
05.DI JEMPUT
Bella membuka kedua matanya yang terasa berat itu, dirinya harus terpaksa bangun karena suara alarm diponselnya sudah berbunyi. Alarm itu menandakan bahwa dirinya harus segera bersiap-siap untuk ke sekolah. Kedua tangannya ia rentangkan lebar-lebar sambil menguap.
Seketika dirinya terkejut saat baru menyadari dirinya ada di dalam kamar. Bella langsung merubah posisinya menjadi duduk.
"Lah kok?" bingungnya sambil menoleh kesana kemari.
Dirinya masih ingat betul kalau semalam ia tertidur disofa ruang TV, lalu kenapa saat ini dirinya sudah ada di dalam kamarnya? Siapa yang membopongnya kesini? Dirumah ini hanya ada bi Nana, lagipula tidak mungkin bi Nana yang membopongnya kesini, kalaupun jika bi Nana melihatnya tertidur di sofa pasti dia akan membabgunkannya dan menyuruhnya untuk segera pindah ke kamar.
Dirumahnya selain bi Nana hanya ada Alan. Tetapi pria itu semalam tidak ada. Lalu siapa?
Hantu?
Buru-buru Bella menepis pikirannya yang tidak-tidak. Dirinya langsung saja turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap ke sekolah.
***
Setelah selesai dengan penampilannya, sebelum Bella bergegas ke sekolah dirinya tak lupa untuk sarapan terlebih dahulu seperti biasanya.
Saat kakinya melangkah memasuki ruang makan, tiba-tiba langkahnya terhenti tepat didepan pintu yang terbuka karena dirinya terkejut dengan kehadiran Alan di sana. Om-om tua bangka itu sedang duduk sambil memakan makanannya dengan santai.
"Eh non Bella, hayu sini sarapan dulu." ujar bi Nana yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.
Alan menoleh kearah pintu saat bi Nana berbicara. Kini tatapan Alan dan Bella bertemu walaupun hanya beberapa saat saja sebelum bi Nana kembali berbicara.
"Bibi sudah siapkan nih non." ujar Bi Nana.
Bella langsung berjalan memasuki ruang makan dan duduk dibangku yang kosong, tepatnya di hadapan Alan duduk.
Bella sedikit kikuk melihat Alan kini hadapannya sambil mengunyah sarapannya. Kemana saja dia? Baru ini menampakkan batang hidungnya di rumah ini.
Bella hanya menatap Alan dengan tatapan kosongnya seakan begitu banyak pertanyaan-perntayaan dikepalanya yang belum terjawab. Belum lagi kejadian tadi pagi, kenapa bisa dirinya tiba-tiba sudah ada dikamar? padahal dirinya semalam tertidur di ruang tv. Apa Alan yang membopongnya ke kamar? Tetapi semalam dia belum pulang hingga dirinya terlelap.
"Ngelamunin apa? Dimakan sarapannya Bel." ujar Alan membuyarkan lamunan Bella.
Bella seketika tersadar, ia memilih untuk tidak menjawab dan segera melahap sarapannya.
Setelah selesai menghabiskan sarapannya, Bella segera bangkit dari posisinya sambil menenteng ranselnya hendak keluar bergegas ke sekolah. Tetapi tiba-tiba langkahnya tertahan saat Alan berbicara.
"Biar saya yang antar kamu ke sekolah," ujar Alan
Bella menoleh sebentar ke arah Alan lalu menaikkan sebelah alisnya.
"Ini perintah Papa kamu Bella." ujar Alan lagi.
Mendengar itu Bella langsung menghela nafasnya. "Yaudah, cepetan!" ketusnya
Alan pun segera bangkit dari posisinya dan mengambil kunci mobilnya sedangkan Bella hanya cuek berjalan lebih dulu keluar rumah.
"Bella berangkat ya Bi," teriak Bella sambil berjalan keluar.
"Iya non hati-hati." balas bi Nana.
***
Kini mereka berdua duduk di dalam mobil dengan canggung. Alan fokus menyetir mobilnya sedangkan Bella hanya diam menatap kearah jendelan disampingnya tanpa mau menoleh kearah Alan.
"Nanti pulangnya saya jemput." ujar Alan
"Ngg--" belum sempat Bella menyelesaikan perkataannya tetapi Alan sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Ini perintah."
Bella berdecak sebal. "Perintah Papa? Iya?!"
"Hmm" Alan hanya bergumam.
"Yaudah gausah diturutin, apa susahnya sih? Lagian emang kamu gaada pekerjaan lain apa?!" kesal Bella
"Kenapa kamu terus menolak kalau saya jemput?"
"Yaaa karena udah ada Justin yang akan nganter aku pulang!"
"Tapi Papa kamu nyuruhnya saya yang anter kamu pulang, bukan Justin."
Bella berdecak sebal lagi. "Jadi orang nurut banget sih disuruh-suruh! Emang kamu digaji Papa ku berapa sih?!"
Alan menoleh sebentar kearah Bella. Dilihatnya ekspresi gadis itu tampak begitu kesal.
"Intinya saya nanti jemput kamu, urusan kamu menolak atau tidaknya itu bukan urusan saya. Karena pada intinya saya sudah menjalankan apa yang diperintahkan Papa mu."
Bella tertawa merendah. "Yaudah terserah!"
Alan memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah Bella. Saat mobil berhenti, Bella langsung keluar dari dalam mobil begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata terimakasih atau semacamnya.
"Kamu gadis yang keras kepala Bella," gumam Alan saat melihat Bella dari kaca mobilnya yang sudah berjalan memasuki gerbang sekolah.
Bella dengan perasaan dongkol berjalan memasuki ruang kelasnya. Alan benar-benar pria yang keras kepala, dia begitu sulit untuk ditebak. Sebenarnya apa sih keuntungannya itu sehingga diperintahkan papanya itu mau saja?
***
Saat bel pulang sekolah sudah tiba, Bella berjalan berempat beriringan bersama temannya menuju gerbang sekolah hendak menunggu jemputannya masing-masing. Bella sedang menunggu Justin untuk pulang bersama. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat mendapati Alan yang berdiri di depan gerbang sekolahnya sambil menyandar pada sisi mobilnya.
Ketiga temannya itu menyadari saat Bella tiba-tiba mengentikan langkahnya, karena mereka bertiga juga melihat kehadiran Alan yang berdiri diseberang sana.
"Kalian tunggu disini sebentar." ujar Bella berbicara kepada tiga temannya itu. Mereka pun mengangguk mengiyakan.
Bella langsung berjalan kearah Alan.
"Kamu ngapain sih disini?!" omel Bella
"Jemput kamu." jawab Alan santai
"Ih siapa juga yang mau pulang sama kamu!"
Alan hanya diam menatap Bella.
"Kan aku udah tolak tawaran kamu tadi pagi, tapi kenapa masih tetep jemput?! Nanti kalau Justin liat gimana?! Sana kamu pulang aja!" Omel Bella sambil mengusir Alan.
"Saya kan kesini tujuannya jemput kamu, Bella."
"Tapi kan aku udah nolak untuk dijemput!"
Alan hanya menghela nafasnya pendek.
"Sana pulang!!" usir Bella lagi.
"Kamu ngusir saya?" tanya Alan dengan nada datar.
"Iya!"
Alan lalu menatap kearah ketiga temannya Bella itu masih diam ditempat seakan sedang menonton dirinya dan Bella berdebat.
Tanpa aba-aba Alan langsung membopong tubuh mungil Bella seperti membawa karung beras dan membuat Bella reflek menjerit memberontak minta diturunkan.
"Kyaaaaaa! Alan ini masih dikawasan sekolah, Cepet turunin!"
Alan hanya diam tidak mengubris. Ia justeru malah mendudukkan Bella dikursi penumpang depan mobilnya.
Ketiga teman Bella yang melihat itu langsung menjerit histeris.
"Huaaaaaaaaa..." jerit ketiga temannya itu bersamaan saat melihat Bella dibopong oleh seorang pria tampan.
"Ohmygod. Gila itu sosweet amat." ujar Hana.
"Iyaa ihhh jadi pengennnn." sahut teman Bella yang lainnya.
"Iya, So sweet ya mereka."
Mobil Alan lalu melaju meninggalkan area sekolah dengan Bella didalamnya.
Di dalam mobil Bella terus mengomeli Alan karena seenaknya saja membopong dirinya untuk masuk ke dalam mobil.
"Kamu tuh nyebelin banget sih!" kesal Bella kepada Alan.
Alan menoleh kearah Bella sambil menyetir. "Kalau saya tidak melakukan itu pasti kamu menolak."
"Ya aku kan emang udah nolak dari tadi pagi!"
"Yaudah intinya kamu sekarang udah ada di dalam mobil saya."
"Ishhhhh nyebelin banget sih! Kalau Justin marah lagi nanti gimana?!" geram Bella
"Ya memangnya kenapa kalau dia marah?"
"Yaa dia kan pacar ku!"
Alan terdiam. Seketika suasana menjadi hening.
Bella segera merogoh ponselnya di dalam tas dan langsung memberi kabar kepada Justin bahwa dirinya sudah pulang bersama Alan. Dirinya tidak mau ada kesalah pahaman hanya karena ini. Bagaimanapun juga Bella sayang kepada Justin.
Alan melirik kearah Bella dilihatnya gadis itu sibuk memainkan ponselnya.
"Kamu itu masih kecil Bel, Tidak pantas pacar-pacaran begitu." ujar Alan memberitahu Bella
"Apa sih om?! Ikut campur banget!" ketus Bella
"Kamu memangnya tidak kasihan dengan papa mu itu? Dia rela-relain bekerja setiap hari mencari nafkah untuk kamu demi kamu, ya supaya kamu itu jadi anak yang sukses. Tapi kamu malah hura-hura dan pacaran tidak jelas sama si Justin itu. Emangnya apa untungnya sih pacaran?"
"Udah deh gausah sok ceramah! Om lebih baik tuh cari calon isteri supaya hidupnya ada yang merhatiin!"
Alan terdiam sejenak. "Itu masih belum ada di pikiran saya."
Bella melongo sambil menoleh kearah Alan. "Hah?! Idihhhh om udah tua gini masih belum ada pikiran untuk menikah? Hellawww, om keburu jadi perjaka tua bangka tau ga hahaha" ledeknya
"Memangnya kamu tau berapa umur saya?"
"40!" jawab Bella asal
Saat itu juga Alan tertawa geli. Bella yang melihat itu hanya melongo. Baru kali ini dirinya melihat Alan tertawa, sereceh itu kah dia?
"Setua itu kah muka saya?" tanya Alan
"Emang om tua!"
"Umur saya baru 27 tahun, Bella."
Bella menoleh kearah Alan dan menatapnya. "Tetap saja, kamu itu pantasnya dipanggil Om-om!"
Alan hanya terkekeh pelan mendengar itu.
Mobil Alan berhenti tepat di depan halaman rumah Bella. Saat itu juga Bella langsung keluar dari dalam mobil dan buru-buru masuk ke dalam rumahnya.
Alan segera keluar dari dalam mobilnya dan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah mengejar Bella.
"Bel tunggu dulu." teriak Alan saat Bella sudah menaiki tangga
Bella menghentikan langkahnya dan berbalik. "Apa lagi sih?!"
"Kamu tidak lapar?" tanya Alan
"Nggak!" Bella berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
Alan menghela nafasnya saat terdengar suara bantingan pintu tertutup begitu keras. Sulit sekali meluluhkan hati Bella yang begitu keras seperti batu.
.
.
.
TBC
Jangan lupa vote dan komentarnya😊💜
seperti biasa aku akan update tiap hari,Kamis, Jum'at, Sabtu,Minggu gak tau jam brapa up nya, intinya tiap hari KJSM itu aku up sesuai mod dan pasti doubel up atau triple up 😊