Trapped In His Cage

Trapped In His Cage
Family Party



“Nghh ahh!”


“Ssttt” Sean menutup mulut April yang mendesah.


Mereka berdua sedang bercinta di belakang dapur mansion. Dan saat ini pesta belum di mulai. April berulang kali mengumpat pada Sean karena melakukan hal privasi disini.


“Ohh cepat, pestanya akan dimulai”


Sean terkekeh melihat wajah kesal wanitanya. Tangan kekarnya memegang erat paha April yang melingkari pinggangnya.


“Sebentar lagi selesai” pergerakan pinggul Sean semakin cepat, membuat punggung April semakin menempel di dinding.


Keadaan gila seperti ini hanya berani dilakukan oleh Sean. Ketika melihat kesempatan wanitanya yang sedang lengah, pria itu langsung mencumbu hingga bercinta di tempat terbuka.


Untungnya tak ada orang disana. Tapi, telinga mereka dapat mendengar suara para maid yang sedang sibuk menyiapkan hidangan.


“Ahh ahh” April mendesah pelan ketika pelepasannya tiba begitupun dengan Sean, pria itu menggeram pelan.


“Thank you sweetie”


Setelah selesai memuaskan hasratnya, Sean membatu April untuk merapikan gaun juga mengelap paha wanita itu yang basah karena percintaan mereka.


Kaki April lemas saat menyentuh lantai. Dia menatap Sean yang sedang mengancingkan celana dasarnya.


Dia menangkup wajah pria yang ada dihadapannya ini. Kemudian, bibir keduanya menyatu mesra.


“Kita melupakan ciuman” bisik April.


“Maaf aku lupa”


Ciuman lembut itu terus berlangsung, suara kecupan terus terdengar disana. Sesekali Sean membiarkan wanitanya untuk bernafas sejenak lalu melanjutkan kembali ciuman mereka.


PRANG


Keduanya membuka mata, April mendorong kuat tubuh Sean. Mereka sepertinya lupa waktu dan tempat.


“A-ampuni saya Tuan dan Nona” ucap pelayan itu.


Sean mengacuhkan pelayan tersebut, sibuk membenarkan gaun dan rambut wanitanya yang berantakan.


Sedangkan April tersenyum lembut kepada pelayan dan memberikan isyarat untuk pergi dari sana. Dia mengeluarkan tisu, mengusap bibir Sean yang terkena lipstiknya.


“Ayo sayang, pestanya akan dimulai” Sean merangkul lembut pinggang April.


...****************...


Karena pesta hanya di hadiri oleh kerabat dekat Jonathan dan Emily, banyak sekali yang menanyakan apakah April calon istri Sean.


Dan.. tentu saja pria itu mengiakan semua pertanyaan mereka. Sedangkan April hanya diam saja.


“Astaga. Apa kau calon istri anak ini?” seorang pria paruh baya yang merupakan ayah Emily bertanya kepada April.


Dia hanya tersenyum saja mendengar pertanyaan mereka. Lagian tak enak juga kalau dibantah. Sebenarnya kenapa juga dia mau-mau saja diajak ke pesta ini. Tak heran jika banyak yang akan menanyakan tentang hubungan mereka, pasalnya Sean tak pernah mengajak seorang wanita kedalam acara keluarganya.


“Kau cantik, kenapa mau dengan setan buruk rupa?”


April tertawa mendengarnya. Berarti semua anggota keluarga Sean memang sudah menyebutnya setan.


Keluarga pria itu ternyata tak seburuk yang April bayangkan. Dia sudah ketakutan tadi saat ke mansion, bayangkan saja bertemu dengan keluarga kolongmerat. Tapi, setibanya disana mereka menyambut baik April dan selalu memberikan lelucon seperti menjelek-jelekan Sean.


“Aku juga tak tau grandma” jawab April.


“Jika dia macam-macam denganmu lapor kepadaku. Kita buat botak kepalanya”


“Botak saja tak cukup. Aku masih tetap tampan” ucap Sean.


Mereka tertawa mendengarnya, satu lagi yang April tahu. Keluarga ini sangat humoris. Dan jika mereka sedang berkumpul seperti ini, mereka lebih suka membicarakan tentang kegiatan ataupun hobi yang dimiliki. Mereka tidak memiliki hobi untuk membicarakan barang mewah atau kesombongan untuk saling terlihat lebih tinggi.


“Percaya diri sekali kau” Emily menatap jenaka kepada Sean. Dia membawa April untuk bergabung makan bersama.


“Mom! kenapa kau mengambil April dariku?!” teriakan Sean membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Pria itu berjalan cepat menyusul Emily, dan menarik kembali tangan April untuk dia genggam.


“Astaga. Kenapa heboh sekali, mom hanya mau mengajaknya makan”


Sean menunjukkan raut wajah tak suka melihat tindakan Emily. Karena tindakannya itu dia mendapat teguran dari April.


“Tidak perlu berteriak begitu, dia mommymu. Minta maaf kepadanya”


Bagai bocah penurut, Sean meminta maaf kepada Emily “Aku minta maaf mom”


Semua orang yang melihat adegan itu sangat terkejut. Mereka tidak pernah melihat Sean yang begitu patuh kepada perintah orang lain. Tapi April dengan mudahnya memerintah pria itu.


“Kita makan bersama hmm” ucapnya manja kepada April.


“Iya”


Lagi-lagi semuanya tercengang melihat sikap sok manja Sean. Termasuk Emily, wanita itu menatap takjub kepada hal yang tidak pernah dilihatnya.


Mereka berdua duduk berdampingan menikmati makan malam. April bertindak sangat perhatian kepada Sean, dia memotongkan steak untuk pria itu agar mudah untuk memakannya.


James mendekati tempat duduk April, dia sedikit berbisik.


“Carissa baik-baik saja?” bisiknya.


“Kenapa memangnya?”


“Dia tidak membalas pesanku sampai sekarang”


Jadi James dan Carissa saling bertukar pesan? Kenapa dirinya tak tahu. Atau memang Carissa akan menceritakan semuanya nanti.


Sebenarnya dia sudah curiga saat James datang ke Mall padahal dia sedang cuti. Ternyata pria itu tertarik dengan Carissa. Tapi, sahabatnya satu itu tidak pernah mengungkit atau membicarakan James. Kasian sekali nasib pria itu kalau sampai terjadi cinta bertepuk sebelah tangan.


April berpura-pura tak tahu kenapa James bertanya tentang keadaan Carissa “Mungkin dia sedang sibuk”


“Sayang, jangan berbisik dengan James. Aku tak suka”


April memutar bola matanya, setan gila disebelahnya ini sangat cemburuan dan posesif akut. Bahkan dia menatap James dengan wajah datar dan dinginnya.


“Lebih baik kau lari darinya. Dia itu pria yang berbahaya” ejek Sammy, dia duduk didepan April.


Ejekan tersebut mendapatkan persetujuan dari orang-orang yang sedang makan disana.


“Diam kau!”


Lihatlah mudah sekali marah, padahal itu hanya lelucon dari Sammy.


“Sean.. abaikan saja, habiskan makananmu” April mencubit paha pria itu untuk diam dan tenang.


Tanpa mereka sadari, orang-orang disana sangat terhibur dengan sikap manja Sean yang tidak pernah mereka lihat.


...****************...


April tertawa lembut melihat wajah Sean diatasnya. Mereka berdua sedang bercinta diapartemen April. Setelah mengantarnya pulang dari pesta, Sean merengek ingin bercinta katanya yang tadi masih kurang.


“Kenapa?”


“Tidak, hanya saja aku suka melihat wajahmu yang memerah dan berkeringat itu.. sangat seksi”


“Pasti kau bernafsu melihat wajah seksi ini” Sean mengecup bibir wanitanya dan terus bergerak keluar masuk di bawah sana. Permainan mereka kali ini cukup santai, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.


April tertawa, balas mengecup bibir seksi itu “Sangat ahhh”


“Aku akan keluar sayang” Sean mulai bergerak cepat dan dengan sekali hentakan miliknya mengeluarkan didalam milik April. Wanita itu memejamkan mata, menikmati rasa hangat yang menjalar di rahimnya. Kemudian mereka bercumbu mesra, saling menghisap bibir memberikan kecupan-kecupan manis.


“Kau mau lagi?” tanya Sean


“Boleh”


“Kalau begitu aku bergerak ya, milikku sudah membesar lagi” Sean mulai bergerak keluar masuk dibawah sana. Dia melihat kebawah miliknya dan milik April yang saling memompa kenikmatan.


“Tentu nghhh”


Setelah itu, mata nakal Sean terus memperhatikan dada April yang bergoyang karena hentakannya. Jika diperhatikan dada April semakin membesar.


“April.. kenapa dadamu semakin besar” Sean berhenti sejenak, tangannya meremas dada April. Benar kan, tambah besar.


“Iyahh Sean.. oh jangan berhenti” April menepuk pelan lengannya. Pria itu mulai bergerak lagi. Mulutnya menyusu dada yang terlihat lebih besar itu.


“Benar sayang.. dadamu semakin membesar”


“Jelas membesar.. kau terus menghisapnya dan menyusu seperti orang kelaparan” April mulai melingkarkan kakinya ke pinggang Sean. Supaya milik pria itu masuk lebih dalam.


“Benar juga”


“Percepat.. aku mau tidur sekarang sudah tengah malam” April mulai merangsang Sean dengan menggesekkan dadanya yang bulat itu ke dada bidang Sean.


Sean mulai bergerak cepat dan liar. Menghentak-hentak April hingga wanita itu melengkungkan tubuhnya dan kepalanya mendongak keatas karena ulah Sean.


“Ahhh April.. nggh sayangku”


“Ohhh ohhh”


Keduanya mulai merasakan puncak kenikmatan. Pelepasan keduanya terjadi bersama, Sean membiarkan sejenak cairannya untuk terus masuk kedalam rahim wanitanya. Sean memejamkan mata menunggu cairan yang banyak itu masuk seluruhnya, rasanya lega dan enak.


CUP


“Tidurlah sayang” diciumnya dahi April. Seketika mata wanita itu terbuka kembali.


“Pulanglah Sean, bukanya besok kau akan ke Italia?”


Sebenarnya, April sangat kesal saat Sean mengatakan bahwa dia besok akan pergi lagi ke luar negeri dan tujuannya kali ini adalah Italia. Dia ingin melakukan beberapa tinjauan terhadap perusahaannya disana.


Ugh menyebalkan sekali. Padahalkan Sean baru pulang ke New York. Dia masih rindu, tapi pekerjaan merebut pria itu darinya.


“Aku akan menunggumu tidur”


Dia menjewer telinga pria itu hingga dia menggaduh kesakitan.


“Jangan keras kepala. Kau juga harus istirahat”


“Tapi.. akhh sayang” Sean menggaduh lagi karena telinganya semakin dijewer kuat.


“Tidak ada tapi-tapi, pulang sekarang. Aku juga mau tidur malas lihat wajahmu terus” April menodorng Sean dengan kakinya agar menjauh dari ranjang.


Pria itu akhirnya mengalah, dia memakai pakaiannya kembali. Tak lupa menyelimuti April dan mencium keningnya.


“Aku akan menghubungimu sayang.. good night”


“Good night”


Sejauh ini hubungan mereka berkembang lebih baik, ya meskipun April belum mengungkapkan perasaannya. Tapi, Sean senang karena wanita itu sudah mulai menerima kehadiran dirinya.


......................