
42.DIA KEMBALI
Keesokkan malam harinya, Bella terbaring diatas ranjang seorang diri sambil mengarahkan layar ponselnya tepat di depan wajahnya ia melihat wajah tampan Alan tertera di layar ponselnya karna mereka berdua sedang video call.
"Bel," panggil Alan dari seberang telfon.
"Iya?"
"Kangen."
"Kangen siapa?" polos Bella.
"Ya kangen sama istri aku lah."
"Hahaha emang siapa istrinya?" canda Bella sambil tertawa meledek.
"Nih, sekarang yang lagi telfonan sama aku."
Bella tersipu malu dibuatnya. "Kamu belum mau tidur?" tanyanya
"Nunggu kamu dulu."
"Udah tidur aja, aku masih belum ngantuk."
"Kenapa jam segini belum ngantuk? tumben banget." celetuk Alan.
Bella melirik kearah jam dinding di tembok kamarnya, dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. "Iya nih, gatau."
"Udah makan, kan?"
Bella mengangguk.
"Tidur Bel, ini udah malem." ujar Alan.
"Kamu kapan pulang?"
"Besok sore aku pulang kok."
"Benerann?!"
Alan mengangguk.
"Yesss, berarti kita bisa jalan-jalan lagi!" Senang Bella
Alan terkekeh pelan. "Emang kamu mau kemana?"
"Kemana aja terserah, bete banget dari kemarin di rumah aja." cemberut Bella.
"Padahal enakan di rumah, berduaan sama kamu di kamar seharian hahaha." canda Alan.
Bella langsung melototkan kedua matanya kepada Alan. "Heh! Kamu mikir yang engga-engga ya??!"
Alan tertawa geli melihat ekspresi istrinya saat ini. "Hahahahaha."
"Diem kamu! Gausah ketawa!" sewot Bella
"Hahaha Gemesin banget sih."
Bella hanya memanyunkan bawah bibirnya kesal. "Yaudah deh aku mau tidur aja." katanya.
Alan mengangguk. "Good night, Bel." ucapnya.
Bella hanya tersenyum tipis membalas ucapan dari Alan. Kemudian sambungan telfon pun berakhir.
*****
Keesokkan harinya, Bella duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton acara tv yang menurutnya seru untuk di tonton. Kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, tetapi seseorang yang ditunggunya tak kunjung datang.
Alan, dia memberitahu Bella sejak siang tadi bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang. Ia begitu tidak sabar menunggu suaminya itu datang. Entah kenapa baru kali ini dirinya amat sangat excited menunggu kedatangan Alan.
Sebenarnya bisa saja Bella menjemput dan menunggu Alan di bandara, tetapi Alan tidak mengizinkannya untuk kesana, dirinya pun hanya bisa pasrah menunggu kedatangannya di rumah saja.
Tiba-tiba saja Bella merasa sofa di tempat sebelahnya ada yang menduduki. Ia pun langsung menoleh dan terkejut.
"ALAN?!" terkejut Bella sambil menatap wajah Alan yang tampaknya biasa-biasa saja.
"Iya, kenapa?" santai Alan.
Tanpa aba-aba Bella pun langsung memeluk tubuh pria dewasa di sampingnya ini dengan erat, seakan sedang melepas rindunya yang begitu dalam.
"Sekarang ketauan nih siapa yang paling kangen." sindir Alan sambil membalas pelukan Bella.
Bella langsung melepas pelukannya. "Kok kamu disini sih?!"
"Ya emangnya kenapa?"
"Kapan masuknya??!"
"Tadi."
"Kenapa ga pencet bel???"
"Udah, tapi gaada yang bukain pintunya. Yaudah deh masuk aja. Eh ternyata orang yang didalemnya lagi asik nonton TV. Pantesan aja di bel berkali-kali gak kedengeran."
Bella mendengar itu terkekeh pelan. "Yaudah sana kamu mandi ihhh, bauuuu." ujarnya sambil mendorong tubuh Alan untuk menjauh.
"Emang kamu udah mandi?" tanya Alan
"Ya udah lah."
"Coba cium sini." kata Alan sambil memonyongkan bibirnya seakan hendak mencium Bella.
Bella langsung menjauhkan wajahnya. "Ihhhhh bauuuu sanaa mandiiii dulu cepetannn." kesalnya sambil berusaha mendorong-dorong tubuh Alan.
Alan mendengar itu terkikik geli. Ia pun langsung menjauhkan wajahnya dan bangkit dari posisinya.
"Oke, aku mandi ya. Abis itu boleh cium kamu kan?"
"What??!"
"Kamu ada utang cium sama aku, yes!" kata Alan meledek kemudian langsung bergegeas ke kamar mandi.
Bella yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Selesai mandi Alan kembali ke ruang keluarga untuk menghampiri istrinya yang masih setia di posisinya tadi. Ia pun duduk di sebelahnya dan menatap kearah Bella yang tengah asik menonton acara Tv.
Bella menoleh kearah Alan yang tampaknya sedang menatap dirinya. "Apa liat-liat?!" Sewotnya.
Alan menggelengkan kepalanya kemudian kembali menatap lurus kedepan ikut menonton siaran Tv.
Hening dan hanya suara siaran tv yang terdengar.
Tiba-tiba saja terdengar suara perut lapar dari perut Bella. Alan mendengar itu pun langsung menoleh kearah Bella. Mereka berdua sama-sama menoleh. Bella malu setengah mati saat ini, perutnya itu memang tidak bisa diajak bekerja sama disaat-saat seperti ini.
"Kamu laper?" Tanya Alan
"Hehehe." Bella hanya cengengesan salah tingkah.
"Perasaan yang baru pulang kerja aku, tapi kenapa kamu yang laper."
Bella hanya memanyunkan bawah bibirnya kesal.
Alan bangkit dari posisinya. "Ayo." Katanya
"Hah?" Bella tidak mengerti.
"Laper kan?"
Bella mengangguk.
"Yaudah ayo kita makan keluar." Kata Alan.
"Kamu ngga cape?"
Alan menggeleng. "Aku tunggu di mobil." Ujarnya kemudian begegas keluar.
Bella pun langsung mematikan TVnya dan berjalan menghampiri Alan.
*****
Setibanya di cafe terdekat, Bella langsung memesan beberapa makanan untuknya dan juga Alan. Ini ada cafe dimana dirinya dan Alan pertama kali makan bersama. Dimana dirinya kesal dengan Alan karna Alan sudah membohonginya, dia bilang ingin mentraktirnya tetapi kenapa ujung-ujungnya malah dirinya disuruh bayar sendiri. Mengingat itu membuat Bella tersenyum-senyum sendiri.
Alan melihat ekspresi istrinya itu pun heran. "Kenapa senyum-senyum, Bel?" Tanyanya
"Hah? Engga kok."
"Itu tadi senyum-senyum."
"Ini aku ditraktir kan?" Tanya Bella was-was.
Mendengar itu Alan langsung tertawa geli. "Hahahaha ya iyalah kan kamu istri aku."
"Ah nanti ujung-ujungnya aku disuruh bayar sendiri lagi, kayak waktu itu."
Alan masih terkikik geli. "Jadi kamu masih inget kejadian itu?"
"Inget lah. Inget bangettt malah."
Alan hanya tertawa mendengar itu.
"Kamu nyebelin banget sih dulu!"
"Terus sekarang?"
"Sama aja, masih nyebelin juga."
"Masa sih?"
Bella hanya mengangguk. Kemudian seorang pelayan datang membawakan beberapa makanan yang dipesannya dan menyajikannya diatas meja.
"Tapi nyebelin gini aku suami kamu kan?" Goda Alan sambil menatap Bella.
"Ishhh udah tuh dimakan cepet, jangan banyak ngomong!" Kesal Bella
"Lah kan tadi yang laper kamu."
"Terus kamu gak makan gitu?"
"Makan."
"Yaudah ayo makan."
Alan langsung melahap makanannya begitu juga dengan Bella. Mereka berdua sama-sama menikmati makanannya masing-masing.
-------
Selesai makan, Bella dan Alan bergegas keluar hendak pulang. Perut mereka sudah sama-sama terisi. Mereka berdua berjalan beriringan kearah mobil, namun tiba-tiba saja ada seseorang memanggil Bella dari belakang.
Bella seketika menghentikan langkahnya saat mendengar suara yang begitu familliar ditelinganya. Begitu juga dengan Alan, ia ikut menghentikan langkahnya.
Bella menoleh kebelakang dan berbalik.
Seketika kedua kakinya terasa lemas begitu saja melihat siapa orang yang memanggilnya barusan.
Kenapa dia ada disini?
Kenapa dia kembali?
Bella masih mematung diposisinya saat orang itu berjalan menghampiri Bella. Sedangkan Alan hanya mengepalkan kedua tangannya kuat menatap orang tersebut.
"Justin.." gumam Bella.
Alan menoleh kearah Bella dan menatapnya. Apa Bella masih mencintai Justin?
.
.
.
.
To be continued..