THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)

THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)
27



27.'KITA'


Keesokkan harinya Bella sama sekali tidak ada semangat untuk bergegas ke sekolah, dirinya takut kalau kejadian yang semalam terulang kembali. Bisa saja Reta dan teman-temannya itu masih ingin mempermalukan dirinya di depan umum.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu kamarnya dari arah luar. Bella menoleh ke asal suara.


"Pa, Bella ga sekolah dulu hari ini ya.." ujarnya seakan sudah bisa menebak bahwa itu ialah Papanya.


'Ceklek..' suara pintu dibuka.


Bella mendapati Papanya yang baru saja membuka pintu dan berjalan kearahnya.


"Ada apa emangnya? Ga enak badan?"


Bella terdiam.


"Mau periksa ke dokter?"


Bella menggelengkan kepalanya. "Bella baik-baik aja Pa."


"Terus kenapa ga mau berangkat sekolah?"


Bella seketika bingung ia harus menjawab apa.


"Jadi sekolah ngga?" tanya Roy.


Bella menarik nafasnya kemudian menghembuskannya pelan. "Iya." balasnya.


"Yaudah ayo."


"Bella bawa mobil sendiri aja ya?"


Roy menggeleng. "Tidak, biar Papa saja yang antar kamu. Ayo."


"Tapi Pa--"


"Papa tunggu di mobil." ujar Roy sambil berjalan keluar.


Bella yang mendengar itu hanya menghela nafasnya pasrah. Dengan malas dirinya bangkit dari posisi dan bergegas keluar.


 


Setibanya di sekolah, Bella berjalan terburu-buru menuju ruang kelasnya dengan kepala yang menunduk. Saat sudah tiba di kelas, Bella mendapati Hana yang sudah tiba lebih dulu dan duduk di bangkunya.


"Bel! Lo semalem kemana sih?! Pulang gitu aja ga nungguin gue. Mana nomer lo ga aktif lagi!" omel Hana


Bella terdiam. Apa Hana tidak tahu tentang kejadian yang semalam? Padahal mereka berdua di satu tempat yang sama. Apa Hana tidak mendapati orang ramai ribut-ribut di dekat toilet?


"Woy malah diem!" kesal Hana


"Eh i-ya gue pulang duluan semalem, sorry ya."


"Sendiri?"


Bella mengangguk berbohong.


Hana menyipitkan keduamatanya menatap Bella curiga. "Lo yakin sendiri semalem?"


Bella mengangguk lagi.


"Malem-malem sendirian naik taxi gitu?!"


"Iyaaa Hanaaa yaampun."


"Oh yaudah."


"Kenapa sih?"


"Ya gapapa. Ohiya btw dua minggu lagi udah ujian nasional nih, persiapan lo udah sampe mana? Udah belajar kan?" tanya Hana basa-basi.


Bella menghela nafasnya. "Belum."


"What?! Lo belum ada persiapan samsek?!"


"Iya."


"Ya ampun Bella Elyana, sifat males lo itu dari dulu emang gapernah ilang yaa.."


"Gue gaada pikiran kesitu lagi Na. Gue udah gaada masa depan sekarang." ucap Bella.


Hana terdiam sejenak.


"Gue ngerasa gue ini orang yang paling terbodoh sedunia."


Hana merapatkan tubuhnya dengan Bella kemudian merangkulnya. "Bel udah.. Masa depan lo ga cuma sampe di sini aja kok."


"Kira-kira Justin lagi ngapain ya Na sekarang? Apa dia mikirin gue? Atau dia lagi senang-senang di lingkungan barunya?"


"Udahlahh jangan dipikirin lagi tentang si Justin. Sekarang lo harus menatap ke depan, lo liat siapa yang selama ini lebih perduli dan perhatian sama lo."


Bella hanya diam menyimak.


"Percayalah semua akan indah pada waktunya." ujar Hana lagi


Bella mengangguk pelan. Kemudian bel berbunyi pertanda jam pelajaran akan segera di mulai.


*****


Saat jam pulang sekolah sudah tiba, Bella buru-buru bergegas memasukkan perlengkapan belajarnya ke dalam tas, dirinya harus lebih dulu keluar kelas daripada biasanya.


"Buru-buru banget sih, mau kemana?" tanya Hana


Bella hanya menggelengkan kepalanya. "Gue duluan ya Na, bye.." ucapnya kemudian bergegas keluar dengan langkah cepat.


Hana yang melihat tingkah aneh Bella hari ini dirinya hanya bisa menggelengkan kepala.


Setibanya di depan gerbang Bella terkejut mendapati Alan yang sudah standby di depan sambil memainkan ponselnya.


"Loh?"


Alan menoleh dan mendapati Bella dengan ekspresi terkejutnya. Alan menaikkan sebelah alisnya sambil menatap gadis di hadapannya ini.


"Kamu kok disini?"


"Jemput kamu."


"Siapa yang suruh?Papa?"


Alan menggeleng.


"Terus?"


"Ayah saya."


"Emangnya ada apa?"


Alan hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


"Tapi Papa ku ga nyuruh kamu jemput ke sini kan?"


"Iya engga."


"Oh iyaudah."


"Yaudah apa?"


"Yaudah ayoo."


"Ayo ke?"


"Ke rumah lah Alan.. pulangggg." gereget Bella.


Alan terkekeh pelan. Kemudian langsung melangkahkan kakinya kearah mobilnya parkir. Bella pun mengikuti langkah kaki kemana Alan berjalan.


Setibanya di dalam mobil, Alan menyalakan radio dalam mobilnya dengan volume sedang dan Bella menikmati lagunya.


"Kamu ngga lupa kan?" tanya Alan


Bella menoleh. "Apa?"


"Malam ini orang tua saya mau ke rumah kamu."


Bella mengerutkan dahinya bingung. "Ngapain?"


"Yaa itu ngobrolin tentang pernikahan kita nanti."


Bella seketika terkikik geli mendengar Alan menyebutkan kata 'kita' barusan.


Alan yang mendengar Bella hanya terkikik iapun bingung. "Kenapa?"


"Gapapa." balas Bella


"Kamu siap Bel?"


"Gajadi deh."


"Hahahaha kamu gajelas banget sih." ledek Bella.


Alan hanya salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jalan-jalan dulu yuk?" ajak Bella


"Jalan-jalan? Kemana?"


"Yaa kemana aja yang seru."


"Kapan?"


"Yaa sekarang lah, masa tahun depan sihhhh. Itumah keburu aku udah bawa anak hahaha."


Alan ikut tertawa.


"Kamu sukanya kemana?" tanya Bella pada Alan


Alan hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


"Mall?" tanya Bella


"Mungkin."


"Hmm kayaknya engga deh. Waktu itu kamu ikut aku ke mall aja ngeluh terus."


"Ya itu mah karena kamu belanjanya lama."


"Astaga Alan.. Itu masih sebentar."


"Sebentar apanya? Itu mallnya sampe udah mau tutup kamu masih maksain mau di sana buat makan."


Bella terkikik geli mendengar itu. Jujur saja sebenarnya dirinya dulu melakukan itu agar Alan kapok dengan dirinya dan tidak terus membuntutinya kemanapun pergi.


"Cafe aja yu?" ajak Bella


"Makan?"


"Yaiyalah, masa cuma duduk aja ngeliatin orang makan."


"Kamu laper?"


"Kalo ngga laper aku ngga ngajak kamu kesana Alan.."


"Hmm oke."


"Kamu yang traktir!" tegas Bella


"Kok saya?"


"Iya karena kamu kan laki-laki."


"Terus?"


"Udah kodratnya laki-laki harus bayarin perempuan kalo lagi makan atau kemana pun."


"Itu tidak adil." kata Alan.


"Udahlah terima nasib aja kalau aku ngajak kamu makan hahahaha."


Alan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanita di sampingnya itu.


 


Setibanya di depan cafe, Bella begitu sangat bersemangat seakan rasanya sudah begitu tidak sabar ingin makan. Melihat Alan yang lama sekali turun dari dalam mobil membuat dirinya menghampiri Alan.


"Alan cepetan!!" kesal Bella karena Alan lama sekali turun dari dalam mobilnya. Padahal Bella sudah menunggu di depan pintu cafe.


"Sebentar Bel, tadi ada telfon." balas Alan sambil memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana.


"Siapa yang telfon? Papa aku? atau Ayah kamu?"


"Bukan mereka." jawabnya sambil keluar dari dalam mobil.


"Terus?" tanya Bella penasaran.


"Yaudah yuk masuk ke dalem." ujar Alan mengalihkan pembicaraan.


Bella hanya mengangguk dan mereka berdua pun masuk ke dalam cafe. Mereka berdua pun duduk dan menempati bangku yang kosong.


"Kamu mau pesen apa?" tanya Alan


"Banyak boleh?"


Alan mengangguk. "Di habiskan ya tapi?"


"Kalau aku ngga habis berarti kamu yang habisin hehe."


"Saya belum laper. Kamu aja yang makan."


"Ihhh kok gitu sih? berarti kamu ga beli dong kesini?"


"Beli."


"Beli apa?"


"Semua makanan yang kamu pesen kan saya yang bayar."


Bella berdecak sebal. "Yaudah deh ayo kita pulang aja." katanya sudah malas.


"Kok pulang? Katanya mau saya traktir."


"Iya tapi kamu makan juga!"


"Saya belum laper, kamu aja yang makan Bel."


"Hmm yaudah deh." balas Bella kemudian memanggil pelayan cafe dan pelayan tersebut menghampirinya.


 


Bella sudah selesai mengisi perutnya, tapi entah kenapa rasanya ia masih ingin berlama-lama disini karena setelah ini Alan akan mengantarnya untuk pulang.


Bella melihat kearah Alan yang sedang berjalan kearahnya.


"Udah selesai kan?" tanya Alan yang baru selesai membayar.


Bella mengangguk. "Jam berapa ini?" tanyanya pada Alan


Alan langsung melirik kearah jam tangannya, "Jam 3." jawabnya


Bella terdiam sejenak.


"Ayo pulang Bel,"


Bella hanya bisa menghela nafasnya pasrah kemudian bangkit dari posisinya dan pergi meninggalkan cafe.


 


Mobil Alan berhenti tepat di depan halaman rumah Bella. Dilihatnya dari dalam mobil kalau Papanya Bella sudah menunggu di depan pintu utama.


"Papa kamu udah nungguin," ujar Alan


"Iya tumben." balasnya sambil membuka pintu mobil kemudian keluar menghampiri Papanya.


Alan ikut keluar dari dalam mobilnya kemudian menghampiri Bella beserta Papanya.


"Om," sapa Alan sambil menyalami tangan Papanya Bella.


"Habis dari mana kalian?" tanya Roy


"Makan Pa." jawab Bella


"Oh yaudah, sana masuk. Papa mau bicara sama Alan." ujar Roy memerintahkan Bella untuk masuk ke dalam rumah.


Bella menoleh sebentar kearah Alan. Dilihatnya Alan tersenyum tipis menatapnya. "Sampai nanti," ucap Alan.


Bella ikut tersenyum tipis. "Iya." balasnya pelan kemudian masuk ke dalam rumahnya.


.


.


.


TBC


Next part? Vote dan komentar dulu yaaa yg bnyk ehehhehe😆