THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)

THE PILOT'S WIFE (COMPLETED)
48



48.PERPISAHAN DAN JAWABAN


SIAP-SIAP BAPER DI PART INI TEMAN-TEMAN❤


SEBELUM BACA JANGAN LUPA VOTENYA YAA👌 HAPPY READING💕


*****


Bella hendak kembali ke kamar, kakinya melangkah menaiki tangga. Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, seketika ia menghentikan langkahnya dan berbalik.


Siapa malam-malam begini yang bertamu? batinnya


Kini kakinya melangkah berjalan menuju pintu utama hendak membuka pintu. Saat pintu dibuka Bella langsung dibuat terkejut karna mendapati Justin kini dihadapannya.


"Justin.." gumam Bella pelan.


"La, aku mau bicara." kata Justin


Mendengar itu Bella menghela nafasnya pelan. "Apa lagi yang mau kamu bicarakan, Just?" tanyanya


Justin terdiam sebentar.


Bella yang melihat Justin hanya diam ia pun jengah. "Ini udah malem. Aku mau istirahat." ujarnya sambil mendorong pintu tetapi Justin menahannya, "Tunggu, La." tahan Justin.


"Apa lagi Just?!" Bella mulai geram.


"Apa yang kamu bilang tadi di depan hotel itu benar?" tanya Justin


"Menurut kamu aku bohong gitu?" tanya Bella balik.


"Aku serius La.."


"Aku juga serius Justin!"


Justin terdiam saat Bella berbicara dengan nada yang sedikit tinggi.


"Kamu pikir aku main-main?!" tanya Bella lagi.


"Tapi, kenapa bisa La? Kenapa bisa dia udah engga ada?"


Bella menatap Justin dengan kecewa. "Aku keguguran, Just." jawabnya berusaha tetap tegar.


Seketika kedua kaki Justin terasa lemas begitu saja. Bella menatap Justin masih dengan tatapan kecewanya. "Saat itu aku butuh kamu, tapi kamunya kemana Just? bahkan sehari setelah aku kasih kabar ke kamu kalau aku hamil, kamunya juga langsung pergi gitu aja, ga ada kabar, menghilang bagai ditelan bumi."


Justin masih bungkam.


"Kamu adalah pria ter-jahat yang pernah aku kenal Just, sampe kamu sendiri pun dulu gak akuin kalau itu darah daging kamu." lanjut Bella


Tak lama kemudian Justin menitikkan airmatanya sedih. Ia merasa kini penyesalan datang bertubi-tubi padanya. Ia sudah merasa seperti pria ter-bodoh sedunia karna sudah meninggalkan tanggung jawab.


"A-aku minta maaf, La." ucap Justin dengan suara bergetar.


Bella hanya diam menatap Justin yang menitikkan airmatanya.


"Kamu boleh pukul aku sepuasnya, kamu boleh marahin aku sepuasnya, kamu boleh caci maki aku sepuasnya, asal kamu maafin aku, La. Aku menyesal, aku bener-bener menyesal saat ini. Aku memang bodoh, La." penyesalan Justin.


"Penyesalan memang datangnya belakangan, Just." kata Bella.


Justin kemudian berjongkok dihadapan Bella. Ia memohon pada Bella agar dimaafkan semua kesalahannya. "Aku mohon sama kamu, La. Maafin aku." ucapnya sambil mendongak menatap Bella.


Bella mundur beberapa langkah sedikit saat Justin berjongkok di depan kakinya untuk memohon. "Pergi, Just." pinta Bella tanpa menoleh kearah Justin.


Justin menggeleng. "Aku tulus minta maaf sama kamu. Aku gak akan pergi sebelum kamu maafin aku, La."


Bella hanya diam.


"La, aku mohon. Kasih aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. Aku masih sayang sama kamu, La." ucap Justin


"Semuanya udah terlambat, Just."


Justin menggeleng. "Belum La. Semuanya belum terlambat. Kita masih bisa memperbaiki semuanya dari awal. Aku mohon, maafin aku, La."


"Bangun." pinta Bella.


"Maafin aku dulu, La." kata Justin


"Iya. Sekarang bangun, Justin."


Mendengar itu seketika Justin langsung bangkit dari posisinya dan menatap Bella dengan tatapan gembiranya. "Kamu maafin aku, La??"


"Hmm.." Bella hanya bergumam.


Saat itu juga Justin langsung memeluk tubuh Bella dengan erat. "Aku sayang kamu, kumohon kembali lah padaku, La." ucapnya


Seketika Bella langsung melepas pelukan Justin begitu saja. "Tapi maaf, Just.."


"Maaf untuk apa, La?"


"Aku gak bisa balik ke kamu kayak dulu lagi."


"Loh kenapa, La? Kamu udah maafin aku kan? Mulai sekarang aku janji gaakan ngecewain kamu lagi, dan mulai detik ini juga aku akan tanggung jawab untuk semuanya, kita mulai semuanya dengan kehidupan yang baru, Aku akan nikahin kamu secepatnya, karna kamu milik aku, La."


"Gabisa, Just."


"Kenapa gabisa??" bingung Justin.


Bella terdiam sebentar.


Justin mulai geram karna Bella hanya diam. "La, kenapa gabisa???" tanyanya lagi


"A-aku.."


"Kenapa, La???"


"A-aku sudah menikah, Justin."


Sekujur tubuh Justin seketika terasa kaku begitu saja setelah mendengar apa yang dikatakan Bella barusan.


"Aku udah maafin kamu, tapi aku gabisa balik lagi sama kamu, Just." ujar Bella.


"Siapa pria beruntung itu, La?" tanya Justin dengan nada datarnya.


"Kamu pasti tau dia siapa."


Justin berpikir sejenak. "Apa dia om-om yang dulu sering antar-jemput kamu sekolah? Alan? benar kah dia pria beruntung itu yang bisa milikin kamu??"


"Yes. He is my husband." ucap Bella.


Seketika Justin kehilangan harapannya lagi. Ini adalah yang kesekian kalinya dia kehilangan harapan. Tuhan memang selalu tidak berpihak padanya.


Justin menatap Bella dengan wajah kecewanya. "Gimana bisa, La? dan kenapa bisa kamu nikah sama dia??"


"Gimana dan kenapanya kamu bisa tanya sama diri kamu sendiri, karna kamu tau jawabannya, Just."


Justin menggelengkan kepalanya. "Aku masih belum percaya ini, La."


"Ini semua sudah kejadian, Just. Apa lagi yang masih belum kamu percaya?!"


Justin masih menggelengkan kepalanya tidak percaya akan semua ini.


"Pernikahan ini terjadi, karena aku hamil. Aku tekankan itu untukmu, kalau kamu lupa." ujar Bella.


"Jadi, dia yang bertanggung jawab saat itu?" tanya Justin.


Justin benar-benar tidak bisa menyangkal kebenarannya saat ini. Nyatanya wanita yang masih dicintainya hingga saat ini sudah dimiliki orang lain.


"Aku terlambat ya, La?" tanya Justin


"Pergi lah Just, cari kebahagiaanmu yang baru dengan wanita lain." kata Bella.


"Aku jauh-jauh datang ke sini karna tulus mau minta maaf dan kembali sama kamu, La."


"Iya, aku hargai usahamu. Tapi sekarang aku udah bahagia dengan pilihanku, Just." terus terang Bella.


Justin menghela nafasnya pasrah, kehilangan harapan.


"Aku udah maafin kamu. Kamu boleh pergi sekarang." ujar Bella


"Tapi kamu bener-bener tulus maafin aku kan?"


"Iya."


"Aku lega sekarang, La. Aku lega, karna kamu udah maafin aku. Aku juga lega denger kamu udah bahagia, walaupun bahagia mu itu bukan bersama ku. Aku hargai juga kalo emang itu keputusan yang buat kamu bahagia."


Bella hanya tersenyum tipis memandangi wajah Justin.


"Tapi kita tetap berteman kan?" tanya Justin sebelum pergi meninggalkan halaman rumah Bella.


"Tentu." jawab Bella sambil mengangguk.


"Boleh aku peluk kamu untuk yang terakhir kalinya? Karna mungkin setelah ini aku akan kembali pergi jauh."


"Kamu mau kemana, Just?" tanya Bella penasaran.


"Kembali ke singapur, La. Aku tinggal bersama Ayah ku di sana."


"Mama kamu?"


Raut wajah Justin seketika berubah. "Sampai saat ini aku pun masih belum tau dimana keberadaannya sekarang. Sepertinya dia udah bahagia bersama suami barunya."


"Mama kamu nikah lagi???"


Justin mengangguk. "Maka dari itu aku pergi dari sini dan milih ikut Ayah untuk tinggal di singapur, negara asalnya."


Mendengar itu Bella jadi sedikit iba pada Justin. Ternyata dia memendam masalah yang lebih dalam darinya.


"Saat itu, aku sering denger mereka bertengkar di rumah. Itu juga salah satu faktor yang membuatku jadi malas untuk pulang ke rumah. Aku penat dengan semuanya. Dan cuma kamu satu-satunya orang yang bisa bikin aku lupa sama masalah di rumah, La. Mulai dari situ aku berusaha yakinin diri aku untuk milikin kamu. Tapi nyatanya aku salah memilih jalan, aku malah merusak masa depan mu dan akhirnya kita terjebak dalam masalah masing-masing. Dan sekarang kamu dan aku ga bisa bersama lagi."


"Justin, aku minta maaf kalo ternyata kamu memendam masalah seberat itu sendirian. Kenapa kamu ga pernah cerita tentang itu dulu?"


Justin menggeleng. "Aku ga mau buat kamu terbebani dengan masalah keluarga ku. Dulu aku takut banget kehilangan kamu, La. Tapi nyatanya malah aku sendiri yang pergi ninggalin kamu dan meninggalkan bekas."


Bella menyimak perkataan Justin.


"Boleh kan aku peluk kamu untuk yang terakhir kalinya?" tanya Justin lagi


Bella mengangguk kikuk. Kemudian Justin langsung memeluk tubuh Bella begitu saja.


"Jaga diri kamu baik-baik di sini ya." ucap Justin


"Iya."


Justin tersenyum tipis melihat seseorang yang berdiri jauh di belakang Bella. Sepertinya dia sudah lama berdiri di sana, dan Justin baru menyadarinya saat memeluk tubuh Bella sekarang. Sepertinya Bella sendiripun belum menyadari kehadirannya.


Justin melepas pelukannya. "Semoga kalian terus bahagia. Selamat tinggal, Lala." ucapnya kemudian mundur beberapa langkah keluar.


"Selamat tinggal, Justin."


Justin tersenyum tipis kemudian berbalik dan berlalu pergi meninggalkan halaman rumah Bella dengan harapan yang pupus.


Melihat punggung Justin yang sudah berlalu menjauh, Bella menghela nafasnya lega. Ia lalu menutup pintu rumahnya kembali dan tak lupa ia kunci. Sesudah menutup dan mengunci pintu rumahnya Bella berbalik hendak ke kamar.


Saat berbalik seketika Bella dibuat terkejut karna mendapati Alan berdiri di dekat tangga dengan tatapan datarnya.


"Sejak kapan kamu disitu???" tanya Bella was-was.


Apa Alan mendengar semuanya tadi?? oh tidak. batin Bella


Alan hanya bungkam sambil menatap Bella dengan ekspresi datarnya.


Bella jadi sedikit was-was karna Alan menatapnya dengan tatapan tidak biasa. Apa dia melihat tadi saat dirinya berpelukan dengan Justin? jika iya, pasti Alan sedang memikirkan yang tidak-tidak tentangnya.


Bella berjalan mendekat kearah Alan dan berhenti tepat di hadapannya. Mereka berdua saling tatap satu sama lain cukup lama. Bella berfikir mungkin inilah saatnya ia mengungkapkan perasaannya pada Alan, agar Alan tidak berfikir negatif mengenai yang tadi. Bella juga sudah yakin pada hatinya bahwa akhir-akhir ini yang sering dirinya alami ialah sebuah rasa cinta. Cinta yang begitu luar biasa dan belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Alan masih menatap Bella dengan begitu serius. Begitu juga dengan Bella, mereka masih saling menatap satu sama lain.


"Soal pertanyaan kamu yang tadi, kamu mau tau jawabannya kan?" Tanya Bella masih sambil menatap Alan dengan serius.


Alan hanya bungkam. Ia masih menatap kedua mata Bella dengan dalam seakan ia menjawab pertanyaan Bella barusan lewat tatapan matanya saat ini.


"Ini jawabannya, Alan." ucap Bella kemudian langsung menarik tengkuk leher Alan untuk mendekat dan ******* bibir Alan begitu saja.


Alan sedikit terkejut atas perlakuan Bella saat ini. Ia masih berdiri kaku di posisinya.


Bella kemudian melepas ciumannya dan menatap Alan.


"Aku mencintaimu." ucap Bella


Wajah Bella kini memerah seperti kepiting rebus, karna baru kali ia lebih dulu mengungkapkan perasaan cinta kepada seseorang.


Alan hanya bungkam menatap Bella. Dia melihat keseriusan di kedua mata Bella. Saat itu juga ia langsung mencium Bella.


Bella pun sedikit terkejut karna Alan menciumnya balik.


Apa maksudnya ini? batin Bella bingung.


Kenapa Alan hanya bungkam saat dirinya mengungkapkan perasaan. Apa Alan tidak memiliki perasaan yang sama padanya? pikir Bella.


Memikirkan itu Bella langsung melepas ciuman dari Alan. Ia menatap Alan dengan raut wajah kesalnya. Menyadari perubahan ekspresi Bella saat ini, Alan menaikkan sebelah alisnya sebentar, kemudian mulai mendekatkan kembali wajahnya ke wajah Bella karna hendak mencium Bella lagi. Tetapi Bella malah membuang pandangannya ke kanan.


"Ihhhhhh jangan cium aku, kalo kamu gapunya perasaan yang sama!" kesal Bella karna ia belum mendengar Alan berbicara bahwa ia juga memiliki perasaan yang sama padanya.


Alan menangkup wajah Bella dan manatapnya. "Apa itu perlu diungkapkan dengan kata-kata? bahkan perlakuan ku sekarang ini sudah mewakili semuanya, Bahwa aku cinta kamu."


Bella dibuat speechless seketika. Benarkah? Benarkah Alan juga memiliki perasaan yang sama padanya?


Kini pipinya kembali merona, Bella dibuat tersipu oleh suaminya sendiri.


"Kamu menggemaskan sekali, Bel." ujar Alan sambil mencubit kedua pipi Bella karna gemas.


Belum sempat Bella protes saat Alan mencubit pipinya. Alan sudah lebih dulu kembali menarik tengkuknya dan langsung membungkam bibir Bella dengan ciuman lembut.


Reflek Bella melingkarkan kedua tangannya di leher Alan sambil menikmati ciuman mereka saat ini yang tengah berlangsung. Alan langsung menggendong tubuh Bella dan membawanya berjalan menaiki tangga menuju kamar.


.


.


.


To be continued.. 💕


Gimana? puas dengan part ini??