THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)

THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)
!!!!!



PART SPESIAL


Selamat membaca💕


------


Beberapa bulan kemudian..


Bali, 09.10 PM


Kini Alan dan Bella sedang berlibur di Bali selama 5 hari. Saat ini mereka sedang bersantai duduk di bangku yang tersedia di balkon hotel sambil menikmati pemandangan malam hari yang begitu menenangkan. Bella menoleh kearah suaminya yang tengah bersandar sambil memejamkan mata. Kemudian Bella bangkit dari posisinya dan berjalan masuk ke dalam kamar hendak mengambil sesuatu.


Sesudah itu Bella kembali ke balkon sambil membawa sebuah kotak berukuran sedang. "Alan.." panggilnya.


Alan langsung membuka kedua matanya dan melihat kini Bella berdiri di hadapannya sambil membawa sebuah kotak ditangannya.


"Ini untuk kamu." Ujar Bella sambil menyodorkan kotak tersebut kepada Alan.


Alan menaikkan sebelah alisnya heran. Kemudian ia bangkit dari posisinya dan kini mereka saling berhadapan. Alan lalu menerima kotak yang diberikan Isterinya barusan.


"Apa ini?"


"Bu-buka aja." ujar Bella sedikit kikuk.


Alan menatap Bella sebentar kemudian kembali beralih kepada kotak yang di peganganya saat ini. "Buka nih?" Tanyanya


Bella mengangguk.


Saat tangan Alan sudah siap hendak membukanya, tiba-tiba saja Bella menahannya. "Ehhh tunggu-tunggu." Tahan Bella


"Sebelum buka kotaknya, kamu harus janji dulu."


"Apa?"


"Beliin aku sop buah yang ada di pinggir jalan waktu kita mau ke pantai kemarin ituuu."


"Sop buah?"


Bella mengangguk. "Iya, mau kan?"


"Ini udah malem, emang masih jualan?"


"Masih."


"Sok tau kamuuu."


"Ih beneran masih buka."


"Kalo udah tutup gimana?"


"Yaa kamu harus cari ke tempat lain yang jual sop buah."


"Hmm oke deh."


"Ih tapi beneran ya beliin??"


"Iya sayang iya. apasih yang engga buat istriku ini." Ujar Alan menggoda Bella.


"Ya-yaudah kamu boleh buka kotaknya."


"Oke buka ya.."


Bella mengigit bawah bibirnya saat melihat tangan Alan sudah siap untuk membuka kotaknya.


Saat kotak sudah terbuka, Alan melihat ada sepasang sepatu bayi serta satu pakaian bayi berwarna putih. Alan mengambil sepatunya terlebih dahulu dengan dahi yang bergelombang.


"Sepatu bayi?"


Bella hanya diam, menunggu reaksi Alan selanjutnya. Kemudian tangan Alan mulai mengambil baju bayi yang di lipat rapih itu.


"Kamu bisa baca tulisan di bajunya." Ujar Bella.


Alan merentangkan baju bayi itu untuk membaca tulisannya.


"Hi Daddy, I can't wait to meet you!" Alan membaca tulisan di baju bayi yang sedang di pegangnya saat ini.


Spontan Alan langsung menatap istrinya. Dilihatnya kini Bella sedang mengulum bibirnya sambil menatapnya.


Tanpa aba-aba Alan langsung memeluk tubuh Bella dengan sangat erat. "Sayang, ini beneran kan??? Aku ga mimpi kan??"


Bella kemudian melepas pelukan Alan. "Ih masih ada lagi, Alan! Belum selesai."


Alan kemudian kembali melihat isi kotak tersebut, benar saja ternyata masih ada satu kotak kecil lagi yang Alan tidak sadari tadi. Diambil kotak kecil tersebut dan ia membukanya.


Saat melihat apa isinya, Alan kembali dibuat speechless. Ia langsung mengambil benda pipih dari isi kotak kecil tadi. Dilihatnya dengan begitu jelas, bahwa benda pipih yang di pegangnya saat ini ialah sebuah test pack. Test pack tersebut menampakkan dua garis merah yang artinya positif.


Tak lupa Alan membaca note kecil yang di tempel di test pack tersebut.


Note kecil itu bertuliskan "You're going to be a Daddy."


Mendengar itu Alan kemudian meletakkan kotaknya di bangku lalu langsung menarik tengkuk leher Bella dan ******* bibirnya dengan lembut.


Bella terkejut atas perlakuan Alan yang tiba-tiba itu. Tak lama kemudian Alan melepas ciumannya dan menarik Bella kedalam pelukannya.


"Terima kasih sayang, sudah menjadikanku bukan hanya seorang suami untuk istrinya. Tapi, juga seorang ayah untuk calon buah hatinya."


Mendengar itu Bella tersenyum. "Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu, Al."


"Kamu segalanya bagiku, Bella. I Love you.."


"I love you too.." balas Bella.


'Cup....' Alan mengecup kening Bella cukup lama.


Sesudah mengecup kening Bella, Bibirnya kini beralih mengecup bagian pipi, dagu, hidung serta yang lain hingga berkali-kali.


'Cup'


'Cup'


'Cup'


'Cup'


'Cup'


'Cup'


"I love you.. i love you.. i love you.. Bella Elyana, Istriku." Ucap Alan begitu senang.


Mendengar itu Bella hanya terkekeh pelan, suaminya ini terlalu berlebihan.


Kemudian Alan membungkuk agar posisi wajahnya sejajar dengan perut Bella yang masih rata.


"Hi, My love. Baik-baik yaa di perut mommy mu, Jangan nakal." Ujar Alan menyapa buah hatinya.


Mendengar itu Bella terkekeh pelan. "Iya Daddy tenang aja, Utun ngga nakal kok." Balas Bella sambil menirukan suara khas anak kecil.


Mendengar nama Utun barusan disebut membuat Alan spontan ikut terkekeh. "Kamu masih mau pake sebutan itu?" Tanyanya


Bella mengangguk sambil tersenyum. Alan pun membalas tersenyum. Kemudian tangannya menaikkan sedikit baju yang dikenakan Bella agar ia bisa melihat perut telanjangnya itu. Diusap-usapnya dengan lembut perut Bella, lalu bibirnya mendarat di perut Bella singkat.


'Cup'


Hati Bella berdesir begitu Alan mengecup perutnya dengan lembut. Baru kali ini ia merasakan bahagia yang seperti ini.


Alan kembali berdiri tegak dan kini ia menatap Bella dengan dalam. Bella hanya diam balas menatap Alan. Tangan kanan Alan kemudian menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Bella.


"Aku sangat bersyukur bisa memiliki kamu, sekali lagi terima kasih, Bel. Terima kasih karna sudah memberikanku kebahagiaan yang begitu luar biasa saat ini." Ucap Alan


Bella hanya tersenyum. Kemudian Alan mendekatkan wajahnya ke wajah Bella seperti hendak menciumnya lagi. Tetapi Bella malah mengalihkan wajahnya kesembarang arah.


"Beliin aku sop buah dulu, Alan!" Ujarnya


Mendengar itu Alan langsung menghela nafasnya.


"Tadi kamu udah janji mau beliin, sekarang cepet sana!" Perintah Bella


"Iya aku beliin. Tapi mau cium kamu dulu." Kata Alan sambil kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Bella, tetapi Bella langsung menahan dengan tangannya.


"Ihhh Alan! Cepetannn Utun udah ga sabar nih."


Alan kembali menghela nafasnya pasrah . "Yaudah deh kalo kamu gak mau ku cium, aku cium Utun aja."


Alan membungkukkan sedikit badannya sudah siap hendak mencium perut Bella, tetapi Bella lagi-lagi menghindar. Dia malah menggeser posisinya ke kanan.


"Utun ngga mau dicium Daddy, kalo Daddy belum beliin sop buahnya!" Ujar Bella menirukan suara anak kecil.


"Oh, God." Pasrah Alan


Bella hanya terkikik pelan. Kini ia bisa mengerjai suaminya itu lagi, setelah sekian lama dirinya tidak mengerjai Alan.


"Kamu berhutang padaku, Bella Elyana." Ujar Alan sambil tersenyum seringai nakal.


Bella hanya menjulurkan lidahnya meledek. Alan kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk mencari kunci mobil sewaannya selama di Bali. Ia pun segera bergegas keluar untuk membeli apa yang Bella inginkan.


.


.


.


Lanjut extra part 2?? Vote dan komentarnya seperti biasa jangan lupaaa hehe☺️


Udah yaa Author udh turutin permintaan kalian yang minta Utun reborn wkwkwkw