THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)

THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)
10



10.MEMBOLOS LAGI


Bella merasa ada sesuatu yang memaksa dirinya untuk bangun dari tidur nyenyaknya. Dengan rasa kantuk Bella membuka kedua matanya secara perlahan. Kini wajah Alan yang pertama kali dilihatnya saat membuka mata. Saat itu juga Bella langsung bangkit dari tidurnya dan terkejut.


"WHAT?!" terkejutnya sambil menatap Alan.


Alan menaikkan sebelah alisnya bingung melihat ekspresi terkejut Bella saat ini.


"Kamu ngapain?!" tanya Bella


"Kamu lupa semalam tidur disini?" tanya Alan balik.


Bella langsung menoleh sekeliling dan baru tersadar bahwa dirinya sedang berada dikamar Alan.


"Hfttt." Bella menghela nafasnya sambil mengusap-usap wajahnya dengan telapak tangan.


"Ini udah jam 6 lewat, cepetan siap-siap." ujar Alan.


Saat itu juga Bella langsung melotot terkejut dan menoleh kearah jam dinding. "****!" gumamnya.


Bella langsung beranjak dari tempat tidur dan berlari keluar kearah kamarnya untuk segera bersiap-siap ke sekolah.


Alan yang melihat kelakuan Bella hanya menggelengkan kepalanya sambil bertolak pinggang.


***


Selesai bersiap-siap Bella segera menyantap sarapannya dengan kilat. Dirinya benar-benar kesal dengan Alan saat ini.


Setelah selesai sarapan, Bella mengeluarkan ponselnya dari dalam tas untuk melihat ada pesan masuk atau tidak. Dilihatnya kini tidak ada satupun pesan masuk dari kekasihnya. Justin, kemana dia? Kenapa malah Justin yang menghilang?


Bella merasa ada yang aneh. Bella pun mendongakkan kepalanya dan menatap kearah Alan, dilihatnya kini Alan tertangkap basah karena sudah menatapnya.


"Ngapain sih ngeliatin aku terus?!" ketus Bella


Alan hanya bungkam sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa?! Ada belek dimata aku? Atau masih ada iler? Iya?" ujar Bella sambil meraba-raba wajahnya.


Alan hanya menggeleng.


Bella menghela nafasnya kemudian bangkit dari posisinya, karena tidak mau membuang waktu lama-lama.


"Bi nanti tolong bersihin kamar aku ya, soalnya semalam ada kecoa." ujar Bella kemudian langsung meneguk susunya hingga setengah.


"Waduhh kok bisa sih non?"


"Ga tau tuh dari mana."


"Yaudah nanti bibi bersihin" balas bi Nana.


Bella mengangguk dan hendak berjalan keluar.


"Jangan lupa sama kesepakatan kita semalam." ucap Alan saat Bella hendak pergi


Bella yang mendengar itu langsung menghela nafasnya pasrah. "Iya cepetan aku tunggu di luar!" balasnya


Alan pun segera bangkit dari posisinya dan pamit kepada bi Nana. "Bi saya pamit anter Bella kesekolah dulu ya.."


"Eh iya hati-hati ya nak Alan."


"Iya Bi."


Alan pun bergegas keluar untuk menghampiri Bella. Dilihatnya kini Bella sedang mengenakan sepatunya.


"Jangan lupa bawa topi kamu, hari ini upacara kan?" tanya Alan


"Iya." jawab Bella singkat kemudian segera bangkit dari posisinya karena sudah selesai mengenakan sepatu.


Alan segera berjalan kearah mobilnya dan mempersilahkan Bella untuk masuk kedalam. Bella pun masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang depan.


Alan mulai menginjak pedal gas mobilnya perlahan.


-----


Alan memberhentikan mobilnya tepat didepan gerbang sekolah. Bella langsung melepas sabuk pengamannya hendak keluar.


"Nanti pulangnya jam 1 siang kan seperti biasa?" tanya Alan


"Iya."


"Ga ada kegiatan lain?"


"Ngga."


"Yaudah berarti pulangnya jangan mampir kemana-mana dulu. Bel bunyi langsung ke depan gerbang ya." Beritahu Alan


"Ishhh bawel banget sih Om!" kesal Bella dan langsung keluar begitu saja sambil menutup pintu mobil dengan keras.


***


Selesai upacara Bella kembali ke kelas. Setibanya di kelas dirinya dikejutkan dengan adanya Justin duduk di bangkunya.


"Justin?"


"La, Aku perlu ngomong sesuatu sama kamu.." ucap Justin


Bella menghampiri Justin. "Kamu kemana aja ga ngabarin aku sejak kejadian malam itu?"


"Aku bisa jelasin, sekarang kamu ikut aku ya?"


"Kemana?"


"Ke rumah ku.."


"Sekarang banget?"


Justin mengangguk.


"Tapi kan ini masih jam sekolah, dirumah kamu pasti ada orang tua kamu kan? Nanti gimana kalo ditanya?"


"Orangtua aku ga ada dirumah, mereka kerja."


Bella tampak menimbang ajakan Justin. Ya, dirinya memang perlu berbicara berdua dengan Justin. Tapi masa iya dirinya harus membolos lagi?


"La cepetan sebelum gurunya masuk kelas kamu."


Bella langsung mengangguk mengiyakan. Justin pun langsung membawa tas Bella dan segera berjalan keluar kelas bersama.


Saat di depan pintu tak sengaja Bella berpapasan dengan Hana yang baru hendak masuk kelas.


"Eh Bel mau kemana?" tegur Hana


"Izin." celetuk Bella sambil berjalan terburu-buru karena tangannya ditarik Justin.


Hana yang melihat itu hanya mengerutkan dahinya bingung.


Justin mengajak Bella ke arah pintu belakang sekolah yang tidak terlalu ketat penjagaannya jadi bisa keluar masuk seenaknya saja tanpa ada yang tahu.


"Motor kamu gimana?" tanya Bella


"Terus kesini tadi naik apa?"


"Bareng letoy."


"Emang rumah kamu deket sama letoy?"


"Ngga sih, tapi searah. Jadi dia ku suruh samper dulu tadi."


"Oh.."


Justin langsung memberhentikan taxi yang lewat dan segera mempersilahkan Bella untuk segera masuk kedalam taxi.


Kini mereka berdua berada di dalam satu taxi menuju rumah Justin.


Sedaritadi Justin terus menggenggam tangan Bella seakan tidak mau kehilangannya. Bella merasa senang dengan itu.


Setibanya di tempat tujuan, Justin langsung membayarkan tarif ongkos taxinya setelah itu mereka keluar dari dalam taxi bersama.


"Dirumah ada siapa?" tanya Bella


"Cuma Bi ijem aja."


Justin menggenggam kembali tangan Bella dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


"Yuk." ajaknya


Bella mengangguk.


*****


Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang dan Alan sudah standby menunggu Bella untuk menjemputnya. Bel berbunyi begitu nyaring sehingga terdengar hingga keluar. Selang beberapa detik setelah bel berbunyi, murid-murid yang mengenakan seragam putih abu-abu sudah banyak yang keluar.


Alan melihat satu persatu murid yang keluar dari gerbang. Alan belum menemukan Bella keluar dari sana. Kemana dia?


Alan melirik kearah jam yang melekat di pergelangan tangannya. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 01.20 menit tetapi Bella tak kunjung keluar juga. Alan memutuskan untuk keluar dari dalam mobil agar lebih jelas lagi melihat satu persatu murid yang keluar untuk menemukan Bella.


Alan tidak tahu dikelas mana Bella belajar. Jadi dirinya terus menunggu Bella keluar gerbang hingga sekolahan begitu terlihat sepi karena jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Sudah satu jam Alan menunggu disini tetapi tak kunjung melihat batang hidung gadis itu.


Alan berjalan mondar-mandir sambil mengeluarkan ponselnya dan berniat menelfon Bella. Panggilan pun tersambung tetapi tidak ada jawaban dari ponselnya. Alan semakin dibuat cemas.


Apa Bella berniat untuk mengerjainya?


Dirinya pun mulai kesal. Alan masuk ke dalam dan menemui satpam.


"Permisi pak.."


"Iya ada apa?"


"Pak kenal Bella gak? Bella Elyana?"


"Waduhhh saya gak kenal tuh ya, Ada apa memangnya?"


"Biasanya murid kelas 12 pulangnya jam 1 siang kan ya?" tanya Alan lagi


"Iya betul, kalau tidak ada kegiatan itu juga. Tapi ini hari senin, jadi tidak ada yang pulang sore karena tidak ada kegiatan."


"Kira-kira di dalam masih ada orang gak sih pak?"


"Sepertinya masih.. Tapi hanya beberapa saja."


"Saya boleh izin masuk?"


"Ohiya sok silahkan,"


"Terimakasih ya pak.." ucap Alan kemudian langsung berjalan memasuki halaman sekolah.


Sepi. Itu yang ada di pandangannya saat ini. Tidak ada satu pun murid yang duduk atau sedang berbincang di koridor. Alan terus melangkahkan kakinya menyusuri koridor entah ini menuju kemana.


Dirinya samar-samar mendengar suara berisik dari arah belakang. Sepertinya disana ada kantin. Alan pun berjalan kearah suara berisik itu, dan benar saja disana ada kantin.


Alan melihat ada sekelompok murid laki-laki yang sedang nongkrong dipojok kantin sambil bersenandung ria dan salah satunya ada yang sedang bermain gitar.


Pandangannya lalu melihat kearah empat murid perempuan yang sedang duduk sambil berbincang-bincang. Alan lalu menyipitkan matanya untuk memastikan. Sepertinya Alan pernah melihat salah satu perempuan itu sebelumnya.


Dia adalah siswi yang waktu itu pernah menuntun Bella kelapangan saat Justin hendak menyatakan perasaan. Langsung saja Alan menghampiri empat siswi tersebut tepatnya kearah salah satu teman Bella.


Alan berdehem sebentar. "Ehm..permisi," ucapnya


Empat siswi perempuan itu langsung menoleh sambil melongo.


"Maaf mengganggu, Saya boleh tanya sesuatu sama kamu?" ujar Alan kepada salah satu siswi yang pernah dilihatnya bersama Bella.


"Aku?" tanya siswi tersebut sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Ya"


"Tanya apa?"


"Temannya Bella bukan?" tanya Alan to the point


"Bella? Bella Elyana?"


"Ya tepat sekali."


"Jelas kenal, dia temanku di kelas."


"Siapa namamu?" tanya Alan


"Hana."


"Ok baik. Kamu tau dimana Bella sekarang?"


"Bella izin hari ini." beritahu Hana


Alan langsung mengerutkan dahinya bingung. "Izin?" ulangnya


Hana mengangguk. "Iya tadi pagi setelah upacara."


"Izin kenapa?"


Hana mengangkat kedua bahunya tidak tahu.


"Dia gak bilang sesuatu sama kamu?"


"Engga, dia cuma bilang izin."


"Oh iyaudah makasih ya Hana." ucap Alan kemudian pergi meninggalkan kantin.


Sesudah Alan pergi meninggalkan kantin. Hana langsung dihujani beberapa pertanyaan dari ketiga temannya, sekedar bertanya siapa pria yang menanyakan Bella barusan.


.


.


.


TBC