
"Kamu mau kemana Elang?" tanya Willy, saat mereka baru saja sampai.
"Saya ingin keluar sebentar." jawab Elang.
"Tolong, jangan pergi. Kamu harus pergi dengan kita berdua, karena kita yakin kamu punya cara sendiri." ucap Agam.
"Kalian ini kenapa sih? curiga terus. Kalian pikir, saya akan bertindak di luar prosedur." ucap Elang sambil berkacak pinggang.
"Sorry ya, karena ini masalah berkaitan dengan rumah tangga kamu. Kita tahu, kamu itu ingin memberikan pelajaran sama istri kamu, dan setelah itu kamu akan ceraikan dia kan saat dia sudah masuk penjara?" ucap Agam.
"Mau cerai atau tidak, kalian tidak perlu tahu."
"Ok, tapi ingat saat dia di vonis kamu akan jadi saksi, bahkan terlibat secara tidak langsung." ucap Agam kembali.
"Saya tahu, dulu saya berusaha agar membantu dia ringan dalam menerima hukuman. Tapi sekarang tidak, dia juga sudah menipu suaminya. Saat transaksi nanti, siapkan semua tim, saya ingin hari itu juga tuntas."
"Tidak bisa Elang, kita jebak mereka dulu." ucap Willy.
"Terserah kalian." ucap Elang langsung keluar dari kamar.
"Kalau sampai misi kita gagal, karena satu orang. Bisa gagal semuanya, bahkan malah kita yang akan mati di tangan mereka." ucap Willy.
"Lebih baik kita ikuti dia." ucap Agam.
"Tidak usah, dia bukan anak kecil." ucap Willy.
*****
Elang menegak anggur putih, dengan di temani alunan musik romantis. Melihat beberapa orang, sedang berdansa dengan pasangan mereka.
Terlihat habis satu bungkus rokok mild, dengan satu botol anggur putih. Beberapa wanita, mencoba mendekati Elang namun Elang menolaknya.
"Pergi sana." ucap Mark, yang tiba - tiba datang.
"Wah, ternyata kuat juga Mr Louis." ucap Mark.
"Kamu tahu saya disini?" tanya Elang.
"Hahahaha... saya ini adalah orang, yang selalu memanjakan beberapa pebisnis, mereka selalu meminta pada saya. Sama seperti Mr Louis, meminta seorang wanita untuk menemani, tapi wanita nga agak sedikit berbobot ini."
"Kamu bisa datang kan dia tidak?"
"Besok kalian akan bertemu, di ruang VVIP yang sudah di siapkan, dia akan datang. Dia itu kurir, tapi karena ini spesial dua Bos akan hadir."
"Apa saya bisa minta no ponselnya?" tanya Elang.
"Oh maaf, tidak bisa. Karena ini privasi, kalau mau mintalah sendiri, disaat kalian bertemu besok."
"Tolong Siapkan kamar tipe suit, saya ingin lebih privacy semuanya."
"Ok Mr."
Elang memberikan Sejumlah uang pada Mark, lalu Mark menghitungnya dan langsung memasukan pada kantung kemejanya.
"Sampai bertemu besok Mr. "
*****
"Dia minta kamu." ucap Mark.
"Ayolah Sandra, masa kamu tidak mau." ucap Juna.
"Ok, kalau kalian mendesak saya. Besok saya akan akan menemui dia, setelah transaksi selesai." ucap April.
"Jangan kecewakan klien, nanti saya yang malu. Kalian itu, dapatkan klien dari saya. Tanpa saya, kalian di dunia seperti ini tidak akan mudah mendapatkan, orang yang mau kerja sama dengan kalian." ucap Mark.
"Iya, tapi kali ini saya tidak ingin membagi dengan kalian. Ini khusus buat saya, dari penjualan besok kalian juga sudah dapat untung." ucap April.
"Ok deal." ucap Mark.
****
Bruuukkk
Elang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, Willy dan Agam hanya menggelengkan kepalanya.
"Kacau sekali kamu." ucap Agam.
"Tenang Elang, sudah di depan mata." ucap Willy.
"Saya tidak sabar besok, pasti dia akan kaget melihat saya." ucap Elang.
"Kita atur strategi, kita adakan transaksi pertama, untuk mengumpulkan bukti. Dan kita tangkap mereka di kediamannya." ucap Willy.
"Benar, dalam 3 hari. Mereka harus, sudah masuk kedalam jaring kita." ucap Agam.
*****
April, Juna dan Steven sudah menunggu di dalam ruangan yang sudah siapkan oleh Mark. Hampir satu jam,mereka menunggu tetapi belum juga datang.
"Santai, kita tunggu satu jam lagi." ucap Juna.
"Kalau mereka profesional, pasti mereka akan tepat waktu." ucap April.
"Sabarlah." ucap Juna.
Tak lama pintu terbuka, ketiga pria masuk dengan memakai stelan jas warna hitam, terlihat penampilan mereka yang maskulin, dan pakaian mewah, terlihat seperti seorang pengusaha asli.
"Sorry kami terlambat, karena kami ada pertemuan mendadak dengan pengusaha dari timur Tengah."ucap Mr Jhon alisa Willy.
" Perkenalkan Mr Antoni." ucap Agam, bersalaman dengan mereka bertiga.
"Sanders." ucap Juna.
"Ervan." ucap Steven.
"Sandra." ucap April.
Begitu juga mereka, Elang bersalaman dengan April, tatapan yang berbeda dan tidak ingin melepaskan tangan April, lantas April segera melepaskan paksa.
"Sorry." ucap Elang sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Katanya kalian ingin berbisnis dengan kami, apa boleh saya lihat barang yang akan kalian barter?" ucap April.
"Oh tentu, silahkan cek." ucap Agam, sambil menyerahkan koper berisi barang obat terlarang.
April membuka koper tersebut, dan memperlihatkan pada Juna dan Steven. Juna mencicipi obat terlarang tersebut, lantas menganggukkan kepalanya.
"Ok, tolong perlihatkan intannya." ucap Juna pada Steven.
"Kualitas Intan nya bagus, dan kalian bisa cek keasliannya." ucap Steven.
Elang mengecek satu persatu, butiran Intan tersebut.Tak ada satu pun yang terlewat, sedangkan April terus menatap Elang, pria yang akan dirinya temani hari ini."
"Ok, deal." ucap Elang.
"Ok, kami terima barang nya." ucap April lantas bersalaman dengan Elang.
"Terima kasih untuk kerja sama hari ini, semoga kita bisa berbisnis kembali." ucap Juna bersalaman dengan Elang, Agam dan Willy.
****
April berjalan ke kamar, yang sudah diberitahu sebelumnya oleh Mark. Lantas April mengetuk pintu kamar hotel tersebut, dan pintu pun terbuka.
"Hallo Mr Louis." sapa April, yang malam itu mengenakan jaket tebal.
"Hallo masuklah."ucap Elang, yang saat itu mengenakan bath robe.
April lantas masuk dan melepaskan jaket tebalnya, dan menaruh di atas sofa. Sedangkan Elang menuangkan minuman beralkohol di dalam gelas wine.
" Ini adalah wine terbaik." ucap Elang memberikan pada wanitanya.
"Saya sedang berhenti minum beralkohol."
"Oh iya." ucap Elang, lantas duduk disamping april.
Elang dengan nakal, salah satu jarinya, membelai leher jenjang April, hingga turun ke bagian dada.
"Kamu sangat menggoda." bisik Elang, hingga terlihat bulu kuduk April berdiri.
"Saya akan temani Mr malam ini."
"Good, puaskan saya." ucap Elang beranjak bangun dengan melepaskan bath robe nya, hingga menyisakan celana pendek, yang memperlihatkan tonjolan miliknya.
"Kemari sayang." ucap Elang yang sudah bersandar di kepala ranjang.
April pun berjalan mendekat, dan naik ke atas tempat tidur, dan hanya menurunkan dress nya hingga sebatas dada.
Elang langsung menjambak rambut April, dan menjatuhkan di atas tempat tidur, lalu menindih nya.
"Kamu ternyata bukan, hanya sekedar kurir tapi kamu adalah pemuas pria."
"Dari siapa kamu tahu saya?"
"Kamu tidak perlu tahu, karena saya tahu siapa kamu."
Aaaaaaa
April menjerit, saat Elang menggigit keras salah satu pucuk bagian dada April, hingga April mencengkram pundak Elang.
.
.
.