THE SECOND OF LIFE EMPRESS

THE SECOND OF LIFE EMPRESS
TSOLE 20



Keributan antara Kakek Mo dengan pejabat Hong menjadi tontonan bagi semua yang ada di aula. Bahkan tak ada yang berani memisahkan karena mereka beranggapan jika itu memang pantas untuk pria tua itu yang dengan berani masuk secara sembarangan dan tak menghormati sang Kaisar.


Sedangkan Kaisar Feng sendiri pun tak berniat untuk memisahkan dan membiarkan keusilan sang guru. Toh ia juga tau kalau kemampuan guru nya bahkan berkali kali lipat jika dibanding bawahannya.


“Beraninya kau!!” Murka pejabat Hong dan kembali menyerang secara bertubi-tubi. Tetapi lagi dan lagi Kakek Mo bisa menghindar.


Karena merasa letih dengan aktivitas nya tadi yang saat sampai dinasti Tang malah menuju pasar kota untuk mencari emas, dengan sekali pukulan tongkat si pejabat Hong terpental jauh.


“Sudahlah, pria tua ini letih dan butuh istirahat. Xiu'er... Suruh pelayanmu untuk menyiapkan tempat peristirahatan untukku.” Ujarnya kepada Kaisar Feng yang membuat semua orang bertanya-tanya.


‘Xiu'er? Siapakah yang dimaksud?’ Begitu pikir mereka.


“Baik guru.” Suara Kaisar Feng sekaan menjawab pertanyaan semunya.


Mereka cukup terkejut karena pria tua yang telah di hunuskan pedangnya oleh pejabat Hong merupakan guru sang Kaisar. Benar-benar mencari mati.


Tetapi mengapa tak langsung dihentikan pertarungan tadi jika memang benar-benar guru sang Kaisar?


“Jangan lupa barang belanjaan ku yang ada di kereta depan gerbang istana. Suruh mereka membawanya dengan hati-hati.” Lanjut Kakek Mo dan segera keluar dari aula istana.


Aksi beliau barusan membuat kaisar Feng menggelengkan kepalanya singkat. Meskipun guru nya sudah tua tetapi keusilan beliau pastilah semakin menjadi-jadi. Terlebih lagi ia sudah mengasingkan diri selama bertahun tahun di hutan siluman.


***


Kakek Mo tengah berkeliling istana kekaisaran sembari memperhatikan dengan teliti aura aura yang terpancar di sekelilingnya.


Kakek Mo masih beranggapan jika roh jahat yang dimaksud Kaisar Feng masih berkeliaran di istana kekaisaran. Hal ini membuatnya penasaran setengah mati.


“Roh jahat jenis apa sehingga Xiu'er harus meminta bantuanku?” Gumam Kakek Mo.


Sepertinya berita kedatangan guru sang Kaisar sudah menyebar luas ke seluruh penjuru istana. Terbukti sudah tak ada pengawal yang menghalaunya bahkan menunduk hormat.


Ini adalah kali kedua Kakek Mo berkunjung ke istana kekaisaran setelah 10 tahun berlalu. Menurutnya tak begitu banyak yang berubah dari tatanan bangunan itu.


Sudah berkeliling cukup lama tapi ia tak merasakan adanya aura negatif dari tempat yang ia lalui.


“Rasanya cukup letih berjalan jauh...”


“Permisi!!” Panggil seseorang dari arah belakang Kakek Mo.


Dilihatnya penampilan wanita itu begitu sederhana juga terpancar aura positif dari dirinya. Kakek Mo pun merasa damai saat melihatnya.


“Ada apa Nona muda? Ada yang bisa pria tua ini bantu?” Tanya Kakek Mo ramah. Bahkan senyum rekah di bibir tuanya pun terbentuk dengan jelas.


“Maaf, saya baru pertama kali melihat Tuan disini. Apakah Tuan sedang tersesat?” Tanya gadis itu yang tak lain adalah Flo.


Tak sengaja ia melihat seorang pria paruh baya tengah menoleh ke kanan dan ke kiri entah apa yang diperhatikan. Kemungkinannya dia tengah tersesat apalagi kekaisaran ini bangunannya cukup luas.


“Tuan mau kemana biar saya hantar ke tempat tujuan.” Lanjut Flo sekali lagi.


“Haha... Kau sungguh baik anak muda, entah mengapa aku merasakan aura positif dari dirimu.” Jelas Kakek Mo sambil tertawa lepas.


Sedikit rasa kesalnya saat di aula tadi hilang seketika karena bertemu dengan Flo.


Memang benar, saat bertemu dengan seseorang yang memiliki aura positif kita akan merasa damai dan tenang っ╥╯﹏╰╥c


“Bisa kau mengantarku ke aula istana? Aku lupa arah menuju kesana. Umurku yang sudah tua membuatku mudah lupa.” Jelas Kakek Mo jujur. Ia pun sampai tak sadar jika telah melangkah terlalu jauh.


Permaisuri terdiam sejenak mendengar permintaan pria tua ini. Ia sudah berjanji untuk tak mendekat ke berbagai tempat yang kemungkinan terdapat kaisar itu.


‘Aula istana ya? Mungkin kaisar bedebah itu berada di sana saat ini. Tetapi, kasihan Kakek ini jika dibiarkan sendiri.’ Batin Flo menimbang.


Setelah terdiam beberapa saat, Flo pun mengangguk singkat dan dengan perlahan berjalan menuju aula diikuti Kakek Mo dibelakang.


Di pertengahan jalan, Kakek Mo pun mulai mencari informasi mengenai kemunculan hantu di istana kekaisaran


“Nona, bolehkah saya bertanya?”


“---”


“Di istana kekaisaran ini telah beredar luas rumor mengenai kemunculan hantu, apakah itu benar?”


“---” Flo terkejut bukan main mendengarnya. Yang menjadi pertanyaan Flo adalah sudah seberapa luas rumor ini beredar?


Sudah dipastikan jika kebohongannya terbongkar, bukan tak mungkin kaisar selaku suaminya itu akan melakukan hal diluar nalar manusia.


‘Ya Tuhan... Selamatkanlah diriku ini dari bencana buruk.’ Batin Flo risau.


Tak mendapat jawaban dari gadis disamping nya membuat Kakek Mo bertanya dengan nada agak sedikit keras.


“Nak!! Apakah kau mendengarkanku?”


“I-iya Tuan, memang benar rumor mengenai hantu di istana kekaisaran. Hamba sendiri yang melihatnya Ups...” Sepertinya Flo merasa ada yang salah dari kalimatnya barusan.


Tunggu!! Mengapa dia malah berkata seperti itu? Efek ia terkejut dengan teriakan Kakek Mo barusan hingga ia keceplosan.


“Ternyata nona yang melihatnya rupanya. Kebetulan sekali, saya ada keperluan mendesak dengan Nona. Bisa minta waktunya sejenak?”


...SEE YOU NEXT...