The Black Mamba

The Black Mamba
Penjara Baru



April akan di pindahkan ke Lapas kelas 1 kepulauan C, bersama Steven. Elang datang, dan tidak bisa mengantar hingga ke Lapas baru yang akan di tempati April.


"Nak, kamu yang baik - baik disana.Jangan buat Mamah kewalahan ya, jangan sampai Mamah minta ngidam yang susah, disana tidak ada Papah seperti disini." ucap Elang, dengan mencium perut April.


"Sayang, jaga kesehatan. Nanti kalau ada waktu, Abang kesana. Tapi tiap bulan, Abang akan berkunjung." ucap Elang.


"Makasih Bang, sudah mau menunggu sampai hari ini. Bila lelah, pergilah Bang. Saya sudah siap dan ikhlas." ucap April.


"Abang akan menunggu kamu."ucap Elang dengan mengecup kening April.


Elang menatap April masuk kedalam mobil bisa tahanan, dengan beberapa tahanan wanita lainnya yang sama akan di tempatkan disana.


Elang menatap hingga mobil itu menjauh, April hanya bisa memejamkan kedua matanya, kini dia jauh dari sang suami.


" Kita harus kuat ya nak, kamu harus lahir dengan selamat. Setelah kamu lahir, kamu akan bersama papah kamu, menikmati indahnya dunia." ucap April dalam hati.


Elang duduk di dalam mobil, Willy yang mengemudikan mobil tidak banyak bicara. Baru pertama kali, melihat seorang Elang yang di kenal kasar dan galak, lemah saat harus menerima kenyataan.


"Apa kamu yakin, melihat saya kuat?" ucap Elang.


"Hah..!!" ucap Willy menoleh.


"Saya katakan akan kuat menunggu, tapi bila nyawa saya yang di panggil dulu, bagaimana dengan April dan anak saya nanti." ucap Elang.


"Jangan berpikir kesana, insyaallah kalian akan bersatu, walau nanti saat bersatu rambut kalian sudah memutih." udak Willy.


****


April kini sampai di penjara yang baru, semuanya terlihat asing, hingga dirinya harus memulai awal lagi untuk beradaptasi.


"Kamu orang baru ya?" tanya salah satu tahanan.


"Iya." jawab April.


"Kenalkan saya Pretty, kasus obat - obat an terlarang. Saya ini adalah bandarnya, nama kamu siapa?" ucap Pretty.


"Saya April, saya salah satu anggota Mafia." ucap April.


"Wow, kasus apa? hingga bisa sampai sini?"


"Saya kurir apa saja yang ilegal, terakhir perencanaan pembunuhan, pemalsuan kematian, dan menembak sesama anggota Mafia."


"Berat ya, berapa tahun?"


"20 tahun."


"Terus, kamu sedang hamil lagi. Suami kamu gimana? pasti ceraikan kamu ya, atau nggak ada bapaknya?"


"Ada, dia tidak ceraikan saya. Dia akan menunggu saya, sampai bebas."


Hahahahaha..


"Kamu percaya? namanya lelaki, manis di bibir tapi kenyataannya , kamu disini percaya saja. Tapi dibelakang, pasti cari lagi."


"Kalau itu terjadi, ya nggak apa - apa. Saya juga minta, dia tidak menunggu saya."


****


Di rumah Elang, sudah banyak keluarga dari luar negeri datang, bahkan sepupu yang masih kecil berlari kesana kemari di halaman belakang rumah.


"Istri kamu umur berapa?" tanya Om Malik.


"Umur 18 tahun." jawab Elang.


"Masih remaja, tapi mainnya sudah jauh."


"Katanya sedang hamil, nanti anaknya mau besar dalam penjara?" ucap Tante Wulan.


"Nanti ikut saya." ucap Elang.


"Repot banget, baru nikah sudah tertimpa masalah." ucap Tante Wulan.


"Itu resiko saya, bukan resiko kalian." ucap Elang meninggalkan Tante dan Om nya.


****


SAH


Karisma dan Pak Alex kini resmi menjadi pasangan suami istri, terlihat tampak bahagia pasangan pengantin tersebut.


Elang memberikan selamat pada Karisma dan Pak Alex, terlihat juga keluarga besar begitu senang memiliki menantu yang berpangkat.


"Kamu pasti bahagia." ucap Pak Alex.


"Makasih Bang." ucap Elang.


"Elang sini." panggil Tante Asri.


Elang berjalan ke arah Tante Asri, terlihat Tante Asri bersama seorang wanita muda, dengan postur tubuh seperti model.


Elang dan Citra berjabat tangan, Elang tampak dingin, tidak dengan Citra yang sesekali mencuri pandang.


"Citra, ini keponakan Tante. Dia ini Tentara, ganteng kan?"ucap Tante Asri.


" Ini sih, tidak ganteng lagi Tan, malah seperti pangeran." ucap Citra.


"Tante, saya mau kesana dulu." ucap Elang pergi.


"Sana kamu dekati." ucap Tante Asri pada Elang.


***


"Boleh saya duduk?" ucap Citra.


"Silahkan." ucap Elang.


"Kamu suka menyendiri ya?" ucap Citra memulai pembicaraan.


"Lebih suka sendiri, tidak suka keramaian.' ucap Elang.


" Saya itu, asistennya Om Malik. Saya itu, sudah seperti anak sendiri sama Om Malik. Malah kalau kamu tahu, kita ini di jodohkan loh." ucap Citra dengan pedenya.


"Oh."ucap Elang.


" Saya suka sama kamu." ucap Citra dengan berani.


"Makasih ya, sudah suka sama saya."


"Katanya, istri kamu di penjara ya? 20 tahun. Saya bisa, menemani kamu dalam kesepian. Saya akan buat kamu, melupakan dia.Dan menjadikan saya itu, satu - satu nya wanita di hati kamu."


"Maaf ya, saya tidak suka. Wanita semurah kamu, masih banyak wanita yang harga lebih mahal di luar sana, bahkan kamu itu malah mirip wanita yang sering ada di pinggir jalan."


"Kamu kok, bicara nya seperti itu?" ucap Citra kesal.


"Kenapa? memang benar kan?"


"Kurang ajar kamu itu, saya tersinggung." ucap Citra beranjak bangun dari duduknya.


"Saya akan laporkan pada Om Malik."


"Silahkan." ucap Elang.


Elang melihat Citra sedang mengadu, Elang hanya tersenyum sinis ke arah mereka. Dan Elang pun langsung meninggalkan pesta pernikahan kakaknya.


****


April sarapan pagi, dengan sarapan seadanya. Sedikit demi sedikit masuk kedalam mulutnya, sedangkan tubuhnya merasakan tidak enak badan.


"Kenapa ,nggak enak ya?"ucap Pretty.


" Sepertinya, saya mau sakit."ucap April.


"Kamu pergi ke bagian kesehatan, biar di obati."


"Nggak usah, di bawa tidur nanti juga sembuh."


"Awas loh, kamu sedang hamil. Jangan sampai keguguran, kamu juga harus banyak istirahat.Kayaknya kamu lemah ya, jangan - jangan memang seperti ini?"


"Kemarin saat sidang, saya sempat pingsan."


"Tuh benar kan, kamu itu lemah. Nanti setelah makan, saya antar kamu ke unit kesehatan."


"Makasih ya."


"Sama - sama. "


*****


"Kamu itu tidak sopan banget sih Elang, Citra nangis gara - gara kamu." ucap Om Malik.


"Lagian, Om datang kesini mau menghadiri pernikahan keponakan atau mau menjodohkan saya? sudah tahu saya sudah menikah, malah di jodoh kan dengan seorang wanita."


"Lagian, istri kamu itu. Statusnya nikah siri, kamu sama Citra, bisa nikah negara. Tinggal talak si April, apa yang akan di harapkan dengan 20 tahun penjara."


"Cukup ya Om, jangan ikut campur masalah saya. Acara kakak saya sudah selesai, saya harap kalian besok bisa keluar dari rumah saya." ucap Elang langsung masuk kedalam kamarnya.


"Elang!! kamu itu tidak sopan." bentak Om Malik, hingga semuanya teralihkan pandangan nya pada Om Malik.


"Sudahlah, dia itu sudah diracuni oleh wanita itu. Makannya seperti ini, dia bukan Elang yang dulu." ucap Tante Wulan.


.


.


.