
49.GOOD MORNING
Pagi harinya, Bella menguap sedikit sambil membuka kedua matanya perlahan-lahan yang masih terasa berat itu. Saat kedua matanya terbuka lebar seketika ia dibuat terkejut karna melihat wajah Alan kini tepat di hadapannya.
"Astaga! Kamu pagi-pagi udah ngagetin deh!"
"Good morning." Ucap Alan sambil menatap Bella yang masih terbaring dengan posisi miring menghadapnya.
Bella tersenyum sambil menatap Alan. "Morning." Balasnya
Alan balas tersenyum. "Makasih ya, Bel."
Bella mengerutkan dahinya. "Untuk apa?"
"Yang semalam,"
Mendengar itu seketika pipi Bella dibuat merona. Ia jadi ingat kejadian tadi malam.
"Makasih udah percayain aku." Lanjut Alan.
Bella mengangguk pelan. "Tapi aku minta maaf, karna kamu bukan orang yang pertama, Alan."
Alan terdiam sejenak. Kemudian ia memajukan wajahnya untuk lebih dekat. Bibirnya lalu mendarat pada kening Bella singkat.
'Cup'
"Setiap hari aku selalu berdoa pada Tuhan, agar aku menjadi lelaki terakhir dan selamanya bagimu. Karna menjadi yang terakhir di hatimu saja sudah cukup untukku, Bel." Kata Alan
Bella menatap Alan dengan serius. Mendengar itu dirinya jadi merasa sangat-sangat beruntung bisa bersanding dengan Alan.
"Besok, aku sudah harus kembali, Bel." ujar Alan
"Kerja?"
Alan mengangguk.
"Berapa lama?"
"6 bulan kayaknya sih." jawab Alan enteng
"HAH?! Kamu seriusan?? berbulan-bulan gak pulang gitu?"
Alan mengangguk. Bella langsung memanyunkan bawah bibirnya kesal.
"Kenapa lama banget sih?? terus aku sendirian gitu di rumah?"
"Kamu di rumahku aja, kan ada Ibu sama Ayah."
"Ya masa selama itu aku di sana." cemberut Bella
"Yaa mau gimana lagi, Bel. Ini pekerjaanku."
Bella terdiam. Jujur dirinya merasa sedih mendengar ini.
Alan menjadi sedikit iba saat melihat wajah istrinya yang memelas. Ia pun langsung tertawa, "Hahaha, aku bercanda sayang. Mana mungkin aku bisa bertahan selama itu tanpa kamu." Goda Alan.
Mendengar itu Bella langsung merubah ekspresinya. "Ihh ngeselin banget sih!"
"Hahahaha." Alan masih tertawa geli.
Bella pun kesal, Ia langsung beranjak dari atas tempat tidur dan berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri.
-----------
Selesai membersihkan diri, Bella langsung berjalan keluar kamar hendak menuju dapur tanpa menghiraukan Alan yang sedari tadi memanggil-manggil namanya.
Alan merasa bahwa istrinya itu marah padanya. Tanpa pikir panjang ia pun langsung beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar untuk menghampiri Bella.
Kini Alan mendapati Bella di dapur yang sedang memotong beberapa sayuran, melihat itu ia pun langsung menghampirinya. Kini posisinya sudah di samping Bella. "Masak apa?" tanyanya.
Bella hanya bungkam.
Alan menatap wajah Bella. "Kayaknya serius banget sampe aku dicuekkin," sindirnya.
Bella masih tetap bungkam dan sibuk memotong sayuran.
"Bel,"
"Ih apa sih? berisik deh." kesal Bella
Mendengar itu Alan terkekeh pelan, Bella sedang merajuk padanya. "Aku mau bantuin nih, Kamu tinggal suruh aja aku harus ngapain."
Alan tidak mendapat respon dari Bella, ia pun langsung mengambil alih pisau yang digenggam Bella itu.
"ALANNNNNNN." kesal Bella saat pisaunya diambil alih.
"Iya apa sayang?"
"Kenapa di ambil pisaunya?! Aku motongnya gimana?!" geram Bella
"Sini biar aku aja yang motongin, kamu siapin aja bumbu-bumbunya." santai Alan sambil mengambil alih juga sayuran-sayuran itu.
"Ih gak mau! Nanti kamu motongnya asal!"
"Engga, nih bener kan gini motongnya?" Balas Alan sambil mempraktikkan gaya Bella saat memotong tadi.
"Ih jangan tebel-tebel motongnya, nanti matengnya lama!"
"Emang segini ketebelannya ya?" tanya Alan sambil menunjukkan hasil potongannya tadi.
"Iyaa! Udah deh sana kamu siapin airnya aja!"
"Air panas?"
"Yaiya dong masa aku ngerebus ini pake air dingin." celetuknya
"Iya juga sih ya."
"Yaudah sana cepet siapin!" perintah Bella
"Oke siap 86." balas Alan kemudian langsung mengambil panci yang tersedia.
Alan mulai meletakkan panci yang sudah diisi air itu diatas kompor, kemudian ia nyalakan apinya. Kemudian tiba-tiba ia mendengar suara Bella meringis kesakitan.
"Awshhh.."
Alan langsung menoleh kearah Bella. "Bel, Kenapa???"
"Aduhhh sakit.." Bella kemudian berjongkok.
Alan langsung menghampiri Bella dengan sigap saat melihat Bella meringis kesakitan. "Are u okay?" tanyanya sambil ikut berjongkok di hadapan Bella.
"Hikss.. Sakit Alan," kata Bella sambil memegang perutnya.
Alan mulai panik saat melihat Bella menitikkan airmatanya sambil memegang perutnya.
"Kenapa?? Bagian mana yang sakit??" Alan benar-benar panik saat ini.
"Perut aku hiks.. tiba-tiba rasanya sakit banget."
Bella menggelengkan kepalanya.
"Kita harus segera ke dokter, Bella!" paniknya
Bella kekeh meggelengkan kepalanya tidak mau ke dokter.
"Terus mau kamu apa Bel??? Aku panik, aku gabisa liat kamu kesakitann gini."
Bella masih meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Kamu tunggu disini aku ambil kunci mobil, kita ke dokter!"
"Ga--"
"Gak ada penolakan, Bel!" potong Alan dan hendak bergegas ke kamar untuk mengambil kunci mobil.
Melihat itu Bella langsung memanggil Alan. "ALAN, AKU CUMA BERCANDA HAHAHAHA."
Seketika Alan menghentikan langkahnya dan berbalik. Dilihatnya kini istrinya itu sedang tertawa terbahak-bahak. Alan menghela nafasnya, syukyurlah kalau nyatanya istrinya itu baik-baik saja.
Bella bangkit dari posisinya. "Hahahaha, sekarang kita 1-1. Wleeee." ledeknya sambil menjulurkan lidah.
"Jadi kamu balas dendam ya?" tanya Alan sambil berjalan mendekat kearah Bella dengan tatapan seringainya.
Bella menghentikan tawanya, ia menatap Alan dengan was-was. Mau apa dia?
Alan menghentikan langkahnya tepat di hadapan Bella. Ditatapnya sebentar wajah istrinya itu. "Bagus juga ya akting nangis kamu tadi." ujarnya, kemudian kedua tangannya dengan usil langsung mengelitiki pinggang Bella.
Spontan Bella merasa geli, iapun tertawa. "Hahahahaha geli, Alan!"
"Balasan untuk kamu yang udah bikin aku panik tadi." kata Alan masih sambil mengelitiki pinggan Bella.
Bella berusaha memberontak, tapi ada daya tenaganya ini jika dibandingkan dengan Alan. "Hahaha udah stop, Alan!"
"Bilang sayang dulu dong. Kalo ngga aku gabakal berenti."
"Hahahaha iya iya."
"Mana?"
"Sayang.."
"Hah? Apa? Gak kedengeran." pura-pura Alan
"SAYANGGGGG!! Udah lepasinnnnn..."
Alan terkekeh pelan, kemudian ia menjauhkan kedua tangannya dari pinggang Bella.
"Aduh, masih pagi aku udah keringetan nih gara-gara kamu." ujar Bella sambil terengah-engah.
"Kamu sih, mancing-mancing."
"Ih orang kamu duluan yang bercandain aku tadi pagi!" balas Bella tak mau kalah.
"Iyadeh aku minta maaf."
"Gak!" kata Bella sambil membuang pandangannya ke kanan.
"Lho kok?"
"Aku sebel sama kamu!"
"Kenapa malah jadi kamu yang marah sama aku?"
"Iya kamu ngeselin!"
Alan terkekeh pelan melihat ekspresi Bella saat ini. Langsung saja ia mengecup bibirnya singkat.
'Cup' Alan mengecup bibir Bella singkat.
Bella pun dibuat terkejut atas perlakuan Alan barusan. Reflek ia menatap Alan dengan tatapan terkejutnya.
"Masih sebel?" tanya Alan
Bella hanya bungkam.
Melihat Bella hanya bungkam iapun langsung ******* bibir Bella dengan lembut. Lama kelamaan Bella membalas ciuman itu. Ia menikmatinya. Ditengah-tengah itu seketika Bella teringat sesuatu. Ia langsung melepas ciumannya.
"Astaga Alan aku lupa!"
"Apa?"
"Air kamu mendidih!!" tunjuk Bella kearah panci yang sudah mendidih dengan kompor yang menyala.
"Astaga aku juga lupa." kata Alan kemudian langsung mematikan kompor tersebut.
Bella hanya menggelengkan kepalanya heran. Kemudian ia langsung melanjutkan memotong sayurannya yang sempat tertunda tadi.
Alan berjalan mendekat kearah Bella. Ia berdiri tepat disampingnya sambil menatap Bella yang sedang fokus memotong beberapa sayuran yang tinggal sedikit lagi.
"Ngapain kamu di situ?" tanya Bella tanpa menoleh
"Nunggu kamu."
"Ngapain nungguin aku?"
"Nungguin kamu selesai masak."
"Yaudah kamu mandi aja sana."
"Iya."
Bella kemudian menunda sebentar aktivitasnya dan menoleh kearah Alan yang masih setia di posisinya. "Kenapa masih disini?!"
"Kiss dulu."
"Astaga, Alan!!!"
"Ayolah, yang tadi belum selesai."
Bella geram dengan sikap Alan yang sedikit manja saat ini. "Lama-lama kamu juga nih ya yang aku potong-potong, biar kayak sayuran!!" ancamnya sambil mengarahkan pisau yang dipegangnya kepada Alan.
Melihat itu Alan langsung tertawa geli. "Hahaha, Ampun sayang. Iya ini aku langsung mandi." balasnya sambil berlari meninggalkan dapur.
Melihat itu Bella hanya menggelengkan kepalanya.
.
.
.
To be continued..
Jangan lupa Vote dan komentarnya seperti bisa temantemannn❤️
Sepertinya nextpart udh ending nihh🤔 sblum ending kalian liat video pendeknya dulu yukk, author buat seadanya dr film foxy pilot😅 👇🏻