
"Elang!" panggil Willy.
"Elang! " panggil Willy kembali.
Elang menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan berhadapan dengan Willy. Elang hanya menatap kesal, ke arah sahabat yang sudah merusak rencananya.
"Saya hanya ingin minta maaf." ucap Willy.
"Maaf untuk apa?" tanya Elang.
"Kata maaf sudah tidak ada artinya, semuanya sudah terjadi." ucap Elang kembali.
"Tapi kamu tidak di pecat kan? hanya tidak jadi naik pangkat, dan kamu tidak menjalani kasus itu lagi." ucap Willy.
"Hanya kata kamu, dan kamu pikir saya lakukan ini sengaja menghindari hukum?"
"Saya tidak ingin terlalu jauh."
"Kalau kamu mau mundur, kamu tidak mau berpihak pada saya. Jangan dulu kamu laporkan, saya masih butuh April untuk kasus ini, dan ada adik yang sedang sakit. Dan satu, nyawa April itu tidak aman di penjara."
"Ini lebih baik buktinya April tidak apa - apa."
"Kamu boleh bicara seperti itu, asal kamu tahu. Musuh itu dekat sama kamu, dan mereka masih bisa tertawa. Saya minta sama kamu, berhati-hati dalam memilih aman." ucap Elang langsung melanjutkan kembali langkahnya.
Saat akan masuk ke dalam ruangannya, Selena datang dari arah depan. Dan Selena berhenti tepat, di depan pintu ruangan Elang.
"Apa yang saya bilang, seharusnya kamu tinggalkan pekerjaan ini. Pekerjaan yang beresiko, bahkan naik pangkat kamu tertunda.Untung kamu tidak di pecat, masih ada orang yang sayang sama kamu." ucap Selena.
"Saya tidak berharap orang menyayangi saya, dengan terpaksa atau melihat siapa itu saya. Dan saya tidak menyesal, dengan apa yang terjadi sama saya sekarang. Satu lagi, apa kamu tidak tahu? kalau Ayah kamu di mutasi? dia seperti itu karena membela saya, walau tidak suka saya menjadi menantunya, tapi dia rela menerima resiko besar."
"Karena Ayah ingin melindungi anak buahnya, dia itu pemimpin yang memiliki jiwa tidak tega melihat anak buahnya sengsara. Dan satu lagi, saya akan menikah, ini hari terakhir saya disini." ucap Selena.
"Selamat, semoga dia menjadi pasangan hidup kamu sampai tua nanti." ucap Elang.
"Amin, saya berharap kamu datang nanti."
"Saya tidak janji, karena ada yang lebih penting dari pada menghadiri ke pernikahan kamu."
*****
Pintu sel di buka, seorang petugas masuk dan meminta April untuk keluar dari dalam sel tahanan.
"Kamu akan di pindahkan." ucapnya.
"Saya di pindahkan kemana?" tanya April.
"Kamu akan di pindahkan ke Lapas lain." jawabnya.
"Bukannya, harus menunggu sidang?"ucap April.
"Kamu jangan banyak tanya, ayo ikut." ucap petugas Lapas dengan memborgol kedua tangan April.
Beberapa orang bersenjata pun ikut mengawal April, untuk di pindahkan ke Lapas lain. Tapi April merasakan ada yang berbeda, hanya dia yang di pindahkan dan bukan memakai mobil tahanan, tapi memakai mobil pribadi.
April masuk kedalam mobil, ada 6 pria yang mengawalnya. Bahkan melihat semuanya, membawa senjata.
Elang datang saat mobil yang membawa April pergi, April yang didalamnya melihat Elang turun dari motor. April tidak bisa memanggilnya, bahkan untuk mengetuk kaca mobil.
"Itu suami saya, pasti dia nanti akan mencari saya. Tolong berhenti, kalian harus kasih tahu suami saya." ucap April.
"Maaf, kami tidak bisa." ucap Pria yang sedang mengemudikan mobil.
Elang datang menemui petugas yang menjaga pintu masuk, dan menaruh kantung plastik yang berisi makanan buat April di atas meja untuk di periksa.
"Maaf Pak Elang, napi yang Bapak kunjungi sudah di pindahkan." ucap petugas Lapas.
"Dipindahkan? di pindahkan kemana?" ucap Elang.
"Katanya di pindahkan ke lapas lain, lapas khusus napi kelas berat."
"Maksudnya, Lapas kepulauan M?"
"Benar Pak."
"Maaf, karena Bapak juga tidak sedang menjalani kasusnya. Karena kasus Bapak berfokus pada Anggota yang berkhianat, untuk April itu di luar wewenang Bapak."
"Tapi dia istri saya, bagaimana juga saya wajib di kasih tahu."
"Maaf Pak, saya tidak tahu untuk itu."
Elang langsung pergi dari Lapas, dan mencoba mengejar mobil yang membawa April. Tapi Elang melihat, mobil khusus membawa tahanan ada di parkiran Lapas, lantas Elang kembali masuk kedalam.
"Pak, Apri di bawa pakai mobil apa?" tanya Elang.
"Mobil hitam, ada 6 orang yang membawa." jawabnya.
"Bapak yakin, mereka itu petugas?" ucap Elang.
"Yakin Pak, karena sada surat tugas dan surat untuk membawa napi."
"Ada yang tidak beres."
****
April hanya diam saat dirinya masih ada di dalam sebuah mobil, dan saat itu April sudah mulai curiga, karena mobil tidak berbelok kanan ke arah pelabuhan melainkan ke arah kiri.
"Maaf Pak, saya mau di bawa ke Lapas mana? bukannya harus belok kanan arah pelabuhan." tanya April.
"Kamu diam saja, mau dibawa kemana kamu tidak akan selamat." jawab salah satu pria yang di sebelah kiri April.
"Kalian siapa? mau kalian apa?" ucap April panik.
Hahahahahaha
Semua pria yang ada di dalam mobil, tertawa lepas. Sedangkan April mencoba melawan, akan tetapi pria yang ada di belakangnya langsung memukul tengkuk leher April, dengan sangat keras.
Buuugghhh
April langsung tumbang, saat pukulan melayang di tubuhnya.
****
Elang mengendarai motornya, ke arah pelabuhan. Untuk menyebrang ke pulau M, menemui April yang di bawa ke Lapas di kepulauan tersebut.
"Ya Allah semoga benar, April dibawa kesana."ucap Elang, dari balik helmnya.
Elang pun setelah membeli tiket, langsung naik ke atas kapal bersama motornya. Banyak mobil di atas kapal, Elang tidak bisa menemukan April.
Elang tidak bisa menghubungi orang di luar sana, karena tidak ada lagi yang di percaya. Bahkan teman satu Tim pun, Elang tidak mempercayainya.
" Semoga saja kamu tidak apa - apa."
****
April terbangun dari pingsannya, saat bangun April sudah berada di sebuah penjara yang sangat gelap, bau dan pengap.
April merasakan sangat sakit, di bagian tengkuk Lehernya. Kedua tangan April, sudah terlepas dari borgol.
"Tolong...!! " teriak April.
"Tolong..!! " teriak kembali April sambil memegang jeruji besi.
Terdengar suara langkah kaki, April pun mundur dari jeruji besi. Pintu sel di buka, tampak pria tinggi besar bertubuh kekar.
"Si - siapa kamu?" tanya April.
"Kamu tidak usah tahu siapa saya, dan ada dimana kamu sekarang. Kamu akan tahu sendiri, siapa yang membawa kamu kemari." jawabnya.
"Apa kalian, anak buah Pablo?"
.
.