
Mendengar perkataan dewi kehidupan tadi, membuat Flo keheranan. Apa maksudnya? Mengapa pembahasan ini begitu membingungkan.
“Daku tak mengerti dengan manusia mengapa begitu egois juga munafik. Orang yang dikau sebut sebagai tujuan hidup telah melakukan ritual pemanggilan. Ritual yang sangat kuno dimana mengirimkan jiwa seseorang ke tubuh yang telah kosong.” Jelasnya dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
Sang dewi merasa jika hal ini pasti sangat sulit di cerna oleh manusia biasa seperti Flo, apalagi berasal dari dunia modern. Namun setidaknya dia tak berperisangka buruk terhadap para dewa dan dewi.
“T-tunggu, aku tak mengerti sama sekali apa yang kau maksud.” Ujar Flo.
“Biar daku jelaskan secara singkat.” Kata dewa keberuntungan secara perlahan mendekat ke arah Flo juga dewi kehidupan dengan cara melayang.
Ia pun menempatkan posisi tepat di samping dewi kehidupan dan menatap dengan serius ke arah Flo yang sedikit menunduk.
“Manusia dahulu kala begitu kental dengan dunia sihir juga mistik dimana semua orang bisa menggunakan sihir jika mereka menekuninya. Dahulu tak ada manusia manapun yang tau dengan ritual pemanggilan. Tetapi setelah salah seorang pengawal dewa menjalin kontrak dengan manusia, ia diajari bagaimana cara melakukan ritual kuno ini.”
Mereka yang ada disitu mendengarkan dengan saksama, bahkan Flo pun juga begitu memperhatikan tiap kata yang keluar dari bibir sang dewa keberuntungan untuk berusaha memahaminya.
Sedikit mustahil juga membingungkan hal seperti ini pernah terjadi di dimensinya dulu sekali. Ia pikir jika sihir semacam itu hanya terjadi di dimensi yang ia tempati saat ini.
“Seperti yang dikatakan oleh salah seorang rekan daku jika sesuatu yang indah harus ada pengorbanan, maka ritual pemanggilan ini juga membutuhkan pengorbanan yang setimpal. Singkatnya, Nenek dikau telah melakukan ritual kuno ini dengan mengorbankan nyawanya sebagai perantara dirimu memasuki dimensi ini.” Lanjut dewa keberuntungan dengan raut wajah simpati.
NENEK??
Ini tidak benar kan? Apakah dirinya salah pendengaran? Nenek mengorbankan nyawanya untuk ini semua?
“T-tolong katakan jika ini hanya bualan kalian semata! Tidak mungkin Nenek melakukan ini semua bukan? Y-ya pasti kau hanya bergurau saja haha....” Lirih Flo berusaha tertawa untuk menguatkan dirinya.
Mereka yang ada disini hanya membual dengan kalimat tak berbobot. Apa tadi katanya? Nenek mengorbankan nyawanya? Cihh!! Benar-benar omong kosong.
Neneknya masih hidup bahkan saat ini mungkin tengah merajut seperti biasanya. Hanya saja berbeda dimensi hingga ia tak melihat secara langsung.
“Itulah mengapa daku mengatakan jika manusia itu egois juga munafik. Mereka rela mengorbankan nyawa demi orang terkasih. Miris sekali.... Tetapi, daku sangat salut dengan tindakan beliau hanya demi cucu tercinta dia sampai rela melakukan hal sejauh itu.” Jelas dewa keberuntungan tak menanggapi pertanyaan Flo.
“---”
Flo masih terdiam dan tak tau harus bereaksi seperti apa. Otaknya seakan menolak tiap perkataan yang dilontarkan oleh mereka berdua.
T-tapi, jika memang benar demikian lalu mengapa? Mengapa Nenek melakukan hal sampai sejauh ini sampai mengorbankan nyawanya?
“Ingatlah!! Tak perlu menyalahkan siapapun dalam hal ini. Baik kami ataupun beliau melakukan semua ini untuk dikau, percayalah!!” Jelas dewi kehidupan dan kembali ke tahtanya diikuti dewa keberuntungan.
Mereka merasa urusannya telah selesai dengan Flo. Jika bukan karena permintaan wanita renta itu, sungguh tak mungkin para dewa dan dewi menampakkan wujud mereka dihadapan manusia. Apalagi dengan menggunakan wujud anak kecil.
Selain itu, salah satu penghuni istana langit cukup tertarik dengan Flo sehingga membuat mereka tak keberatan sama sekali untuk menemuinya. Sungguh mereka pun cukup penasaran dengan sosok manusia yang telah berhasil memikat perhatian salah seorang penjaga istana langit..
“Sudahi kesedihan dikau!! Menangisinya pun tak ada gunanya. Sekarang kau telah memulai hidup baru di dimensi yang baru dengan menempati tubuh yang baru pula. Di dimensi ini banyak yang menyayangi dikau dan ada segelintir orang yang membenci dikau. Jalanilah hidup barumu, Nona. Kami selalu memberkati dikau di kehidupan ini. Berbahagialah!!” Jelas Dewi keberuntungan dengan panjang lebar.
Sedangkan Flo masih setia terduduk dengan pandangan mata menatap lekat ke para dewa dan dewi. Jika memang benar Nenek melakukan hal sejauh ini hanya demi dirinya, ia tak boleh menyia-nyiakan pengorbanan beliau.
‘Apakah Nenek merasakan penderitaan Flo di kehidupan terdahulu? N-nenek!!! Flo berjanji akan menjalankan kehidupan yang baru di dimensi ini. Semoga Nenek berbahagia di alam sana.’ Batin Flo berusaha tegar.
Dengan perlahan ia bangkit dan menghapus jejak air mata di kedua pipinya. Sedikit beban dan kesedihan di hatinya terangkat. Tak perlu ada yang disesali sekarang ini.
“Terima kasih karena telah repot-repot menjelaskan hal ini kepada hamba. Dan mohon maaf atas kelancangan hamba yang tak sopan tadi.” Ujar Flo sembari menundukkan kepalanya.
“Tak apa, kami mengerti perasaan dikau. Dan satu lagi, ada baiknya jika dikau segera kembali!” Titah dewi kehidupan.
“Aishh... Aku baru ingat dengan monster itu. Huhu... Mengapa nasibku begitu sial dewa??” Pekik Flo tanpa sadar.
Leo dan para dewa dan dewi sedikit terkejut dengan ucapan Flo. Mengapa mengadu semacam itu? Apalagi di hadapan sang dewa keberuntungan langsung?
Sadar akan situasinya saat ini, Flo spontan menutup mulutnya menggunakan telapak tangan serta mengutuk dirinya yang seakan menyalahkan para dewa.
GGRRHHH....
“Apa yang kau katakan tadi?” Tanya Leo dengan nada menekan di tiap kata.
Sepertinya Leo sedikit merasa terganggu dengan perkataan Flo tadi. Sedangkan Flo sendiri nampak berdecak kesal dan menatap sinis ke arah binatang berbulu itu.
Flo tak ada maksud apa-apa dan spontan berkata demikian. Menurutnya, segala sesuatu yang berhubungan dengan Kaisar biadab itu ibarat bencana yang perlu segera di cegah bahkan kalau perlu dihindari.
Merasa akan ada hawa perdebatan antara keduanya, dewa kehidupan segera mengangkat suara.
“Haha!! Mengapa dikau tak mengajukan berkat keberuntungan kepada rekan daku?” Tanya dewi kehidupan sembari menatap ke arah dewa keberuntungan yang raut wajahnya sedikit masam mendengar perkataan Flo.
Nyawanya sewaktu-waktu bisa lenyap jika berurusan dengannya.
Ibaratnya semacam uang kita akan habis tanpa sadar jika dihadapkan dengan diskon -_-
“A-anu...”
“Ya ya ya, daku mengerti. Dikau baru pindah ke dimensi ini sehingga tidak tau ada yang dikatakan pemujaan untuk memperoleh berkat para dewa dan dewi. Lakukanlah hal kebajikan dan juga berdoalah atas nama para dewa maka akan diberkati kau.”
“Untuk saat ini akan daku berkati dikau bisa mengetahui masalah yang akan terjadi. Dengan begitu, dikau bisa mencari pencegahan. Bukankah itu sudah cukup?” Lanjut dewa keberuntungan dengan raut wajah sedikit ponggah.
Mendengar perkataan dewa keberuntungan membuat Leo tak dapat menyembunyikan raut wajah terkejutnya. Hanya demi manusia biasa seperti wanita ini bisa mendapat berkat yang luar biasa seperti itu? Apakah dewa keberuntungan tengah bergurau?
“Cihh!! Benar-benar beruntung dirimu, manusia hina!!”
Ternyata tak hanya dewa keberuntungan saja yang ingin memberkati Flo, nampaknya dari beberapa dewa seakan ingin ikut memberkatinya yang mana membuat Leo seakan ingin terjun bebas ke bumi.
“Saatnya giliran daku....”
...SEE YOU NEXT ...
CAST:
Dewi Kehidupan
Dewa Keberuntungan
Dewa Kegelapan