
"Elang."
Karisma memberikan hasil tes DNA, Elang langsung membuka amplop tersebut dan membacanya. Bagai di sambar petir, ternyata Jenazah yang di makamkan, bukan lah April.
"Kita telah di bohongi." ucap Karisma.
"Saya harus bawa mereka." ucap Elang namun tiba - tiba, tangan Elang di pegang oleh Pak Alex.
"Kamu mau menangkap mereka?" ucap Pak Alex.
"Iya, membawa mereka, untuk di hukum seberat mungkin." ucap Elang.
"Mereka itu pintar, tidak bodoh. Pakai cara, pikiran dengan matang."ucap Pak Alex, memperingati Elang.
"Kita tangkap mereka, kita kerja sama dengan pihak sana." ucap Elang.
"Kita cari tahu, siapa mereka sekarang."ucap Pak Alex.
" Siap Komandan." ucap Elang.
Elang dengan rasa kesal dan marah, memasang photo April. Dengan beberapa kali menembak, photo istrinya.
Dor
Dor
Dor
Hingga photo tersebut penuh dengan lubang, Elang lantas menggantinya dengan photo lainnya, sama seperti tadi menembak ke arah photo April, hingga penuh dengan lubang.
Dor
Dor
Willy dan Agam hanya melihat dari kejauhan, bagaimana amarah Elang pada istrinya. Hingga terdengar suara Elang berteriak.
Aaaaaaaaaa
Braakkk
Elang menendang kuris hingga roboh, lantas segera meninggalkan lapangan tembak. Willy dan Agam pun, langsung mengikuti langkah sahabatnya itu.
"Kalian itu kenapa sih? ngikutin saya terus." ucap Elang, langsung berbalik badan.
"Kami hanya tidak ingin kamu melakukan hal yang di luar nalar." ucap Agam.
"Kalian pikir, saya itu bodoh apa." ucap Elang.
"Saya tahu, kamu itu kecewa dengan April. Tapi dia melakukan itu, mungkin ada sebabnya." ucap Willy.
"Tapi tidak harus dengan berpura-pura meninggal dunia." ucap Elang.
"Setelah tertangkap, apa yang akan kamu lakukan pada istri kamu?" tanya Agam.
"Saya akan ceraikan dia, saya kecewa sama dia." jawab Elang.
"Bukannya harapan kamu itu, ingin April masih hidup. Sekarang dia masih hidup, bukannya senang." ucap Willy.
"Tapi bukan caranya, membohongi saya. Bukan malah, di depan mata saya dia jadi mati. Ini seakan dia itu ingin pergi jauh dari saya, dan dia itu melupakan janji setia kita."ucap Elang kesal.
" Saya mengerti perasaan kamu, kita tangkap mereka. Tapi kita tunggu surat perintah tugas, dari atasan." ucap Agam.
****
April telah di perbolehkan pulang, dengan wajah yang pucat, dan tubuh masih terlihat lemas April berjalan sendiri. Dengan menggunakan jaket, menutupi perutnya yang sudah semakin nampak.
April merasakan lapar, lalu dirinya memutuskan untuk membeli makanan junk food. April pun memesan, ayam goreng dan kentang.
"Thank you." ucap April, sambil membawa nampan ke salah satu meja kosong.
April makan ketang dan Ayam goreng, sambil memainkan ponselnya. April dengan iseng, membuka sosial medianya, tak sengaja jemarinya, mengetik nama Elang.
April menyunggingkan senyumannya, saat melihat upload an photo terbaru. April langsung menyimpan salah satu photo Elang, untuk satu - satunya koleksi di galeri ponselnya.
"Cukup dengan menyimpan photo Papah kamu nak, agar kamu kelak tahu ini wajah papah kamu." ucap April.
"Saya akan mengirimkan Elang, Agam dan Willy kesana.Kita sudah berkerjasama pada pihak sana untuk menangkap mereka bertiga,kalian bertiga berpura - pura lah menjadi klien mereka, mengajak untuk bisnis." ucap Pak Alex.
"Ini profil mereka, menggunakan nama samaran, photo wajah terbarunya."ucap Pak Alex kembali.
" Nama mereka, Juna menjadi Candra, Steven menjadi Rafli dan April menjadi Sandra. Ini identitas mereka, kita berhasil mendapatkan data - data mereka." ucap Pak Alex, sambil menjelaskan tentang mereka.
"Urusan April, biar saya sendiri." ucap Elang.
"Kenapa?" tanya Pak Alex.
"Saya ingin memberikan dia pelajaran, saya ingin membawa dia dengan cara saya sendiri." jawab Elang.
"Saya minta, masalah pribadi jangan kamu campur tangankan dengan urusan lain. Saya ingin kamu profesional."
"Saya profesional, tapi rasa sakit hati saya tidak bisa di tolerir, dan saya akan gunakan cara saya, sebelum dia masuk bui."
"Besok kalian berangkat, penerbangan jam 2 siang. Kalian nanti disana, akan di sambut langsung oleh seseorang, yang sudah di percayai, dia akan membawa kalian pada mereka bertiga.
****
"Jadi ada pengusaha dari luar negeri, ingin membeli intan kita?" ucap Juna.
"Benar Bos, dia menghubungi saya. Karena katanya, kwalitas Intan dengan harga standar, dan mereka ingin menukar dengan obat terlarang jenis pil." ucap Mark.
"Kapan mereka akan tiba?" tanya Steven.
"Mereka sedang dalam perjalanan, saya akan menjemputnya di bandara." jawab Mark.
"Ok, kamu antar ke hotel terbaik."
"Maaf, salah satu dari klien mereka, ingin meminta salah satu wanita untuk menemaninya, dan berani membayar mahal."
"Tidak masalah, Sandra bisa temani dia."
"Siap Bos."
****
"Kamu nanti temani salah satu klien, dia klien dari luar negeri. Lumayan, kamu bisa ambil uangnya, saya tidak akan meminta bagian dari kamu." ucap Juna.
"Saya tidak bisa." ucap April.
"Kamu itu, seperti orang tidak membutuhkan uang saja. Lumayan buat menambah biaya adik kamu, ini klien penting kita. Kamu tidak boleh menolak." ucap Juna.
"Abang ini kenapa lebih suka menjual saya? apa seperti ini cara Abang mencintai wanita yang Abang sayangi. Dari dulu Abang itu tidak pernah berubah, dan hanya suka merendahkan saya."
"Bu - bukan seperti itu, tapi ini juga demi Clara."ucap Juna, mencoba meluruskan.
" Demi Clara, terus saya di suruh menari tanpa sehelai benang itu, Abang bilang demi Clara. Apa saat itu, saya di bayar? sedangkan tubuh saya, di jadikan bahan tontonan untuk pemuas kalian."
"Tapi kamu menikmatinya."
"Iya menikmati, kalau tidak menikmati, Abang akan menyiksa saya."
****
Pesawat yang membawa Agam, Elang dan Willy telah mendarat. Ketiganya berjalan mencari orang yang akan menjemput mereka.
Dan tidak lama, mereka melihat ada sebuah tulisan nama mereka bertiga, Elang, Willy dan Agam pun mendekati pria yang membawa kertas berukuran besar dengan tulisan nama ketiganya.
"Mr Jhon, Mr Antoni, and Mr Louis." ucap Mark.
"Benar itu kamu." ucap Elang, yang berganti nama menjadi Mr Louis.
"Mari, saya akan membawa kalian ke hotel terbaik, dan pasti perjalanan selama 24 jam itu melelahkan." ucap Mark.
"Tapi kami sempat tertidur, di perjalanan tadi." ucap Agam.
.
.
.