THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)

THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)
44



44.PANIK


Bella selesai mengompres lebam di wajah Alan. Kemudian ia bangkit dari posisinya hendak mengembalikan wadah tadi ke dapur. Sesudah mengembalikan wadah tersebut, Bella kembali lagi menghampiri Alan.


"Besok pagi di kompres lagi ya." Ujar Bella.


Alan hanya diam menatap Bella.


Bella pun dibuat salah tingkah, karna Alan sedari tadi menatapnya terus.


"Sana ke kamar, istirahat!" Perintah Bella lagi.


Alan masih diam diposisinya.


"Denger gak sih?" Gereget Bella, karna Alan tak kunjung bangkit dari posisinya.


Bella kemudian menghela nafasnya saat merasa Alan tak meresponnya. Apa dia marah?


Dilihatnya kini Alan kembali berbaring diatas sofa seperti posisi pada awalnya. Ia kemudian memiringkan badannya menghadap punggung sofa dan membelakangi Bella.


"Kamu---" ucapan Bella dipotong Alan. "Sana tidur, Bel. Ini udah malem." Kata Alan dengan nada dingin tanpa menoleh kearah Bella.


Jleb! Baru kali ini Bella merasa dihiraukan oleh Alan. Pria itu benar-benar marah padanya saat ini.


Alan kemudian memaksakan memejamkan kedua matanya untuk melanjutkan tidur kembali. Dirinya malas berjalan ke kamar, jadi memilih untuk tidur di sofa saja.


Bella kemudian menitikkan air matanya sedih. Baru kali ini dirinya di acuhkan oleh Alan. Apa dirinya salah tadi memebentak Alan? Padahal ia melakukan itu agar Alan berfikir bahwa menyelesaikan masalah tidak harus dengan kekerasan sampai melukai orang lain.


Sesudah perkelahian itu, Bella mengantar Justin ke rumah sakit, dirinya merasa bersalah pada Justin, karna jika dilihat-lihat Justin lah yang paling banyak mendapat luka hingga ujung bibirnya itu sobek.


Sesudah mengantar Justin ke rumah sakit dan bertanggung jawab untuk semuanya, Bella langsung bergegas pulang ke rumah. Namun, setibanya di rumah ia tidak mendapati Alan. Maka dari itu dirinya datang ke rumah orang tua Alan untuk menghampiri Alan. Tetapi yang dirinya dapati dari perlakuan Alan saat ini malah membuat hatinya begitu sakit.


Alan mengacuhkannya.


Alan masih dengan posisinya yang membelakangi Bella. Alan hanya memejamkan kedua matanya, tetapi tidak tidur. Ia sebenarnya tahu kalau Bella masih berdiri di belakangnya saat ini.


Bella menghapus airmatanya, kemudian berbalik dan ikut berbaring di sofa panjang satunya. Sofa yang mereka tiduri saling bersebrangan. Tanpa bantal, tanpa guling, dan tanpa selimut malam ini. Bella tertidur dengan posisi miring yang menghadap ke arah punggung Alan.


"Selamat tidur, Alan." Gumamnya pelan sebelum memejamkan kedua matanya dan tertidur.


---------


Selang beberapa menit kemudian, Alan mengubah posisinya. Ia berbalik untuk melihat Bella, karna sedari tadi dirinya belum tertidur. Kini ia melihat Bella yang terbaring di atas sofa dengan kedua mata yang terpejam.


Melihat itu Alan langsung bangkit dari posisinya dan mendekat kearah Bella. Ia mengelus-elus puncak kepala istrinya itu dengan lembut. Kenapa dia lebih memilih untuk tidur disini?


Alan merasa iba. Ia pun langsung dengan sigap menggendong tubuh mungil istrinya itu untuk membawanya ke kamar.


Setibanya di kamar Alan langsung membaringkan tubuh tubuh Bella di atas ranjang. Kemudian tangannya menarik selimut untuk menutupi tubuh Bella hingga batas dada.


"Selamat tidur, Bel." ucap Alan pelan. Kemudian pergi berlalu keluar.


*****


Keesokkan harinya Bella terbangun dari tidur nyenyaknya, Ia merentangkan kedua tangannya keatas kemudian menguap lebar. kedua matanya melihat kearah jam dinding, dilihatnya kini jam baru menunjukkan pukul 06.30 pagi.


Seketika ia teringat sesuatu. Kepalanya menoleh ke kanan-kiri untuk memastikan.


Kenapa bisa dia ada di kamar Alan? padahal ia ingat terakhir tidur di sofa. Apa Alan yang memindahkannya kesini? lalu dimana dia sekarang?


Bella langsung bangkit dari posisinya dan berjalan keluar untuk mencari Alan.


Setibanya di ruang tamu, Bella mendapati Alan terbaring di atas sofa yang semalam. Dia masih memejamkan kedua matanya, lebam diwajahnya masih terlihat walaupun tidak separah yang semalam.


Bella berjalan mendekati Alan. Posisi tidurnya meringkuk seperti orang kedinginan, melihat itu Bella langsung bergegas kembali ke kamar Alan untuk mengambil selimut yang tadi.


Sesudah mengambil selimut ia kembali ke sofa yang tadi dan mulai menyelimuti tubuh Alan dengan selimut yang tadi dibawanya.


"Bella." panggil seseorang dari belakang membuat Bella terkejut.


Bella langsung menoleh dan mendapati Ibunya Alan. "Ibu," sapanya kemudian langsung menyalami tangannya.


"Kalian kok disini? kapan datang?" bingung Tia.


"Semalam bu, jam 11."


"Ohh, kenapa ngga bangunin ibu semalam kalau kamu datang kesini?"


"Gapapa, takut ganggu ibu tidur."


"Terus ini kenapa Alan tidur di sofa?"


Bella terdiam. Ia bingung harus menjawab bagaimana.


Tia pun langsung mengerti saat melihat perubahan dari raut wajah Bella saat ini, sepertinya mereka berdua sedang ada masalah. Tia juga melihat bahwa ada sedikit lebam di wajah anaknya itu.


"Bantuin Ibu masak aja yuk, Alannya juga belum bangun ini kan?"


Bella mengangguk. "I-iya. tapi Bella mandi dulu ya,Bu."


Tia mengangguk mengiyakan kemudian langsung berjalan kearah dapur untuk masak, sedangkan Bella langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


--------


Ini adalah selimut di kamarnya. Dirinya juga ingat betul bahwa ini ialah selimut yang semalam untuk menyelimuti Bella.


Alan kemudian bangkit dari posisinya dan langsung berjalan kearah kamarnya untuk memastikan Bella. Setibanya di kamar ia langsung panik, karna Bella tidak ada di sana.


"Bel," panggilnya


"Bella." panggilnya lagi namun tidak ada jawaban.


Alan langsung kekamar mandi untuk mencari Bella. Namun, Bella juga tidak ada di sana. Kemana dia? Apa dia pergi meninggalkannya? Apa Bella pergi bersama Justin?


Langsung saja Alan bergegas keluar kamar, kakinya terburu-buru menuruni tangga. Saat hendak membuka pintu utama, langkahnya terhenti karna mendengar ada seseorang memanggilnya.


"Alan, mau kemana kamu?" panggil Tia dari belakang


Alan langsung menoleh dan mendapati Ibunya di sana. "Cari Bella, Bu."


Tia di buat bingung. "Cari Bella?"


"Iya bu, Bella kaburrr." paniknya


"Kabur gimana maksudnya?"


"Bella gaada dikamar Alan, Bu. Dia kaburr, Alan harus cari Bella." Alan begitu panik saat ini.


Tia mendengar itu langsung tertawa geli. "Hahahahaahaha." tawanya geli. Tingkah anak semata wayangnya ini memang benar-benar membuatnya geli.


"Kok ibu malah ketawa sih?"


"Haahahahahaha." Tia masih menertawakan tingkah anaknya itu.


Arya yang mendengar suara istrinya tertawa geli itupun langsung keluar dari kamarnya dan menghampirinya.


"Ada apa ini?" tanya Arya saat melihat wajah serius Alan dan ekspresi geli istrinya.


"Hahahaha, Lihat lah anakmu itu." kata Tia masih sambil tertawa.


"Kenapa?" Arya bingung.


"Dia begitu panik sekarang." beritahu Tia


"Bella kabur, Ayah. Tapi Ibu malah tertawa, apa itu lucu?" kata Alan serius.


"Kabur matamu! Istrimu itu ada di dapur!" beritahu Tia.


Alan langsung dibuat melongo. Jadi, Bella ada di dapur?


Arya mendengar itu ikut terkekeh pelan.


Alan ditertawakan oleh kedua orangtuanya sendiri. Ia benar-benar malu saat ini. Tangannya pun mengangguk tengkuknya yang tidak gatal, ia dibuat salah tingkah.


"Sepertinya kamu begitu takut kehilangannya, Alan." kata Arya.


Alan hanya diam. Kemudian langsung berjalan cepat kearah dapur untuk memastikan.


Setibanya di dapur, kini ia melihat Bella sedang memasak. Posisinya membelakangi dirinya, jadi Bella tidak menyadari kehadiran Alan disini.


Alan berdiri dengan punggung yang menyandar pada tembok, kedua tangannya ia lipat didepan dada sambil memandangi istrinya yang sedang memasak itu.


Bella membawa sebuah piring yang sudah terisi makanan. Ia pun berbalik dan seketika terkejut mendapati Alan disana.


"Astaga!" terkejut Bella saat berbalik.


Alan hanya diam menampakkan ekspresi datarnya sambil menatap Bella.


"Kamu sejak kapan disitu?!" tanya Bella.


"Udah masaknya?" tanya Alan balik.


Bella hanya mengangguk.


Alan kemudian berbalik dan pergi meninggalkan dapur.


Bella yang melihat itu dibuat bingung dengan sikapnya.


"Aneh." gumam Bella.


.


.


.


.


TBC