The Black Mamba

The Black Mamba
Rencana Menikah



Mika menatap April yang sedang berjalan, dengan langkah yang berbeda. Dengan kedua kaki, yang sedikit di lebarkan dan berjalan pelan.


"Kamu kenapa jalannya begitu?" tanya Mika.


"Ah apanya?" ucap April.


"Jalan kamu, kok beda gitu.Kayak ada yang ganjal gitu itu, sakit ya?"


"Oh ini anu, iya sakit."


Mika tersenyum sambil menegak minuman kaleng nya, lalu pergi meninggalkan April di dapur.


"Sejak kapan, kamu kawin sama April?" tanya Mika pada Elang, di depan Willy.


"Apa sih? pertanyaan yang aneh." jawab Elang.


"Gimana Will, menurut kamu?" ucap Mika.


"Saya no komen." ucap Willy.


Elang menoleh ke belakang, melihat April sedang berjalan dengan langkah yang berbeda. Elang lalu bangun, dan masuk kedalam rumah.


"Sepertinya mereka itu sudah terlalu jauh." ucap Mika pelan.


"Biarkan saja, mereka sudah sama - sama dewasa. Lagian mereka yang akan menanggung semua akibatnya, kita sebagai teman doakan saja yang terbaik."


"Kabar Selena gimana dia?" tanya Mika.


"Nggak tahu, kamu tahu kan Selena ingin Elang itu jadi orang biasa alias warga sipil.Tapi Elang tidak mau, mungkin pilihan April adalah yang tepat."


"Tapi kan, April itu statusnya tersangka loh."


"Menurut kamu, saya tidak memiliki pemikiran seperti kamu?"


Sedangkan Elang, menghampiri April yang sedang makan mie rebus. Elang merebut mie rebus, yang sedang di makan April.


"Ih... kok di makan."


"Lapar." ucap Elang yang terus memakan mie rebus buatan April.


"Saya juga lapar." rengek April.


"Nih kalau mau." ucap Elang sambil memasukan mie kedalam mulutnya, dan memintanya April makan dari mulut Elang.


"Ih.. jorok tahu."


Elang menyodorkan sendok ke mulut April, dan April menerima suapan dari Elang. Terlihat sebuah senyuman keduanya, Elang mengusap bibir April dengan lipstik warna pink.


"Kalau saya sudah berada di penjara? apa kamu akan memperlakukan saya seperti ini?" tanya April.


"Tergantung, bagaimana nanti." jawab Elang.


April tersenyum dengan mata berkaca - kaca, Elang membelai rambut April, yang di kuncir ekor kuda.


"Semakin hari, setiap detik rasa cinta saya sama kamu begitu sangat besar. Saya takut berpisah, takut kehilangan orang seperti kamu."


"Kamu ikut saya." ajak Elang langsung bangun dari duduknya.


"Mau kemana?"


"Kamu ikut saja."


*****


"Kalian berdua datang ke Apartemen Kakak, kalian gila ya? kalau sampai mereka menangkap kalian bagaimana?" ucap Karisma.


"Tenang saja, mereka tidak mengenali kami." ucap Elang pada Kakaknya.


Elang dan April, mendatangi Apartemen Karisma, dengan menggunakan masker dan kacamata hitam, dan penutup hodie. Agar keberadaan mereka, tidak di ketahui.


"Ok kalian ada apa?" tanya Karisma.


"Kalau masalah perkembangan Clara, sudah mulai membaik. Walau masih harus sering kemoterapi, tapi ada sedikit kemajuan." ucap Karisma kembali.


"Tolong jadi saksi pernikahan kami." ucap Elang.


"A - apa kamu bilang? coba bilang sekali lagi." ucap Karisma.


"Tolong jadi saksi pernikahan kami." ucap Elang kembali.


"Dengan dia?" ucap Karisma sambil menunjuk ke arah April.


"Iya, saya ingin menikahi dia hari ini juga."


"Apa tidak salah? dia kan."


"Saya mencintai dia, kami sudah terlalu jauh. Sebagai seorang lelaki, saya ingin bertanggung jawab."


Karisma tiba - tiba merasakan kedua kakinya lemas, hingga terduduk di sofa sambil memijat kepalanya.


"Bagaimana bisa, dalam tugas kamu malah menikahi buronan. Bagaimana nanti ceritanya, dan apa kata keluarga kita."


"Bila nanti kamu di penjara, saya tidak akan melepaskan kamu." ucap Elang.


"Kakak tidak setuju, carilah pendamping hidup yang tanpa masalah." ucap Karisma.


"Kak, hanya waktu seperti bagi kami yang paling berharga, kami ingin menikmati waktu - waktu yang semakin berkurang bersama April. Tolong restui saya, hanya Kakak keluarga saya."


"Tapi kenapa harus April Elang." ucap Karisma.


"Please." ucap Elang memohon.


****


"Tolong, tidak usah di lanjutkan. Cukup hubungan seperti ini, saya sudah bahagia. Suatu pernikahan itu, memang benar apa kata kakak kamu, saya ini hanya seorang penjahat. Dan memang seharusnya, saya ini sudah ada di balik jeruji sekarang." ucap April.


"Saya sebagai pria sejati, akan tetap menikah sama kamu. Entah apa nanti, itu akan menjadi urusan saya."


"Tapi, saya ini seorang penjahat."


"Saya mencintai kamu."


Karisma datang, dan kini berdiri di depan mereka berdua. Karisma memberikan ponsel pada Elang, dan Elang langsung mengambil ponsel tersebut.


"Hubungi Pak Umar, dia akan menikahkan kalian." ucap Karisma.


"Pak Umar?"


"Katakan, untuk datang ke Apartemen kakak. Dia penghulu yang akan menikahkan kalian, secara agama."


"Baik kak, makasih."


"Sama - sama, kakak juga manusia masih memiliki perasaan, tapi pernikahan ini Kakak tidak bisa berkata apa - apa, karena kondisi wanitanya seperti ini."


April hanya menundukkan kepalanya, sambil memainkan jemarinya. Elang langsung bangun dari duduknya, lalu menjauh dari April dan Karisma.


"April."


"Kak, saya tidak meminta untuk dia menikahi saya."


"Kamu pikir, adik saya itu seorang pengecut? dia sudah melakukan kesalahan sangat fatal, kamu tahu mencintai kamu, menikahi kamu adalah suatu kesalahan. Mungkin pekerjaan dia, akan terancam saat mereka tahu kalau kalian menikah." ucap Karisma.


"Maaf kan saya kak."ucap April.


Elang datang dan mengembalikan ponsel pada Karisma. Elang tersenyum ke arah April, tidak dengan April yang hanya diam dengan wajah daratnya.


" Kita akan menikah malam ini." ucap Elang.


"Benarkah?" ucap April.


"Benar sayang, sekarang kamu siap - siap. Kak Karisma tolong bantu make up April, saya ingin April cantik malam ini." ucap Elang pada Karisma.


"Ok, kamu ikut saya." ucap Karisma , sambil meminta April untuk mengikuti masuk ke dalam kamarnya.


****


"Mika!! " panggil Willy.


"Ada apa?" tanya Mika.


"Lihat dan baca." jawab Willy, sambil menunjukkan isi chat Elang pada Mika.


"Apa ini? maksudnya apa?" ucap Mika.


"Mereka mereka menikah hari ini." ucap Willy.


"Sungguh tidak percaya."


"Saya pusing, bagaimana nantinya. Ini juga sebuah pelanggaran, kelapa mereka harus me nikah."


"Lantas, kita harus gimana? mencegah mereka bersatu, tapi mereka secara diam - diam pacaran."ucap Mika.


" Kita rahasiakan ,pura - pura tidak tahu." ucap Willy.


****


April menggunakan gaun warna putih milik Mika, dengan make up tipis - tipis dan rambut di tata dengan rapih. Elang tersenyum, saat melihat April begitu tampan cantik.


Willy dan Mika datang untuk menjadi saksi pernikahan mereka berdua, dan saat itu penghulu sudah tiba.


"Mas Elang siap?" Tanya Pak Penghulu.


"Bismillah siap pak."


.


.


.