
"Jadi April sudah ada di tahanan sekarang?" ucap Karisma sambil menuangkan susu kedalam gelas adiknya.
"Iya, setelah anak kami lahir, anak kami akan ikut saya. Saya tidak mau, anak saya besar di dalam penjara." ucap Elang.
"Apa setelah lahir, kamu langsung membawanya? tidak menunggu sampai usia besar. Masalahnya masih bayi, April juga harus menyusui anaknya." ucap Karisma.
"Sudah menjadi kesepakatan kita bersama."
"Dek, kakak akan menikah dengan Bang Alex. Kamu setuju kan?" ucap Karisma.
"Setuju saja Kak, keluarga besar kita banyak yang di luar negeri. Apa mereka akan datang?" ucap Elang.
"Pastilah akan datang, terutama Nenek."
"Apa yang akan kakak katakan, tentang saya nanti?"
"Beritanya sudah sampai luar negeri, tapi mereka itu tidak tahu, kalau salah satu tersangka sedang mengandung anak kamu."
"Kalau mereka tidak mau menerima anak saya, tidak apa - apa. Saya paham kok kak, kakak juga nggak harus mengatakan pada mereka." ucap Elang.
"Pasti mereka akan berkata, seperti yang kita pikirkan." ucap Karisma.
****
April datang menemui Elang, wanita nya tersenyum saat melihat suaminya menjenguk. Terlihat Elang, datang membawa aneka buah, dan berbagai makanan.
"Abang, ini banyak sekali." ucap April.
"Nanti kamu bisa bagi, dengan yang lain didalam. Kamu minum dulu ya susu buat ibu hamil, biar anak kita sama Mamah nya sehat." ucap Elang sambil menyerahkan tumbler berukuran kecil pada April.
"Makasih Bang."
"Di minum dong."
April langsung meminumnya sedikit demi sedikit, Elang tersenyum saat istrinya meminum sampai habis.
"Adik kamu, akan di pindahkan kemari lagi. Kak Karisma yang akan menjadi dokternya, biar dekat dan terpantau."ucap Elang.
" Maafkan saya Bang, semuanya jadi susah gara - gara saya."
"Nggak apa - apa kok."
"Tolong jelaskan pada Clara."
"Iya, nanti Abang akan jelaskan pada Clara."
"Makasih Bang."
"Kamu makan ya, nanti besok mau Abang bawakan apa lagi buat kamu?"
"Nggak usah Bang, terima kasih. Ini juga lebih dari cukup, saya tidak mau di perlakuan spesial."
"Abang hanya ingin anak kita, gizinya tercukupi. Abang tidak mau, anak kita bahkan Ibu nya lemah. Didalam kamu jangan stress ya, bawa santai."
"Sidang kapan Bang? saya ingin mendengar keputusan hakim, vonis apa yang akan menjatuhkan saya."
"Minggu depan sidang perdana, Abang juga akan di mintai keterangan."
"Apa Abang akan di hukum?"
"Abang sudah mendapatkan hukuman, tapi tidak tahu juga."
"Bang, saya sangat mencintai Abang."
"Sama Abang juga, cinta Abang tidak akan pernah luntur hingga akhir waktu."
****
Elang menatap Juna, pria yang memiliki masa lalu dengan istrinya, hanya tersenyum sinis pada pria yang sekarang menjadi musuhnya.
"Mau rokok?" tawar Elang.
"Terima kasih." jawab Juna.
Elang lantas membakar sepuntung rokok, lalu menghisapnya, dan asap sengaja di arahkan ke wajah Juna.
Uhuk.. uhuk..
"April sedang hamil anak saya, usia 3 bulan." ucap Elang.
"Apa! hamil?" ucap Juna kaget.
"Kenapa? kamu kok kaget, apa April tidak cerita?" ucap Elang.
"Wanita itu, ternyata dia pintar."ucap Juna.
"Iya, istri saya memang pintar, kalau kamu tahu, apa kamu akan habisi dia?"
"Saya akan berusaha habisi janinnya." ucap Juna.
"Kamu menang, tapi secara tidak langsung kamu jiga terlibat , telah menyembunyikan seorang penjahat." ucap Juna menyunggingkan senyum.
*****
Clara telah kembali ke tanah air, gadis kecil ini tampak bingung Karena harus kembali lagi kesini. Karisma tersenyum, dengan berjalan ke arah Clara.
"Maafkan kami ya."ucap Karisma.
" Kak April mana?" tanya Clara.
"Kakak kamu ada, tapi tidak bisa kesini."jawab Karisma.
" Saya ingin bertemu dengan kakak saya, tolong panggilkan dia."
"Iya, nanti saya akan sampaikan ke dia."
"Nggak mau, saya ingin bertemu dia sekarang."
"Nanti ya, sekarang kamu kan baru sampai. Istirahat dulu, kalau sudah segar badan Clara kita bisa video call dengan kakak ya."
"Nggak mau, saya mau sekarang."
****
"Kamu cepat kemari, Clara ingin bertemu dengan April." ucap Karisma melalui panggilan teleponnya.
"Saya akan ke rumah sakit, setelah pekerjaan saya selesai." ucap Elang dari seberang.
"Kakak tunggu kamu, karena kakak sudah tidak bisa, bagaimana menjelaskan pada adik ipar kamu."
"Ya Kak, saya akan kesana. Mungkin habis maghrib, saya akan kesana."
"Ok kakak tunggu."
***
Elang membuka pintu kamar rawat Clara, terlihat gadis kecil tanpa rambut itu menatap datar.
"Apa kabar Clara? lama kita tidak bertemu." sapa Elang.
"Mana kak April?" tanya Clara yang to the point.
"Kakak kamu ada." jawab Elang.
"Suruh kakak saya kesini, saya ingin bertemu dengan dia."
"Maaf kalau itu tidak bisa, mungkin hanya dengan mengirim surat."
"Ada apa dengan kakak saya? katakan apa dia baik - baik saja?"
"Kak April baik - baik saja, sangat baik. Bahkan janin nya juga sehat, kakak kamu kirim salam juga buat Clara."
"Saya tidak percaya, sebelum saya bisa bertemu dengan Kak April. Tolong katakan, kakak saya dimana?"
"Ada di suatu tempat."
"Dimana? katakan!" ucap Clara, dan Elang seakan terkunci rapat mulutnya.
"Katakan Abang!! "ucap Clara membentak.
" Ada, kamu percaya sama Abang."ucap Elang.
Karisma masuk, melihat Clara yang marah pada adiknya. Karisma berusaha, menenangkan Clara.
"Kamu jangan marah begitu, tidak baik sama orang yang lebih tua, membentak begitu." ucap Karisma.
"Saya hanya ingin bertemu dengan kakak saya, tapi seperti kalian menyembunyikan sesuatu." ucap Clara.
"Kakak kamu baik - baik saja, percaya." ucap Karisma.
"Kalau baik - baik saja, katakan dimakan dia? kalau tidak bisa kemari, antar saya bertemu dengan Kak April."
"Kakak kamu, hanya berpesan minta maaf sama kamu. Dia ingin kamu sembuh, apa yang dia lakukan untuk kamu. Walau bahaya, dia tidak peduli. Kakak kamu sangat sayang, tapi sekarang dia tidak bisa menemani kamu lagi. Kamu harus berjuang sendiri, sebagai pengganti Abang dan Kak Karisma yang akan selalu ada di samping kamu."ucap Elang.
" Kakak saya dimana?" tanya Clara sambil terisak menangis.
Elang dan Karisma diam, bingung akan mengatakan apa pada gadis kecil berusia 7 tahun.
"Kakak dimana? katakan dimana dia, hiks.. hiks.." ucap Clara sambil terisak.
"Kak April, berada di hotel Prodeo."ucap Elang.
.
.
.