
Oh ayolah!! Binatang pun akan pingsan jika tanpa sengaja merasai bubuk yang mereka sebut sebagai BUMBU.
“Apakah tidak ada garam, gula ataukah bumbu penyedap masakan lainnya?”
“...”
Dayang itu pun cukup heran dengan pertanyaan permaisuri Ling. Pasalnya ia cukup asing dengan nama yang disebutkan barusan.
“M-maaf permaisuri! Hamba merasa asing dengan jenis bumbu yang anda sebutkan tadi.” Ujar sang dayang merasa tak enak hati juga bingung.
Bagaimana tidak bingung? Nama bumbu yang disebutkan permaisuri Ling tadi cukup aneh. Ataukah dirinya yang terlalu lama berada di dapur istana dan ketinggalan informasi terbaru mengenai bumbu baru ini? Dan ataukah mungkin ini adalah bumbu turun temurun khusus dari keluarga marga Huang?
Mendengar penuturan sang dayang tentu saja membuat Flo bungkam. Ia menjadi bertanya-tanya, sekarang ia terdampar di abad ke berapa? Mengapa bumbu dasar saja tak ada yang tau?
Flo tidak ingin selama berada di istana kekaisaran dan harus memakan makanan binatang ini? Tidak akan mau, Ingat itu!!!
Tetapi, tunggu!!!
‘ Di drama kolosal yang biasa aku tonton, orang yang pintar menemukan sesuatu yang berharga akan di pandang oleh kekaisaran. Bukankah ini adalah hal yang sangat menguntungkan? ’ Batin Flo penuh semangat.
Ini adalah langkah pertama yang bisa dilakukan Flo untuk menarik simpati warga dinasti Tang. Mungkin pencarian bahan akan ia lakukan dengan segera.
“Permaisuri!! Apakah ada yang saat ini tengah anda pikirikan?” Tanya dayang mengejutkan Flo. Dengan sigap Flo menggelengkan kepala.
“Tak ada, silahkan lanjutkan pekerjaan mu.” Setelah mengatakan kalimat itu, Flo lantas pergi melanjutkan aktivitas berkeliling istana kekaisaran.
Untuk langkah pertamanya, mencari bumbu masakan demi kelangsungan hidupnya yang paling utama. Dan setelahnya ia akan menggemparkan satu kekaisaran hanya karena bumbu itu, juga dengan beberapa hal yang sederhana di jamannya tetapi menjadi sesuatu yang berharga di sini.
Dengan santainya Flo berjalan mengamati tiap bagian istana kekaisaran. Segala ukiran yang ada di dalamnya begitu indah dan juga ukiran naga lah yang terlihat sangat mencolok dari tiap pilar.
“Sangat indah!!” Gumam Flo tanpa sadar sambil mendongakkan kepala untuk mengamati lebih jauh.
Karena rasa kagumnya, Flo bahkan tak sadar jika langkah kakinya itu membawanya ke salah satu area yang cukup sepi dan tak ada siapapun.
“Heh?? Apakah pintu ini tidak ada penjaganya? Mengapa aku merasa aneh dengan di sekitaran ruangan ini?” Ucap Flo sambil memegang tengkuknya yang tiba-tiba meremang.
Tatapan matanya teralihkan sejenak pada sebuah kendi yang berada tepat di sampingnya. Kendi liat yang ditutupi kain putih di bagian atas membuat rasa penasaran Flo memuncak.
Perlahan tapi pasti, ia melangkah mendekat dan memperhatikan dengan lamat kendi itu. Flo baru menyadari jika pada kendi itu terdapat ukiran sayap yang berwarna keemasan. Setelahnya, ia kembali berfokus pada pintu.
Ia merasa jika tengah berada di wahana uji nyali karena atmosfer di kawasan itu. Pintu ruangan yang tertutup kain putih pada gagangnya membuat Flo merasa penasaran.
Meskipun terbesit rasa takut tetapi rasa penasaran yang cukup tinggi membuatnya menguatkan diri. ‘ Oh ayolah!! Tidak ada hantu di dunia ini. Entah itu di kehidupanku terdahulu bahkan saat ini pun tidak ada yang namanya hantu.’ Batin Flo dan dengan pelan membuka ikatan kain putih itu dari gagangnya. Tetapi sebelumnya ia memastikan situasi benar-benar aman.
“Hantu? Cihh!! Itu hanyalah tipuan otak semata. Jika kita terlalu memikirkan atau bahkan menghayalkan sesuatu di pikiran kita maka sesuatu itu akan muncul spontan dalam pikiran atau dikenal dengan istilah ilusi.” Ujar Flo tampak menggerutu.
Sama halnya dengan hantu. TIDAK ADA HANTU DI DUNIA DAN DIMENSI MANAPUN!! Kembali lagi kepada Flo yang masih dengan lamban membuka kain putih itu.
Kendi liat yang sebelumnya berdiri elok tepat di dekatnya tiba-tiba saja pecah tanpa sebab dan dengan spontan Flo berteriak lantaran kaget dan segera berlari terbirit-birit meninggalkan ruangan itu.
PRANG...
Dengan secepat mungkin Flo berlari menjauh dari area tersebut. Apakah penghuni area itu narah karena perkataannya barusan? Apakah benar-benar ada yang namanya hantu? Lalu mengapa kendi itu bisa pecah padahal tak ada angin kencang juga disana hanya dirinya seorang?
T-TIDAK MUNGKIN HANTU KAN?
Setelah berlari selama beberapa saat, Flo pun langsung duduk bersandar di bawah pilar besar. Ia baru menyadari jika ia tengah berada di area aula istana kekaisaran. Flo melihat ke arah pintu masuk aula yang ternyata dijaga oleh pengawal yang berbeda dari tempo hari.
Seorang penjaga yang sedang bertugas di pintu aula nampak terkejut melihat permiasuri Ling yang berlari dari kejauhan. Apakah ada penjahat? Begitu fikir pengawal itu dan dengan segera mendekat ke arah Flo.
“Ada apa permaisuri? Mengapa anda berlari kencang?” Tanya pengawal itu dengan raut wajah bingung.
Melihat kemunculan pengawal tepat di hadapannya dan dengan tidak sopan tanpa memberi salam penghormatan kepada dirinya? Bukankah sesuatu hal yang perlu di beri pengajaran?
“H-hantu!!” Ucap Flo tanpa sadar.
Mendengar penuturan sang permaisuri membiat tubuh si pengawal gemetaran dan dengan cepat ikut duduk bersembunyi di belakang bahu Flo.
“Hei!! Apa yang kau lakukan?” Tanya Flo agak ketus. Hal yang sangat tidak sopan dilakukan seorang pengawal kepada permaisuri.
“Tadi permaisuri bilang h-hantu..??”
“Ku rasa!” Jawab Flo malas.
“A-apakah permaisuri benar-benar melihat hantu? Bagaimana bentuknya?”
Melihat dari respon tubuh sang pengawal membuat Flo bertanya-tanya. Memang hal yang lumrah jika orang takut pada makhluk tak kasat mata itu, tetapi hanya dengan mempercayai cerita orang lain? Bukankah sesuatu hal yang sangat bodoh?
Tapi tak apa, sesekali berbuat jahil tak akan mendatangkan bencana bukan? Anggap saja sebagai hukuman kecil karena tak memberikan salam penghormatan padanya.
“Untuk apa permaisuri ini membohongi rakyatnya? Kau tau, hantu itu memiliki mata yang sangat merah menyala, kepalanya ada 2 dan jangan lupakan tangannya yang sangat panjang lengkap dengan kuku hitam yang sangat tajam. Jika saja permaisuri ini tak berlari kencang, mungkin permaisuri ini akan menjadi mangsa baru untuknya.” Jelas Flo sepenuhnya bohong.
Sang pengawal tak bisa menutupi rasa cemas juga takut di waktu bersamaan. Dulu dinasti itu juga sempat gempar akan berita mengenai hantu yang melenyapkan hingga ratusan nyawa.
Tentunya dengan berita yang di sampaikan permaisuri Ling akan menjadi sebuah berita besar untuk dinasti Tang. Terlebih lagi hantu itu ada di lingkungan istana kekaisaran?
“Y-yang mulia kaisar harus tau berita ini!!” Gumam si pengawal dan bergegas lari menuju ruangan sang kaisar.
Flo yang melihatnya tak dapat menutupi gelak tawanya lantaran berhasil membohongi pengawal tak punya adab itu dengan karangan ceritanya.
Tetapi, tunggu dulu!! Sepertinya ada kalimat yang aneh dari si pengawal.
“Ya Tuhan!! Pengawal itu akan memberi tau si bedebah itu? Bukankah aku juga akan terkena masalah karena ini? Haishh... Kau sungguh bodoh Flo! Lihat sekarang apa yang akan kau lakukan karena kejahilan mu kali ini?” Sesal Flo sambil menggigit bibir bawahnya.
Setelah masalah tuduhan 'pembunuhan' itu belum usai, sekarang akan muncul masalah baru lagi yang tentunya ber-atas namakan Ling Huang.
‘ Kedepannya aku akan mungkin banyak berbincang dengan kaisar sialan itu. Huhh... Sebelum itu, aku harus melakukan pencarianku secepatnya. Setidaknya itu akan menjadi secuil harta untukku kedepannya.’ Batin Flo
...SEE YOU NEXT...