
Masih terjadi ketegangan di ruangan salah satu toko pakaian ternama dinasi Tang. Tentunya hanya dirasakan oleh ketiga dayang permaisuri Ling juga si pemiliik toko.
Sepertinya pria itu nampak tersinggung dengan panggilan Tuan yang di ucapkan Flo tadi. Padahal memang benar adanya, wujud insan itu adalah seorang pria.
“Huhfff... Baiklah, aku harus memanggilmu dengan sebutan apa? Aku datang kemari untuk mengajak berbisnis bukannya berdebat mengenai nama panggilan.” Kesal Flo.
Waktu terus berjalan dan ia belum berkeliling menjelajahi tiap sudut pasar. Apalagi dengan sisa uang yang hanya ada 2 keping perak tentunya ia harus memikirkan matang-matang apa yang bisa ia beli dengan uang itu.
Mendengar kata berbisnis, pria tadi segera memasang wajah malu-malu dan seakan lupa dengan permasalahan tadi.
Mungkin hanya dia yang menganggap itu masalah?
“Hoho... Maaf Nona, kau bisa memanggilku Miu. Mendengar kata berbisnis membuatku bersemangat sekali.” Ujar si pria gemulai yang mengaku bernama Miu.
Mungkin jika di jamannya, pria yang bernama Miu ini akan menjadi bahan olokan. Selain fisiknya yang sangatlah gemulai ternyata namanya juga sangat mendukung.
‘ Miu? Haha.. Nama macam apa itu? ’ Batin Flo yang berusaha menahan tawanya meskipun sesekali terdengar dengusan tahan tawa dari balik cadarnya.
Sebenarnya tak ada yang salah dengan nama pria itu jika di dimensi ini. Bahkan nama itu merupakan nama yang cukup keren, tetapi tidak bagi Flo.
“Baiklah Nona! Bisnis seperti apa yang kau tawarkan? Dan berapa keuntungan yang akan aku dapatkan?” Tanya Miu begitu antusias.
“Hei, bukankah terlalu ceroboh ketika langsung membahas keuntungan jika memulai sebuah bisnis? Dan lagi pula kau belum tau bisnis apa yang aku tawarkan padamu.” Ujar Flo serius.
Tak heran jika respon Miu demikian. Di dimensi ini berbisnis dengan siapa saja adalah gerbang menuju kekayaan. Selama merasa cocok dengan jenis bisnis itu tentunya bukan masalah besar bisnis apa yang akan dijalankan.
“Hoho... Baiklah Nona, bisnis apa yang kau tawarkan?” Tanya Miu sekali lagi.
“Aku menawarkan desain pakaian kepadamu.” Jelas Flo yang mana mengundang gelak tawa Miu.
“Haha... Apakah Nona sedang bercanda? Aku adalah seorang pemilik toko pakaian terkemuka bahkan desain baju yang ada disini adalah hasil karyaku sendiri. Dan juga, apakah kau yakin jika hasil desainmu bisa mengalahkan desainku heh?” Tanya Miu dengan ponggah.
Dirinya adalah seorang terkenal di kekaisaran Tang. Bahkan pakaiannya pun banyak dikenakan oleh putri bangsawan. Bukankah hal yang cukup menggelikan jika gadis yang sedang duduk manis dihadapannya kini ingin menawarkan desain pakaian kepada sang guru?
Lelucon macam apa ini?
Flo hanya tertawa kecil menanggapi sikap ponggah Miu, meski terbesit rasa kesal sedikit dalam relung hatinya.
“Bagaimana jika kita membuat taruhan?” Usul Flo.
“---”
Sepertinya pria gemulai di hadapannya itu begitu menyukai tantangan dan sesuatu yang menguntungkan. Terbukti ia begitu tertarik tiap usulan yang diberikan oleh Flo.
“Jika desain yang aku buat lebih indah darimu, maka kau harus menerima kerja sama yang aku tawarkan dan berikan aku 10 keping emas. Dan jika desain pakaian kau lebih indah dariku, maka aku siap menjadi pekerja di toko mu ini tanpa dibayar satu keping pun.”
Para dayang permaisuri Ling nampak terkejut mendengar perkataan permaisurinya. Bagaimana tidak? Statusnya sebagai seorang ibu negara kekaisaran dan harus menjadi pekerja toko pakaian?
Bukankah akan sangat jelek di muka umum saat mengetahui hal begini.
“P-permaisuri!! Bukankah ini terlalu berlebihan.” Bisik dayang Wan tepat di sisi kanan Flo.
Flo sangat yakin dengan tawarannya tadi, apalagi jika ia menang dalam taruhan ini tentunya ia akan memperoleh pemasukan.
“Tenanglah! Biarkan ini menjadi urusanku.” Tegas Flo.
Miu sangat tertarik dengan taruhan yang di tawarkan Flo. Meskipun ia bisa memperoleh pekerja yang lebih baik lagi, tetapi apa salahnya mencoba hal baru bukan? 10 keping emas? Itu terlalu banyak untuk sekedar taruhan seperti ini tetapi tak apalah.
“Baiklah, aku setuju. Dan kapan kau ingin bertaruh denganku? Hari ini? Besok? ataukah bulan depan?” Tanya Miu dengan nada mengejek.
***
Satu jam telah berlalu dan nampak kedua manusia beda fisik itu telah berada di fase terakhir pengerjaan desain hanfu.
Flo yang awalnya begitu sulit melukis menggunakan kuas berbulu sekarang terlihat telaten menggoreskan tiap inci. Jari jemarinya begitu anggun saat memegang kuas.
Tak jauh berbeda dengan Flo. Miu yang sudah terbiasa melukis nampak santai bahkan sesekali ia meminum teh dan berfokus kepada lukisannya.
“Aku telah selesai!” Ujar Miu dan dengan segera meletakkan kuas itu. Tak berselang lama Flo pun juga telah selesai dengan lukisannya.
Ketiga dayang Flo nampak berdiri di sudut ruangan dengan jari yang saling bertaut. Segala fikiran buruk menghantui jika permaisuri mereka gagal dalam taruhan ini.
‘Ya Dewa... Selamatkanlah permaisuri’ Batin dayang Wan.
“Lalu, siapa yang akan menilai hasil desain kita?” Tanya Flo.
Jika Miu yang menilai tentunya akan ada perbuatan curang dan Flo merasa itu sangatlah tidak adil.
“Tenang saja! Aku memiliki banyak pekerja di toko pakaianku dan bukanlah hal yang sulit untuk menjadikan mereka sebagai penilai agar kau merasa aku tak mencurangi pihak lain dalam taruhan ini. Tenang saja! Para dayangmu juga akan menjadi penilai agar kau merasa puas.” Jelas Miu yang paham betul maksud pertanyaan gadis dihadapannya ini.
Mendengarnya tentu saja membuat Flo berdeham singkat. Lalu tak berapa lama muncullah 3 pekerja toko pakaian Miu yang semuanya adalah wanita.
Para pekerja itu nampak bingung mengapa mereka di panggil ke ruangan sang Tuan. Apakah mereka telah melakukan kesalahan hingga menyinggung wanita ini?
“Kalian aku panggil kemari sebagai tim penilai bersama dengan dayang Nona ini. Kalian akan menilai antara hasil lukisan desain ku dengannya. Jujurlah dalam penilaian ini karena aku sangat membenci kecurangan.” Titah Miu yang awalnya gemulai tiba-tiba menjadi serius.
Para pekerja itu nampak menganggukkan kepala serentak dan dengan perlahan melangkah mendekat ke arah lukisan Miu bersamaan dengan ketiga dayang Flo.
Jarak antara keduanya berkisar 2 meter dan saling berhadapan. Para pekerja Miu pun mulai menilai hasil desain sang Tuan.
Para pekerja Miu mengakui jika tiap desain yang dibuat oleh Tuan mereka tak pernah gagal dan terlihat sangat cantik. Bahkan Tuan mereka menambahkan hiasan baru di area dada dimana pakaian sebelumnya belum ada.
“Lukisan Tuan sangatlah indah, bahkan siapapun yang mengenakannya akan terlihat sangat cantik.” Puji salah satu diantaranya.
Mendengar pujian itu tak membuat Miu merasa sangat senang karena sudah terbiasa mendapat pujian sedemikian rupa.
Para dayang Flo pun mengakui jika desain pria gemulai itu sangatlah indah. Dan mereka pun menyetujui perkataan si pekerja tadi.
Setelahnya mereka ber-enam pun perlahan mendekati hasil desain yang dibuat Flo. Mata mereka semua nampak tak berkedip melihat lukisan milik sang empu.
Seumur hidup baru pertama kalinya mereka melihat desain seperti ini. Tatapan kagum terpatri jelas di tiap pasang mata mereka.
“I-ini...”
Melihat respon mereka tentunya membuat Miu terheran-heran.
“Sejelek apa lukisan Nona itu hingga membuat mereka terkejut begitu.” Gumam Miu dan mulai mendekat ke arah Flo.
Melihat lukisan Flo untuk pertama kalinya membuat Miu juga sama-sama terdiam. Pertama kali dalam hidupnya selama belajar melukis ia melihat desain yang begitu unik juga indah di waktu bersamaan.
Bahkan tiap goresannya terlihat nyata dan bahkan berkali-kali lipat indahnya dari semua desain pakaian yang selama ini ia buat.
......SEE YOU NEXT......