THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)

THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)
32



32.PERPISAHAN


Keesokkan harinya..


Bella berdiri tepat di depan Alan, begitu juga dengan Alan. Karena kini posisi mereka saling berhadapan. Alan menatap wanita dihadapannya ini dengan tatapan yang tidak biasa, rasanya ingin sekali terus berada di dekatnya, entah kenapa. Ada perasaan sedikit tidak tega jika meninggalkannya dalam waktu yang lama.


Rambutnya tertata rapih, seragam yang di kenakannya saat ini juga terlihat begitu cocok dan pas sesuai ukuran badannya. Bella merasa kini ketampanan suaminya bertambah berkali-kali lipat. Tidak sanggup rasanya berlama-lama menatap kedua mata Alan.


Bella langsung menunduk dan tiba-tiba menitikkan air matanya begitu saja di hadapan Alan. Alan yang melihat itu merubah raut wajahnya panik.


"Hey, kenapa menangis?" Tanya Alan sambil memegang dagu Bella dengan lembut.


Bella hanya menggelengkan kepalanya.


Alan kemudian mengusap pipi mulus Bella yang terdapat air mata. "Jangan nangis ya, malu deh di liatin orang." Ujarnya sambil menoleh sekeliling karena kini mereka berdua sedang berada di bandara.


"Bawaannya sedih aja, kamu mau pergi lagi, hiks.." ucap Bella masih sambil menangis.


Alan mendengar itu terkekeh pelan. "Yaampun kamu ini menggemaskan sekali sih." Balasnya sambil mencubit pelan pipi isterinya.


"Awshhh.. sakit tau!" Bella meringis pelan, sambil memanyunkan bawah bibirnya.


Alan kemudian berjongkok tepat di hadapan Bella, ia menyamakan posisinya dengan perut Bella. Kemudian memberanikan diri mengelus-elus perut Bella yang sedikit membuncit. "Hey, Utun, jangan nakal-nakal ya saat Papa ga di rumah. Jangan buat Mommy mu kesusahan, kalau nakal nanti ga di ajak jalan-jalan lagi. Oke?"


Bella yang mendengar itu terkikik geli. Percuma saja dia bicara seperti itu, toh janinnya ini belum bisa mendengar.


Alan kemudian mengecup singkat perut Bella. 'Cup'


Bella yang melihat reaksi Alan barusan, itu membuatnya cukup terkejut. Ini adalah kali pertamanya bibir Alan mendarat di perutnya walaupun masih terhalang pakaian. Seakan kecupan yang tadi ialah energi untuk ia dan janinnya ini.


Alan kemudian kembali berdiri tegak, tanpa aba-aba bibirnya kemudian beralih mengecup kening Bella cukup lama. Reflek Bella memejamkan kedua matanya saat Alan mencium keningnya.


Bella masih di buat spechless oleh Alan. Ia benar-benar tidak menduga ini, bahwa Alan berani menciumnya di tempat umum seperti ini.


"Jaga diri kamu baik-baik ya," ucap Alan selesai mengecup kening Bella.


Bella hanya mengangguk dengan kikuk.


"Ada lagi?" Tanya Alan, karna jam terbangnya sebentar lagi.


"Kapan pulangnya?" Tanya Bella


"Nanti ku kabari."


"Aku jemput ya?"


Alan menggeleng. "Kamu di rumah aja, banyak-banyak istirahat."


"Bosen kalau di rumah aja. Pleasee.."


"Kok sekarang jadi kebalik gini ya? Dulu aku sering anter-jemput kamu kalau sekolah, eh sekarang kamu mau anter-jemput aku kerja."


Bella yang mendengar itu terkekeh pelan. "Dulu kamu ojek aku, Sekarang aku ojek kamu, Hahaha,"


Alan ikut terkekeh mendengar itu. "Iyaudah terserah kamu deh. Tapi kalau kondisi kamu ga memungkinkan untuk jemput, gausah di paksain ya."


"Oke siap, Kapten!" Balas Bella semangat 45 sambil posisi tangannya yang hormat.


Alan tersenyum melihat wajah ceria Bella. "Bye, baik-baik ya.." ucapnya sambil mengelus-elus rambut Bella lembut.


Dengan inisiatif Bella langsung menyalami tangan suaminya dan mengecup punggung tangannya cukup lama. "Bye, hati-hati ya.." balasnya


"Kabarin kalau udah sampe di rumah ya," pinta Alan


Bella mengangguk. "Iya udah, gih sana."


"Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya." Ujar Alan


"Iya."


"Jangan keluyuran kemana-mana setelah ini." Ujar Alan lagi


"Iya, Alan iya, Yaampun."


"Janji?"


Bella mengangguk. "Janji."


"Oke deh, byee.."


"Byeee.."


Alan kemudian pergi berlalu, Sedangkan Bella masih diam di posisinya hingga punggung Alan sudah tak terlihat lagi olehnya.


Sesudah itu, Bella berjalan ke arah mini market yang tersedia di sini untuk membeli air mineral, karena tenggorokkannya terasa kering.


Sesudahnya, Bella kembali berjalan keluar dari minimarket. Ia membuka penutup botol minumnya dan hendak meneguknya. Saat ia hendak meneguk minuman tersebut, tiba-tiba saja seseorang menyenggolnya begitu saja hingga minuman yang hendak di teguknya tadi terjatuh ke lantai dan basah terkena pakaiannya.


"Ehhh, maaf mba, gak sengaja." Ujar perempuan itu yang menyenggol Bella tadi.


Bella menatap wanita itu. Dilihatnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, dia begitu cantik dengan kulit sawo matang serta tubuh proposionalnya. Begitu juga dengan wanita yang menyenggol Bella tadi, ia menatap Bella dari ujung kepala hingga ujung kaki, seperti tatapan menilai.


"Maaf ya, bajunya jadi basah." Ujar perempuan itu lagi


Bella hanya tersenyum singkat. "Oh iya, gapapa kok."


"Ayo, biar aku belikan yang baru lagi minumannya."


"Eh, gausah gapapa. Ini udah mau pulang kok,"


"Lagi hamil ya, Mba?" Tanya perempuan tersebut


Bella hanya tersenyum kikuk. "Iya.."


"18."


"Wow, masih muda banget ya.. nikah muda pasti ya?"


Bella hanya mengangguk kikuk.


"Kenalin, aku Najwa. Siapa nama kamu?" Ujar perempuan bernama Najwa itu sambil menyodorkan tangannya kearah Bella untuk mengajak berkenalan.


"Bella."


"Oh oke, kita berteman kan mulai sekarang?"


Bella hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Najwa.


"Lagi nunggu seseorang atau abis nganter?"


"Nganter,"


"Ohiya? Sama dong, tadi juga aku habis nganter teman ku, dia mau ke luar kota. Kamu habis nganter siapa? Saudara atau temen juga?"


"Suami ku, hehe,"


"Oh gitu.."


Tak lama kemudian ponsel Bella berdering, pertanda ada panggilan masuk. Buru-buru ia merogoh tas tentengnya untuk mengambil ponselnya.


"Sebentar ya, Ada telfon." Ujar Bella pada Najwa.


Najwa hanya megangguk mengiyakan.


Bella langsung menjauh sedikit posisinya dari Najwa untuk menjawab panggilan telfon dari Papanya itu.


"Halo, Pa?"


"Di mana, Bel? Belum pulang?"


"Iya belum, masih di bandara. Ada apa emangnya, Pa?"


"Bisa pulang sekarang? Ada Ibunya Alan di rumah, kata bi Nana."


"Oh iyaudah, Bella pulang deh."


Bella langsung mematikan sambungan telfonnya, kemudian memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Ia menoleh kearah Najwa yang masih diam di posisinya.


Bella berjalan mendekat ke arah Najwa. "Hai, maaf ya aku mau buru-buru pulang, soalnya ada urusan." Ujar Bella


"Oh iya gapapa kok. Btw maaf ya minuman kamu jadi tumpah terus baju kamu juga jadi basah gara-gara aku."


"Gapapa kok, santai aja."


"Pulang naik apa?"


"Aku bawa mobil sendiri."


"Oh gitu, yaudah hati-hati ya.."


Bella hanya tersenyum kemudian pergi berlalu meninggalkan Najwa yang masih diam di tempat.


*****


Mobil yang di bawanya berhenti tepat di depan rumahnya, kini Bella baru saja tiba di tempat tujuan. Langsung saja ia melepas sabuk pengamannya dan merogoh kembali tasnya untuk mengambil ponsel. Saat sudah di dapati ponselnya itu, Ia langsung mengirimi pesan kepada Alan, hanya sekedar memberitahu kalau dirinya sudah tiba di rumah.


Saat pesan sudah terkirim, Ia langsung ke luar dari dalam mobil dan berjalan memasuki rumahnya. Setibanya di dalam rumah, Bella mendapati Ibunya Alan duduk di sofa ruang tamunya.


"Bu.." panggil Bella


Tia langsung menoleh dan tersenyum. "Eh, abis nganter Alan kan, Bel?"


Bella mengangguk, kemudian menyalami tangan Ibunya Alan. "Ada apa Bu memangnya?" Tanyanya


"Gapapa, Ibu di suruh Alan aja kesini."


"Di suruh?" Tanya Bella sambil duduk


"Iya dia bilang katanya, ibu suruh mastiin kamu baik-baik aja sampe di rumah."


Mendengar itu Bella langsung tertawa pelan. "Bella, baik-baik aja kok, Bu." Balasnya


"Sudah makan?"


Bella mengangguk. "Udah kok,"


Kemudian Tia melirik kearah baju Bella yang sedikit basah. "Baju kamu kenapa basah?" Tanyanya


"Oh iya, ini tadi pas di bandara aku mau minum, eh ada orang ga sengaja nabrak badan ku, jadi minumannya tumpah deh kena baju." Jelasnya


"Sana ganti baju dulu, nanti kamu masuk angin, Bel."


Bella mengangguk. "Iya udah, Bella ganti baju dulu ya, Bu." Ujarnya kemudian bangkit dari posisinya dan berjalan kearah kamarnya.


.


.


.


TBC


Jangan lupa Vote dan komentarnya yaa☺️