas sambil berbagi kehangatan dengan berpelukan.
“Sean!” April menggigit dagu pria yang masih memejamkan mata disampingnya ini.
“Ck. Aku bangun” Sean berdecak, mengambil ponsel yang masih berdering.
Mommy is calling...
Sean menarik nafasnya, bersabar. Pasti Emily ingin mengingatkan mereka untuk datang ke pesta Jonathan yang berulanh tahun malam nanti.
Dan yang membuat Sean kesal adalah, sudah berulang kali Emily mengingatkannya. Saat dia masih di Brazil pun mommy nya itu selalu menghubunginya.
Dering ponsel itu selalu mengganggu mereka saat bercinta malam tadi.
“Jawab panggilan mommy” bisik Sean, dia berbaring kembali menghadapkan wajahnya di dada April.
“Kenapa aku?” tanya April.
Sean mengerlingkan mata, mulutnya beraksi di dada wanitanya.
April memutar bola matanya dan memposisikan tubuh dengan benar agar Sean bisa leluasa menyusu di dadanya.
“Dasar bayi besar” gumam April. Dia mengangkat panggilan dari Emily.
“Halo Sean! Kenapa susah sekali untuk mengangkat telponku?!” teriakan Emily itu seketika membuat April menjauhkan telinganya dari ponsel. Sean yang melihat itu tersenyum miring.
“Ha-halo..”
“April? Mana Sean?!” Emily masih berteriak.
“Ya Emily, Sean ada bersamaku. Ada apa?” tangan April bergerak mengelus kepala Sean yang masih berada di dadanya.
“Dia sedang apa sekarang? kenapa susah sekali menelpon anak itu”
Kalau pertanyaan ini April sedang berpikir jawaban apa yang tepat. Pasalnya tidak mungkin dia menjawab ‘Sean sedang menyusu padaku’
Bisa mati kutu April nanti saat bertemu Emily.
“Ngg dia sedang memeriksa laporan” April melirik ke bawah dadanya, sambil menyusu bibir Sean tersenyum.
“Kalau begitu katakan padanya. Jangan telat ke pesta Jonathan, jam 8 malam kalian harus sudah ada disana”
“Baiklah Emily, akan aku sampaikan”
“Terima kasih April. Have a nice day”
“Sama-sama, you too Emily”
Panggilan ponsel tersebut berakhir, Sean tertawa pelan lalu menggigit gemas pucuk dada April.
“Aw Sean! jangan digigit seperti itu”
Dia tersenyum miring, melepaskan pucuk dada April dan beralih mencium bibir ranum wanitanya.
“Kau harus datang bersamaku ke pesta” bisik Sean di sela ciuman mereka.
“Hmm” April memejamkan matanya, kedua lengannya memeluk erat leher Sean. Mereka berdua menikmati ciuman pagi hari yang menimbukan suara kecupan mesra.
......................
Hai...
Episode yang ini memang agak panjang hehe