
"Pagi Elang, kakak bawakan bunga segar untuk kamu. Biar kamar ini, kelihatannya indah. " ucap Karisma, sambil menata bunga di vas atas nakas.
Karisma lalu mengambil air hangat, yang sebelumnya sudah di siapkan oleh perawat untuk membersihkan tubuh Elang.
"Kakak bersihkan tubuh kamu ya, lalu nanti kakak akan cukur kumis kamu." ucap Karisma kembali.
Ceklek
Dokter Hans masuk, dokter yang menangani Elang. Karisma tersenyum, saat dokter Hans akan memeriksa kondisi adiknya.
"Adik kamu, sudah hampir satu bulan koma. Kondisinya tetap tidak ada perubahan, tapi kondisi tubuhnya tidak menurun seperti waktu itu. Hanya saja, dia masih senang menikmati di alam mimpi." ucap dokter Hans.
"Saya 24 jam di sampingnya, tapi tetap seperti itu. Dia tidak pernah menggerakkan jari, atau membuka matanya. Setiap hari, saya selalu tidak lupa berdoa. Agar adik saya itu bisa melihat dunia, bisa memanggil kakak lagi."
"Apa hanya kalian berdua?"
"Ada keluarga, tapi di luar negeri. Saya tidak mengatakan kalau Elang masuk rumah sakit, saya takut terjadi sesuatu sama Kakek dan Nenek, karena mereka sudah tua dan sering sakit - sakit an."
"Alangkah bagusnya kamu kasih tahu sekarang, dari pada mereka tahu saat adik kamu terjadi sesuatu."
"Dia harus bangun, apapun yang terjadi dia harus bangun."
"Satu bulan dia koma, dan masih bertahan dengan alat bantu pernapasan. Tapi kondisinya bisa saja menurun kembali, adik kamu kuat tapi saya tidak bisa mengatakan kalau adik kamu akan terus kuat dalam kondisi seperti ini."
"Saya hanya berharap, dia tetap hidup."
"Berdoa, semoga ada keajaiban."
"Saya selalu berdoa untuk dia."
****
Willy datang ke tempat Mika, namun rumah Mika tertutup rapat. Bahkan bengkelnya pun, tidak ada satu orang karyawan.
Willy mencoba menghubungi Mika tapi tidak tersambung, saat itu ada salah satu karyawan Mika yang datang dan membuka bengkelnya.
"Mas." panggil Willy.
"Mas Willy." sapanya.
"Mika ada tidak?" tanya Willy.
"Mba Mika, sudah tidak pegang bengkel lagi. Dia sekarang sering bolak balik ke luar negeri, katanya punya bisnis begitu."
"Bisnis apa?"
"Semacam ekspor impor, kalaupun dia ada disini tidak pernah pulang."
"Memangnya, dia sempat pulang?"
"Pernah hanya sekali, dan itu juga memberikan kunci rumah dan bengkel pada saya." ucap Adi, pria yang sedang berbicara dengan Willy.
"Terima kasih infonya."
"Sama - sama."
Willy pun pergi meninggalkan rumah Mika, dan langsung menaiki motornya.
****
April membuatkan sebuah minuman, saat Jack dan Pablo sedang mengobrol. Juna dan Steven dan beberapa anak buah lainnya, hanya menyimak percakapan keduanya.
April berjalan ke arah mereka, lalu meletakkan dua gelas berisi minuman sirup berwarna merah.
"Apa stok wine kita habis?" tanya Pablo.
"Saya akan bawakan." ucap April.
"Tidak usah." ucap Pablo.
"Apa ada kabar tentang Elang?" tanya Pablo.
"Dia masih di rawat rumah sakit, kondisi dia masih koma." jawab Jack.
April diam, saat kedua bos besar mereka membicarakan Elang. Kedua tangan April, memegang erat baki.
"Siapa yang menembak kepala Elang?" tanya Pablo.
"Saya bos." ucap salah satu anak buah, bernama Jonson.
"Kamu tahu, kalau ada yang gagal itu hukumannya apa?" ucap Pablo.
"Ampun bos, saya minta maaf. Tolong jangan habisi saya." ucapnya memohon.
"Kamar rawat dia, di jaga ketat. Hanya satu suster, yang bisa keluar masuk. Kita punya dia, kita minta dia habisi Elang." ucap Jack.
April menoleh dan menatap tajam ke arah Jack dan Pablo, kedua mata April memerah dan terlihat wajahnya yang marah.
"Habisi dia, saya tidak ingin dia hidup." ucap Pablo.
"Mika." panggil Jack.
"Iya bos." ucap Mika.
"Kamu hubungi suster itu, katakan untuk suntik mati Elang."perintah Jack.
" Baik saya akan hubungi dia." ucap Mika dan langsung mengambil ponselnya, lantas April merampas ponsel Mika.
"Hey." ucap Mika.
"Kalian akan bunuh Bang Elang? apa kalian tidak puas sudah membuat Bang Elang sekarat, dan kalian ingin menghabisinya. Rasa manusiawi kalian dimana, dan kamu Mika. Saya tidak menyangka, kamu itu ternyata busuk." ucap April.
"Hey slow." ucap Mika.
"Kalian itu pantas mati." ucap April, langsung menembakkan ke arah Jack, Pablo dan Mika, yang diam - diam April menyembunyikan senjata di balik kemejanya.
Dor
Dor
Dor
Tembakan mengenai salah satu kaki mereka, tembakan balasan dari anak buah Pablo dan Jack menembakkan ke April, namun April berhasil menghindar.
Juna dan Steven menembaki anak buah Pablo dan Jack, hingga beberapa barang yang ada di dalam ruangan tersebut pecah, akibat sebuah tembakan yang tidak mengenai sasaran.
Dor
Dor
Dor
Mika merasakan kakinya yang sakit, akibat tembakan April. Lantas dia pun membalas menembak ke arah April, tapi April berhasil menghindari.
Dor
Dor
Praaaaaannngggg
Dor
Dor
Saat peluru milik Mika habis, April berjalan maju sambil menembak ke arah Mika, dan tiba - tiba semua kursi melayang ke arah April hingga mengenai kepalanya, dan langsung tersungkur.
Buuuggghhhh
Aaawwwww
Mika datang dan menendang perut April, lantas mengangkat tubuh April untuk berdiri. Dengan tanpa ampun, April memukul perut April, dan meninju pipinya.
Buuggghhhh
Buuuggghhhh
Aaaaarrrrggghhh
Uhuk.. uhuk..
April tak berdaya, hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. April berusaha untuk bangun, namun tenaganya habis.
"Bangun kamu." ucap Mika.
Kedua mata Mika dan April melihat pistol yang tak jauh dari arah mereka, dengan sekuat tenaga April bangun, lantas menendang jauh pistol tersebut.
Salah satu kaki April, menendang perut Mika. Hingga terdorong ke belakang, April pun bangun membalas memukul Mika dengan membabi buta.
Buuuggghhhh
Buuuggghhhh
Mika tidak berdaya, hingga mengeluarkan darah dari hidungnya. Mika tidak mau kalah, dan membalas setiap pukulan April.
Keduanya saling adu jotos, hingga April memukul salah satu bagian dada Mika sangat keras.
Aaaaarrrrggghhh
Mika memegang salah satu bagian dadanya, rasa sakit yang sangat luar biasa. Sehingga dia tidak bisa lagi melawan April, dan April dengan segera mengambil pistol miliknya.
"Bangun kamu, ayo lawan saya lagi." tantang April.
Mika hanya menatap kesal dan marah ke arah April, Mika mencoba bangun dan April langsung memukul wajah Mika dengan sangat keras.
Buuuggghhhh
Aaaaarrrrggghhh
Mika kembali tersungkur, hingga tak kuat lagi berdiri. April mengangkat tubuh Mika untuk bangun, dan langsung memukul kembali bagian perut berkali-kali.
Buuuggghhhh
Buuuggghhhh
Sedangkan, Juna dan Steven terus mengarahkan tembakan, sembari menghajar satu persatu anak buah Pablo.
"Bangun kamu, hajar saya." ucap April.
Mika tak lagi bisa bangun, merasa lawannya sudah tidak berdaya. April arahkan pistolnya ke arah kepala Mika.
"Selamat jalan." ucap April.
Dor
Dor
Dor
Tiga kali tembakan April arahkan tepat di kepala Mika, hingga menembus ke bagian belakang kepalanya.
.
.
.