THE SECOND OF LIFE EMPRESS

THE SECOND OF LIFE EMPRESS
TSOLE 17



Di ruang kerja sang kaisar, seorang pria dengan hanfu hitam legam tengah berdiri dan menunduk patuh. Tak hanya itu, Zen juga terlihat berdiri agak menjauh dari posisi keduanya.


Setelah mendapat berkah dari Kakek Mo yang tak lain adalah guru Kaisar Feng, ia kini bisa merasakan aura mencekam yang sebelumnya tak pernah ia rasakan.


Tentunya, dulu ia hanyalah bayangan kaisar semata dan tak memiliki perasaan juga emosi. Tetapi mendapat tekanan aura sekuat ini membuat dirinya merasa terancam. Zen pun juga merasa demikian.


Tubuhnya sudah berusaha menahan tekanan aura yang sangat besar ini tetapi menurut kaisar Feng hanya tekanan aura kecil untuk mengintimidasi lawan.


Kesalkah? Hmm!!


“Apakah ada perintah Tuan?” Tanya ChenWu.


Tukk Tukk


Bunyi ketukan meja terdengar menggema diruang sunyi itu. Sedangkan sang empu hanya terdiam dengan raut wajah tak terbaca.


“Bawa keparat itu ke tempat biasa Zen. Jangan biarkan dia terluka sedikitpun atau kau yang akan menggantikan posisinya.” Suruh kaisar Feng dan segera diangguki Zen.


Berita yang harusnya diketahui oleh sebagian orang saja malah tersebar luas hingga para rakyatnya pun mengetahui.


Memang pengawal yang pantas dibinasakan! Berlari sebelum perang.


“---”


Dalam situasi ini, ChenWu sudah berusaha merapalkan segala macam mantra yang ia ketahui agar bisa terhindar dari amukan sang Tuan.


Akibat berkah yang telah diberikan sang Dewa melalui Kakek Mo, ia harus merasakan perasaan tertekan seperti ini. Bukankah lebih baik jika ia menjadi bayangan tanpa perasaan?


“Bagaimana? Apa ada informasi lain yang kau dapatkan?” Tanya Kaisar dengan posisi membelakangi lawan bicara.


HUHFFHH..


“Sejauh ini tak ada pergerakan yang mencurigakan Yang mulia. Hanya perbincangan masa lampau mengenai sihir.”


‘Sihir??’ Batin Kaisar Feng.


Sepertinya kejadian kemarin saat Zen menggunakan sihir teleportasinya membuat permaisuri Ling begitu penasaran.


‘Cih!! Wanita lemah seperti dirinya ingin mengorek informasi tentang sihir?’


“Baiklah... Dan bagaimana dengan guru ku? ” Lanjut Kaisar Feng.


“Seperti yang hamba bilang kemarin, beliau berpesan untuk menyampaikan apa yang beliau bilang kepada Yang mulia Kaisar.”


Terdengar decakan lirih dari pria di hadapan ChenWu saat ini. Sedari dulu guru nya itu selalu memanfaatkan keadaan.


Melihat anggukan singkat dari Kaisar Feng membuat ChenWu dengan cepat menghilang dan berbaur menjadi bayangan semula.


“Jemariku terasa gatal ingin mencabik-cabik sesuatu. Tunggu saja kau! Sampai semua ini selesai maka akan ku siksa dengan perlahan.” Gumam Kaisar Feng sembari mengepalkan telapak tangan kanannya.


Sungguh kejam (╥﹏╥)


***


Hari sudah beranjak siang dan terik matahari begitu menyengat di ubun-ubun kepala. Mengenai kemunculan hantu cukup membuat pening sang Kaisar dinasti Tang.


Menurut penjelasan permaisuri Ling jika ia melihat hantu di area itu.


‘Aku harus memeriksanya sendiri. Lagi pula bagaimana bisa wanita itu bisa sampai kesana?’ Batin Kaisar Feng dan dengan sekejap mata menghilang menggunakan teleportasi?


Tak sampai beberapa hitungan detik, sang Kaisar telah berada persis di depan pintu ruangan yang dimaksud istrinya.


Dilihatnya bekas pecahan kendi liat masih berserakan di lantai. Tentu saja tak akan ada yang membersihkan lantaran ini adalah area yang telah diberi sihir ilusi hingga tak ada satupun yang menyadari terkecuali orang kepercayaan Kaisar Feng dan juga dia, permaisuri Ling.


“Tapi bagaimana mungkin kendi liat ini bisa pecah? Apakah wanita itu menyenggolnya?” Gumam Kaisar Feng sembari memperhatikan sekelilingnya.


Tali putih yang masih terikat erat di pintu setidaknya membuat Kaisar Feng bisa menghela nafas lega. Entah apa yang ada di dalamnya tetapi sepertinya itu sesuatu yang sangat penting bagi Kaisar Feng.


Dengan seksama ia menoleh ke kiri dan ke kanan memeriksa keadaan sekitar, tetapi nihil. Jikapun ada hantu atau roh jahat ia pasti bisa merasakan aura ancaman darinya.


Sejenak Kaisar Feng menutup mata dan terlihat begitu penuh konsentrasi. Di dalam pikirannya terpampang jelas reka ulang kejadian yang sebenarnya.


Reka ulang kejadian? Kekuatan yang cukup luar biasa ⊙_⊙


Apa yang disampaikan permaisuri Ling kemarin tak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Memang benar-benar mencari mati untuk kedua kalinya.


“Entah mengapa dia bisa lolos dari sihir ilusi ku dan sampai ke tempat Ini. Syukurlah ia tak sempat membuka ruangan ini.”


“Jika itu sampai terjadi, jangankan wanita sialan itu bahkan keluarganya pun akan ku binasakan.” Lanjut Kaisar Feng.


Jadi semua ini bukanlah perkara hantu, apa atau siapa yang menjadi pelaku kendi ini? Begitulah yang ada dipikiran Kaisar Feng.


Dengan perlahan ia melangkah dan mengusap pelan pintu ruangan itu dari luar. Helaan nafas berat terdengar begitu jelas bibir pria itu.


“Tunggulah sebentar lagi... ”


***


Sedangkan di tengah hutan lebat seorang pria tua tengah mengemas beberapa perlengkapan yang entah apa namanya.


Dengan tubuh agak bungkuknya ia melangkah dengan perlahan dan sesekali terdengar gerutuan kecil seakan mengutuk seseorang.


Beberapa perlengkapan berbahan emas yang dirasa cukup penting ia masukkan kedalam ruang sihir dimana bisa menyimpan segala benda.


Dirasa cukup penting? Bahkan itu bukan lagi beberapa melainkan semua barang yang berbahan emas di gubuk tuanya pun dibawa.


“Dasar murid nakal itu tak ada niatan membantu pria tua renta ini. Semoga saja dewi membalasmu Xiu'er !! ”


Masih ingatkah kalian saat Kaisar Feng memberi misi kepada ChenWu untuk mengantarkan sesuatu kepada gurunya di hutan belantara sembari meminta pertolongan? Dia adalah Kakek Mo, guru dari Kaisar Feng.


Entah mengapa pria tua itu lebih memilih tinggal di tengah hutan yang dipenuhi banyak siluman dari pada tinggal di altar suci sebagai mahaguru.


Jawabannya hanya satu!! Tinggal di altar suci dan menjadi mahaguru harus terjauh dari segala kemegahan dan Kakek Mo si penggila emas tak sanggup berjauhan dengan barang penting yang sudah menjadi bagian hidupnya.


Haishh... Sudah tua bukannya mengabdi melakukan kebajikan malah memilih bersama harta bendanya. Benar-benar... -_-+


Pesan balasan dari Kaisar Feng belum di dapatkan oleh Kakek Mo tetapi ia sudah berbenah dengan emasnya. Lagi pula Kakek Mo merasa agak bosan berada di tengah hutan belantara dan tak ada yang cukup menarik. Berangkat lebih awal lebih baik bukan??


“Haishh... Cukup membosankan berada di tempat ini sendirian. Apakah ada hal yang menarik lagi tentang emas sekarang ini? Hoho... Tunggulah guru kesayanganmu ini Xiu'er, guru mu ini akan membantu menghabiskan harta mu hoho!!” Ucap Kakek Mo dengan wajah riang gembira.


Ia juga cukup penasaran roh jahat semacam apa yang sampai membuat Xiu'er harus meminta bantuannya? Segala ilmu sihir telah diajarkan kepadanya. Apakah roh jahat itu begitu kuat sehingga murid nakalnya itu kesusahan?


“Ya Dewa... Xiu'er ku saja yang merupakan seorang Kaisar terkuat ditambah ilmu sihir yang sudah tingkat dewa merasa cukup kewalahan apalagi dibanding pria tua bungkuk ini.”


“Mungkin saat tiba disana tubuhku sudah tak berbentuk.” Ucap Kakek Mo cukup mendramatisir.


“Tapi tak apalah. Biarpun aku mati selama berada di dekat emas-emasku tak akan jadi masalah.” Lanjutnya dengan tatapan mata berseri-seri.


Memang benar maniac emas -_-||


...SEE YOU NEXT...